KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Female / ... / Kids & Parenting /
Kok Tega, Orang Tua Memeras Tenaga Anaknya yang Masih Kecil
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61e641501210f95cc5172bd2/kok-tega-orang-tua-memeras-tenaga-anaknya-yang-masih-kecil

Kok Tega, Orang Tua Memeras Tenaga Anaknya yang Masih Kecil

Tidak semua anak-anak dapat bermain-main saja atau melakukan kegiatan yang mereka sukai. Sebagian anak, terutama kelas ekonomi bawah, harus membantu orang tuanya. Terutama mengerjakan urusan domestik rumah tangga.   
 
Ada juga anak-anak yang turun tangan menuntaskan pekerjaan harian orang tua. Bukan kewajiban mereka, namun orang tua memberdayakan anak-anak dengan beragam maksud. Tujuan pendidikan misalnya. Supaya anak terdidik sejak kecil merasakan capeknya mencari nafkah.
 
Berikut ini beberapa contoh anak yang menangani pekerjaan rumah tangga dan profesi orang tuanya. Sebagian besar merupakan anak-anak yang tinggal di desa-desa atau pelosok negeri yang kauh dari keramaian kota.  
 
1. Menanam padi di sawah
Kok Tega, Orang Tua Memeras Tenaga Anaknya yang Masih Kecil

“Langsung beli beras saja di minimarket, kagak usah pakai tanam-menanam lagi.”
 
2. Menampi beras agar bebas gabah dan bebatuan kecil
Kok Tega, Orang Tua Memeras Tenaga Anaknya yang Masih Kecil

Beras dari toko, apalagi kualitas premium biasanay sudah bersih. Nggak ada gabah apalagi batu segala.”
 
3. Menunggu makanan matang yang dimasak dengan kayu bakar
Kok Tega, Orang Tua Memeras Tenaga Anaknya yang Masih Kecil

“Pakai layanan pesan antar bisa pilih banyak menu, nggak pake lama lagi.”
 
4. Mencari kayu bakar di hutan, untuk pakai sendiri atau dijual lagi.
Kok Tega, Orang Tua Memeras Tenaga Anaknya yang Masih Kecil

“Hari gini pakai gas melon aja, harganya murah kok”
 
5. Memberi makan ayam peliharaan sendiri
Kok Tega, Orang Tua Memeras Tenaga Anaknya yang Masih Kecil

“Kasih makan seperti itu bisa di zoo park aja. Nggak perlu pakai memelihara ayam sendiri di rumah.”
 
6. Mengangkut air dari sumur atau mata air
Kok Tega, Orang Tua Memeras Tenaga Anaknya yang Masih Kecil

“Tinggal putar kran aja di rumah, air ngocor bisa pakai sepuasnya.”
 
7. Membantu orang tua panen di sawah
Kok Tega, Orang Tua Memeras Tenaga Anaknya yang Masih Kecil

“Wah, memberdayakan anak kecil, melanggar hak anak-anak nih.”
 
Agan dan Sista merasa kasihan dengan anak-anak itu? Merasa bahwa mereka seperti diperas teanganya orang tua. Kok tega. Memang tidak seharusnya anak-anak melakukan pekerjaan-perkerjaan itu. Namun sebagian anak-anak tidak punya pilihan. Mereka harus melakukannya untuk BERTAHAN HIDUP.
 
Anak-anak yang terbiasa dengan pekerjaan rumah lebih mampu bertahan hidup
 
Kata BERTAHAN HIDUP sengaja saya buat mencolok. Sadarkah Agan dan Sista bahwa kenyamanan dan kemudahan hidup zaman now membuat kita khususnya anak-anak sulit bertahan hidup atau beradaptasi pada kondisi yang tidak stabil? Misalnya saja saat terjadi bencana alam atau kala tersesat di hutan dan tempat sepi lainnya.
 
Saya yakin, anak-anak yang terbiasa hidup prihatin dan terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah, lebih mampu beradaptasi dan bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak nyaman. Paling gampang melihat fenomena ini saat anak-anak sultan mengikuti program sekolah berkemah. Betapa rewelnya mereka karena sudah terbiasa hidup nyaman.
 
Maka dari itu, anak-anak tetap perlu diberikan tanggung jawab mengurus rumah dan sesekali mengalami situasi yang tidak nyaman. Saat hujan misalnya, tidak usah langsung memesan mobil via apps. Tunggu hijan reda dahulu atau pakai jas hujan, bahkan menembus hujan jika secara fisik anak kuat.
 
Tega-tega aja. Justru kalau nggak tega, kelak mereka jadi kurang berdaya menghadapi situasi sulit. Jangan sampai rasa cinta dan sayang kepada anak justru membuat mereka lemah.
 
Hidup yang semakin mudah memang perlu kita syukuri. Namun ingatlah bahwa kesusahan-kesusahan itulah yang seringkali membuat kita mampu bertahan dan meningkatkan kemampuan terutama survival skill dan safety skill.
 
Keadaan yang menyusahkan nikmati saja. Biarkan anak mengalami, menikmati sehingga mereka belajar bahwa hidup adakalanya tidak baik-baik saja. Pengalaman itu akan menjadi rujukan mereka di masa depan untuk bertindak sehingga mereka lebih tahan menghadapi topan badai cobaan kehidupan.



Sumber foto

profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 5 lainnya memberi reputasi
Kesian anak masih kesil harus bekerja
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Gw antara kasian dan salut sama anak2 yg dari kecil uda diajari untuk membantu ortu dan bekerja. Justru anak2 seperti ini yg gedenya tetep merendah spt padi. Namun juga perlu diimbangi jg dengan bermain, gaul sama anak2 lain biar nggak kuper. Krn bagaimanapun anak2 itu butuh aktivitas sama temen2.

Bandingin sama anak2 jaman skrg yg dikasi smartphone/tablet. Kumpul keluarga aja pada sibuk nunduk liat henpon. Kena ujan dikit jadi sakit saking kurang aktivitas di luar. Gedenya mau jadi opo?
profile-picture
profile-picture
knoopy dan nowbitool memberi reputasi
Diubah oleh kennytorressanz
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Anak anak komando ini gan
Masa kecil ane banged sering kluar masuk hutan bantu ortu berkebun sama nyadap karet,manen sayur dan padi. Tapi ane hepi sih kangen dgn kegiatan seperti itu lagi.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
PAIN ONLY MAKES YOU STRONGER!!
anak kota mana tau begituan yakk
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
dapet pelajaran olahraga saat aktivitas fisik di luar

dapet pelajaran sosial, norma, etika saat interaksi dgn teman & orang yg lebih tua

dapet pelajaran moral & tanggung jawab saat diberi tugas

....hmmm.. ada yg kurang..??emoticon-Big Grin
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Masa balita ampe tk ane dioper-oper emoticon-Ngakak kadang ama sepupu, tapi lebih sering ama kakek nenek adeknya mbah ane. Nah masa² itu ane abisin lah buat maen, buat iseng (positif). Sering ikut nyari kayu bakar, kalo kakek ane pergi ke sawah ane ikut, kebetulan dulu bikin bata,hehe bukannya bantuin malah isengin maenin tanah yang udah diolah emoticon-Ngakak tapi tu cuma awal² aja, dilain waktu ya iseng nyetak bata sendiri & jemur. Kalo di rumah lietin si mbok bikin jamu, masak nasi, nampi beras & masak sayur . Seneng si tapi ga mungkin terulang lagi kenangan masa kecil emoticon-Cool
Dulu ane sering kesawah, ndaut, ulur,nyemprot,buang sisa tanaman padi ke galeng, buang rumput.
Kadang kenangan dimasa kecil justru membuat kita kangen saat saat kecil kalau sudah menikah ........
Kangan masuk sawah, dulu sawah masih ada ikannya. Sekarang pada mati kena limbah pabrik tahu. Suka ikutan naek kebo, kadang2 nanem padi tapi ya cuma gangguin. emoticon-Ngakak
ane dulu bantu ortu, jadi pas pulang sekolah ane mangkal di stadion bola jualan es mambo, dipaksa? GA, cape ? SERU,, malah itu yang bikin gw kuat hadapi hidup, ga neko neko. Selain itu ortu juga membatasi sejauh mana gw cari duit pas kecil, jangan sampe sekolah terlantar
Post ini telah dihapus
Nah ini, sbenernya basic life skill itu harus diajarkan sejak dini. Macem urus diri sendiri, masak2 simpel, bersih2 dan ngapain2 sendiri...jgn ada pikiran, anak kecil jgn disuruh2....justru klo gitu malah bikin mrk ga belajar utk survive
profile-picture
caerbannogrbbt memberi reputasi
Mengajarkan anak menjadi mandiri itu memang lebih penting daripada membiarkan mereka keluyuran gk jelas
sebenarnya tidak memberdayakan tapi mengajarkan anak untuk bertoleransi, menyayangi sekitar, dan belajar dengan kehidupan nyata, selama sesuai porsinya akan menjadikan anak tangguh dan kuat setelah dewasa karena sudah mengerti arti kehidupan

Dari gambar yang disajikan TS...
Banyak faktor yang mengakibatkan hal tersebut dan dari gambar juga tidak semuanya bekerja,,,

Coba sekali kali main main ke Daerah pedesaan...
Biar lebih terbuka emoticon-Thinking
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di