- Beranda
- Komunitas
- News
- Tribunnews.com
Perebutan Tahta Mangkunegara Panas: Ada Aturan Anak Tertua Belum Tentu Terpilih
TS
tribunnews.com
Perebutan Tahta Mangkunegara Panas: Ada Aturan Anak Tertua Belum Tentu Terpilih
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Siapa yang akan menjadi Mangkunegara X, atau penguasa baru di Pura Mangkunegaran ?
Jelang suksesi Mangkunegara X, suasana menjadi panas setelah beredar cuplikan status dari GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara.
Baca juga: Jawaban Wedana Satrio Pura Mangkunegaran Soal Status Medsos GPH Paundra: Tak Perlu Ditanggapi
Sang putra tertua dari mangkunegara IX menilai Bhre Cakrahutomo adalah boneka ibunya, GKP Prisca Marina.
Penilaiannya itu dia tulis pada di instagram pribadinya @gphpaundra1 .
Paundra juga seakan curiga bahwa Bhre bukan putra Mangkunegoro IX.
Paundra menilai ibu tirinya yang notabene permaisuri Mangkunegoro IX Prisca Marina dianggap ingin terus berkuasa.
Pegiat Sejarah, R. Surojo menyebut pergantian tahta Pura Mangkunegaran bukan atas dasar garis keturunan.
Di mana, tak selalu putra tertua dari isteri permaisuri yang jadi penerus tahta.
“Penentuan Mangkunegoro ini ditentukan melalui musyawarah keluarga inti dan Pinisepuh. Kalau keraton Solo (Kasunan Surakarta) kan beda, putra tertua, putra permaisuri, itu sudah pakem. Kalau di Mangkunegaran tidak,” kata Surojo, kepada TribunSolo.com, Senin (24/1/2022).
Munculnya konflik dua kubu itu tidak kondusif untuk suksesi atau pergantian kepemimpinan di Pura Mangkunegaran yang didirikan oleh Pangeran Sambernyowo atau Raden Mas Sahid pada tahun 1757 atau 265 tahun lalu.
Surojo pun meminta dilakukan musyawarah dulu antar keluarga inti atau Dewan Pinisepuh.
Dibahas terlebih dahulu kriteria sebagai Mangkunegoro X itu bagaimana? setelah itu baru menunjuk figur yang pas dengan kriteria.
"Saya yakin masalah Suksesi Mangkunegaran akan mendapat solusi, diantaranya munculnya calon yang kompeten bersih dari konflik seperti KRMH Roy Rajasa Yamin ,"ujar Surojo.
Seperti diketahui menjelang suksesi Pura Mangkunegaran ada tiga kandidat Mangkunegoro X diantaranya putra tertua, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, dan adiknya, yakni GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.
Ada juga cucu Adipati Mangkunegara VIII yakni KRMH H Roy Rahajasa Yamin.
Yang terakhir yakni KRMH H Roy Rahajasa Yamin memiliki kelebihan nilai positif dibanding kandidat lain.
Dia pun menyarankan kalau konflik terus meruncing antara kubu Paundra melawan kubu Bhre, maka jalan tengah pilih calon yang tidak terlibat pusaran konflik yakni Kanjeng Roy Rahajasa.
Kehadiran Roy yang dikenal ahli ekonomi bisa diibaratkan saat pemerintahan Mangkunegoro V.
Dimana saat itu perekonomian Mangkunegaran terpuruk banyak berhutang ke berbagai pihak.
Akhirnya Mangkunegoro V digantikan oleh adiknya yang dikenal ahli manajerial perekonomian dan militer yakni GRM Suyitno yang akhirnya bergelar KGPAA Mangkunegoro VI.
Di bawah kendali Mangkunegoro VI situasi perekonomian Pura Mangkunegaran yang sempat terpuruk bangkit lagi.
Bahkan utang-utang yang sempat menggunung akhirnya dilunasi.
Surojo menambahkan figur Mangkunegoro X haruslah yang terbaik.
Berwibawa, bisa ngayomi kawula, punya kemampuan manajerial.
“ Dan itu nampaknya hanya pada Kanjeng Roy Rahajasa,” pungkasnya. (TribunSolo.com)
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Siapa yang akan menjadi Mangkunegara X, atau penguasa baru di Pura Mangkunegaran ?
Jelang suksesi Mangkunegara X, suasana menjadi panas setelah beredar cuplikan status dari GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara.
Baca juga: Jawaban Wedana Satrio Pura Mangkunegaran Soal Status Medsos GPH Paundra: Tak Perlu Ditanggapi
Sang putra tertua dari mangkunegara IX menilai Bhre Cakrahutomo adalah boneka ibunya, GKP Prisca Marina.
Penilaiannya itu dia tulis pada di instagram pribadinya @gphpaundra1 .
Paundra juga seakan curiga bahwa Bhre bukan putra Mangkunegoro IX.
Paundra menilai ibu tirinya yang notabene permaisuri Mangkunegoro IX Prisca Marina dianggap ingin terus berkuasa.
Pegiat Sejarah, R. Surojo menyebut pergantian tahta Pura Mangkunegaran bukan atas dasar garis keturunan.
Di mana, tak selalu putra tertua dari isteri permaisuri yang jadi penerus tahta.
“Penentuan Mangkunegoro ini ditentukan melalui musyawarah keluarga inti dan Pinisepuh. Kalau keraton Solo (Kasunan Surakarta) kan beda, putra tertua, putra permaisuri, itu sudah pakem. Kalau di Mangkunegaran tidak,” kata Surojo, kepada TribunSolo.com, Senin (24/1/2022).
Munculnya konflik dua kubu itu tidak kondusif untuk suksesi atau pergantian kepemimpinan di Pura Mangkunegaran yang didirikan oleh Pangeran Sambernyowo atau Raden Mas Sahid pada tahun 1757 atau 265 tahun lalu.
Surojo pun meminta dilakukan musyawarah dulu antar keluarga inti atau Dewan Pinisepuh.
Dibahas terlebih dahulu kriteria sebagai Mangkunegoro X itu bagaimana? setelah itu baru menunjuk figur yang pas dengan kriteria.
"Saya yakin masalah Suksesi Mangkunegaran akan mendapat solusi, diantaranya munculnya calon yang kompeten bersih dari konflik seperti KRMH Roy Rajasa Yamin ,"ujar Surojo.
Seperti diketahui menjelang suksesi Pura Mangkunegaran ada tiga kandidat Mangkunegoro X diantaranya putra tertua, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, dan adiknya, yakni GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.
Ada juga cucu Adipati Mangkunegara VIII yakni KRMH H Roy Rahajasa Yamin.
Yang terakhir yakni KRMH H Roy Rahajasa Yamin memiliki kelebihan nilai positif dibanding kandidat lain.
Dia pun menyarankan kalau konflik terus meruncing antara kubu Paundra melawan kubu Bhre, maka jalan tengah pilih calon yang tidak terlibat pusaran konflik yakni Kanjeng Roy Rahajasa.
Kehadiran Roy yang dikenal ahli ekonomi bisa diibaratkan saat pemerintahan Mangkunegoro V.
Dimana saat itu perekonomian Mangkunegaran terpuruk banyak berhutang ke berbagai pihak.
Akhirnya Mangkunegoro V digantikan oleh adiknya yang dikenal ahli manajerial perekonomian dan militer yakni GRM Suyitno yang akhirnya bergelar KGPAA Mangkunegoro VI.
Di bawah kendali Mangkunegoro VI situasi perekonomian Pura Mangkunegaran yang sempat terpuruk bangkit lagi.
Bahkan utang-utang yang sempat menggunung akhirnya dilunasi.
Surojo menambahkan figur Mangkunegoro X haruslah yang terbaik.
Berwibawa, bisa ngayomi kawula, punya kemampuan manajerial.
“ Dan itu nampaknya hanya pada Kanjeng Roy Rahajasa,” pungkasnya. (TribunSolo.com)
0
674
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan