KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Aku Resign Gara-Gara Mobil Bos Enggak Pernah Dicuci
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61edb05775fa5638f72ac12f/aku-resign-gara-gara-mobil-bos-enggak-pernah-dicuci

Aku Resign Gara-Gara Mobil Bos Enggak Pernah Dicuci

Aku Resign Gara-Gara Mobil Bos Enggak Pernah Dicuci

Cangkeman.net - Waktu sudah menunjukkan pukul 19:02, satu jam berlalu sejak jam pulang kantor. Beberapa karyawan masih berjaga di depan monitor masing-masing, termasuk aku, yang waktu itu masih merumuskan Cangkeman. Yang lain, ada yang melanjutkan kerjaan, scrolling media sosial, merapikan folder kerjaan, atau hanya sekadar terawa karena bercandaan kosong yang kadang terlempar. Tapi yang pasti, pikiran mereka tertuju pada satu hal, rumah. Jam pulang yang "ngaret" di Indonesia sayangnya masih menjadi sesuatu yang biasa dan dianggap banyak orang sebagai hal yang lumrah, termasuk di tempatku bekerja yang sedang kuceritakan ini. Aku enggak bilang ini jelek ya, ini bisa jadi sesuatu yang bagus jika memang kesepakatannya membawa kebahagiaan dari sisi pekerja maupun perusahaan.


Tapi perihal musabab para karyawan ini belum pulang bukanlah soal kewajiban kerjaan, hanya tanggung jawab sosial saja, sebenarnya mau pulang pun ya monggo aja. Kalau aku sih ya karena memang lagi asik mengetik, trus juga nggak buru-buru amat untuk pulang, entah yang lain.

Cerita berawal dari salah satu atasan yang mempunyai anak satu-satunya, nah si anak ini karena gabut di rumah, ia kadang tiba-tiba datang ke lokasi kerja nyamperin orang tuanya. Karena masih kecil, anak bos ini jadi sering diajak main dan akrab dengan karyawan. Nah sialnya di hari itu -dan juga beberapa hari sebelumnya, anak ini cuma mau pulang dianter bapaknya, dan bapaknya kadang di luar kota. Alhasil, bapaknya menitipkan anak semata wayangnya itu ke para karyawan yang masih ada di kantor. Sialnya, ketika titah itu diberikan, informasinya si bos ini masih ada di Banten sedang menuju Jakarta.

Singkat cerita, pak bos datang hampir 2 jam dari kabar terakhir itu, dengan mobil Wuling andalannya, yang harganya paling mahal diantara wuling-wuling lainnya. Kami pun mengantar anak bos tadi ke parkiran, mencari mobil bapaknya. Diantara ratusan mobil yang ada, enggak sulit nemuin mobil doi, cari aja mobil merek Wuling, lalu lihat yang mobilnya paling kotor. Karena kotonya mobil dia, sama permanennya dengan merek yang tertempel di mobil tersebut, enggak berubah, bahkan dari sejak awal aku bekerja di situ.

Awalnya kukira karena dia termasuk orang yang sibuk, nggak ada waktu untuk mencuci mobilnya. Tapi sampai beberapa bulan lamanya kok masih sama ya, wah ada yang nggak beres nih. Momen mengantarkan anaknya ke parkiran selalu menjadi bahan penilaianku terhadap atasanku ini. Dan akhirnya karena kupantau mobilnya emang enggak ada niatan untuk dicuci, aku putuskan untuk RESIGN, iya resign, aku ajukan di bulan itu juga. Sebabnya, karena bos enggak pernah nyuci mobil.

Apa sih lebay?
Cari-cari alasan aja buat keluar?
Masalah sepele?

Mungkin masalah mencuci mobil dianggap sepele bagi sebagian orang, bagiku juga itu bukan sesuatu yang besar sih, tapi dengan tanggung jawabnya sebagai bos dan pimpinan perusahaan dia telah melewatkan sesuatu yang kecil itu, dan itu enggak bagus buat perusahaan kedepannya. Masalah sepele yang selalu tampak di depan muka dia aja enggak dia beresin, apalagi masalah-masalah kecil perusahaan yang pasti akan menjadi masalah besar kedepannya?

Untuk alasan sibuk, itu juga enggak masuk akal di logika. Menurut keyakinanku, sibuk adalah satu hal di pekerjaan, dan masih banyak hal lain di hidup seseorang, dengan keluarga atau hal rumah tangga misalnya, atau dengan hobi atau organisasi. Kalau sibuknya pekerjaan sampai membuat abai terhadap hal lain, ini adalah PR yang besar bagi seorang pimpinan. Toh mencuci mobil bisa didelegasikan kepada seseorang, atau sekarang sudah menjamur cuci mobil sistem drive thru yang cucinya pake robot, si pemilik duduk anteng di dalam mobil, bisa dengerin lagu, bahkan bisa kerja, atau bisa sambil video call orang kantor minta tolong jagain anaknya sebelum dia datang.

Alasanku untuk keluar dari sana tentu bukan hanya karena soal mobil kotor aja, ada beberapa faktor lain, pastinya bukan karena disuruh jagain anak bos dong. Tapi lebih kepada kebahagiaan karyawan yang kurang diperhatikan, kurangnya apresiasi kinerja, jam masuk kerja yang wajib ontime namun waktu pulang yang hampir tidak pernah ontime, budaya toxic yang tidak berusaha dibabat, dan banyak hal hal "kecil" lain yang luput dari perhatian pimpinan. Dan aku yakin, selama dia belum ngurusin mobil kotornya, urusan-urusan fundamental di kantor itu pun nggak ada dia sentuh.

Sebagai penutup, aku mau menceritakan sedikit pandanganku, yang melatar belakangi terjadi kisah di atas. Adalah bahwa setiap kantor atau tempat kerja adalah ibarat kendaraan umum, kamu pasti akan naik kendaraan umum ke tempat yang kamu tuju dong? atau setidaknya yang mendekati, yang nantinya kamu akan turun dan ganti kendaraan. Nah begitupun tempat kerja, kita sebagai pribadi pasti punya tujuan, entah pengin punya apa, pengin bikin apa, dan pengin jadi seperti apa. Dan kalau tempat kerjamu tidak mendekatkan kamu ke tujuan itu, buat apa?

Bagiku, kerja bukan soal cari uang, ini soal mengambil nilai-nilai kebaikan dan teladan dari tiap orang yang ada di dalamnya, pun ditambah dengan fasilitas kantor, bagaimana fasilitas itu benar-benar bisa menunjang kita menuju ke tujuan tadi. Dan yang paling penting, apa yang bisa kita pelajari dari bekerja di sana, dan value apa yang dimiliki orang-orangnya, atasan kita, misalnya.

Mungkin ini terdengar tidak umum, dan bagi kamu yang mempunyai pandangan berbeda, yuk kirim juga di Cangkeman.


Tulisan ini ditulis oleh Aprilia Widjaja di Cangkeman pada tanggal 18 Desember 2021
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fachri15 dan 6 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
idealis.
saya suka gaya anda
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
moga cepet dapet kerja lagi ya gan emoticon-Cool
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kalau dari pengalaman saya 'ngawal' anak bos malah enak.
ber 3 (saya, sopir dan anak bos) pasti ke mall/ restoran diajak makan (beda meja tentunya).
Yg tergila dari saya yg baru masuk dg anak baru yg selisih 5 hari dan 2 bln yg saya alami.

1. Masuk pertama kerja nunggu di lobi disueuh ijin masuk dri jam 7:00 baru masuk jam 11
2. Masuk tanpa perkenalan langsung dikasih tugas tanpa dipelajari dulu
3. Kartu identitas nunggu 1.5 bln baru dapet, seragam kantror 2.5 bln dru dikasih ( kontrak 3 bln)
4. Baru 10 hari kerja ditinggal ngelayab sama semua kepala"nya.
5. 2 hari kerja disuruh nyelsain kerjaan mangkrak 6 bulan, 8 bulan, 5th dan 10th
6. Jatah istrihat siang terlambat always kejatah jam 1 lebih dan waktunya sedikit ( sering kena tegur gra" isoma bntr di jam break )
7. Waktu kerja selalu ambil pagi agar sore ontime bisa istirahat biar pulang jam 4 terus. Masuk jam 6 disuruh pulang jam 17+++.
8.Disuruh nglembur yg gk jelas dan gk ada bayaran lembur, dinas diluar tdk dapat akomodasi
9. Kontrak kerja tdk dapat, gk jelas diperpanjang saat mau out dikejar gk boleh out
10. Pekerjaan harian 98% kelar, yg mangkrak 6 bln-8 bln jg sama 90% , dan yg mangkrak 5th 90% kelar, terakhir yg mangkrak 10 tahun kelar 80%. Disni kena tegur katanya gk sampe 10% , dan saya pahami ternyata kerjaan yg mangkrak 10th itu bisa jd penghematan biaya sampai puluhan milyar, karena diambil alih saya dan di berikan ke yg ounya tugas, manajer saya ngambek bonus dia hilang di ambil sebelah 🤣🤣🤣, pdhal dia yg nyuruh
profile-picture
greynimation memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
sudut pandang org beda2, jd sah-sah saja apa yang diutarakan penulis. Anggap saja yang dirasakan penulis adalah langkah mitigasi terhadap pilihan hidupnya emoticon-thumbsup
Aku Resign Gara-Gara Mobil Bos Enggak Pernah Dicuci
profile-picture
profile-picture
fachri15 dan bhucho memberi reputasi
kalau aku masuk krja ga prnah on time (selalu telat) tapi pulang krja selalu on time (jam 5)
Diubah oleh jualhengpon
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
idealisnya kelewatan ente gan wkowkowkwokow
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
gak mau beli wuling emoticon-Big Grin
profile-picture
yoshioka.ky memberi reputasi
ga coba inisiatif cuciin mobil bos kali aja dapet uang rokok
mantap
jadi karyawan juga perlu idealis tinggi
top anda akan menemukan usaha yang baru
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
seorang idealis sampai titik tertentu akan menjadi seorang realis
emoticon-Angkat Beer
profile-picture
viensi memberi reputasi
Ane sprti pernah baca trit nya.
Smg TS segera sampai tujuan.

emoticon-Ngacir
TS kerja sebagai apa?? Itu pertanyaan ane emoticon-Bingung
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Wakakka, oke gans semua orang bebas untuk menentukan jalan hidupnya. Semoga mendapatkan pekerjaan yang lebih baik kedepannya dah
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Oh oke gan. Jd skrg udah dpt kerjaan?
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Bagus.
Ane suka.
Cari bos yang rajin nyuci mobil walau gaji umr.
Ane setuju
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
boss lo orang nanggung, gak punya supir dan pake mobil wuling....nah...jawab sendiri deh komentar saia
profile-picture
basejr memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di