KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
PESAN DARI ARWAH PART 3
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61e0fc8f76e56c048f6724af/pesan-dari-arwah-part-3

PESAN DARI ARWAH PART 3

PESAN  DARI ARWAH 

KEMATIAN BIBI PART 3

(Fiksi Story by Devnov13)

PESAN DARI ARWAH PART 3    

     Tepat dia melangkahkan kakinya di depan kamar bibi, dia mulai mendengar SUARA…………..

  Suara yang terdengar tidak asing lagi ditelinganya. Namun suara itu  bukan suara orang berbicara tapi suara rintihan yang berasal dari kamar bibi. Deg…. jantung Mbak Yanti rasanya ingin berhenti. Tepat di depan kamar bibi langkah kaki pun berat untuk melangkah. Karena suara rintihan masih terus terdengar, Mbak Yanti spontan untuk melihat kearah candela kamar bibi yang kosong.
   Dan benar saja ada WAJAH BIBI YANG MENEMPEL DI KACA DENGAN RAMBUT TERURAI DAN DARAH YG TERUS MENETES DI WAJAHNYA. Seketika itu Mbak Yanti langsung pingsan dan tidak sadarkan diri. Di pagi harinya Pak Tono yang sedang menyapu melihat Mbak Yanti yang tergeletak di depan kamar bibi. Sontak Pak Tono langsung berteriak memanggil orang-orang untuk datang.
  Kemudian Pak Abdi dan karyawan lain langsung menggotong Mbak Yanti ke dalam kamarnya. Sedangkan Pak Tono memanggil Bapak dan Ibu Sekar. “Bu Roro…… Pak Sapto…..” teriak Pak Tono sembari mengetuk pintu kamar Ibu dan Bapak Sekar.
 Tak lama kemudian pintu kamar di buka oleh Ibu Sekar. “Ada apa Tono ? masih pagi begini kok sudah gedor-gedor pintu.” tanya Ibu Sekar. Pak Tono pun menjelaskan apa yang terjadi kepada Mbak Yanti. Sontak Ibu Sekar pun kaget dan langsung membangunkan Bapak Sekar yang masih tertidur di Kasur.
  “Pak…bapak… bangun pak” panggil Ibu Sekar saat membangunkan Bapak Sekar. Tak lama Bapak Sekar terbangun dan Ibu Sekar pun langsung menceritakan kejadiannya. Langsung saja mereka berdua keluar kamar dan menuju kamar Mbak Yanti.
   Setelah sampai di kamarnya mereka melihat Mbak Yanti sudah dalam keadaan sadar dan sedang meminum segelas teh. Namun kata Pak Abdi bahwa Mbak Yanti belum mau berbicara tentang kejadian yang menimpanya kepada mereka.
  Dengan pelan-pelan Ibu Sekar mulai menanyakan keadaannya bagaimana. “Kulo baik baik saja bu” jawab Mbak Yanti. Kemudian Ibu Sekar mulai menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Mbak Yanti. Dia pun mulai berani bercerita sembari menangis tersedu-sedu. Saat mendengar cerita dari Mbak Yanti orang-orang di sekelilingnya kaget bukan main.
  Karena belum sehari sudah ada dua kejadian yang menimpa penghuni rumah ini. Namun Bapak Sekar masih belum percaya dengan kejadian yg dialami Mbak Yanti dan Pak Tono. Bapak Sekar masilh berfikir bahwa orang-orang masih merasa ngeri dengan kerjadian pembunuhan yg dialami bibi. Jadi kejadian yg terjadi hanyalah dari fikiran mereka sendiri.
  Kemudian Bapak dan Ibu Sekar meminta Mbak Yanti untuk beristirahat saja dikamarnya dan tidak usah bekerja dahulu.  Mbak Yanti langsung menolak pernyataan dari Bapak dan Ibu Sekar dia tidak ingin dulu tidur di kamarnya. Karena kamarnya berdekatan dengan kamar bekas bibi.
   Akhirnya Bapak dan Ibu Sekar meminta mbok Yanti untuk sementara waktu beristirahat di kamar depan. Tidak berfikir panjang Mbak Yanti kangsung meng iyakan permintaan kedua majikannya. Sementara Mbak Yanti sedang dalam masa pemulihan, memasak di dapur menjadi tanggung jawab Ibunya Sekar. Dikarenakan asisten rumah tangga yang satu lagi yaitu Mbok Parti sedang pulang kampung.
   Tak lama Sekar pun terbangun dan sesuai kebiasaanya dia akan langsung menuju dapur untuk mengecek isi tudung sajinya. Rumah  Sekar adalah rumah model lama dengan lorong penyambung. Jadi semisal sekar menuju dapur dia pasti melewati Lorong tersebut. Namun Lorong tersebut bukanlah lorong gelap yg seram, melainkan Lorong yang ada candela ventilasinya. Sehingga cahaya dan oksigen bisa dengan mudah masuk.
  Saat Sekar sedang berjalan melewati lorong itu, Sekar melihat lewat cendela Pak Tono sedang memotong tanaman depan. Lagi.. lagi sekar melihat bibi berdiri di belakang Pak Tono. Sekar yg awalnya sudah tidak terlalu penasaran dengan kejadian bibi, mulai merasa penasaran lagi. Kenapa bibi selalu ada di belakang Pak Tono ?? Namun apalah daya Sekar hanyalah bocah kecil yg perkataanya sulit di percaya oleh keluarganya.
   Setelah sampai di dapur  Sekar kaget karena tidak biasanya Ibu Sekar memasak sendiri. Dia bertanya ke Ibu nya “Ibu, tumben jenengan masak sendiri ? Mbak Yanti kemana ?”. “Mbak Yanti sedang sakit ndok” sahut Ibunya. Kemudian Sekar menyakan kepada Ibunya tentang sakit yg diderita Mbak Yanti.
   Namun Ibu Sekar enggan menceritakan kejadian yg dialami Mbak Yanti tadi pagi. Dan hanya menjawab bahwa Mbak Yanti hanya kecapekan saja. Kemudian Ibu nya langung meminta Sekar memakan makanan yang sudah disiapkan. Dan Sekar pun langsung melahapnya sampai habis. Setelah itu Ibu Sekar pamit untuk ke Kantor Desa sedangkan Bapak nya dirumah.
   Setelah melihat Ibunya berangkat kerja, Sekar menuju ke kandang binatang peliharaannya. Sekar memanglah memiliki banyak binantang peliharaan. Salah satunya anjing kesayangannya yang bernama “Banu”. Banu adalah jenis anjing kampung, namun Sekar sangat menyayangi Banu. Sudah lama Banu tidak dikeluarkan dari dalam kendang. Sekar meminta Pak Tono untuk mengeluarkan Banu dari kandangnya.
   Pada saat Pak Tono ingin mengeluarkan Banu, entah kenapa tingkah Banu sangat aneh. Banu yg biasanya pendiam dan jarang menggongong, pada saat itu terus-terusan menggonggong kearah Pak Tono. Padahal saat itu Sekar sudah tidak melihat lagi bibi di belakang Pak Tono.
  Sekar berfikiran positif, mungkin karena yang mengurus Banu bukan Pak Tono, dan Pak Tono juga jarang berinteraksi dengan Banu, jadi dia tidak mengenali dan menjadi sedikit agresif. Setelah di keluarkan Sekar langsung saja menggendong Banu karena takutnya nanti Banu malah mengigit Pak Tono.
   Setelah itu Sekar membawa Banu bermain di taman belakang rumahnya. Sekar dan Banu bermain lempar tangkap menggunakan kaleng bekas. Banu terlihat sangat senang dengan ekor yang terus bergoyang-goyang. Sampai suatu ketika Sekar melemparkan kalengnya terlalu kencang dan jatuh di belakang pohon yang agak jauh dari taman belakang rumah. Banu langsung mengejar kaleng itu untuk diambil.
  Namun ada yang aneh dengan Banu, terlihat dari kejauhan dia menggonggong dan terus mencakar-cakar tanah. Sekar mencoba memanggilnya berulang kali namun Banu tidak datang dan tetap menggonggong sembari mencakar-cakar tanah disana. Sekar mencoba mendekati Banu, ingin tau apa yg sebenarnya dia lakukan.
  Banu terus menggaruk-garuk tanah seperti menggali. Karena Sekar juga penasaran dengan apa yang ditemukan Banu di dalam tanah itu, maka Sekar membiarkan Banu terus mencakar-cakar menggalinya sampai apa yg ditemukan Banu itu terlihat.
  Mulailah terlihat apa yang di gali Banu, terlihat ada benda. Namun belum terlihat seutuhnya. Sekar tetap terus membiarkan Banu sampai seluruh nya terlihat, dan Banu menggigit benda itu keatas tanah. Betapa terkejutnya Sekar dengan benda yang di temukan Banu. Ternyata bendanya itu adalah baju yg sudah kotor tertimbun tanah dengan berlumuran darah kering.
  Dan yg mengejutkan baju itu adalah baju seragam para pekerja di rumah sekar yang di pakai ketika ada acara tertentu. Dimana baju tersebut tertempel nama pemilik baju masing-masing. Dan pada saat sekar melihat nama pekerja yg tertempel dibaju itu……… (Bersambung)


Nb. Link part lainnya : 
PART 1 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI  PART 1)
PART 2 (KEMATIAN TRAGIS BIBI  PART 2)

PART 4 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 4 )
profile-picture
profile-picture
profile-picture
axxis2sixx dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh devnov13
Lanjutkan gan..mulai enak neh ceritanya




emoticon-Cendol Gan
Post ini telah dihapus
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
nice gan, heran masih ada junker iklan ga jelas di SFTH kaya komen atas ane.
emoticon-Hammer2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di