CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Indahnya Musim Panen (Dulu - Sekarang)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61b0c1d4b920515d711ed981/indahnya-musim-panen-dulu---sekarang

Indahnya Musim Panen (Dulu - Sekarang)

SALAM KASKUS

Assalamu'alaikum gansist yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik.
Jumpa lagi dengan ane @beqichot dalam trit ane yang kelasnya masih ecek-ecek..ahahaha.

Gansist ada yang mengalami masa kecil di daerah pedesaan di Jawa Tengah? Khususnya desa yang mayoritas penduduknya bertani padi?
Kalau ada...tunjuk jari...!!!!emoticon-Leh Uga

Kali ini ane ingin sedikit bernostalgia tentang pengalaman ane saat masih piyik (kecil), dan saat ini...(tuwir).
Nostalgia tentang apa? Tentang indahnya musim panen padi di desa.

"Kok ga penting banget sih...!"
Mungkin ada yang berpendapat begitu ya?
Namanya juga nostalgia, ga penting buat orang lain, tapi sangat berkesan buat ane.
Jadi mohon maaf jika trit ane ini nantinya akan jadi trit yang sangat tidak menarik buat sebagian agan dan sista.
Dan karena keterbatasan karakter dalam penulisan trit, maka nostalgia ini akan ane buat dalam beberapa part.

Oke...kita langsung ke tekapeh...


PROLOG

Padi sudah merunduk dan untaian padi yang di ujung sudah mulai semburat kekuningan.
Para petani tersenyum sumringah melihat hasil usaha mereka selama hampir 4 bulan, tak sia-sia.

Bulir padi yang mulai menguning di ujungnya (di daerahku disebut bangcuk/abang pucuk [merah di ujing]}, menjadi pertanda bahwa sebentar lagi musim panen akan tiba.
Musim panen, berarti menikmati hasil jerih payah mereka selama ini, mulai dari mengolah tanah, menyemai bibit, menanam padi, mengurus tanaman padi...

Di saat para petani sedang tersenyum gembira, sambil melafalkan kalimat syukur atas tanaman padi yang mulai menguning, anak-anak mereka juga menyunggingkan senyum.
Panen berarti, orang tua mereka bakal punya uang. Dan mereka bisa minta sepatu baru, baju, alat tulis dsb.
Tapi bukan itu saja yang mereka pikirkan. Anak-anak itu mulai membayangkan musim panen yang semarak, menyenangkan dan mengenyangkan.

Sudah terbayang dalam benak mereka, sebelum musim panen tiba, mereka akan merasakan makanan enak khas pedesaan yang menandakan bahwa sebentar lagi akan tiba musim panen.

Mata bening mereka juga memandang ke atas... ke pucuk-pucuk daun kelapa yang menjuntai.
Melihat pucuk daun pohon lontar yang lebar.
Ada apa di sana sehingga mereka begitu antusiasnya?

Hmmm...musim panen... musim petani berpesta
Musim anak-anak bergembira...

Apa yang membuat mereka bergembira?
Nanti... nanti...akan kita kupas satu persatu, sesuai dengan ingatanku dan akan dibandingkan dengan keadaan saat ini.
Apa yang beda dari dulu dan sekarang....

Siap???
Kita masuk part 1 ya...??
Let's go guys.....!!!


PROLOG

Part 1: Wiwit

Part 2: Burung Manyar

Part 3: Barter
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh beqichot

Part 1: Wiwit

Nah...yang satu ini sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak di kala aku masih kecil.

wiwit...iya wiwit.
Apa sih wiwit itu sehingga ditunggu-tunggu?
Apakah dia nama seorang gadis kecil yang cantik?
Hahaha ..bukan gansist...

Oke, kita lihat wiwit itu apa sebenarnya.

Wiwit itu berasal dari kata Jawa yang berarti mulai..
Jadi wiwit itu menjadi pertanda bahwa musim panen akan segera dimulai.

Nah, wiwit dalam khazanah musim panen, berarti wujud syukur karena tanaman padi mereka bagus dan sebentar lagi akan dipetik.

Sedang wujud wiwit itu adalah, memulai memotong padi dengan ani-ani (alat potong padi tradisional....silahkan googling gansist) di sawah sebanyak beberapa batang saja.

Dahulu, wiwit ini sekaligus dengan membawa nasi beserta lauk pauknya ke sawah. Biasanya berisi nasi, pelas (parutan kelapa yang dibumbui lalu dikukus), telur rebus sebutir..
Nah...wiwit ini sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak jaman dulu.
Setiap melihat ada orang membawa bakul nasi ke sawah, pasti anak-anak langsung mengundang kawan-kawannya.
Beramai-ramai, mereka menunggu orang yang sedang melaksanakan wiwit itu pulang.
Kami mencegatnya di tengah jalan.
Bayangkan ada 8-10 anak menunggu wiwit itu.
Orang yang wiwit tadi, begitu melihat anak-anak berkerumun, dia sudah tahu maksud anak-anak itu.
Jadi dia menghampiri kerumunan anak-anak itu.
Dan dengan berebutan, anak-anak itu mengangsurkan sehelai daun pisang (yang entah mereka robek di mana).
Lalu dengan sabar, si pembawa bakul nasi itu, mulai mengisi sobekan daun pisang itu dengan : sedikit nasi, sejumput pelas, dan sesuil telur rebus
Bisa dibayangkan gansist? Telur rebus sebutir dibagikan sepuluh anak, dan harus ada sisanya. Ga boleh habis...
Berapa banyak yang didapat anak-anak itu?
Asli, cuman secuil wil wil....sebesar ujung jari kelingking untuk setiap anak.

Setelah semua daun terisi makanan tadi, beramai-ramai anak-anak itu makan bersama.

Aku pernah bertanya pada teman-teman seumuranku tentang bagaimana perasaan mereka ketika menyantap nasi wiwit itu?
Apa jawab mereka?

"Wah...enak banget. Nasinya wangi...pelas yuyu (ketam) nya enak banget, telurnya tak makan sama kulitnya....! Masa -masa indah yang sulit dilupakan..!"

Selalu begitu jawab mereka.

Memang gansist, apa yang kita dapat dari nasi wiwit itu cuma sedikit, tapi rasanya nikmat tiada tara.
Hingga kami dewasa, kadang kami kangen dengan ritual minta nasi wiwit itu.
Ah...masa kecil yang indah...!!!

Sekarang, wiwit masih ada. Bedanya adalah, nasi wiwit itu dibagikan tetangga sekitar pagi-pagi.
Tidak lagi dibawa ke sawah.
Dan andaikan dibawa ke sawah, kurasa tak akan ada anak-anak yang akan berbaris meminta nasi wiwit itu.
Dan memetik padinya pun, tak lagi memakai ani-ani.
Semua sudah berubah tergerus jaman.
Semua sekarang hanya menjadi kenangan indah saat musim panen.

Di saat mengingat saat-saat itu...rasanya kangen kembali ke masa kecil dulu.
Indahnya Musim Panen (Dulu - Sekarang)
source: google pict
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nayanta dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh beqichot
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Betul bre ..jaman masih bocil paling seneng nungguin yg punya sawah "masrahke " sesaji wiwit.. paling suka sambel gepeng nya...wkwkw
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan beqichot memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Wiwit kalau di tempat ane 'methik' namanya. Agak beda sih tradisinya. Di tempat ane nasi dan lauk pauknya cuma empat bungkus, dibungkus pake daun jati. empat biji ditaruh di keempat sudut sawah yang udah ditandai dengan janur yang dianyam sedemikian rupa dan ditancepin di sudut sawah, nancepinnya di sela ela tanaman padi gitu, jadi agak tersembunyi. trus sebungkus lagi ditaruh di tempat mbah dukun baca doa (pethikan).

Biasanya pas mbah dukun baru mulai anak anak udah nungguin di sudut sawah yang udah ditandai pake janur, pas mbah dukun selesai baca doa dan bungkusan nasi diraruh di sudut sawah yang udah ditandai, jadilah anak anak pada rebutan buat ngambil.

Seru gaess, kadang sampai ada yang berantem gegara rebutan bungkusan nasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bachtiar.78 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kenapa ane ga pernah kek gitu yaa... padahal rumah juga mewah (MEpet saWAH)...ato ane aja yg jarang maen di sawah...

Walaupun begitu ane ttp bersyukur bisa ngerasain masa kecil yg indah...beda sama sekarang...kalo ane liat anak² jaman sekarang maennya pada nunduk semua...rasa kebersamaan nya bisa dibilang kurang...
profile-picture
beqichot memberi reputasi
Diubah oleh prabuuya
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
kereeennn

dulu ane suka main di tumpukan jerami
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan beqichot memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ehhh ada 3 ritual padi tempat ane.
1. Pas nanem padi berupa Lombok bawang merah n putih ditusuk lidi dan beberapa beras kuning dlm wadah takir. Ditaruh di tempat saluran air yg masuk ke sawah. Lupa namanya..

2.pas padi buntinh dan mulai mekar_lali juga Arane.
Isinya jajanan pasar, teri panggang, lombok brambang bawang yg ditusuk, nasi, ndok bulet dan atau ayam panggang sesuir sejumlah /45 biji. Lokasinya 4 penjuru + saluran tulakan air. Di wadah besek kecil ukuran 15x15x5cm.
Ini favorit cah angon kebo dan tukang ngarit.
Wareq tenan.....


3.wiwit.
Sebakul nasi, sambel trancam+potongan kecil2 tempe panggang, ingkung ayam, endok bunder, jajanan pasar, buah2an, gerih panggang dan Lemet dari bekatul (ini yg diburu krn bikin wareq n manis rasa).
Seiket padi sebagian simbolik mbok Sri.
Dibagi2 ke anak dan atau yg ikut motong padi pakai pinjuk godong gedhang.



Deso mowo coro bang....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bachtiar.78 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pulaukapok
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Terbayang masa kecil tahun 90an berlari larian di tengah galengan mandi di aliran air disel pinggir sawah makan nasi buangan sajen disawah, sore hari bakar bakar singkong di gubuk, malamnya nyuluh belut .. emoticon-Malu (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
beqichot dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
zaman sekarang masih ada yg ngasak g ya?
ngasak itu d ko kampungq ngambilin sisa padi yg habis di panen
secara skr banyak yg panen menggunakan mesin dan hampir tidak ada sisa padinya
profile-picture
profile-picture
beqichot dan indrag057 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Jenang blowok & jenang muntennya bikin kangennnnnnn kampung kelahiran,
emoticon-Sorry emoticon-Mewek
profile-picture
beqichot memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
siap nyimak.
profile-picture
profile-picture
bachtiar.78 dan beqichot memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan

Part 2: Burung Manyar

Dahulu, ada tanda alam menjelang panen padi, yaitu kedatangan ratusan atau mungkin ribuan burung manyar, yang membuat sarang di pelepah daun lontar, atau juga di pelepah kelapa.
Entah darimana mereka tahu bahwa saat itu musim menjelang panen, padi sudah mulai menua.
Mungkin itu suatu feeling alami mereka.

Sebagai anak-anak, begitu ada burung-burung manyar dengan sarangnya yang tergantung indah, kami akan sangat senang. Walaupun hanya sekedar menonton keriuhan burung-burung itu tiap sore hari, atau ramai-ramai membuat ketapel.
Bukan untuk mengincar burungnya, tapi untuk mengincar sarangnya yang indah.

Indahnya Musim Panen (Dulu - Sekarang)
source: google pict

Lihat betapa indah sarang burung ini. Dan kalian tahu? Sarang itu biasanya terletak sangat tinggi. Dan terikat kuat di tempatnya.
Bahkan setelah beberapa kali terkena peluru ketapel kami, sarang itu tak jatuh juga....ckckck

Bahkan setelah jatuh, kami tak mampu merusak sarang itu, katena anyamannya sangat kuat.
Benar-benar sebuah keajaiban...

Yang aku heran, setiap sarang mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Kalau umumnya sarang burung itu bentuknya hampir sama untuk burung yang sejenis, tapi manyar berbeda
Aku suka menyebut bahwa burung manyar itu arsitek alam!

Tapi Sekarang, aku tak pernah melihat keberadaan sarang dan burung arsitek ini. Sudah sepuluh tahun lebih aku kembali ke kampung halamanku, dan selama itu, aku tak lagi pernah menemukan atau melihat burung ini.
Apakah mereka punah? Atau kenapa?
Apakah karena pohon lontarnya sudah ditebang, sehingga mereka enggan kembali?
Nampaknya pertanyaan ini tak bakal terjawab dengan mudah.

Satu kenangan indah musim panen telah hilang, menyisakan kenangan dalam memory yang susah untuk dilupakan.

Dan aku melihat di toko online, burung ini diperjualbelikan dengan harga yang bervariasi.
Syukurlah kalau burung ini masih ada.
Jangan biarkan mereka punah ..karena itu slaah satu keragaman hayati di Indonesia.
Dan.....mereka adalah salah satu kenangan terindah di musim panen padi...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan

Part 3: Barter

Apa yang paling ditunggu anak-anak saat panen tiba, selain nasi wiwit?
Dahulu, di daerahku saat musim panen tiba, inilah saat paling menyenangkan bagi anak-anak. Setiap orang tua pulang dari memetik padi di sawah, pasti akan membawa es dawet satu cerek, tape sungkong 1 bungkus, terkadang gorengan...

Lho, memang ada ya yang jualan di sawah? Trus modelnya gimana?
Kayak warung berjalan kah?

Begini gansist, setiap musim panen tiba, maka akan banyak sekali orang yang berjualan di sawah.
Mulai es dawet yang dipikul....dan menurutku ini yang paling berat. Bayangkan saja, dia berangkat berat, pulang juga berat...emoticon-Cape d...
Ada juga penjual tape singkong, yang biasanya naik sepeda dengan keranjang kecil di kiri kanan sepeda. Keranjang ini berisi tape itu tadi. Tiap melihat ada orang memetik padi, dia ambil salah satu keranjang, dan turun ke sawah untuk menjajakan dagangannya.

Semakin ke sini, jenis dagangan semakin bermacam-macam. Awalnya meningkat pada gorengan, lalu kopi dll, bahkan rokok juga lauk pauk....emoticon-Hammer2

Lalu gimana proses pembayarannya? Memangnya para petani itu bawa cuan waktu ke sawah?

Ga perlu repot gansist... kita jual beli dengan cara barter. Semua ditukar dengan gabah. Tentunya sesuai dengan harga barang yang kita ambil.

Aku ingat, dulu saat ikut orang tua ke sawah untuk memetik padi, kita ngurup (barter), gabah dengan dawet.
Hanya gabah swbanyak satu caping (penutup kepala dari anyaman bambu) penuh, kita bisa puas minum dawet... Asli sampai puas...sampai perut kembung lah istilahnya.
Itu masih ditambah 1 cerek es dawet.... WOW...!!!

Dari sekian banyak dagangan di sawah, es Dawet dan tape adalah primadonanya. Dari dulu hingga akhir-akhir ini, dua dagangan itulah trade mark musim panen.

Aku pernah dengar dari almarhumah budheku, bahwa jaman dahulu penjual dawet itu harus telanjang dada.
Bayangkan gansist, di tengah panas terik siang hari, memikul beban berat, dan mesti bertelanjang dada (tanpa baju, hanya celana komprang).
Aku sempat bertanya, kenapa kok harus telanjang dada?
Kata budheku, itu untuk penilaian bahwa pedagang itu bersih dan sehat.
Kata beliau, kalau yang pakai baju malah ga laku, karena orang-orang takut kalau pedagang itu ternyata memiliki penyakit kulit...emoticon-Cape d...
Sampai segitunya....

Tapi saat jamanku, semua memakai baju kok.
Ugh...segar sekali, saat cuaca panas, berkeringat di sawah, lalu minum dawet....hmmm...
Nikmat mana lagi yang kamu dustakan. ..?

Tapi yang namanya anak-anak, selalu saja ada tingkah nakalnya. Begini ceritanya.....

Saat dapat tugas dari orang tua untuk menjemur gabah, cuaca pasti panas sekali.
Nah, paling senang jika ada tukang dawet lewat.
Tapi, karena takut kalau nanti orang tua marah karena gabah berkurang, kami ga kurang akal dong...
Kami ambil rantang, bawah kami isi dengan gabah bagus, di atasnya kita kasih sekam lumayan banyak, dan paling atas, gabah bagus lagi.....emoticon-Cape d...
Nah, saat ada tukang dawet, barterlah kita. Minum dua atau tiga mangkuk, kenyang sudah. Kita kasih gabah dalam rantang yang sudah disiapkan tadi, tentunya sambil berdebar-debar takut ketahuan...hehe.
Setelah tukang dawet pergi, barulah senyum kemenangan tersungging di bibir kami.
(Jangan ditiru di rumah, hanya dilakukan oleh profesional yang berpengalaman.....!!! emoticon-Ngakak

Itulah kenangan indah dengan tukang dawet saat musim panen.

Sekarang, pemerintah desa melarang para penjual untuk beejualan lagi di sawah. Alasannya, karena itu tuntutan daru pemilik sawah, karena dianggap merugikan pemilik sawah.

Ada benarnya juga sih, walaupun aku secara pribadi tak menyetujuinya.

Kenapa???

1. Menuai padi itu pekerjaan yang sangat berat, apalagi saat panen musim penghujan. Mereka yang menuai padi itu pasti kelelahan dan kehausan. Menurut pendapatku, biarlah mereka barter kalau cuma es dawet atau tape singkong, atau gorengan. Asal jangan yang mahal-mahal dan tidak urgent, seperti rokok, ayam goreng, dll.
Palingan gabah cuman berkurang 5 kg paling banyak. Itu kan bisa juga disebut sedekah? Kan pemilik sawah dapat pahala?

2. Para penjual itu juga butuh cari makan. Dan apa yang mereka lakukan itu halal. Nah, kenapa kita tak bantu mereka, dengan membiarkan penuai padi barter dengan mereka?
Bukankah itu juga ibadah dan dapat pahala?
Kenapa sih pada medit banget?emoticon-Cape d...

Tapi semua punya pandangan sendiri-sendiri.
Aku pribadi jika ada orang yang memetik padi di sawah garapanku, aku silahkan mereka untuk barter yang wajar. Karena aku sendiri sudah merasakan, betapa lelah dan haus serta lapar, menuai padi itu.

Sekali.lagi, itu pendapat pribadiku sih, sebagai orang di arus bawah...hehe.


Itu tadi semua hal yang ane ingat tentang indahnya musim panen. Dahulu dibandingkan dengan sekarang.
Jika ada keslahan tulis, atau ada kata-kata yang menyinggung readers, ane mohon maaf yang sebesarnya.
Sekali lagi, ane hanya ingin berbagi cerita sekaligus bernostalgia

Terima kasih sudah mampir dan membaca trit ane ini...

C U in next trit....

Be happy....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liverd dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Nice om chrot...lanjutken....
profile-picture
profile-picture
beqichot dan bachtiar.78 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
wow keren om ichot,
jadi pengen punya rumah di desa emoticon-Wow
profile-picture
profile-picture
prabuuya dan beqichot memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
membaca dengan seksama.. 👍👍
profile-picture
beqichot memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
bgus bre
profile-picture
beqichot memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kalo yg ane inget gan setiap kali abis panen, sawah pasti rame ama anak2 yg maen layangan, cuma kalo jalan nyeker harus ati2 soalnya sisa taneman padi yg sudah kering itu sakit kalo keinjek. Nah kalo mulai musim tanam lagi paling seru nyari ikan gabus ama belut di lobang2 sawah abis itu langsung dibakar di tepi sawah. Dari rumah cuma bekel nasi ama kecap abc sachetan,minumnya aer kelapa muda langsung metik, mandinya di irigasi pinggiran sawah. Indah banget dah yg masa kecilnya pernah ngalamin hal2 kek gitu
profile-picture
beqichot memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Semua sudah berubah tergerus jaman.
profile-picture
beqichot memberi reputasi


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di