- Beranda
- Komunitas
- News
- Tribunnews.com
Viral Pembagian KKS di Sukoharjo Bikin Antrean & Kerumunan, Begini Kata Dinsos
TS
tribunnews.com
Viral Pembagian KKS di Sukoharjo Bikin Antrean & Kerumunan, Begini Kata Dinsos
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Video pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kabupaten Sukoharjo viral di media sosial (medsos).
Pasalnya, kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Graha PGRI Sukoharjo pada Kamis (6/1/2022) itu membuat kerumunan masyarakat yang antre untuk mendapatkan bantuan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin menuturkan pembagian KKS menjadi kewenangan Bank yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat.

TribunSolo.com/Istimewa
Suasana pembagian KKS di Gedung Graha PGRI Sukoharjo Kamis (6/1/2022) lalu.
Terlebih, menurutnya pembagian KKS tersebut sudah dijadwalkan sesuai dengan asal Kelurahan atau Desa masing-masing penerima.
"Kami diminta untuk memfasilitasi, karena yang punya data dan memverifikasi adalah pihak bank yang sudah ditunjuk. Selain itu, pembagian juga berdasarkan jam," terang dia.
Suparmin menuturkan, misalnya untuk Kelurahan A, penerima dijadwalkan pukul 08.00 WIB, Kelurahan B, penyerahan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB dan seterusnya.
Namun, praktik di lapangan, sebagian besar masyarakat datang bersamaan sehingga terjadi penumpukan. Padahal pihak bank membuka loket secara terbatas.
"Pembagian KKS tidak bisa diserahkan langsung, harus dicek dan mengisi data terlebih dahulu untuk penerima," jelasnya.
Baca juga: Kisah Pilu Keluarga Suyoto di Sukoharjo, Rumah Ambruk, Kini Mengungsi Bersama Istri dan Tiga Anaknya
Baca juga: Nahas, Sebelum Bantuan RTLH Cair, Rumah Warga Sukoharjo Sudah Ambruk Duluan
Atas dasar itu, setelah terjadi penumpukan penerima, kegiatan tersebut kemudian langsung diberhentikan dan pihak-pihak terkait melakukan evaluasi.
"Langsung kami hentikan bersama Polres Sukoharjo. Jumat (7/1/2022) pembagian dilakukan di Kecamatan dan berjalan lancar," tutur Suparmin.
Di bagian lain, dia menegaskan bahwa tidak ada niat sama sekali dari pemerintah untuk menyengsarakan masyarakat. Menurutnya pemerintah hanya ingin membantu masyarakat untuk mendapatkan haknya.
Menurutnya, kegiatan kemarin bisa menjadi evaluasi bersama. Dia berharap masyarakat juga bisa mematuhi persyaratan yang diberikan, misalnya datang sesuai jadwal.
Sementara itu, Alfiyan (32) salah satu warga yang saat itu berada di lokasi juga mengamini bahwa dalam pembagian KKS sempat ada penumpukan masyarakat.
Dia yang saat itu mengantarkan orang tuanya juga melihat para penerima berdecak-desakan untuk mendapatkan kartu tersebut.
"Sangat ramai, berdesak-desakan. Di dalam hanya ada beberapa petugas dari bank yang melayani. Tidak ada yang mengarahkan," kata dia.
"Saya antar orang tua kemarin, dari jam 8-12 belum bisa masuk ruangan, akhirnya kegiatan tersebut dibubarkan oleh pihak kepolisian," jelasnya.
Dia pun berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi kedepan bagi pihak-pihak terkait ketika akan menggelar kegiatan serupa. (TribunSolo.com)
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Video pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kabupaten Sukoharjo viral di media sosial (medsos).
Pasalnya, kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Graha PGRI Sukoharjo pada Kamis (6/1/2022) itu membuat kerumunan masyarakat yang antre untuk mendapatkan bantuan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin menuturkan pembagian KKS menjadi kewenangan Bank yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat.

TribunSolo.com/Istimewa
Suasana pembagian KKS di Gedung Graha PGRI Sukoharjo Kamis (6/1/2022) lalu.
Terlebih, menurutnya pembagian KKS tersebut sudah dijadwalkan sesuai dengan asal Kelurahan atau Desa masing-masing penerima.
"Kami diminta untuk memfasilitasi, karena yang punya data dan memverifikasi adalah pihak bank yang sudah ditunjuk. Selain itu, pembagian juga berdasarkan jam," terang dia.
Suparmin menuturkan, misalnya untuk Kelurahan A, penerima dijadwalkan pukul 08.00 WIB, Kelurahan B, penyerahan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB dan seterusnya.
Namun, praktik di lapangan, sebagian besar masyarakat datang bersamaan sehingga terjadi penumpukan. Padahal pihak bank membuka loket secara terbatas.
"Pembagian KKS tidak bisa diserahkan langsung, harus dicek dan mengisi data terlebih dahulu untuk penerima," jelasnya.
Baca juga: Kisah Pilu Keluarga Suyoto di Sukoharjo, Rumah Ambruk, Kini Mengungsi Bersama Istri dan Tiga Anaknya
Baca juga: Nahas, Sebelum Bantuan RTLH Cair, Rumah Warga Sukoharjo Sudah Ambruk Duluan
Atas dasar itu, setelah terjadi penumpukan penerima, kegiatan tersebut kemudian langsung diberhentikan dan pihak-pihak terkait melakukan evaluasi.
"Langsung kami hentikan bersama Polres Sukoharjo. Jumat (7/1/2022) pembagian dilakukan di Kecamatan dan berjalan lancar," tutur Suparmin.
Di bagian lain, dia menegaskan bahwa tidak ada niat sama sekali dari pemerintah untuk menyengsarakan masyarakat. Menurutnya pemerintah hanya ingin membantu masyarakat untuk mendapatkan haknya.
Menurutnya, kegiatan kemarin bisa menjadi evaluasi bersama. Dia berharap masyarakat juga bisa mematuhi persyaratan yang diberikan, misalnya datang sesuai jadwal.
Sementara itu, Alfiyan (32) salah satu warga yang saat itu berada di lokasi juga mengamini bahwa dalam pembagian KKS sempat ada penumpukan masyarakat.
Dia yang saat itu mengantarkan orang tuanya juga melihat para penerima berdecak-desakan untuk mendapatkan kartu tersebut.
"Sangat ramai, berdesak-desakan. Di dalam hanya ada beberapa petugas dari bank yang melayani. Tidak ada yang mengarahkan," kata dia.
"Saya antar orang tua kemarin, dari jam 8-12 belum bisa masuk ruangan, akhirnya kegiatan tersebut dibubarkan oleh pihak kepolisian," jelasnya.
Dia pun berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi kedepan bagi pihak-pihak terkait ketika akan menggelar kegiatan serupa. (TribunSolo.com)
0
219
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan