KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / Melek Hukum /
Konsultasi Hukum Perdata ( Warisan, Hibah, Perjanjian, Tanah)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/620f64fa0358702bed1b6cc2/konsultasi-hukum-perdata--warisan-hibah-perjanjian-tanah

Konsultasi Hukum Perdata ( Warisan, Hibah, Perjanjian, Tanah)

sudah hampir 2 tahun saya tidak buka kaskus lagi dan fokus hanya memberikan konsultasi hukum di Instagram.

Mengenai konsultasi hukum yang dahulu sudah ane berikan di kaskus ini, juga masih dapat di cek thread ane yang lain.

thread konsultasi hukum old

Kali ini saya akan membuka thread baru buat konsultasi sesuai dengan judul di atas...
monggo silahkan kita berdiskusi disini...

Atau yang ingin konsultasi secara langsung/diprioritaskan atau mau minta dibantuin secara langsung, dapat DM saya di IG konsultan_hukum_gratis

Adapun bantuan yang sering dimnta adalah:
1. Membuat surat kuasa
2. Membuat Perjanjian
3. Membuat Perdamaian
4. Membuat Gugatan
5. Membuat Permohonan
6. Membuat Somasi
dll sebagainya
profile-picture
profile-picture
deribard dan depe3153 memberi reputasi
Diubah oleh PerjakaMuda
kedudukan anak angkat dalam waris bagaimana gan?jika saudara2 angkatnya sepakat untuk mengganggap anak angkat itu saudara kandung dan tetap mendapatkan hak waris yang sama bagaimana?
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
gan ane ada masalah perjanjian jual -beli rumah, pembeli ingkar untuk melunasi padahal sudah ada hitam diatas putih, harus bagaimana saya ?
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Gan @PerjakaMuda , IG KONSULTAN_HUKUM_AMBARITA di-search kok no result ya ?
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
gan minta pandangan, kalo misalkan kondisi seperti ini:

ayah punya 5 orang anak, sebelum meninggal ayah menjual rumah miliknya ke si anak nomor 1 (dengan harga murah), adapun kemudian uang hasil penjualan rumah tersebut diberikan kepada anak nomor 5 untuk membeli rumah guna sang ayah tinggal (rumah tersebut dibeli oleh anak nomor 5 dengan atas nama anak nomor 5 tersebut). sekarang saat sang ayah sudah meninggal, saudara-saudara lainnya menuntut agar rumah dengan atas nama anak nomor 5 tersebut untuk dijual dan hasilnya dibagikan secara merata.

hemat ane perbuatan tersebut di atas tidak ada dasar hukumnya mengingat status rumah bukanlah hibah dan/ atau semacamnya melainkan murni transaksi yang dilakukan si anak nomor 5. adapun perbuatan sang ayah yang memberikan sejumlah uang ke anak nomor 5 tersebut, apakah uang pemberian tersebut dapat dituntutkan agar dibagikan secara merata?
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Quote:


Selamat pagi gan, gak sengaja liat thread ini , kebetulan saya mau sharing dengan masalah perdata ( utang/piutang , surat kuasa menjual ), jadi begini :

Peristiwa hukum ini sebenarnya terjadi di generasi eyang saya ( ibu bapak sy punya ibu[nenek], nah ibu nya ibu bapak saya punya ibu[eyang] ), fyi. Ibu mama dan papa sy masih adik kakak.

Eyang saya memiliki 8 Anak [1IS,2KR,3IS,4IS,5IS,6IS,7IS,8IS] *ISlam*KRisten* (tdk bermaksud SARA, krn selanjutnya sebagian besar keluarga lebih condong ke hukum waris islam)

Dahulu kala sktr maret 1998 sd september 1999, secara bertahap eyang kami meminjam uang kepada sdr HARIYANTO ,total 50 jt.

Bahwa untuk menjamin pengembalian dana diserahkan SHM an.eyang, pada 28 sep 1998 di ttd surat kuasa menjual antara eyang,1IS,4IS,6IS,8IS selaku pemberi kuasa ditujukan kepada HARIYANTO selaku penerima kuasa, dilegalisasi Akta Notaris.

Singkat cerita, sampai saat ini , ketika kami ( cicit,cucu dan anak eyang yg msh hidup [6IS,7IS,8IS] ), ketika ingin melunasi hutang 50 jt, selalu di tolak. Pihak penerima kuasa pernah mengatakan segala hutang akan lunas tapi harus menjual objek jaminan itu ke mereka. Padahal ad calon pembeli potensial lain yg tertarik akan membeli dengan value yg menurut kami sesuai dengan nilai property sekitar pada saat ini.

Mereka tidak pernah mau bertemu, jika kami mengajak calon pembeli untuk membahas pelumasan hutang terdahulu dan mengembalikan sertifikatnya. Mereka berasumsi krn blm lunasnya hutang dan telah terbitnya surat kuasa menjual, jaminan tersebut sudah selayaknya mereka yang kuasai.

Pd 2019 via kerabat pernah kami cek ke BPN memang SHM masih an.eyang kami. Blm di pindah namakan. Blm tau yg sekarang.

Sy ingin tau dari pandangan sebagai praktisi hukum bagaimana cara menyelesaikan masalah ini disesuaikan dgn pasal 1813 KUHPerdata tentang pengakhiran kuasa.

Dengan uraian permasalahan hukum diatas , apakah bisa mereka secara sepihak langsung membalik namakan SHM atau menjaminkan atau menjual kepada pihak ketiga lainnya ?

Dan mereka menolak pelunasan sebesar 50 jt dan tidak menerima pertemuan dengan potensi calon pembeli lain dengan dalih tanah itu harus mereka yg membelinya apakah dibenarkan secara hukum ?

Mohon bantuan sharing dan panduannya gan agar kami dapat gambaran langkah apa selanjutnya yg harus kami tempuh, krn setiap tahun jika kami menayakan ke mereka selalu menemui jalan buntu.

Terimakasih sebelumnya..🙏🙏
Selamat Pagi, Saya tinggal dibatam punya rumah kos-kosan 20 Kamar

Sebelum-sebelumnya saya sudah bayar keamanan 100.000ribu Per Bulan.

Sekarang Pak RT ingin menambah uang keamanan untuk rumah saya 20.000 ribu Per Kamar.
( berarti 400.000ribu ditambah 100.000ribu = 500.000 ribu Per Bulan )


ini saya bisa saya bawa ke pengadilan/polisi/hukum tidak? jika Pak RT tetap memaksa saya atas pemerasan/pungli.

Terima kasih
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Assalamualaikum. Selamat siang, mohon izin bertanya kepada para senior dan pakar disini.
Ada sebidang tanah yang dijual. Akses dan lokasi sangat baik. Satu deretan tanah tersebut, sudah dibangun beberapa rumah, meninggalkan sebidang tanah kosong.
Tanah ini berbentuk seperti pekarangan, tetapi sertifikatnya masih dalam bentuk sertifikat sawah.
Sertifikat tanah ini seluas 1200m2.
800 m2 sudah dibeli orang lain (dan ini sudah jadi banyak rumah).
Tinggal bersisa 400m2 ini lah yang dijual, kami ingin beli tanah ini, dan ini bisa dibeli keseluruhan, boleh setengahnya, juga boleh sepertiganya.
Pertanyaan:
1. Apakah tanah sisa ini (kami berencana membeli sepertiganya saja) bisa kami beli untuk kami bangun rumah pribadi?
2. Apa saja yang harus diperhatikan sebelum membeli tanah tersebut, agar legalitas tanah dan proses bangunan sesuai prosedural hukum?
3. Apa yang harus dilakukan agar tanah dan bangunan nanti punya SHM pekarangan atas nama saya, juga dengan PBG nya?
4. Saya bukan domisili KTP tanah tersebut. Lalu bagaimana cara agar tanah sawah itu menjadi tanah pekarangan?
terima kasih banyak.
Diubah oleh plavixactos
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di