- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita Luar Negeri
China Bela Rusia, Taiwan Pilih Bersama Negara-Negara Demokratis
TS
dragonroar
China Bela Rusia, Taiwan Pilih Bersama Negara-Negara Demokratis

Bendera nasional Tiongkok dan Taiwan ditampilkan di samping pesawat militer dalam gambar ilustrasi yang dibuat 9 April 2021. Foto: ANTARA/Reuters/as
jpnn.com, TAIPEI - Taiwan akan bergabung dengan negara-negara demokratis untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas invasinya di Ukraina.
"Kami mengutuk sangat keras tindakan invasi seperti itu dan akan bergabung dengan negara-negara demokratis untuk bersama-sama menjatuhkan sanksi," kata pemimpin Taiwan Su Tseng-chang di Taipei tanpa menjelaskan lebih rinci.
Krisis di Ukraina terus dicermati oleh Taiwan, yang diklaim oleh China sebagai teritorinya. Pulau itu juga menghadapi tekanan militer dari Beijing dalam dua tahun terakhir.
Menteri ekonomi Wang Mei-hua mengatakan Taiwan akan "mengamati sungguh-sungguh" ekspor ke Rusia dan "berkoordinasi" dengan para sekutu untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
Kementerian luar negeri Taiwan dalam pernyataannya mengatakan akan "berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat dan negara-negara lainnya untuk mengadopsi tindakan yang sesuai demi membebaskan Ukraina dari kengerian perang."
Ditanya soal sanksi, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd (TSMC), salah satu pemasok utama Apple Inc dan emiten Asia paling bernilai, mengatakan mereka akan mengikuti aturan pengendalian ekspor.
"TSMC mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku dan berkomitmen penuh untuk mematuhi aturan baru pengendalian ekspor yang diumumkan," kata perusahaan itu dalam pernyataan.
Rusia bukan pasar utama barang-barang buatan Taiwan. Perdagangannya dengan Ukraina dan Rusia masing-masing kurang dari 1 persen dari nilai total, data Taiwan menunjukkan.
Kontrak gas alam Taiwan dengan Rusia akan berakhir pada Maret dan Taiwan akan memperluas pasokannya, kata kementerian ekonomi, Kamis.
Sementara itu, China menolak untuk mengkritik Rusia dan menyebut tindakan sekutunya di Ukraina sebagai invasi. Beijing kembali menegaskan bahwa mereka percaya untuk menghormati integritas teritorial semua negara.
Selain itu, China melihat masalah Ukraina memiliki latar belakang sejarah yang kompleks dan khusus.
"Kami memahami kekhawatiran sah Rusia tentang masalah keamanan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin kepada wartawan dalam briefing harian di Beijing, Jumat (25/2). (ant/dil/jpnn)
https://m.jpnn.com/news/china-bela-r...okratis?page=2
kampret.strez dan tepsuzot memberi reputasi
2
955
8
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan