CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Perencanaan Keuangan /
Perlukah Memberi Orang Tua dan Mertua, Jika Keuangan Keluarga Sendiri Amburadul?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61a2f3a19a6aef297138b536/perlukah-memberi-orang-tua-dan-mertua-jika-keuangan-keluarga-sendiri-amburadul

Perlukah Memberi Orang Tua dan Mertua, Jika Keuangan Keluarga Sendiri Amburadul?

Perlukah Memberi Orang Tua dan Mertua, Jika Keuangan Keluarga Sendiri Amburadul?
Hidup indah jika mencari berkah



Hai Gan Sis bagi kamu yang sudah berkeluarga dan mulai berpikir untuk menyisihkan sebagian pendapatan keluarga yang biasanya didapat dari nafkah suami untuk diberikan kepada orang tua sendiri ataupun mertua Ane dukung sikap kamu loh. Akan tetapi jangan-jangan kalau ditanya apa faedahnya, malah lebih baik ditabung daripada diberikan kepada orang tua atau mertua? Wah gimana tuh? Apakah hal itu benar-benar efektif untuk meningkatkan kekayaan yang dimiliki dan membuat keluarga kecil menjadi lebih kaya (dengan tidak perlu memberikan uang kepada orang tua atau mertua)?




Kemaren Ane membaca curhatan di sebuah grup tentang seorang ibu rumah tangga yang merasa kesulitan sekali mengatur keuangan. Di mana dia mengaku sudah memiliki dua anak dan keuangannya masih amburadul. Ane sendiri bukan terakhir kaya dan memang sama, yaitu keuangan yang bisa dikatakan amburadul. emoticon-Frown



Sangat wajar saat Ane merasa tergelitik dengan pertanyaan ataupun curhatan Ibu-ibu tersebut, sehingga Ane pun mulai berpikir ulang tentang perencanaan keuangan. Berikut ingin Ane gambarkan tentang perencanaan keuangan yang mungkin saja bisa menginspirasi Gan Sist.




Pengaturan dan perencanaan keuangan untuk memberi kepada orang tua maupun mertua :


Memang tidak ada kewajiban yaitu memberi nafkah kepada orang tua atau mertua. Karena sebenarnya kewajiban anak laki-laki ketika sudah berkeluarga adalah memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya, namun jika anak laki-laki itu berkecukupan (Ane pernah membaca suami sebagai anak masih wajib untuk memberikan nafkah kepada orang tuanya) lebih utama adalah kepada keluarganya.





Pada kenyataannya jarang sekali suami yang memberi kepada mertua, padahal dalam lubuk hati istri pun ketika istri tidak bekerja, dia juga ingin orang tuanya diberi nafkah oleh suami atau itungannya bersedekah. Hingga dimasukkan dalam keuangan keluarga, yaitu diketahui secara bersama.




Ane sendiri pun tidak menyangkal bahwa sebenarnya orang tua ataupun mertua itu adalah sama-sama orang tua. Jika berat sebelah, maka pasangan akan merasa tidak dianggap atau bahkan merasa orang tuanya dirugikan. Jadi memang sebaiknya keuangan keluarga itu dilakukan secara terbuka, dicatat atau sama-sama tahu.

Perlukah Memberi Orang Tua dan Mertua, Jika Keuangan Keluarga Sendiri Amburadul?

Ane akan mencontohkan jika pendapatan suami itu memiliki pendapatan tetap yang setiap bulannya semisal memiliki pendapatan 4. 400.000 rupiah.


1. Anggaran memberi nafkah pada orang tua

Pertama yaitu langsung mengambil yang Rp400.000 untuk diberikan kepada mertua dan orang tua. Jadi orang tua mendapatkan Rp200.000 dan mertua mendapatkan Rp200.000.


2. Anggaran untuk Kebutuhan Pokok


Selanjutnya langsung kita mengambil untuk keperluan pokok rumah tangga. Contohnya seperti ; membeli air galon, membeli gas elpiji, membayar listrik, membayar untuk bensin yaitu untuk kendaraan, membeli beras, membeli diapers jika masih punya anak balita, membeli minyak goreng, gula, koipi, beras dan keperluan dapur. Untuk anggaran kedua ini membutuhkan sekitar Rp2.000.000.


3. Anggaran Pendidikan Anak


Nah jika memiliki anak yang sudah sekolah lanjutan atau tinggal di asrama biasanya menyisihkan juga untuk anak tersebut yaitu senilai Rp1.000.000.


4. Anggaran Menabung

Kemudian sisa Rp1.000.000 ya Gansist. Sisa itu bisa ditabung atau dibelikan properti yang bisa naik harga jualnya. Katanya biar bagaimanapun orang harus punya tabungan, maka jika ingin menabung sambil berhias bisa membeli emas bagi Sista.




Selain manfaat menabung ini bisa untuk membeli kendaraan ataupun membeli rumah jika memang belum memiliki rumah.



Kenapa Ane menyarankan untuk tetap mengelola keuangan dan mengatur perencanaan keuangan dengan tetap memberi sedekah atau nafkah kepada orang tua maupun mertua?


Alasannya sebagai sebuah keluarga baru, kita sangat membutuhkan yang namanya keberkahan hidup. Ketika orang tua dan mertua ridho akan hidup kita, Insya Allah semuanya akan lebih baik lagi.



Pendapat yang Ane uraikan tentang kesanggupan memberi kepada orang tua maupun mertua itu baik. Bukan berarti mengolok mereka yang belum mampu memberi. Ataupun mereka yang memang enggan untuk memberi.



Kalau nurutin kebutuhan, nurutin kurang akan kurang terus mengingat kebutuhan selain kebutuhan pokok sifatnya akan selalu bertambah. Biasanya manusia memang akan selalu kurang, tapi ketika kita mau menyisihkan untuk memberi kepada orang tua dan Insya Allah hidup akan lebih baik lagi.




Sebenarnya Ane pun juga belum bisa melakukan tindakan adil demikian, masih belajar juga. Hal ini karena Ane memiliki suami yang perokok aktif yang masuk dalam pengeluaran pokok dan ditambah memiliki hobi memancing. Kadang harus putar otak biar cukup dan tidak sampai berhutang.


Akhirnya sekian thread Ane hari ini. Semoga kita sebagai anak juga bisa berbakti dengan materi walaupun belum menjadi keluarga yang kaya raya sekalipun. Mohon doanya dan semoga kita semua diberikan umur yang panjang dalam ketaatan dalam berbakti kepada orang tua kita. Aamiin Aamiin Aamiin dan jangan lupa bahagia!emoticon-Smilie



diulas mandiri oleh @qoni77
Gambar 1 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cheria021 dan 19 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7
Memberilah jika kamu mampu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mantelbulu dan 7 lainnya memberi reputasi
Nyimakemoticon-nyantai
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan qoni77 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Memberikan semampunya....
profile-picture
profile-picture
mantelbulu dan qoni77 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
perlu......karena dia orang tua ...

jgn sampe terlalu membanggakan diri sendiri hijrah ke kota besar ngasih ortu dikampung aja kgk bisa....tai itu namanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jlamp dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Membahagiakan orang tua adalah wajib tapi jangan menyulitkan diri sendiri. Kalau belum cukup bisa dengan meringankan beban mereka misal sering2 melihat ke rumah mereka bantu2 di rumah mereka dsb
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pixeldiary dan 9 lainnya memberi reputasi
Sebisa nya aja sih kalau ane ..kalau lagi banyak duit biasa ngasi duit .. kalau lagi masa sulit kadang cuman bawaain keperluan dapur sebulan aja sama bayarin listrik rumah orang tua...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mantelbulu dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bepi67
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Selama orang tua bukan Sultan mungkin emang baiknya anak itu ngasih sih emoticon-Frown
Ane setuju.. memberi jika memang mampu itu wajib. Yang penting gak memberatkan dan jangan dicatet sebagai utang budi
jangan dipaksain gan, mending jujur sekalian mereka pasti mengerti, lebih2 kalo mereka masih bisa ngehasilin duit malah ente di tawarin bantuan., emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jipop dan 2 lainnya memberi reputasi
2jt buat biaya hidup sehari hari???
Ckck....salut ane...👏👏👏
profile-picture
profile-picture
drkhntr3ss dan qoni77 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Perlu, dgn demikian orang tua dan mertua pikirannya tenang, mereka mengira anaknya bahagia dan berkecukupan (atau berkelimpahan). Membahagiakan orang tua dan mertua itu perbuatan baik, rasa syukur mereka atas nikmat itu akan membukakan pintu rejeki dari segala penjuru.

Yg perlu dipastikan, ngasih orang tua bukan hasil ngutang, nipu orang lain dan yg paling penying bukan hasil menipu diri sendiri.
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
apakah dari "memberi uang kepada orang tua secara rutin" , ini kah awal dari banyak anak banyak rejeki?
Ini adalah masalah hak dan kewajiban, dari sisi suami sebagai tulang punggung keluarga maka orang tua kandung suami masih punya hak dari anaknya. Dan mertua nggak punya hak apa2 dari mantu (suami).
Apabila si suami orang yang mampu, dia hanya wajib memberi ke orang tuanya sebagai bakti. Suami nggak wajib menafkahi mertua, apalagi dipatok agar rutin memberi setiap bulan. Pemberian suami kepada mertua adalah kebijakan pribadi.
Maka dari itu, carilah istri yang dianya nggak gila untuk megang gaji suami dan orang tuanya gak gila harta dan nafkah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh .blackbird.
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 16 balasan
Emang pelik sih kalau kondisinya udah kaya gitu, maju kena mundur pun kena apapun yang kita ambil pasti salah. Tinggal kita menakar resikonya saja.

Yang penting gw sebagai orang tua muda harus merubah mindset bahwa membesarkan anak itu sambil berharap anak gw harus berbakti dan menghidupi gw kelak pas gw udah tua. Gw mau anak gw mandiri dan tumbuh setinggi-tingginya. Gw dan bini ya harus menyiapkan hari tua dari sedini mungkin.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mantelbulu dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Perlu tanpa memaksakan gan, kalau abis ngasih selalu dapat barokah
kasih berapapun ke orang tua dari hasil yg halal gan pasti agan di cukupkan.
S&k berlaku





emoticon-Ngacir

profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Ada teman saya seorang perempuan, nah mertuanya dia minjem duit ke anaknya (suaminya temen saya) sekian juta, intinya banyaklah tabungan terkuras. Tau gak lucunya apa? Mertuanya minjem duit ke anaknya buat biaya nikah anaknya yang paling tua. Bisa dibilang memang gengsian, nikah uwah pokoknya ga mau kecil kecilan, ga mau di rumah tok undang tetangga atau sodara. Karna masalah ini mereka ribut besar kebun binatang keluar semua. Yang bikin nambah kesel lagi, si suaminya ini udah bener bener abis duit mau cari pinjol, memang pinjol nya legal sih. Sebelumnya sih si suaminya santai ngomongnya " ya namanya juga orang tua sendiri". Eh kesel juga akhirnya karna minjemin buat nambahin nikahan kakaknya.

Kalau saya terus terang ga mau minjemin sampai jor-joran gitu, lebih suka melihat keadaan. ya seenggaknya sisain lah duit untuk susu anak, makan, dll. Minjemin semampunya aja. Gak cukup ya bilang gak cukup.
profile-picture
profile-picture
darxze dan qoni77 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Quote:


Quote:


Kalau minjemin duit jor-joran dan belain sampai melakukan pinjol ya luar biasa konyolnya sih Gan. Apalagi si istrinya maaf (kelihatan nggak bisa nolak permintaan ortunya) dan suami jadi mati kudu dan nurut-nurut ajah.

Aneh juga ya kalau orang tua atau mertua suka nuruti gengsi. Anak kalau dah berkeluarga harusnya punya prinsip boleh bantu jor-joran misal untuk berobat orang tua yang sakit. Kalau untuk urusan gengsi Ane sendiri pasang bendera putih dech! Hahhaha.

Tapi ya namanya udah kejadian ambil ajah hikmahnya. emoticon-Frown


Teman suamiku juga ada Gan. Mertuanya ngajakin utang di bank barengan.
Itu mertuanya buat nikahin adiknya, kalau yang teman suamiku buat nambah modal usahanya. Padahal usahanya dah maju, punya toko HP dan cafe. Malah habis melakukan pinjaman yang mertua bangkrut akibat nikahan itu, dan tidak mau bayar bank

Teman suamiku sama istrinya dah mau cerai waktu itu.

Akhirnya keduanya merantau dan anaknya diasuh mertua yang gak mau bayar cicilan bank yang tadinya dipinjam barengan

Alhamdulillah ajah nggak jadi ceraiiii


Buat pelajaran ajah Gan
profile-picture
themaxz memberi reputasi
Kalau gw diitung2 pengeluaran sama pendapatan sebulan selalu defisit wkwk.. Memang sampai skrg belum bs menurunkan gaya hidup.. Gw bukan org yg hedon kok.. Tp kaya menahan diri untuk seminggu sekali ngajak maen dan makan d luar bini anak belum bs direm.. Kasian juga mereka jenuh di rumah.. Gw jg masih perokok aktif.. Intinya belum bs jadi org ngirit.. Dan juga untuk ngasih ortu dan mertua wajib menurut gw walaupun cuma 150rb masing2.. Tp alhamdulilah rejeki mah ada aja.. Padahal tgh bulan di rek tinggal 150rb wkwk dah mau nyerah mau pinjem kredit, eh ada lagi rejeki.. Intinya jgn takut berbagi walaupun duit sendiri sbenernya udah palang merah.. Biasain ngasih tips ke driver, ob, nambahin bayar ke penjual kaki lima atau warung klontongan walaupun cm 5rb mereka udah seneng bgt.. Insha Allah digantinya berkali lipat dunia akhirat.. Bukannya pamrih dalam bersedekah.. Niatnya mah tulus.. Tp ganti rejeki dari sedekah itu udah pasti sih, udah gw alamin sendiri berkali2..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Oakleyfans dan 8 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di