KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Mengapa Turki Sekarang Tidak Bisa Sebesar Ottoman dan Bizantium?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61e57037420419469c2c8104/mengapa-turki-sekarang-tidak-bisa-sebesar-ottoman-dan-bizantium

Mengapa Turki Sekarang Tidak Bisa Sebesar Ottoman dan Bizantium?

Hai GanSis! Setelah kemarin saya sudah buat thread berjudul Mengapa Ottoman Menyerang Konstantinopel? Kini saya jadi kepo dengan wilayah tersebut di masa Sekarang. Apa kabarnya Turki sekarang?

Quote:


Turki, sebuah negara yang belakangan banyak dibicarakan karena ada keluarga artis pulang dari Turki, beberapa terjangkit Omicron setibanya di Tanah Air. Hadeeh, Omicron bikin OmyGod!

Oke itu hanya intermezzo saja. Selain itu Turki memang tengah jadi perhatian dunia, sebab krisis ekonomi yang melanda negara tersebut. Sebab Pandemi sebagian besar negara di dunia memang mengalami krisis moneter. Namun kondisi lebih rumit tampaknya dialami Turki. Dari informasi yang saya baca (cek sumbernya dibawah) mata uang Lira mengalami pelemahan yang cukup besar dan terjadi inflasi besar. Kondisi ini disebut-sebut karena kebijakan pemerintahan Erdogan yang enggan menaikkan suku bunga. Sementara kehadiran mata uang asing dan kripto mulai digunakan (tidak resmi) karena mata uang lokal dinilai kehilangan nilainya. Kondisi demikian tentu tidak diharapkan, karena merusak sistem keuangan. Ya kita doakan agar kondisinya semakin membaik.

Saya, sebagai netizen biasa yang awam ini menjadi tergelitik setelah tahu kondisi demikian. Mengingat wilayah Turki di masa lalu pernah berdiri Kekaisaran yang  sangat disegani di masanya. Ya kita tahulah bagaimana hebatnya Ottoman dan Bizantium dahulu.

Layaknya bertanya mengapa Indonesia tidak bisa kaya raya dari jual rempah-rempah? sementara VOC dulu bisa.

Kini pertanyaannya juga mirip-mirip, mengapa Turki tidak bisa sekuat, sebesar, sejaya, makmur dan sejahtera seperti halnya penguasa terdahulu di wilayah tersebut, yakni Bizantium dan Ottoman.

Setelah ditelusuri di Google, terus terang saya belum temukan artikel yang secara khusus membahas ini. Jadi mohon maaf jika isi thread ini tidak begitu valid.

Agaknya saya menemukan jawabannya dari mempelajari sebab keruntuhan Kesultanan Turki Usmani. Secara garis besar, kemunduran Turki Usmani ini kalau boleh saya nilai ini mirip dengan apa yang menimpa Nokia. Bahwa keduanya kalah meski tidak melakukan kesalahan fatal.

Contoh, Nokia bertahun-tahun menguasai pasar ponsel dunia. Mereka melakukannya dengan baik dan tanpa kesalahan berarti. Tapi pesaingnya melakukannya dengan lebih baik, cepat dan mengikuti zaman.

Begitupun Turki Usmani, bahkan selama berabad-abad mereka berkuasa. pada 3 Maret 1924 mengalami keruntuhan. Kesultanan yang berdiri kurang lebih 625 tahun lalu itu dibubarkan lewat Majelis Nasional Agung dalam sidangnya sejak Februari 1924. Majelis memutuskan menghapus jabatan khalifah dan mempersilakan khalifah terakhir, Abdul Majid II meninggalkan Turki.

Bisa dibilang mereka melakukan itu (berkuasa) dengan baik. Bahkan sebenarnya mereka masih bisa eksis sampai sekarang, andai Ottoman tidak kalah di Perang Dunia I. Atau lebih tepatnya mereka tidak salah memihak di PD I.

Kesultanan Ottoman memang telah berkuasa selama beberapa abad dan melewati berbagai zaman. Namun mereka dinilai tidak mengikuti perkembangan zaman. Sementara Eropa berkembang pesat dengan perkembangan industrinya.

Ottoman kala itu dinilai masih terlalu agraris, tidak mengembangkan industri, pendidikan yang tertinggal dan perkembangan pesat negara pesaing yang melemahkan mereka.

Revolusi industri sudah dimulai sekitar tahun 1700-1800 di Eropa. Sementara Turki Usmani saat itu masih kekurangan pabrik untuk mengimbangi Inggris, Prancis dan Rusia. Sehingga tiba waktu berperang Kesultanan belum siap. Industri Kesultanan belum siap untuk memproduksi senjata, meriam, besi dan baja guna membangun rel kereta api untuk mendukung perang. Ditambah mereka yang berperang dipihak Jerman, dinilai keputusan yang keliru.

Disamping itu, kondisi masyarakat kala itu berperan melemahkan Kesultanan dari dalam. Daerah kekuasaan yang luas dari Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Eropa Timur membuat kondisi masyarakat yang sangat heterogen. Kenyataannya mereka tidak terlalu bersatu. Diperparah dengan tingkat pendidikan penduduk yang rendah.

Jadi bila ditanya mengapa Turki sekarang tidak bisa semakin Ottoman dan Bizantium? Menurut saya sama dengan bertanya mengapa Indonesia bisa tidak semashur pada era Hindia Belanda atau Majapahit sekalipun? Jawabnya Karena zaman yang telah berubah.

Beda zaman, beda juga sistem pengolahannya. Zaman berubah, berubah juga cara sukses dan menjadi kaya raya. Turki Usmani di zamannya memang sangat disegani. Armada perang yang tangguh pada masanya, hasil pertanian yang baik, dan menguasai jalur perdagangan internasional. Namun ketika dunia berubah, hal yang demikian tidak lagi cukup untuk membuat Kesultanan terus eksis.

Dulu, butuh berapa hektar lahan sawah atau kebun untuk menghasilkan uang miliaran? Coba bayangin, di tahun 2022 kini seorang pemuda yang sudah menghasilkan milyaran Rupiah dari hasil jual foto selfie dirinya dalam bentuk NFT. Ialah Gozali Everyday.

Quote:


Maksudnya bukan berarti kita meninggalkan tradisi, seperti meninggalkan sawah atau memunggungi laut. Hanya saja disini cara mengolah potensi yang berbeda. Harus banyak inovasi dan kreatifitas.

Zaman memang telah berubah. Yang telat beradaptasi maka Ia akan tertinggal. Dunia terus berputar, kadang diatas, kadang dibawah.

Tidak hanya membandingkan Turki dengan Ottoman dan Bizantium. Juga Indonesia dengan kolonial dan kerajaan terdahulu. Status negara adidaya juga berganti sesuai masa, Spanyol pernah menyandang status itu, lalu Amerika Serikat (mantan jajahan Spanyol) dan apakah China selanjutnya? Kita lihat nanti.

Dari sini jika boleh saya berkesimpulan. Bahwa wilayah strategis, luas wilayah kekuasaan dan sumber daya melimpah, bukanlah jaminan untuk menjadikan sebuah negara maju dan kuat. Setidaknya itu yang berlaku dimasa sekarang. Disinilah bedanya dengan di masa lalu.

Sehingga salah jika kita masih berpikir seharusnya Turki bisa seperti Ottoman dan Bizantium, karena mereka punya sejarah yang kuat, wilayah strategis dan sumber daya yang mendukung lainnya. Tapi mengapa sekarang mereka krisis ekonomi? Padahal para pendahulu mereka merupakan penguasa yang disegani dunia.

Tanyakan juga pada diri kita sendiri (bangsa Indonesia), mengapa kita tidak sekuat dan sehebat para nenek moyang kita yang terkenal tangguh di lautan dan daratan? Why?

Rianda Prayoga
Salam dari Binjai, 17 Januari 2022


Spoiler for sumber & referensi:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hayley.quinn dan 29 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh riandyoga
Halaman 1 dari 3
Is this history? Or just motivational speech? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kirran dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan
Post ini telah dihapus
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Karena saat ini seluruh negeri di dunia ini beradan dalam satu organisasi, yaitu PBB. Termasuk Indonesia sebagai anggotanya.
Terlepas dari semua intrik penguasa dan pengaruh politik internasional di dalamnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
neverkyl dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Quote:


Capadocia? It's my dream, not her. emoticon-Shutup

On topic : karena zaman dulu dan sekarang berbeda mas gan. Zaman sekarang era keterbukaan informasi. Sebuah negara punya alutsista apa aja bisa diketahui hanya dari modal searching. Sedangkan dulu, surprise jadi elemen penentu sebuah perang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krs.home dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
bgitulah bre
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
jaman berubah selera pasar pun berubah
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Barangnya sama, tp orgnya beda.

Udh banyak fakta dimana seorang pemimpin hebat gak selalu bisa menciptakan penerus atau keturunan yang sama hebatnya, baik jaman dulu maupun jaman skrg, di bidang militer ataupun bisnis.

Malah ada pepatah di kalangan bisnismen Tionghoa : generasi ketiga adalah generasi penghancur bisnis wkwkwk... Sesimple itu sih menurut gue...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yanginiusername dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Karena di otak nya cm urusin agama persis Indonesia kan




emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redjupie dan 7 lainnya memberi reputasi
"Kesultanan Ottoman memang telah berkuasa selama beberapa abad dan melewati berbagai zaman. Namun mereka dinilai tidak mengikuti perkembangan zaman. Sementara Eropa berkembang pesat dengan perkembangan industrinya."

kurang tepat poin ini mohon di research jangan sampai bias hanya karena anda ngga suka dengan keadaan indonesia sekarang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mamarnr dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sammyceng
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Pindahin ke lonje lah, beginian masuk sejarahemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pixecute dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Btw Kalau diliat ottoman itu mengingatkan saya ama qing china
Mereka pada akhir 1900an bener bener tertinggal dari negara di sekitarnya.
contoh jepang pada 1868an memulai restorasi meiji dan dimulainya moderasi jepang, sementara qing masih belum memodernisasi dirinya dan turki yang saat itu masih tertinggal dari negara eropa lainnya juga tidak melakukan modernisasi yang cukup.

Akhirnya karena ketertinggalan itu mereka sama sama di runtuhkan oleh kaum mudanya yang berpikiran moderat, kayak qing yang tumbang karena revolusi xinhai ama ottoman yang di tumbangkan gerakan turki muda

Jadi ya tumbang

Ya saya setuju dengan pendapat ts, itulah kenapa dan Mengapa Turki Sekarang Tidak Bisa Sebesar Ottoman dan Bizantium. Ya karena satu hal penting tidak mengikuti perkembangan.
Dan saya sependapat dengan ts bahwa Zaman memang telah berubah. Yang telat beradaptasi maka Ia akan tertinggal. Dunia terus berputar, kadang diatas, kadang dibawah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yanginiusername dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ibnusina1453
11 November 1918 kesultanan Turki Ottoman runtuh kekalahan perang dunia pertama blok sentral ( kesultanan Turki + kerajaan Jerman + kerajaan Austria Hongaria) vs blok sekutu ( Inggris Perancis dan kerajaan Rusia )
Wilayah kesultanan Turki dibagi bagi pemenang perang.
Mengapa Turki Sekarang Tidak Bisa Sebesar Ottoman dan Bizantium?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yanginiusername dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh meimeiput
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
mata uangny udah jatuh. kasian rakyat berat beli makanan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mamarnr dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh o.omqiqi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Ya wilayah Ottoman masing2 udah memerdekakan diri bre emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Next Indonesia pasti
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan riandyoga memberi reputasi
Trit full opini kok dimasukin ke trit sejarah emoticon-Bingung saran ane mending post di lonje aja gan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sumber nya..dr yg jelas dan bner dong ah..
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan riandyoga memberi reputasi
Masa bodo , yg bisa menyelesaikan masalah mereka ya mereka sendiri
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Ya itu akibat klh di pd 1 salahsatunya..ditambah nongolnya si atturk yg ktnya bpk turki modern..
emoticon-Entahlah
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan riandyoga memberi reputasi
Mos nyusul venezuela kah? emoticon-Ngacir
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di