KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Prof Rhenald Kasali Bahas Orang Kaya Bohongan Suka Pamer
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61f269d3769b6871eb1e5f65/prof-rhenald-kasali-bahas-orang-kaya-bohongan-suka-pamer

Prof Rhenald Kasali Bahas Orang Kaya Bohongan Suka Pamer

Prof Rhenald Kasali Bahas Orang Kaya Bohongan Suka Pamer

Akhir-akhir ini sebutan sultan, crazy rich atau bahkan konglomerat kerap menjadi perbincangan publik. Bahkan salah satu YouTuber yang diberi nama Prof. Rhenald Kasali membuat sebuah konten video dengan topik “Mereka Pamer 'Kaya Bohongan' Kok Dipercaya”.

Fenomena orang kaya atau yang biasa disebut sultan atau crazy rich memang mulai mendarah daging bagi masyarakat saat ini. Media sosial menjadi salah satu alat untuk melihat bagaimana kekayaan salah satu orang tersebut. Tapi akun YouTube bernama Prof. Rhenald Kasali membahas satu fenomena tersebut sebagai zaman yang terbalik.


Kenapa bisa begitu? Ia menyebut, dulunya orang yang kaya akan semakin tidak menunjukkan kekayaannya tersebut, karena hal itu berkaitan dengan pajak yang akan dibayarkan. Beda dengan saat ini, dimana kekayaan sudah mulai diumbar di publik.

“Dan salah satu pepatah yang saya ingat adalah Poverty Screams Wealth Whispers. Jadi benar sekali bahwa orang orang yang kaya itu tidak berisik, jadi agak malu membicarakan kekayaan,” kata Prof. Rhenald Kasali dalam video YouTube nya.

“Jadi orang kalau masih melihat label harga, atau mempersoalkan uang itu biasanya belum kaya. Jadi orang kaya itu biasanya diam diam sajalah,” imbuhnya.

Dari situ, Prof. Rhenald Kasali sampai harus berhati-hati ketika berada di dalam pesawat. Ia menyebut selalu was-was jika yang duduk di sebelahnya adalah orang kaya namun berpenampilan sederhana.

“Bahkan kalau saya naik pesawat, menebak-nebak siapa yang duduk sebelah saya, semakin dia sederhana semakin saya waswas jangan-jangan ini orang terkaya di dunia disebelah saya, tentu kita harus menghormati mereka,” ungkap dia.

“Karena saya juga pernah duduk dengan konglomerat terkenal, bukan di bisnis class mereka duduk di economi class. Dan yang menarik ketika kami makan di sebuah restoran ternyata semua orang yang makan di restoran itu sudah dibayarkan terlebih dahulu oleh si bapak itu. Berpakaian sangat sederhana ternyata ia adalah orang yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia,” sambung dia.

Menurut Prof. Rhenald Kasali, saat ini yang sering kita lihat, baik di media sosial ataupun televisi adalah orang-orang yang justru pamer. Menyebutkan nama-nama orang-orang hebat menggunakan barang-barang mewah untuk menunjukkan kehebatan.

“Kalau orang dulu barangkali emas di gigi, sekarang cincin dengan batu permata yang luar biasa, menggunakan kalung yang berkilau-kilauan, pakaian bermerek bahkan logonya besar-besar sekali,” ucap dia.

Prof. Rhenald Kasali menggaris bawahi bahwa sejak ia menempuh dunia pendidikan di Amerika Serikat, ia mengerti bahwa orang yang kaya justru menginginkan privasi yang tinggi. Karena anggapan mereka tidak penting publik tahu kehidupan mereka yang telah berkecukupan.

“Biasanya semakin kaya orang-orang seperti itu justru menginginkan privacy tidak ingin menjadi perhatian,” sebutnya.

Bicara tentang pamer, Prof. Rhenald Kasali menyebut hal itu memiliki istilah Flexing. Bahkan flexing digunakan juga dalam dunia marketing.

Pria pemilik 113 subscriber ini mencontohkan beberapa tahun lalu ada seseorang yang ditangkap polisi karena menipu. Di situ terduga pelaku penipuan memberikan kepercayaan kepada konsumen agar menaruh uang kepadanya. Disitu mereka dijanjikan dapat umroh dengan harga yang sangat murah sekali.

Si penipu itu memiliki rumah yang begitu mewah bak istana, tiang-tiang yang begitu bagus. Bahkan dalam promosinya dengan pasangannya pergi ke Paris, Italy dan lain sebagainya memamerkan benda-benda mewah dan lain sebagainya.

“Jadi dia mengirim signal seperti itu, atau barangkali ketika anda membeli produk lain anda tidak bisa menemukan signal dan akhirnya produsen menggunakan price is a signal of quality. Jadi dengan harga yang tinggi orang punya pikiran wah jangan jangan ini kualitasnya bagus sekali. Kalau harganya murah terkesannya murahan,” tutur dia.

Pada periode dua tahun kebelakang, Prof. Rhenald Kasali memberikan contoh ada seorang gadis kecil bernama Sisca Kohl dan adiknya Aliyyah Kohl yang memamerkan dia membeli BTS Meal. Saat viral, kedua gadis itu menyebut hanya membeli beberapa, tapi ternyata dalam video sangat banyak sekali untuk ukuran dua orang saja.

Video lain dari dua bersaudara itu ialah membeli nasi goreng. Tapi untuk yang satu ini, bukan hanya nasi gorengnya saja yang dibeli, tetapi termasuk gerobaknya dibeli dengan harga Rp 400 juta. Tak cukup sampai disitu, mereka kemudian seperti membuat skenario untuk membuat suatu cerita pendek ialah adiknya membeli nasi goreng seharga Rp 200 juta yang uangnya juga dipamerkan.

“Tapi balik lagi, inilah cara orang mendapatkan perhatian,” ucap Prof. Rhenald Kasali.

Selain itu, yang sedang viral saat ini ialah Gilang Widya Pramana atau yang akrab dengan sebutan Juragan 99. Prof. Rhenald Kasali memberikan contoh Gilang pernah memberikan hadiah privat jet untuk istrinya pada ulang tahun pernikahannya.

“Saya tidak bisa bayangkan usaha seperti itu bisa menghadiahi pasangannya privat jet, tapi kalaupun benar, rasanya kalau benar lebih melihat itu sebagai privasi,” ungkap Rhenald Kasali.

“Tak lama kemudian, yang masuk adalah Dirjen Pajak atau Direktorat Jenderal Pajak memberikan ucapan selamat kepada anda. Artinya itu anda akan ditagih pajaknya,” ucap Rhenald sembari ingin tertawa.

Contoh yang ditunjukkan Rhenald Kasali ini sama halnya yang sempat dibuat ramai di publik oleh Nikita Mirzani. Artis yang dikenal kontroversial itu menganggap Juragan 99 bukanlah orang kaya yang sesungguhnya, namun harta yang dimiliki berasal dari pengusaha kaya asal Malang bernama Henry Soetio yang sudah meninggal beberapa tahun lalu.

Bukan hanya menyorot tentang hartany, Nikita mulanya menyoroti tentang plat nomor beberapa mobil milik Gilang yang diunggah di media sosial. Menurut Nikita, plat nomor mobil tersebut tidak terdaftar alias bodong. Hal itulah yang membuat publik bertanya-tanya siapakah sebenarnya Gilang Widya Pramana.

Dari situ, Rhenald mengatakan bahwa orang kaya selalu tidak ingin tampil didepan publik. Melainkan selalu menjaga privasi kehidupannya untuk terus melejit menjadi seseorang yang benar-benar kaya.

“Itu sebabnya orang-orang lama tidak mau menunjukkan kalau rumahnya mewah. Sekarang orang yang belum kaya tapi mengaku kaya. Mungkin memang ini gaya pengusaha baru saat ini,” kata Rhenald.

“Orang-orang kaya biasanya mobilnya sederhana saja, karena mereka mengutamakan quality and convert, tidak untuk pamer, karena kaya sangat berisiko,” imbuh Rhenald.

Menanggapi hal itu, media ini mencoba mengkonfirmasi kepada Gilang Widya Pramana, namun hingga berita ini ditulis belum ada respon. Sesekali, wartawan media ini melihat kontak Gilang yang terpantau online, tapi pesan yang dikirim wartawan belum checklist biru atau berarti belum dibaca.

Video yang diunggah pada Rabu (12/1/2022) itu hingga berita ini ditulis sudah dilihat mencapai 1,7 juta kali. Bahkan komentar yang masuk pada video tersebut juga mencapai 6,3 ribu.


https://www.malangtimes.com/baca/762...masuk-kategori
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
bukannya video lama yak ini
ato ada yang baru lagi?
emoticon-Bingung
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Hah. Setuju
Yg bikin saia bingung ada orang yang nyumbang 1 miliar pamer di youtube, tapi nyumbang nya ke orang kaya juga
profile-picture
profile-picture
I.Just.Run dan raptordeltadunn memberi reputasi
Diubah oleh mbia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fachri15 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Quote:

Contoh orang kaya beneren, sederhana dan menyembunyikan kekayaannya emoticon-Belo








































emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kucingmenangis. dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Majalahnya jaman sudah berubah,

dulu pamer kekayaan riskan didatengin rampok atau orang pajak,

sekarang pamer kekayaan untuk cari duit. emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
“Poverty Screams Wealth Whispers”

okay, kalau salah ya mohon maaf n silahkan dikoreksi, tapi kurang lebihnya itu kayak padi. makin tua makin merunduk. semakin dia kaya, semakin enggak perlu menunjukkan atau pamer itu kalau dirasa ga penting…
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iwan.agus dan 2 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus
yang kayak beneran sihh bodo amat...

banyak yang sebenernya masih jauh di lev bawah tapi telanjur di suguhin tayangan ala crazy rich di channel tv lokal...

nahh gol ini yang sebenernya sangat kasihan..

standart hidup seolah ditentukan sama apa yang mereka lihat di tayangan itu..

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan bukan.bomat memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Begitulah Prof
emoticon-Traveller
Pura2 kaya demi memperoleh cuan
Post ini telah dihapus
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
diluar negeri juga gitu
orang yang gayanya blink2 gak bener2 kaya

bandingin sama gayanya bill gates atau mark emoticon-Big Grin
profile-picture
bukan.bomat memberi reputasi
Menurut ane orang tajir masih banyak kok yg diam diam. Itu yg pamer pamer itu memang mungkin cari duitnya ya disitu. Kalo gak pamer ya gak dikenal atau gak diperhatikan. Jadi nilai jualnya disitu.
profile-picture
bukan.bomat memberi reputasi
Prof Rhenald Kasali Bahas Orang Kaya Bohongan Suka Pamer
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan fachri15 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dosen ane dulu. Pemikiriannya kaya kita baca beberapa buku.
definisi dan kriteria kaya berbeda di tiap generasi.
kalau yang muda menikmati kekayaan dengan cara pamer ya urusan mereka, nggak usah ribet mengatur cara orang menikmati kekayaan sendiri toh?emoticon-Ngakak (S)
lo kate masih zaman oshin.
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Up.......
bukan pamer,, tapi itu cara mereka cari uang,
followernya harus diyakinkan agar mereka kaya biar disuruh ngapain aja percaya,,
tinggal disuruh ikut "trading" biar dapat duit dari hasil rugi followernya,,
profile-picture
bukan.bomat memberi reputasi
Begitulahemoticon-Big Grin.
Biasanya yang pamer itu golongan OKB ingin menunjukkan existensinya...atau selebritis juga akan pamer karna mereka ada di dunia showbiz mereka dituntut harus spt itu..dan yang suka pamer itu para sales MLM termasuk yg lg hype skg itu sales robot tradding biar bisa meyakinkan customer.
Sebenarnya lebih licik mereka yang menyembunyikan kekayaannya utk menghindari pajak. Tapi mereka yang kaya sejati adl tidak terlalu ria krn dia tahu harta itu titipan Tuhan dan bersifat sementara. Mereka akan gunakan utk kebaikan misalkan menyumbang pd org yang tdk mampu,ke tempat ibadah,bayar pajak juga taat. Mereka mengerti rejeki itu dtg karena apa dan peruntukannya untuk apa,mereka mengerti persentase pembagian dari harta yg mereka miliki,brp persen utk memenuhi kebutuhannya mereka dan brp persen dipergunakan membantu sesama.
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan scorpiolama memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di