CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
DEPRESI DAN TRAUMA MEMBUAT SAYA TERKENA PENYAKIT FIBROMYALGIA
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61ada9dfd1d55e2412264e43/depresi-dan-trauma-membuat-saya-terkena-penyakit-fibromyalgia

DEPRESI DAN TRAUMA MENYEBABKAN SAYA TERKENA PENYAKIT FIBROMYALGIA

DEPRESI DAN TRAUMA MEMBUAT SAYA TERKENA PENYAKIT FIBROMYALGIA
Photo by pixabay

Fibromyalgia yaitu penyakit yang menyerang tubuh, badan terasa kaku,bahkan sesak nafas. Penyakit ini tidak dapat di sembuhkan menurut dokter, apa penyebab dari penyakit langka ini? Diantaranya yaitu akibat trauma jangka panjang,trauma fisik maupun emosi, pernah mengalami kecelakaan, dan lain-lain.

KENAPA BISA TERKENA PENYAKIT LANGKA INI?

Saya mempunyai riwayat trauma masa kecil,orang tua bercerai dan sering melihat pertengkaran mereka. Bahkan saya dan kakak perempuan pernah sembunyi di bawah kasur,kita menutup telinga karena suara teriakan ibu membuat kita takut. Ya, mereka sedang bertengkar. Awalnya kita baik-baik saja, hidup harmonis dan saya hanya dekat dengan kakak perempuan dan kakak angkat yang sudah almarhum.

Orang tua sering bertengkar saat saya masih kecil,hingga tumbuh dewasa. Pertengkaran itu terus berlanjut, otomatis saya terserang depresi. Namun, saya menyimpannya. Bahkan tidak pernah mengeluh.

Semenjak duduk di bangku sekolah menengah pertama ( SMP ), terjadilah bullying di sekolah. Hingga saya tidak mempunyai teman, bahkan duduk sendirian. Padahal saat itu sudah memasuki tahap depresi, tidak nyaman di rumah karena tidak ada yang peduli, sayapun tidak pernah manja dan menceritakan penderitaan di sekolah. Yang saya lakukan hanya "DIAM DAN MENANGIS."

BAGAIMANA KEADAAN SAYA DI RUMAH?

Saya selalu menipu orang tua dengan wajah ceria, seakan semua baik-baik saja,walaupun kedua orang tua tidak akur. Dan kurang memperhatikan saya,tapi saya sangat menyayangi mereka. Bahkan sangat kasihan kepada "Ayah." Banting tulang bekerja untuk menghidupi kita, sekalipun hari libur ayah selalu sibuk bekerja. Apapun pekerjaannya akan ayah ambil.

KISAH PERCINTAAN KEDUA ORANG TUA

Dulu mama sering bercerita tentang masa remajanya, ibu adalah perempuan yang polos menurut saya. Karena saat itu ibu menceritakan bahwa ayah saya mengejar-ngejar ibu, mereka dipertemukan di acara keluarga. Karena ibu dan ayah masih ada hubungan saudara, ayah naksir ibu saat itu.dari situlah perkenalan mereka, kemudian ayah sering ke rumah. Lucunya, kakek saya selalu mengekang. Bahkan menunggu ayah yang sedang malam mingguan. Menurut ayah saya kakek "AYAH DARI IBU," merupakan orang yang tegas, bahkan ayah mengatakan paras wajah kakek ganteng sekali. Hidungnya mancung dan kulitnya kuning langsat,ternyata kakek memang ada keturunan. Wajar wajahnya memang berbeda, kakek bekerja sebagai kepala perhutani, yang tentunya pekerjaan tersebut sangat menantang. Bahkan pernah bertemu langsung dengan "Harimau," di hutan.

Selanjutnya ayah terus mengejar ibu sampai mau menikah dengan ayah, nenek "IBU DARI AYAH." Mengeluh, kuliahnya terbengkalai karena masalah percintaan. Sayang sekali, ayah saya tidak melanjutkan kuliah demi ibu saya. Hingga skripsinya ditinggalkan.

AWAL MULA MENGALAMI DEPRESI

Saat saya di sekolah semua berjalan baik bahkan saya mempunyai teman, kita selalu berempat. Hanya karena gosip dan fitnah yang menyebar tentang saya, semua berubah. Bahkan selama 3 tahun menahan rasa sakit, bahkan memendamnya tanpa diketahui siapapun termasuk kedua orang tua.

Saya tidak tahu apa yang membuat orang tersebut tega memfitnah? Apa karena banyak laki-laki yang naksir,sehingga membuatnya marah? Bahkan saya tidak mengerti pacaran saat itu, walaupun ada yang menganggap sebagai pacarnya. Bukan hanya fitnah,sayapun di hina banyak orang ketika pulang sekolah sendirian karena tidak bisa mengerjakan salah satu mata pelajaran. Mereka mengatakan saya "Tolol." Saya hanya terdiam, bagaimana bisa fokus belajar? Saya mengalami depresi hampir setiap saat di rumah, di tambah keadaan di sekolah. banyak melamun dan memendam. Belum tahu siapa pelaku fitnah tersebut,hingga membuat saya dijauhi banyak orang.

Setelah lulus smp, saya masuk sekolah menengah atas yang mewajibkan siswinya menggunakan hijab. Awal permulaan seperti biasa baik-baik saja, saya mempunyai teman bahkan sahabat. Hanya saja saya kaget setelah mengetahui teman semasa smp sekelas dengan saya. Sayapun menghiraukan dia, menikmati suasana baru.

Saat saya berulang tahun, beberapa teman memberikan surprise. Saya di siram air dan telur, semua terasa indah. Namun,tidak berkunjung lama. Saya di jauhi lagi dan duduk sendirian. Karena merasa sudah tidak tahan, keadaan di rumah lebih hancur. Bahkan ayah menjadi sangat pemarah, mungkin lelah dengan konflik. Tidak ada satupun salah satu keluarga yang bisa di ajak berbicara, saya terbiasa sendirian. Bahkan saat memasak sekalipun, saat ibu tidak ada di rumah.

Di sekolah saya tertekan,hingga membuat saya berontak. Mulai bolos sekolah dan berusaha tidak diketahui kedua orang tua. Hingga suatu saat saya di ketahui sering bolos, apa yang terjadi? Ayah saya sangat marah dan hampir melayangkan tangannya tepat di pipi saya. Saya hanya berkata, ingin pindah sekolah dan tidak mengatakan apa yang terjadi di sekolah. Kemudian,ayah mengabulkan keinginan saya.

Saya bertanya-tanya apakah teman semasa smp itu yang menjadikan saya bahan gosip? Sehingga masa smp saya terulang lagi? Itu hanya fikiran buruk saat saya berada di sekolah tersebut.

SUASANA BARU DI SEKOLAH

Saya menjadi murid baru saat itu,berkenalan dan sesudah beberapa bulan mendapatkan teman sebangku dan sahabat yang baik, sekolah tersebut terkenal dengan kenakalan dan membuat ulah,itu yang dikatakan orang-orang. Namun, menurut saya sekolah ini menyenangkan. Karena tidak ada yang berbuat jahat kepada saya, bahkan mempunyai sahabat yang baik. Kita selalu bersama, bermain di rumah dan berbagi cerita. Tidak ada cerita kesedihan di masa lalu, karena saya masih memendam perasaan itu. Walaupun keadaan keluarga lebih kacau lagi saat itu, tetapi karena di sekolah ini merasa bahagia. Tidak terlalu membuat saya tertekan. Saat itulah bisa bernafas lega saat di sekolah.

Setelah lulus SMA,.. kedua orang tua bercerai dan keadaaan dirumah tidak menyenangkan, bahkan kedua kakak laki-laki tidak akrab dengan saya, kakak perempuan sudah menikah. Rumahpun tidak terawat. Ibu selalu keluar rumah, karena merasa kesepian. Kakak perempuan menyambut saya agar tinggal bersama, setelah kecelakaan tragis yang meregut nyawa kakak ipar ( SUAMI KAKAK ) , kakak menjadi single parent. Yang menghidupi kedua anaknya, menyedihkan. Anak bungsu kakak,tidak pernah melihat ayahnya,karena saat mengandung. Terjadilah kecelakaan tersebut.

Membuat saya bersyukur, meskipun kehilangan perhatian dan kasih sayang kedua orang tua. Keponakan lebih kehilangan, karena saya tinggal bersama kakak. selalu membantu mereka walaupun saat itu ada asisten rumah tangga, saya begitu senangnya merawat kedua keponakan, yang lucu dan menggemaskan. Seakan-akan stress itu hilang.

BERKEINGINAN BUNUH DIRI

Saat saya diterpa banyak masalah dan menabung rasa sakit,yang di pendam begitu lama. Membuat saya ingin mengakhiri hidup, selalu membayangkan mempunyai keluarga yang akur dan harmonis. Bahkan saya butuh sosok ayah, karena sudah lama ayah tidak bersama saya lagi. Bahkan ayah hidup sendiri, bodohnya saya saat itu tidak dapat mengendalikan emosi.

Pernah saat saya tidak kuat menahan rasa sakit yang terlalu lama,mengingatkan saya ke masa lalu. Dimana teman-teman mentertawakan saya,menghina dan saya sendirian. Seakan-akan memori itu selalu ada,membuat saya stress. Rambut panjang di pangkas habis dan tidak meninggalkan sedikit rambut.lalu menutupnya menggunakan hijab.

Bahkan saya pernah menggores lengan dengan silet, sambil menangis dan mengurung diri dikamar, merasa ingin mati saja saat itu.

Masa lalu membuat saya depresi,bahkan trauma ketika melihat wajah mereka lagi ( teman sekolah ).

Setelah kondisi membaik sayapun bekerja saat itu,tidak bertahan lama karena sering berpindah-pindah

Beberapa tahun kemudian,menjalin hubungan dengan seseorang yang merupakan suami saya saat ini. Anak kuliahan yang introvert, temannya mengenalkan saya kepada suami yang merupakan teman saya juga. Kemudian kita menjadi sangat dekat,awalnya hanya menganggap sahabat.

Tahun 2009 saya kuliah jurusan desain grafis, karena takut tidak cocok dengan jurusan yang saya ambil ini. memutuskan,tidak menempuh S1 terlebih dahulu. Masa kuliah sangat berbeda saat sekolah smp hingga sma, karena saya sangat bahagia saat itu. Ayah sayapun memberikan semangat agar bisa lulus kuliah kemudian berkarir. Namun,saat itu saya dilanda depresi. Membuat saya malas kuliah dan memutuskan untuk tidak melanjutkan. Beberapa tahun kemudian mendaftarkan diri di salah satu universitas. Saya bangkit kembali, sayang. Saat itu kekurangan dana. tidak melanjutkan kembali.

Kemudian,saya mencurahkan semua masalah hidup kepada pacar saya. Dia tidak bisa membantu, karena saat itupun pacar saya hanya anak kuliahan yang mencari uang tambahan dengan berjualan "Donat keliling dan ngamen."

Hubungan kita tidak di restui karena saat itu suami masih kuliah, saya pernah berkeinginan untuk menikah muda. Karena, saya takut terjadi sesuatu karena saking dekatnya kadang kita berduaan di kosan. Kemanapun kita selalu bersama saat susah maupun senang, saya merasa kekosongan dalam hidup di isi olehnya. Walaupun saat itu pacar saya alias suami, tidak mempunyai apapun. Bahkan kendaraan saja tidak punya. Lucunya, makan mie semangkuk berdua.

Kita saling berbagi cerita, suamipun mempunyai masa kelam dan pernah nakal. Dulu pecandu minuman keras,tanpa diketahui kedua orang tuanya.

Bahkan dialah orang yang pertama mengetahui semua rahasia dalam hidup saya,yang selama ini terpendam. Karena hubungan kita tidak di restui bahkan kakakpun mengatakan bahwa saya harus hati-hati mencari pasangan, lihatlah kakak iparmu menikahi kakak sudah siap dan matang. Pekerjaan yang mapan dan mempunyai rumah.

Akhirnya kita menikah setelah melewati masa-masa tersulit, suamipun mendapatkan pekerjaan sebagai programmer di salah satu perusahaan. Hidup kita sangat bahagia,walaupun terkadang ada pertengkaran kecil. Saya tidak akan pernah bercerai walaupun dilanda pertengkaran seperti kedua orang tua. Keadaan apapun suami adalah yang pertama dan terakhir.

Kita dikarunia anak yang begitu lucu, tumbuh perasaan bahagia dalam hidup saya, diberikan Allah selama ini. Suami yang selalu ada untuk saya ketika senang maupun sedih, anak yang lucu menjadi obat penenang.

DEPRESI BERAT HINGGA KE PSIKIATER

Setelah beberapa tahun, kita bersama. Saya Di landa masalah kesehatan, berawal dari sakit GERD selama 3 bulan, setelah trauma masa lalu terulang kembali karakter buruk seseorang di masa lalu kembali terulang. Mungkin membuat saya mengidap penyakit ini "Fikir saya saat itu."

Setelah beberapa kali memperiksakan diri perihal penyakit ini,dokter mengatakan saya sakit maag kronis. Namun,dokter yang berbeda mengatakan ini adalah penyakit "GERD." entahlah apa penyebab penyakit ini, saat itu saya tidak tahu harus bagaimana. Sempat-sempatnya saya membuat status, terkait penyakit ini. Isi status whatsapp itu mengatakan bahwa saya sedang sesak nafas.

Alangkah terkejutnya saya, ada seseorang membuat status menyindir dengan kata-kata "tidak kuat menahan tawa hingga membuatnya sesak nafas," setelah dia melihat status yang saya posting. Sakit sekali hati saya saat itu,namun berusaha untuk berfikir positif. Mungkin itu hanya kebetulan.

Saya merasa sedang sekarat,karena sesak nafas yang sangat menyiksa. Apalagi jika di tambah beban fikiran, pernah saya mengalami krisis keuangan hingga tidak bisa ke dokter. Karena kita sudah pernah melewati masa sulit, bisa mengatasi masalah itu. Hanya saja sesak nafas ini sulit sembuh. Saya berikhtiar, kesana kemari. Bahkan pernah terbesit dalam fikiran bahwa saya di guna-guna. Namun,fikiran buruk tersebut saya buang.

Setelah mencari-cari info, saya komentar di salah satu akun sosmed yang mengatakan dia pernah sakit gerd kemudian sembuh. Setelah berobat ke psikiater, karena selain fisik yang diobati kesehatan mentalpun bisa sakit dan menyebabkan penyakit fisik.

Saya memberanikan diri untuk konsul ke psikiater tanpa paksaan, kemudian mengetahui bahwa saya mengidap depresi. Kemudian diberikan obat, setelah beberapa minggu. Penyakit gerd ini sembuh.

Dokter mengatakan bahwa saya menyimpan rasa sakit hingga terpendam dan menimbulkan penyakit. "Emosi yang di pendam."

FIBROMYALGIA

Saat itu saya terbangun dari tidur kemudian sulit mengangkat badan,semua terasa sakit. Bahkan sesak, suami mengira saya hanya salah tidur. Beberapa hari kemudianmengatakan, bahwa saya kesal kepada mereka yang selama ini memperlakukan saya sangat tidak wajar, bahkan tidak sopan. Saya memendamnya dan memberanikan diri untuk mengatakan semuanya, karena ada sesak sehingga curiga penyakit ini ada kaitannya dengan psikis saya saat itu.

Kemudian kembali ke dokter,saya hanya sedikit mencurahkan isi hati. Mengatakan bahwa ada seseorang yang selalu membuat saya sakit hati,bahkan saya tidak lagi menggunakan whatsapp. Sayapun menjauh, bahkan trauma ketika dipertemukan dengan mereka yang selalu menyakiti hati saya. Padahal selama ini saya selalu berbuat baik,bahkan saat dia mempermalukan di depan banyak orang. Seakan-akan harga diri saya jatuh, saya membalasnya dengan mengusapnya. Walaupun saat itu ingin menangis,saya berusaha sabar. Bukan hanya sekali dua kali saja, sering kali dia menyakiti hati saya.

Lalu saya diberikan obat,kemudian saya bertanya kepada dokter. Obat apa ini dok? Karena obat tersebut berbeda dengan resep obat sebelumnya, dokter mengatakan bahwa saya "Fibromyalgia." Sayapun penasaran penyakit apa itu,saya searching kemudian lemas seketika. Tidak menyangka penyakit langka ini ada pada diri saya.

Suami menenangkan saya dan mengatakan jangan peduli dengan ucapan buruk seseorang, biarkan mereka menghinamu. Lihatlah keluarga kecilmu.
Sayapun memeluknya dan menangis saat itu, dokter mengatakan bahwa emosi yang saya pendam selama ini menyebabkan sakit fisik.

Mereka yang selalu menyakiti hati saya tidak pernah peduli dengan penyakit yang saya alami, hanya keluarga kecil yang membuat saya bahagia selama ini. Penyemangat hidup, bahkan berharap Allah mengambil nyawa kita secara bersamaan. Karena saya tidak bisa hidup tanpa anak dan suami.

Bagi saya suami adalah sahabat terbaik,bisa menjadi apapun. Karena penyakit ini membuat saya sangat berhati-hati dekat dengan siapapun, bahkan saya tidak mempunyai teman akibat trauma menjalin pertemanan.

saya tidak mau lagi melihat teman sekolah yang membuat saya hancur saat itu. Saya ingin melupakan mereka..., Namun, sosok tersebut kembali terulang ketika saya sudah menikah. Bahkan sangat pintar mempengaruhi orang lain agar membenci saya. Saya berusaha untuk memaafkan,tapi tidaklah mudah. Karena luka tersebut masih berada di dalam.

Saya lelah... semua perlakuan baik kepada mereka tidak dibalas dengan kebaikan, saya sudah cukup sabar menahan rasa sakit,fitnah,hinaan dll. Namun,sekarang saya sudah lelah.

Saatnya saya bangkit, melupakan teman-teman di masa lalu, jaga jarak dengan mereka yang selalu melukai hati. Jika dipertemukan? Saya hanya terpaksa, mungkin obat adalah penolong saya saat bertemu mereka. Karena obat tersebut akan mengendalikan emosi. Karena ketika saya depresi,memendam emosi. Maka, penyakit fibromyalgia akan menyakiti badan ini bahkan sesak nafas.

Memendam rasa sakit itu tidak baik,suami mengatakan seperti itu.

Yang bisa saya ambil positifnya pengalaman ini, tanpa disadari keluarga membuat saya menjadi "KUAT DAN TIDAK MENGELUH." Karena ketika saya sudah menikah sebesar apapun masalah, tidak pernah keluar rumah pergi ke orang tua ataupun mengadu.
Saya menjadi pintar memendam masalah, membuat tumbuh dewasa sehingga masalah pribadi dengan suami hanya kita saja yang menyelesaikan.

Jago "Masak,"karena saya terbiasa sendirian apalagi jika ibu saya tidak ada di rumah,saya memasak sendiri. Tanpa meminta pertolongan.

Terima kasih untuk ayah dan ibu, meskipun ibu sering meninggalkan saya akan tetapi kasih sayang ibu akan selalu ada,mungkin saat saya bayi atau terlupakan. Ayah yang bekerja banting tulang untuk menghidupi saya juga keluarga, walaupun ayah pernah memukul saya. Akan tetapi, anakmu ini mengerti bahwa itu adalah rasa lelahmu bekerja,rasa lelahmu menghadapi pertengkaran dengan ibu,rasa lelahmu mendidik anak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kunyitbrokoli dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh silviaslovia8
Ngeri emoticon-Takut (S)
profile-picture
silviaslovia8 memberi reputasi
Depresi emg nyata ya, ane pernah ngalami dan pertama kali..
Pikiran jd kacau, ane orgnya penyendiri dan tertutup..
Sampe suatu ketika ane ngrasain perubahan di fisik, lebih gmpng sakit dll..
Jalan keluarnya ane lebih berserah diri, kembali ke jalan Allah..
Berangsur2 membaik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trangkill dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ada yg bilang, jika seorang anak melihat orang tuanya bertengkar, maka aktifitas otak mereka seperti seorang tentara yang berada di medan tempur.

turut prihatin.
profile-picture
silviaslovia8 memberi reputasi
Iya betul, masalahnya di tambah keadaan di luar rumah yang jauh lebih menyakitkan. 😊 makasih
kok mirip2 ya .. duhh jadi takut ane
profile-picture
silviaslovia8 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
emoticon-Peluk emoticon-Peluk emoticon-Peluk
profile-picture
silviaslovia8 memberi reputasi

salutz..

bagus banget kakak.. menginspirasi dan jadi pembelajaran semuanya.

salutz kami, salam buat mas hebatnya dan anak2
profile-picture
silviaslovia8 memberi reputasi
Salam kembali,makasih. 😊
Sepertinya cenderung ke paikosomatis ya. Saya juga ada group di WA mengenai motivasi terhadap gangguan mental, anggotanya ada yg sudah menikah dll.

Kalau sista tertarik bisa membaca thread saya mengenai pembekalan bagi penderita depresi, kalau tertarik masuk ke group juga boleh. Nanti DM saja nomer hpnya, terima kasih.

profile-picture
silviaslovia8 memberi reputasi
Iya sih, saya pakai line. Kurang suka menggunakan whatsapp . emoticon-Smilie
profile-picture
amikurnia memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Terima kasih untuk ayah dan ibu, meskipun ibu sering meninggalkan saya akan tetapi kasih sayang ibu akan selalu ada


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di