KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/620372498953b925623bdee1/sisi-buruk-aplikasi-kencan-online-raburandom

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Tulisan ini muncul sebagai bentuk keprihatinan pribadi saya terhadap dunia dating app, sebutan untuk aplikasi yang bisa digunakan untuk mencari teman kencan secara online. Jika saya berbicara tentang sisi buruk, alangkah baiknya jika yang akan saya ungkapkan adalah segala hal yang kurang baik maupun yang tidak baik yang ada di dalam dunia dating app. Namun saya yang merupakan mantan pengguna dating app, memberanikan diri untuk mengungkapkan hal-hal tersebut yang menurut saya memang perlu diungkapkan.

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Hal-hal yang akan saya ungkapkan bukan tentang seberapa hebat pekerjaan yang para penggunanya lakoni, bukan tentang seberapa banyak materi yang mereka miliki, bukan tentang seberapa tinggi tingkat pendidikan yang pernah mereka jalani. Dan juga bukan tentang fisik, sex, materialisme, atau perselingkuhan. Hal-hal yang akan saya ungkapkan memang tidak sepenting permasalahan yang sedang dihadapi oleh dunia, atau yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Namun hal-hal yang akan saya ungkapkan adalah hal-hal yang perlu digarisbawahi. Yang jika ditelisik lebih jauh dan mendalam, beberapa diantaranya mampu membawa kita pada permasalahan yang sebenarnya cukup pelik dan memerlukan penanganan serius.

Dari hal-hal yang akan saya ungkapkan tersebut, akan bisa disimpulkan beberapa bentuk kebohongan yang lazim ditemukan di dalam dunia dating app dan kemungkinan besar masih bisa dipercaya oleh sebagian besar penggunanya. Baik para pengguna yang masih awam, atau bahkan para pengguna yang sudah terjun sejak lama. Beberapa bentuk kebohongan tersebut harus bisa diwaspadai, atau akan memberikan akhir yang menyedihkan dan memunculkan rasa penyesalan.

***

Aplikasi kencan online atau dating app, merupakan sebuah media yang memungkinkan para penggunanya untuk mendapatkan teman kencan yang sesuai dengan kriteria yang mereka cari. Di dalam dating app tersebut, si pengguna diharuskan mengunggah beberapa foto dan mengisi profil sebagai bentuk informasi seperti nama, umur, domisili, jenis pekerjaan, dan sekolah dimana si pengguna pernah menjalani pendidikan. Selain informasi umum tersebut, disalah satu dating app misalnya, si pengguna juga akan diminta informasi yang lebih pribadi seperti status hubungan, orientasi seksual, agama, zodiak, kemampuan bahasa, jenis kepribadian, bahkan perihal tentang anak, dan apakah mereka merupakan seorang perokok dan/atau seorang peminum alkohol atau bukan.

Hal yang paling mendasar dan sederhana dalam sebuah akun dating app adalah nama penggunanya. Mudah saja, calon pengguna tinggal memasukkan nama mereka sendiri ketika mereka akan mulai membuat sebuah akun dating app. Sebagian besar pengguna memang memasukkan nama mereka yang sebenarnya, namun sebagian kecil pengguna cenderung memasukkan nama yang bukan sebenarnya. Saya pernah kenal dengan seorang pengguna yang bernama asli Haryono yang menggunakan nama Zen di akunnya, dan seorang pengguna yang bernama asli Wahyu yang menggunakan nama Alex di akunnya. Selain itu, saya juga sempat menemukan beberapa akun yang menggunakan nama yang kemungkinan besar bukan nama yang sebenarnya. Sebagai contoh, ada sebuah akun yang bernama Fadhil Muhammad. Namun dari beberapa foto yang dia unggah kedalam akun dating app miliknya, sepertinya dia tidak menyadari bahwa dia mengunggah sebuah foto dimana dia sedang memakai seragam sekuriti, dan pada seragamnya tersebut terdapat name badge bernama Dadi Sunardi. Lalu ada juga sebuah akun yang bernama Ifan Pradana. Sama halnya seperti Fadhil Muhammad, sepertinya Ifan Pradana juga tidak menyadari bahwa foto yang dia unggah dimana dia sedang memakai seragam sekuriti, pada seragamnya terdapat name badge bernama Pujirin.

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Selain akun Fadhil Muhammad dan Ifan Pradana, ada juga sebuah akun yang bernama Ibey Putranoka, dimana salah satu foto yang diunggah merupakan foto seorang perwira polisi dan pada seragamnya terdapat name badge bernama Dian. Dan pada sebuah akun yang bernama Rama Wijaya, terdapat sebuah foto yang diunggah dimana di dalam foto tersebut bisa terlihat sebuah name tag bernama Hilman Harpadiansyah.

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Saya sempat berpikir, apakah mereka malu dengan nama yang diberikan oleh orangtua mereka sendiri? Dan apa tujuan mereka mengganti nama mereka yang sebenarnya, agar terlihat keren kah? Ketika saya mendapatkan kesempatan untuk bertanya alasan mereka memasukkan nama yang bukan sebenarnya, ada yang menjawab bahwa nama yang mereka gunakan untuk akun dating app adalah nama panggilan mereka sehari-hari, ada juga yang menjawab bahwa mereka menggunakan nama anak mereka sendiri sebagai bentuk rasa sayang. Dan ada lagi yang menjawab, jika mereka menggunakan nama yang sebenarnya, maka hal tersebut bisa beresiko terhadap pekerjaannya dan memperburuk citranya.

Lalu apa yang salah? Setiap pengguna dating app tentu saja memiliki hak untuk memasukkan nama yang mereka inginkan. Hal tersebut memang benar, namun jika berkaca pada hal-hal buruk yang kemungkinan bisa terjadi di dalam dunia dating app dan dialami oleh para penggunanya, seperti kasus penipuan misalnya. Maka kemungkinan besar kasus tersebut akan mengalami kesulitan untuk ditangani oleh pihak berwajib karena informasi perihal nama saja sudah tidak benar. Oleh karena itu, setidaknya penggunaan nama dari setiap pengguna dating app perlu dinyatakan kebenarannya.

Bagaimana jika kartu identitas dilibatkan? Calon pengguna akan diminta untuk melakukan verifikasi wajah sambil menunjukkan kartu identitas miliknya secara bersamaan ketika membuat sebuah akun dating app. Konsepnya kurang lebih sama seperti ketika melakukan pengajuan untuk pinjaman online. Dengan begitu, dari kartu identitas saja bisa didapatkan tiga informasi penting jika kedepannya calon pengguna tersebut melakukan tindakan kriminal di dalam dunia dating app, yaitu nama, foto, dan alamat calon pengguna. Jadi jika misalnya seorang pengguna memasukkan nama yang bukan sebenarnya, lalu secara kebetulan dia melakukan tindakan kriminal terhadap pengguna lainnya, dan dia dilaporkan ke pihak berwajib. Maka informasi perihal identitas yang diberikan oleh pihak penyedia dating app, akan menjadi sebuah petunjuk agar kasusnya bisa diusut hingga tuntas.

Selain itu, keterlibatan kartu identitas juga sepertinya diperlukan untuk mengatasi hal-hal yang berhubungan dengan dunia dating app, sebagai contoh untuk menyaring calon penggunanya dari segi umur. Karena saya sering mendapatkan pesan dan akun saya sering divisit oleh pengguna dating app yang masih berumur 18 tahun. Dating app memang boleh diunduh dan digunakan oleh siapapun. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa urusan sex contohnya, masih menjadi unsur yang melekat kuat di dalamnya. Karena oleh sebagian penggunanya, dating app sering digunakan sebagai media untuk mendapatkan sex secara gratis atau berbayar. Bahkan ada pengguna yang secara terang-terangan mengungkapkan bahwa dia memang mencari partner yang bisa diajak untuk melakukan hubungan seksual. Oleh karena itu menurut saya, dating app bisa dianggap sebagai media yang masih belum baik dan masih beresiko bagi calon penggunanya yang masih berumur dibawah 21 tahun.

Namun saya yakin, jika proses mendaftar dating app saja dianggap begitu ribet karena sampai harus melibatkan kartu identitas, maka dating app tersebut tidak akan begitu laku dikalangan masyarakat. Di sisi lain, akan muncul sebentuk kekhawatiran calon pengguna jika informasi kartu identitas mereka bisa sampai ke tangan pihak lain, terjadi penyalahgunaan kartu identitas misalnya. Dengan begitu, pihak penyedia dating app harus bisa berpikir dan berusaha keras bagaimana caranya agar aplikasi yang mereka ciptakan bisa banyak diunduh. Tapi dengan catatan, faktor keamanan pengguna juga harus menjadi PR bagi pihak penyedia dating app.

***

Dating app memiliki konsep yang berbeda seperti Instagram yang bisa mengunggah dan menunjukkan foto apapun kepada siapapun yang melihatnya, sesuai keinginan si yang empunya akun tentunya. Walaupun dating app memang bisa mengunggah foto, tapi karena dating app bisa dianggap sebagai media untuk "menjual diri" dalam konotasi positif, maka yang sebaiknya diunggah adalah foto diri sendiri secara jelas, terutama bagian wajah. Yang tentunya bisa memberikan makna, "Ini lho saya!".

Sebagian besar pengguna mungkin berpikir bahwa ketika mereka akan mengunggah foto-foto kedalam akun dating app miliknya, yang penting foto-foto tersebut terlihat bagus, terlepas bagian wajah mereka tampak terlihat jelas atau sebaliknya. Namun setiap saya menswipe akun-akun pengguna dating app untuk memilih pengguna mana yang membuat saya tertarik, saya justru banyak menemukan foto-foto pengguna yang tidak menunjukkan diri terutama bagian wajah secara jelas. Misalnya yang masih saya ingat, ada sebuah akun dating app yang kesemua foto yang penggunanya unggah menunjukkan bahwa si pengguna sedang berdiri membelakangi kamera setiap kali dia difoto, dimanapun dia berada. Sampai saat ini saya tidak mengetahui bagian wajahnya seperti apa, dan saya yakin pengguna wanita lainnya pun tidak akan mengetahui bagian wajahnya seperti apa. Kecuali ada seorang pengguna wanita yang mendapatkan kesempatan untuk bisa melihat bagian wajahnya secara jelas atau bertemu dengannya secara langsung.

Lalu ada juga pengguna dating app yang memang sengaja menutupi bagian wajah mereka dengan masker, tangan, barang-barang tertentu, atau bahkan dengan emoticon agar terlihat tidak begitu jelas. Penggunaan masker memang diwajibkan terkait pandemi yang terjadi saat ini, tapi rasanya kurang tepat jika foto-foto yang diunggah kedalam akun dating app saja harus selalu dalam keadaan dimana masker sedang terpasang di bagian wajah. Memang jika foto yang diunggah tidak sedang memasang masker, apakah langsung dinyatakan positif Covid? Saya pikir tidak. Dan secara logika, apa yang akan membuat lawan jenis merasa tertarik jika yang terlihat di foto hanya bagian mata, alis, dan dahi saja? Apakah lawan jenis akan tertarik dengan masker yang sedang terpasang? Apakah lawan jenis akan tertarik dengan tangan, barang-barang tertentu, atau emoticon yang dipakai untuk menutupi bagian wajah? Saya pikir tidak. Karena menurut saya, adalah hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan orang akan tertarik dengan orang lain jika mereka bisa melihat bagian wajah orang lain tersebut secara jelas dan menyeluruh.

Selain itu, saya juga sering menemukan foto-foto yang menurut saya memang tidak perlu diunggah. Misalnya foto pengguna yang sedang bersama dengan banyak orang, entah mereka adalah teman-teman kantornya atau teman-teman mainnya. Saya yakin bukan hanya saya saja yang akan bertanya-tanya, "Si X tuh yang mana sih?". Lalu ada juga pengguna yang mengunggah foto-foto yang tidak menunjukkan dirinya sendiri, namun cenderung mengunggah foto yang terkesan random. Misalnya foto seekor rusa yang memakai kacamata, foto semangkok bakso, atau foto bufet yang sudah rusak. Tujuannya apa? Perihal foto-foto yang tidak menunjukkan bagian wajah secara jelas yang saya jelaskan di atas, jika saya benturkan pada hal-hal buruk seperti kasus penipuan misalnya, maka ada kemungkinan kasus tersebut lagi-lagi akan mengalami kesulitan untuk ditangani oleh pihak berwajib karena tidak mampu memberikan petunjuk.

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Yang perlu digarisbawahi bukan persoalan gaya dalam berfoto, melainkan apakah foto-foto yang diunggah kedalam akun dating app adalah benar-benar milik si pengguna sendiri atau bukan. Karena saya yakin masih banyak pengguna dating app yang tidak menggunakan foto dirinya sendiri. Sebagai contoh, saya pernah menemukan sebuah foto disebuah akun dimana orang awam pun akan tahu bahwa foto tersebut diedit habis-habisan namun terlihat tidak rapi sama sekali. Bagian tubuh yang terlihat di dalam foto tersebut merupakan milik seorang perwira polisi yang masih memakai seragam dinas dan sedang duduk disebuah kursi. Sedangkan pada bagian wajah yang terlihat, saya yakin bukan milik si perwira polisi tersebut, namun merupakan bagian wajah milik orang lain yang diduga milik si pengguna akun yang ditempelkan ke bagian wajah milik si perwira polisi. Mengapa? Karena peletakkan posisi bagian wajah milik si pengguna terlihat tidak proporsional. Jika dibandingkan, unsur warna pada bagian wajah dengan pada bagian tubuh lainnya pun terlihat berbeda. Belum lagi name badge yang terdapat pada seragam dinas yang dipakai si perwira polisi juga terlihat seperti hanya diketik dengan keyboard saja. Mungkin yang melakukan pengeditan masih terbilang amatir. Menurut saya, memadukan foto milik orang lain dengan foto milik diri sendiri butuh skill yang luar biasa hebat agar hasilnya terlihat seperti nyata dan yang melihatnya bisa percaya.

Selain itu, saya berani mengungkapkan bahwa masih banyak pengguna dating app yang secara terang-terangan mencuri foto orang lain. Karena saya sering menemukan banyak akun dating app yang menggunakan foto dengan subyek yang sama, namun dengan nama yang berbeda. Saat ini, foto-foto milik Moh Zaffed, Khairul Amri, Fajar Agustian, dan Christopher Tuazon sedang banyak bertebaran di dalam dunia dating app daerah operasional Indonesia. Moh Zaffed dan Khairul Amri sebenarnya merupakan pekerja sektor migas berkewarganegaraan Malaysia. Fajar Agustian sebenarnya merupakan seorang pramugara dari maskapai penerbangan Lion Air Indonesia. Dan Christopher Tuazon sebenarnya merupakan pekerja sektor migas berkewarganegaraan Filipina. Namun di dalam dunia dating app daerah operasional Indonesia, Moh Zaffed, Khairul Amri, dan Christopher Tuazon akan di"WNI"kan. Dan keempat orang tersebut akan memiliki nama, latar belakang pekerjaan dan pendidikan yang berbeda-beda dengan yang sebenarnya.

Penampakan Moh Zaffed

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandomSisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Penampakan Khairul Amri

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandomSisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Penampakan Fajar Agustian

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandomSisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandomSisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Penampakan Christopher Tuazon

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandomSisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandomSisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Rasanya bukan hal yang mudah untuk menangani maraknya kasus pencurian foto yang merupakan sebuah bentuk pelanggaran hak cipta, karena ada tiga faktor. Pertama, ada banyak subyek yang foto-fotonya banyak dicuri, terlepas para subyek tersebut adalah public figure atau orang biasa. Kedua, bisa dipastikan pelaku pencurian foto tersebut berjumlah lebih dari satu orang dan sepertinya bukan merupakan sebuah sindikat yang jika salah seorang pelakunya ditangkap, maka pelaku lainnya juga akan bisa ditangkap. Ketiga, foto-foto milik subyek yang banyak bertebaran di internet akan dengan sangat mudah untuk dicuri walaupun hanya dengan meng-capturenya saja. Para subyek yang foto-fotonya banyak dicuri bisa saja melakukan berbagai macam hal sebagai bentuk antisipasi dari aksi pencurian foto, salah satunya dengan mengajukan hak cipta foto ke lembaga yang terkait. Dengan begitu jika hal tersebut dilakukan, setidaknya bisa membatasi akses pengguna dating app dalam mencuri foto orang lain dan menggunakannya dalam upaya melakukan tindakan kriminal.

Bentuk antisipasi tidak hanya bisa dilakukan oleh para subyek yang foto-foto miliknya banyak dicuri, pihak penyedia dating app juga bisa meminta calon pengguna untuk melakukan verifikasi wajah dan menyertakan kartu identitas seperti yang saya jelaskan di atas. Saat ini, ada beberapa dating app yang meminta para calon penggunanya untuk melakukan verifikasi wajah tanpa menyertakan kartu identitas. Jika akun calon pengguna dating app berhasil diverifikasi, hal tersebut berarti akun dating app miliknya dianggap sebagai akun yang asli dan ditandai dengan ikon centang biru yang terletak disebelah nama penggunanya. Menurut saya, verifikasi wajah tersebut tidak begitu berguna. Karena saya masih menemukan akun yang saya bisa pastikan palsu dari foto-foto yang penggunanya unggah, namun di akunnya terdapat centang biru tanda verifikasi berhasil dilakukan oleh penggunanya. Jadi centang biru disebuah akun dating app bukan jaminan bahwa akun tersebut asli dan foto yang diunggah di dalamnya adalah wujud dari si pengguna akun yang sebenarnya.

Sebagai contoh, pada akun dating app di bawah ini bisa terlihat ada sebuah ikon centang biru yang terletak di sebelah nama akunnya. Namun, foto yang diunggah oleh penggunanya merupakan foto milik Khairul Amri. Yang jadi pertanyaan, mengapa akun tersebut bisa berhasil diverifikasi padahal sudah bisa dipastikan bahwa wajah pengguna akun dengan foto yang diunggah sama sekali berbeda?

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


***

bersambung ke #2..

***

*
*
*
*
*

Thread merupakan hasil observasi pribadi.

Sekian, dan terimakasih.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
narujean dan 21 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
***

Jika disebutkan bahwa Indonesia darurat membaca, saya sangat setuju. Karena selama menggunakan dating app, saya sering mendapatkan bukti yang membuat saya berpendapat bahwa Indonesia memang darurat membaca. Karena ternyata masih ada sebagian pengguna dating app yang masih belum mengetahui hal atau informasi yang memang berhubungan dengan urusan mencari teman kencan yang dilakukan melalui dating app.

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Sebagai contoh dalam salah satu dating app, ketika membuat akun dalam dating app tersebut, calon pengguna harus mengisi informasi pribadi. Dua hal diantaranya adalah tentang status hubungan dan orientasi seksual yang calon penggunanya miliki. Status hubungan yang tersedia adalah Single, Taken, Open, dan Complicated. Kita semua tahu bahwa Single berarti si pengguna sedang tidak memiliki pasangan alias jomblo. Taken berarti si pengguna sudah menikah. Open berarti si pengguna sedang memiliki hubungan dengan seseorang, namun si pengguna juga membuka kesempatan untuk menjalin hubungan baru dengan orang lain, dengan sepengetahuan dan persetujuan pasangannya yang pertama tentunya. Bisa dikatakan, Open juga berarti selingkuh secara terang-terangan. Dan Complicated berarti hubungan yang dimiliki si pengguna sedang rumit, sedang diambang perceraian misalnya. Jadi ada kemungkinan hubungan sebelumnya akan berakhir, namun masih memiliki ikatan.

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Dan orientasi seksual yang tersedia adalah Straight, Bisexual, Demisexual, Sapiosexual, Gay, Lesbian, Asexual, Pansexual, Queer, dan Questioning. Straight berarti si pengguna masih terbilang normal. Jika si pengguna adalah seorang pria, maka dia menyukai seorang wanita, dan begitupun sebaliknya. Bisexual berarti si pengguna menyukai seorang pria dan seorang wanita sekaligus. Demisexual berarti si pengguna hanya mau melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bisa membuatnya terlibat secara emosional. Sapiosexual berarti si pengguna menyukai seseorang yang cerdas. Kita semua tahu bahwa Gay dan Lesbian berarti si pengguna adalah penyuka sesama jenis. Jika si pengguna adalah seorang pria, maka dia pun menyukai seorang pria. Dan jika si pengguna adalah seorang wanita, maka dia pun menyukai seorang wanita. Asexual berarti si pengguna tidak memiliki ketertarikan terhadap seorang pria maupun seorang wanita. Pansexual berarti si pengguna menyukai seseorang tanpa melihat gender dan orientasi seksual yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Queer berarti si pengguna menganggap bahwa dirinya bukanlah seorang pria ataupun seorang wanita. Dan sama seperti Pansexual, dia menyukai seseorang tanpa melihat orientasi seksual yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Dan Questioning berarti si pengguna masih mencari identitas gender dan orientasi seksual yang akan dia miliki.

Berdasarkan pengalaman, setiap saya mendapatkan pesan dari pengguna lain atau mendapatkan notifikasi bahwa ada yang menyukai saya, sebelum saya memutuskan untuk membalas pesan tersebut atau men-swipe balik pengguna yang menyukai saya, saya harus melihat profil yang mereka miliki terlebih dahulu. Tidak jarang, saya sering menemukan kejanggalan terutama dari perihal status hubungan dan orientasi seksual. Sebagai contoh, saya pernah menemukan sebuah akun disebuah dating app. Di profil yang si pengguna miliki, dia memilih status hubungan Taken. Namun di bagian bio, dia menuliskan bahwa dia sedang Single dan mencari seorang calon istri secepatnya. Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengirimkan pesan yang isinya menanyakan status apa yang dimiliki oleh si pengguna sebenarnya. Dia membalas pesan saya dan memberikan jawaban bahwa dia adalah seorang Single. Lalu saya menanyakan kebenaran akan status hubungan Taken yang dipilihnya, dia memberikan jawaban bahwa dia hanya asal memilih. Saya sempat bertanya padanya, apa arti dari status hubungan Taken yang dia pilih. Dia mengaku bahwa dia tidak tahu apa artinya. Lalu saya menjelaskan bahwa status hubungan Taken berarti dia sudah menikah. Mungkin karena merasa sudah mendapatkan sebuah informasi atas penjelasan yang saya berikan, pada akhirnya dia mengubah status hubungan yang ada di profil akun dating app miliknya menjadi Single.

Selain itu, ada banyak akun dimana penggunanya "mengaku" memiliki status hubungan Open. Sekilas memang tidak terlihat mencurigakan, namun ketika saya menanyakan apakah mereka sudah memiliki istri atau pacar, mereka justru menjawab bahwa mereka masih Single. Oleh karena itu, mereka memilih status hubungan Open. Karena mereka mungkin berpikir bahwa hal tersebut berarti mereka bersifat terbuka untuk menjalin sebuah hubungan. Secara harfiah, kata Open dalam bahasa Indonesia memang berarti buka atau terbuka. Sedangkan dalam perihal status hubungan, Open berarti seseorang yang sudah memiliki pasangan, boleh menjalin hubungan dengan orang lain. Namun dalam hubungan tersebut hanya sebatas melakukan hubungan seksual, tanpa ada keterlibatan secara emosional. Dan tentunya harus diketahui serta disetujui oleh pasangan yang pertama.

Contoh lainnya, saya sering menemukan akun dimana ketika saya melihat isi profilnya, terdapat informasi bahwa si pengguna adalah seorang Bisexual. Jika si pengguna memang benar-benar seorang Bisexual, saya sama sekali tidak merasa keberatan. Namun saya sempat bertanya pada diri sendiri, "Kok perasaan banyak yang Bisexual sih?". Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, saya sengaja mengirim pesan pada setiap pengguna yang memilih Bisexual sebagai orientasi seksual mereka. Pesan yang saya kirim hanya berisi sebuah pertanyaan, apakah mereka benar-benar seorang Bisexual atau bukan. Dari setiap percakapan kecil yang saya lakukan dengan para pengguna yang "mengaku" sebagai seorang Bisexual tersebut, saya sempatkan untuk meng-capturenya sebagai bukti tulisan saya. Dari beberapa percakapan kecil yang pernah saya lakukan, saya menemukan fakta bahwa kebanyakan dari mereka hanya asal memilih tanpa tahu apa itu Bisexual. Bahkan ada pengguna yang sudah misinterpretasi tentang pengertian Bisexual. Setelah saya memberikan penjelasan, mereka cenderung merasa kaget dan kebanyakan dari mereka akan memberikan alasan basi bahwa mereka masih baru di dalam dunia dating app.

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Dari situ saya merasa kecewa. Bukan karena mereka adalah pengguna yang saya suka, namun saya merasa kecewa karena ternyata masih ada pengguna dating app yang masih belum tahu apa itu Bisexual. Jika saya menjadi mereka, ketika saya menemukan hal-hal yang baru saya ketahui di dalam dunia dating app khususnya, saya akan mencari tahu hal-hal tersebut di internet yang bisa diakses melalui ponsel secara langsung. Tapi saya justru merasa ragu bahwa mereka akan melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan. Padahal di jaman sekarang, bentuk informasi apapun sangat mudah untuk dicari dan didapatkan tanpa perlu bersusah payah. Seringnya saya memberikan informasi seputar jenis-jenis status hubungan dan orientasi seksual, sempat membuat saya merasa menjadi seorang Customer Service Officer di dunia dating app. Bahkan tanpa memiliki rasa ketertarikan, kadang saya sengaja mengirimkan pesan pada para pengguna yang memiliki kejanggalan di dalam profil yang mereka miliki, terutama di bagian status hubungan dan orientasi seksual yang mereka pilih. Dan jika mereka memang tidak tahu tentang kedua hal tersebut, maka saya tidak merasa keberatan untuk memberikan penjelasan terhadap mereka.

Selain perihal berbagai jenis status hubungan dan orientasi seksual yang sedikitnya perlu diketahui, saya juga menaruh sedikit perhatian tentang penggunaan bahasa Inggris yang dilakukan oleh sebagian kecil pengguna dating app. Saya sangat tahu persis bahwa tidak semua warga Indonesia memiliki kemampuan untuk berbahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan. Saya sendiri tidak mengenyam pendidikan yang mempelajari bahasa Inggris secara khusus, saya hanya belajar secara otodidak sejak umur 7-8 tahun. Dan saya memiliki kemampuan untuk berbahasa Mandarin pun karena learning by doing ketika menjadi seorang TKW.

Di dalam dating app, saya sering menemukan pengguna yang menggunakan bahasa Inggris di dalam penulisan bio mereka. Namun sebagian kecil dari mereka, menurut saya masih menggunakan kata-kata dimana penulisan hurufnya masih belum benar. Contohnya, banyak akun pengguna yang saya bisa pastikan palsu, yang menuliskan kata "enggeneer", atau "enggenering", atau "engenering" di bionya. Mungkin maksudnya adalah "engineer". Lalu yang masih saya ingat, ada sebuah akun yang menuliskan kata "diforce". Setelah saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan percakapan kecil dengan si pengguna, saya mengkoreksi kata yang dia tulis menjadi "divorce". Selain itu ada sebuah akun yang juga sempat saya koreksi karena si pengguna menulis "i thing", dimana seharusnya "i think" karena si pengguna bermaksud untuk menulis "saya pikir".

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom


Apakah salah jika saya melakukan koreksi atas kesalahan yang mereka lakukan dan memperbaikinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan sudah diketahui oleh sebagian besar orang yang memiliki kemampuan untuk berbicara dan/atau menulis dalam bahasa Inggris? Dan apakah salah jika saya menyarankan setiap pengguna dating app yang ingin belajar bahasa Inggris dan berusaha untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengunduh aplikasi kamus bahasa Inggris agar bisa dipergunakan dengan mudah tanpa perlu repot-repot membawa kamus dalam bentuk fisik?

Mengetahui informasi tentang jenis-jenis status hubungan dan orientasi seksual, atau mengetahui bagaimana penulisan huruf yang benar dari setiap kata dalam bahasa Inggris memang tidak memberikan pengaruh yang signifikan dalam kehidupan para pengguna dating app, jadi mendatangkan lebih banyak uang misalnya. Ini juga bukan berarti pengguna dating app harus well-educated atau terpelajar dan memiliki tingkat pendidikan yang baik, karena tidak semua pengguna memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Namun ini tentang bagaimana wawasan bisa bertambah dengan memanfaatkan teknologi yang justru ada di genggaman tanpa perlu kembali mengikuti pendidikan formal. Karena menurut saya, untuk menjadi cerdas, seseorang tidak harus menjalani tingkat pendidikan yang tinggi. Namun jika dia memiliki rasa keingintahuan, lalu memiliki kemampuan untuk mencari informasi, dan memiliki kemauan untuk membacanya, maka ketiga hal tersebut akan membuatnya memiliki wawasan yang lebih banyak dan lebih luas.

***

bersambung ke #3..

***




profile-picture
profile-picture
nomorelies dan jlamp memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
***

Bagi para penggunanya, dating app tidak hanya dianggap sebagai media untuk mencari teman kencan. Tapi juga dianggap sebagai media untuk bersenang-senang dan untuk mendapatkan apa yang para penggunanya cari. Karena begitu terjun kedalam dunia dating app, kenalan, kekasih, calon istri, calon suami, selingkuhan, rekan bisnis, materi, bahkan urusan sex secara gratis atau berbayar pun akan bisa didapatkan dengan sangat mudah tergantung dari kelihaian masing-masing pengguna. Namun perlu diketahui bahwa di dating app juga terdapat berbagai bentuk kejahatan yang kemungkinan bisa terjadi dan mengincar para penggunanya, misalnya seperti scamming atau bahkan human trafficking.

Scamming merupakan sebuah bentuk tindakan kriminal yang melakukan penipuan terhadap korbannya untuk mendapatkan uang dengan berbagai macam cara. Kasus scamming tidak hanya beredar dimasyarakat, namun belasan tahun terakhir kasus tersebut mulai merambah ke internet, termasuk ke dunia dating app. Pelaku kasus scamming yang bertebaran di dunia dating app khususnya biasa disebut dengan scammer cinta, karena para pelaku menggunakan urusan cinta sebagai kedok untuk menipu para korbannya. Para scammer cinta umumnya adalah seorang pria, dan para korbannya umumnya adalah seorang wanita.

Sebagai dasar, scammer cinta akan memiliki sebuah akun dating app yang memiliki dua hal utama di dalamnya yang akan dipakai sebagai alat untuk memancing korbannya, yaitu foto dengan penampilan yang menarik dan informasi pekerjaan yang digadang-gadang memiliki penghasilan yang tinggi. Foto-foto yang dipakai oleh scammer cinta biasanya cenderung merupakan foto-foto milik orang lain. Foto-foto milik Moh Zafeed, Khairul Amri, Fajar Agustian, dan Christopher Tuazon yang saat ini sedang bertebaran di dunia dating app daerah operasional Indonesia, kemungkinan besar adalah foto-foto yang banyak dipakai oleh scammer cinta. Karena keempatnya memiliki penampilan yang menarik dan memiliki pekerjaan yang bagus di dalam kehidupan nyata mereka masing-masing. Dan alasan yang paling masuk akal dari scammer cinta yang menggunakan foto-foto milik orang lain adalah agar identitas wajah miliknya sendiri tidak mudah dilacak jika kasus penipuan yang dilakukannya terendus oleh korban dan dilaporkan ke pihak berwajib. Namun tidak menutup kemungkinan, ada scammer cinta yang memiliki cukup keberanian untuk menunjukkan wajah aslinya. Selain menjadikan penampilan yang menarik dan informasi pekerjaan yang berpenghasilan tinggi sebagai modal utamanya, scammer cinta juga akan bermulut manis, memberikan rayuan yang mematikan, dan cerita drama yang mampu membuat korbannya luluh dan merasa terenyuh.

Scammer cinta juga cenderung akan "mengaku" bahwa dia memiliki jenis pekerjaan yang sama seperti yang dimiliki oleh Moh Zaffed, Khairul Amri, dan Christopher Tuazon yang merupakan pekerja sektor migas. Atau sama seperti yang dimiliki oleh Fajar Agustian yang merupakan seorang pramugara. Calon korban sudah bisa dipastikan memiliki mindset bahwa kedua jenis pekerjaan tersebut memiliki penghasilan yang tinggi, dan dia akan memiliki banyak uang jika dia bisa sampai menikah dengan scammer cinta yang "mengaku" memiliki salah satu dari kedua jenis pekerjaan tersebut. Selain "mengaku" memiliki profesi sebagai pekerja sektor migas atau seorang pramugara, scammer cinta juga tidak jarang akan "mengaku" sebagai seorang perwira polisi. Walaupun dianggap tidak memiliki penghasilan tinggi seperti pekerja sektor migas dan pramugara, namun profesi sebagai seorang perwira polisi justru dianggap akan menaikkan prestise calon korban dikalangan masyarakat.

Secara garis besar, proses penipuan yang dilakukan oleh scammer cinta akan diawali dengan melakukan perkenalan dengan beberapa calon korban. Scammer cinta akan mengintai calon korban yang paling mudah untuk dijadikan target, yang diduga memiliki banyak uang dan terkesan sedang kesepian. Lalu scammer cinta akan melakukan pendekatan sambil berusaha menarik hati calon korbannya dengan iming-iming hal tertentu, misalnya bahwa calon korban akan dinikahi oleh scammer cinta. Jika calon korban sudah terbujuk dan scammer cinta sudah mendapatkan uang yang dia incar, maka scammer cinta akan secara tiba-tiba memutuskan komunikasi dan kemudian menghilang.

Sedangkan secara khusus, salah satu modus operandi yang dilakukan oleh scammer cinta adalah, dia akan mengaku memiliki istri yang sudah meninggal dan memiliki anak yang masih kecil. Scammer cinta akan mengungkapkan bahwa dia ingin sekali menemui calon korban beserta keluarganya untuk membicarakan bukti keseriusan hubungan yang scammer cinta dan calon korban miliki. Namun, scammer cinta membuat sebuah rekayasa bahwa ada sebuah halangan yang membuatnya tidak bisa mendapatkan cuti dari pekerjaannya. Scammer cinta akan mengadu pada calon korban bahwa agar dia bisa mendapatkan cuti, dia harus menyetor sejumlah uang pada atasannya sebagai bentuk sogokan. Jika calon korban berhasil dibujuk, maka dia akan menyerahkan sejumlah uang agar scammer cinta bisa mendapatkan cuti. Pada kenyataannya, scammer cinta yang kemungkinan besar hanya orang biasa, latar belakang kehidupan dan identitasnya tentu saja tidak akan diketahui. Dan setelah scammer cinta menghilang dalam waktu tertentu, korban akan menyadari bahwa dia sudah ditipu.

Kasus scamming yang terjadi di dalam dunia dating app, yang patut disalahkan tentunya adalah scammer cinta. Namun di sisi lain, korban juga akan disalahkan karena dianggap terlalu mudah terbujuk dan terlalu berani menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang yang baru dikenal. Itupun hanya melalui dating app dan belum pernah bertemu muka sebelumnya. Maka tidak jarang para korban kasus scamming tidak berani melaporkan kejadian yang menimpa mereka pada pihak berwajib. Saya yakin bahwa bukti yang dibutuhkan untuk menangani kasus scamming tersebut tidak akan cukup atau bahkan mungkin tidak ada bukti sama sekali, mengingat segala hal yang terkait dengan scammer cinta merupakan sebuah kebohongan. Hasilnya, scammer cinta kemungkinan besar sulit atau bahkan tidak akan bisa ditangkap. Dan korban hanya bisa menangis, merasakan penyesalan yang mendalam, serta gigit jari. Karena scammer cinta tidak akan mendapatkan hukuman yang setimpal, dan uang yang sudah diserahkan oleh korban tidak akan pernah didapatkan kembali.

Lalu bicara tentang kasus human trafficking, sebenarnya memang terlalu berat jika dikaitkan dengan dunia dating app yang hanya berkutat pada urusan mencari teman kencan. Yang saya tahu, kasus human trafficking yang banyak menjadikan wanita sebagai korbannya, bisa berkedok penyaluran tenaga kerja wanita ke luar negeri atau perjodohan dengan pria asing. Namun pada kenyataannya, para korban yang sudah terjerat justru dijadikan budak sex yang dikelola oleh sebuah jaringan prostitusi internasional. Jika dianggap gagal sebagai budak sex, maka para korban ini akan dimanfaatkan pelaku dengan cara mengambil organ tubuh mereka dan menjualnya. Hal tersebut tentu saja akan membuat mereka kehilangan nyawa dan tubuh mereka akan dibiarkan hingga membusuk. Dari situlah muncul pengembangan dari kasus human trafficking, yaitu kasus penjualan organ tubuh.

Apa yang menjadi alasan bahwa kasus human trafficking memiliki kemungkinan untuk bisa terjadi di dalam dunia dating app? Kasus penipuan materi atau scamming yang terjadi di dalam dunia dating app, banyak menjadikan para pengguna wanitanya sebagai korban. Hal tersebut menandakan bahwa para pengguna wanita sedikitnya masih ada yang mudah untuk dikelabui. Hal tersebut juga bisa menjadi bukti bahwa para pengguna wanita juga bisa menjadi sasaran empuk pelaku kasus human trafficking. Karena pelaku kasus human trafficking mungkin berpikir, "Dikasih kata-kata cinta aja udah pada bisa kena tipu. Masa diiming-imingi bisa dapat uang banyak pada ga tertarik sih?" Lalu bagaimana caranya para pengguna dating app wanita bisa sampai menjadi korban kasus human trafficking? Menurut saya, jika berkedok perjodohan dengan pria asing, bisa dipastikan hanya wanita yang memiliki kemampuan untuk berbicara dalam bahasa Inggris yang akan tertarik, dan jumlahnya tidak akan banyak. Sedangkan yang tidak memiliki kemampuan untuk berbicara dalam bahasa Inggris justru akan merasa minder dan tidak akan tertarik. Mengingat di masa pandemi saat ini banyak orang yang kehilangan pekerjaan, dan pekerjaan cenderung sulit untuk ditemukan. Hal tersebut membuat kehidupan banyak orang menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, kedok penyaluran tenaga kerja akan menjadi senjata yang ampuh untuk menarik calon korbannya.

Kronologinya, pelaku yang bertugas sebagai "sponsor human trafficking" akan mencari calon korban yang kebanyakan merupakan wanita yang dinilai lugu, polos, mudah untuk dikelabui, dan memiliki tingkat wawasan yang minim tentang apapun, termasuk tentang tindakan-tindakan kriminal yang bisa menimpa kaum wanita. Calon korban yang memang diketahui tidak memiliki pekerjaan, akan diiming-imingi pekerjaan yang memiliki penghasilan yang tinggi, namun tidak sulit untuk dilakukan. Dan tidak memerlukan birokrasi yang rumit. Setelah meng-iyakan tawaran pekerjaan dari pelaku, itu berarti calon korban sudah masuk perangkap. Pelaku akan memberikan arahan untuk diikuti oleh calon korban hingga calon korban berhasil digiring ke tempat yang sudah direncanakan. Jika calon korban sudah bisa keluar dari Indonesia, itu berarti tugas pelaku sebagai "sponsor human trafficking" sudah selesai, dan pelaku tentu saja akan menerima imbalan atas jasanya dalam "menjual" korban. Setelahnya, korban akan menjadi tanggung jawab sindikat yang menampung mereka di luar negeri. Dan sindikat tersebut akan memperlakukan calon korban sesuai dengan keinginan ketuanya, terlepas apakah calon korban akan dijadikan budak sex atau diambil organ tubuhnya.

Membayangkan kronologi terjadinya kasus human trafficking dari tahap awal hingga tahap akhir dimana nasib korbannya masih belum bisa diprediksi akan seperti apa, membuat saya merinding dan berpikir tentang dua hal. Pertama, jika sampai saya menjadi korban kasus human trafficking dan dijual ke luar negeri, adalah hal yang luar biasa hebat jika saya bisa kembali ke Indonesia dengan selamat. Namun bagaimana jika sebaliknya? Kedua, saya lebih baik menjadi korban scamming dan kehilangan uang yang masih bisa dicari. Daripada saya harus menjadi korban human trafficking dan kemungkinan bisa kehilangan nyawa yang pastinya tidak akan bisa diganti. Selain itu, saya juga merasa miris dengan kadar wawasan dan mindset yang dimiliki oleh kaum wanita saat ini dan kebanyakan.

Mustahil rasanya jika pengguna dating app wanita khususnya, harus diberikan pembekalan atau pembelajaran terlebih dahulu ketika memasuki dunia dating app agar terhindar dari berbagai bentuk kejahatan seperti scamming atau human trafficking. Menurut saya, mampu menjaga diri sendiri dengan memiliki keahlian beladiri misalnya, tidaklah cukup. Perihal wawasan juga setidaknya harus ditambah agar bisa mengetahui tentang banyak hal, terutama tentang bentuk-bentuk kejahatan terhadap kaum wanita dan bagaimana cara mengantisipasinya.

***

Apapun yang terjadi di dalam dunia dating app, saya tidak menyalahkan keberadaan berbagai macam dating app yang bisa dengan mudah diunduh dan digunakan oleh berbagai kalangan, baik pria maupun wanita, baik tua maupun muda. Saya tidak menyalahkan para penggunanya yang memiliki akun disetiap dating app yang berbeda untuk mencari teman kencan atau apapun yang mereka cari. Dan saya juga tidak menyalahkan para penggunanya yang menjalin hubungan dengan hanya satu pengguna atau bahkan lebih, terlepas dengan lawan jenis ataupun dengan sesama jenis. Hanya saja menurut saya, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh pihak penyedia dating app dan para pengguna dating app.

Pihak penyedia dating app tentunya harus mengutamakan perihal keamanan pengguna. Karena tanpa bisa dinyana, dating app bisa menjadi tempat dimana tindakan kriminal bisa terjadi kapan saja. Sedangkan para pengguna sebaiknya mengutamakan perihal kebenaran identitas, terutama foto. Karena jika memang tidak memiliki niat yang buruk dalam menggunakan dating app, maka memberikan informasi dan menunjukkan gambaran diri yang sebenarnya dalam batas kewajaran bukanlah hal yang akan sulit untuk dilakukan. Lalu bicara tentang kadar wawasan, memang bukanlah menjadi hal penentu utama bagi setiap pengguna untuk mendapatkan teman kencan yang mereka inginkan dengan mudah. Namun tidak ada salahnya jika hal tersebut diselipkan. Dan tidak hanya dalam urusan mencari teman kencan, dalam segala aspek kehidupan pun segi wawasan akan diperlukan. Oleh karena itu, budayakan membaca.

Perihal kejujuran dan wawasan memang merupakan urusan masing-masing individu, tapi perihal keamanan dalam hal bersosialisasi di dalam dunia dating app misalnya, merupakan urusan bersama. Jika tidak memiliki kemampuan untuk menangani semua tindakan kriminal yang terjadi di dalamnya, setidaknya kita bisa melakukan pencegahan dari hal-hal yang kecil, dan kita tetap harus waspada. Karena satu hal yang pasti, setiap pengguna dating app dan akun yang dimilikinya, serta apa yang mereka tunjukkan dan apa yang mereka bicarakan, belum tentu bisa menjadi jaminan bahwa mereka adalah orang yang baik, setidaknya tidak melakukan hal yang merugikan orang lain.

***


profile-picture
profile-picture
profile-picture
shadowsHinz dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Ane nyimak aja ya Sis...

I'm too old to using this app.

emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
estehmanis44 dan nomorelies memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Gw malah di tinder pake foto paling pakboi, herannya banyak ughtea yg nyantol emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
jlamp dan nomorelies memberi reputasi
Diubah oleh madjezzt
Mumet aku wocone
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoyoktulen dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
Nurutku ya yg register ke dating app it hrs kek cara register penjual di marketplace, butuh ktp, foto diri, dan npwp utk menghindari tukang2 tipu yg sis ceritain. Emang enggak ya?
profile-picture
profile-picture
cloudiablo dan nomorelies memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Mulustrasinya batang semua anjir..
emoticon-Berbusa (S)
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan jlamp memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Dating app mustinya ga usah cantumin apapun... cukup nick name saja...
Agar sekalian anonim...
Konsep nya.. pemakai kenalan sendiri.. nanya2 sendiri dan tukeran poto sendiri...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lalasinta dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Facebook dan twitter tetap yang terbaik menurutku, udah recommended semua, beda sama anak michat, tinder, Instagram dll yang masih banyak amatiran

Mulustrasi

Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom
Sisi Buruk Aplikasi Kencan Online #RabuRandom
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dlu gw gunakan datting apps buat mencari kenikmatan sesaat, yg penting sama2 happy ajak makan, shoppingin, bersenda gurau, lalu pacarin ( ini kalo dapet mahasiswi, krn dia minta status) lalu happy ending hehe, selama pengalaman ane pake datting apps adalah ini ajang buat happy2 aja, jgn dibuat serius ini apps krn banyak buaya muara kya ane dlu bujang kwkwkw..percayalah tidak ada yg serius di dunia ginian wkkww.. pernah dapet di fb, twitter juga pernah, tpi ga pernah di date app khusus krn dateapps cwe2nya banyak yg fake, ngaku mahasiswi tau2 terapist, di foto keisya ketemu kekeyi
profile-picture
anggrekbulan memberi reputasi
Diubah oleh anthraxxx
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Bibir mu mempesona
profile-picture
minersky memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Gue gak main lgi datting apps, sumpah bukanya kapokk tapi gak enak aja. Gue ngira dlu kenalan ma stranger2 tuh asik, nyatanya pas ktmu, kita itu bner2 blank and no clue tentang seseorang yg match ama kita.

Pengalaman konyol gue, match tiba2 tuh anak mau bunuh diri, gue samperin ke kostnya udh pingsan, gue bawa ke igd langsung. Asem.
profile-picture
profile-picture
rie.orange dan bowobutoijo memberi reputasi
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 13 balasan
disisi lain, untuk pria JELEK diluar sana aplikasi kencan begini menambah kepahitan serta mempertegas kekurangan lo dengan tidak ada yg match dengan wanita manapunemoticon-Ngakak
@AgusLie007

Ngapain lu batain gw? Lu ngerasa tersindir karena lu udah melakukan hal yang buruk di dating app yang gw jabarkan di thread? emoticon-Big Grin

Sini coba, kasih gw pembelaan yang lu punya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
light.sableng dan anggrekbulan memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Dulu pernah baca thread ini, tp blm smpet commetz, ya hati2 sih skrg mah klw cari pasangan via app emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Analisis & pembahasan yang bagus.
Untung pas jaman udah ada aplikasi dating online begini ane udah married, jadi nggak perlu ikutan beginian #udahtua
emoticon-Ngakak emoticon-Hammer2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Gue sudah beberapa kali pakai dating apps contohnya beetalk, tinder (yang ini cuma sebentar banget), sama tantan. Yang paling berkesan ya beetalk sebelum aplikasinya lenyap di playstore. emoticon-Big Grin

Beberapa kali digodai maho. emoticon-Najis emoticon-Blue Guy Bata (L)
Kenalan sama janda anak satu yang sayang banget sama anaknya. emoticon-EEK!
Kenalan sama cewek muda (under 20) yang relijius banget sampai gue ditanyai, 'Kamu anak Tuhan bukan? Kalau bukan aku gak jadi suka sama kamu' terus gue bales, 'Anak manusia lah memangnya saya Yesus si anak Tuhan' habis itu diblokir. emoticon-Leh Uga
Kenalan sama tante-tante pakar seks stay di Bali. Chinese, kimpoi sudah 3 kali, dan sempat ngajarin gue tips and trik tentang asmara dan seks. Tapi bagusnya dia cuma jadi mentor alias gak sampai ngajak tukar foto bugil apa gimana. emoticon-Jempol
Nah yang terakhir ini paling memmorable. Cewek blasteran Belanda - Betawi yang rada gangguan mental (bipolar dugaan gue) tapi nepsongan banget. Isinya ngobrolin masalah seeekks melulu. Sampai akhirnya ngajak tukeran foto kelamin tapi gak gue ladenin dan dianya nekat kirimin foto bugilnya tanpa gue minta. emoticon-Wkwkwk

Kalau tantan kurang asyik sih. Match lumayan banyak tapi yang asyik diajak ngobrol cuma 1 orang. Yang lain kadang disapa aja gak mau bales. Kalau gitu kenapa dari awal klik LIKE akun gue? emoticon-Bingung
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Cuma sampe first meet sampe sekarang pake dating app, belum serius karena banyak beban yang di pikul. Nanti coba lagi, kali ini buat ngisi kekosongan aja.
Diubah oleh gamer01
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bae2 banyak jebakan betmen emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 3


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di