CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nikmati Rp12,6 T, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61b14def1d6862568961ae09/nikmati-rp126-t-heru-hidayat-dituntut-hukuman-mati

Nikmati Rp12,6 T, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati!

Nikmati Rp12,6 T, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati!

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menuntut terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. ASABRI (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019 dengan hukuman mati. Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA Khusus.

Seperti dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, JPU menyatakan pemberatan pidana atas perbuatan terdakwa dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. 1. Bahwa perbuatan terdakwa dalam perkara ini telah berakibat pada kerugian keuangan negara sangat besar seluruhnya sebesar Rp22.788.566.482.083,00 di mana atribusi dari kerugian keuangan negara tersebut dinikmati terdakwa sebesar Rp.12.643.400.946.226. Nilai kerugian keuangan negara dan atriubusi yang dinikmati oleh terdakwa sangat jauh di luar nalar kemanusiaan dan sangat mencederai rasa keadilan masyarakat.

2. 2. Sebelumnya, terdakwa juga telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) dengan nilai kerugian keuangan negara yang juga sangat fantastis yaitu telah merugikan keuangan sebesar Rp.16.807.283.375.000,00 dengan atribusi yang dinikmati oleh terdakwa seluruhnya sebesar Rp.10.728.783.375.000.,00.

3. 3. Bahwa skema kejahatan yang telah dilakukan oleh terdakwa baik dalam perkara a quo maupun dalam perkara korupsi sebelumnya pada PT. Asuransi Jiwasraya, sangat sempurna sebagai kejahatan yang complicated dan sophisticated, karena dilakukan dalam periode waktu sangat panjang dan berulang-ulang, melibatkan banyak skema termasuk kejahatan sindikasi yang menggunakan instrumen pasar modal dan asuransi, menggunakan banyak pihak sebagai nominee dan mengendalikan sejumlah instrumen di dalam system pasar modal, menimbulkan korban baik secara langsung dan tidak langsung yang sangat banyak dan bersifat meluas. Secara langsung akibat perbuatan terdakwa telah menyebabkan begitu banyak korban anggota TNI, Polri dan ASN/PNS di Kemenhan yang menjadi peserta di PT. ASABRI, hal ini juga termasuk dalam perkara korupsi pada PT. ASABRI termasuk pula korban-korban yang meluas terhadap ratusan ribu nasabah pemegang polis pada PT. Asuransi Jiwasraya yang tentu juga berdampak sangat besar dan serius bagi keluarganya.

4. 4. Perbuatan terdakwa telah mencabik-cabik rasa keadilan masyarakat dan telah menghancurkan wibawa negara karena telah menerobos sistem regulasi dan sistem pengawasan di pasar modal dan asuransi dengan sindikat kejahatan yang sangat luar biasa berani, tak pandang bulu, serta tanpa rasa takut yang hadir dalam dirinya dalam memperkaya diri secara melawan hukum.

5. 5. Terdakwa tidak memiliki sedikitpun empati dengan beriktikad baik mengembalikan hasil kejahatan yang diperolehnya secara sukarela serta tidak pernah menunjukkan bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah salah, bahkan sebaliknya dengan sengaja berlindung pada suatu perisai yang sangat keliru dan tidak bermartabat bahwa transaksi di pasar modal adalah perbuatan perdata yang lazim dan lumrah.

6. 6. Terdakwa dalam persidangan tidak menunjukkan rasa bersalah apalagi suatu penyesalan sedikitpun atas pebuatan yang telah dilakukannya, telah jelas mengusik nilai-nilai kemanusiaan kita dan rasa keadilan sebagai bangsa yang sangat menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

7. 7. Mengacu pada pengertian umum sebagaimana misalnya dalam KBBI, yang mengartikan "pengulangan" sebagai proses, cara, perbuatan mengulang". Jika tersebut, maka terdapat 2 (dua) konstruksi perbuatan terdakwa yang relevan dimaknai sebagai pengulangan yaitu:
* a) Terdakwa telah melakukan dua perbuatan korupsi yaitu dalam perkara korupsi PT. AJS dan perkara Korupsi PT. Asabri, di mana keduanya bisa dipandang sebagai suatu niat dan objek yang berbeda, meskipun periode peristiwanya bersamaan (PT. AJS sejak 2008 s.d. 2018 dan PT. ASABRI sejak tahun 2012 s.d. 2019)
* b) Dalam perkara korupsi pada PT. ASABRI dilakukan oleh terdakwa dilakukan sejak periode sejak tahun 2012 s.d. 2019 yang berdasarkan karakteristik perbuatannya dilakukan secara berulang dan terus menerus yaitu pembelian dan penjualan saham yang mengakibatkan kerugian bagi PT. ASABRI.
1. 8. Selanjutnya terkait dengan dakwaan tidak menyebut Pasal 2 ayat (2), menurut penuntut umum frase "Keadaan tertentu" sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) adalah pemberatan pidana dan bukan sebagai unsur perbuatan, hal ini dicantumkan secara tegas dalam Penjelasan Pasal 2 ayat (2) dalam UU Nomor 20 Tahun 2001, yaitu "Yang dimaksud dengan "keadaan tertentu" dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi..."

Dalam Penjelasan Umum UU Nomor 20 tahun 2001 juga dinyatakan bahwa:

"Dalam rangka mencapai tujuan yang lebih efektif untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi, Undang-undang ini memuat ketentuan pidana yang berbeda dengan Undang-undang sebelumnya, yaitu menentukan ancaman pidana minimum khusus, pidana denda yang lebih tinggi, dan ancaman pidana mati yang merupakan Pemberatan Pidana"

Dengan demikian, tidak dicantumkannya Pasal 2 ayat (2) seharusnya tidaklah menjadi soal terhadap dapat diterapkannya pidana mati karena hanya sebagai alasan pemberatan pidana, karena cukup terpenuhinya keadaan-keadaan tertentu yang dimaksud dalam pasal 2 ayat (2), maka penjatuhan pidana mati dapat diterapkan. Keadaan tertentu sebagaimana dalam Pasal 2 ayat (2) berdasarkan karakteristiknya yang bersifat sangat jahat, maka terhadap fakta-fakta hukum yang berlaku bagi terdakwa sangat tepat dan memenuhi syarat untuk dijatuhi pidana mati.

Maka dengan alasan pertimbangan dimaksud, JPU membacakan tuntutan terhadap terdakwa dengan amar putusan sebagai berikut:

* • Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan kedua primair Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
* • Menghukum terdakwa dengan pidana mati;
* • Membayar uang pengganti sebesar Rp 12.643.400.946.226 dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

https://www.cnbcindonesia.com/market...t-hukuman-mati
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
tuntutan jaksa ya bolehlah

tapi kalo pembelanya tajir apa bisa emoticon-Bingung

sebagai wong cilik yang kerjanya cuma dagang kecil2 an ane cuma mantau aja emoticon-Malu
Juliari yang tidak terbukti terima fee aja 20 tahun.

emoticon-Entahlah
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan
Ebong kalo korupsi gak tanggung2
tenang, ga ada sejarahnya Indonesia hukum mati koruptor, jadi woles aja, paling cuma canda doang
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Dihukum matek aja biar bisa jadi batu loncatan untuk menghukum matek para koruptor lainnya....emoticon-Leh Uga
eksekusinya 10 tahun lagi..keburu mati tua
Dia cuma kambing hitam kan?.

Nikmati Rp12,6 T, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati!
profile-picture
dragunov762mm memberi reputasi
Duit segitu banyak masi bisa tertangkap, payah ah. Kalo ane langsung aja tinggal di negara lain, beli mansion, hidup tenang abadi ampe mokad.
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Hukuman mati? Mimpi
Bubarin dulu itu komnas ham & sjw sjw goblog
so pasti hasil korupsi sudah menyebar ke anak sampe cicit bercucut emoticon-Wkwkwk emoticon-Cendol Gan
kalo lom lunas jgn hukum mati lah, semua yg terkait rekening dia harus ikut balikin
Keluarga nya juga menikmati
Sita dan miskinkan dia


Jangan hanya mati aja, tp anak dan warisnya masi lbh makmur daripada yg mengharap gaji UMK
profile-picture
masamune007 memberi reputasi
Pling jd seumur hidup.. kdg cm gimik
profile-picture
jerryreality220 memberi reputasi
Artidjo Alkostar udah gak ada sih,
Bikn ane gak yakin kalo orang ini,
Jadi koruptor pertama yg di hukum mati.
Bisa dihukum seumur hidup aja udah paten.emoticon-Cool
profile-picture
sav.grezza memberi reputasi
mustahil dihukum mati, paling bentar banding, habis kembalikan hasil korupsi dipotong jadi sekian tahun penjara aja
ah paling di penjara sehari2 masih bisa cengengas-cengeges,,,

tinggal bayar, tar keluar masuk jalan2 gampang,,

mo seumur idup jg kaga ngaruh buat dia kayanya,,

dari 12.6 T anggep 50 tahun sisa umurnya, per tahun masih bisa foya2 250M,, gw mo kerja ampe boker berdarah2 jg kaga bakal dapet segitu,,

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ATR42 dan 2 lainnya memberi reputasi
mang berani plonga plongo?
Nikmati Rp12,6 T, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati!

Death to corruptors!
Tuntutan sangar.
Ntar vonis paling 5 taun penjara potong remisi Ini itu.
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di