Kaskus

News

tribunnews.comAvatar border
TS
tribunnews.com
Potret Hj Fatimah: Dari Jualan Soto Trotoar, Kini Salah Satu Wanita Terkaya Boyolali
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Anda yang pernah ke Boyolali mungkin pernah mencicipi salah satu warung soto paling terkenal di sana, yakni Soto Segeer Hj Fatimah Boyolali.
 
Nah, pernahkah anda bertanya-tanya, siapa sosok Hj Fatimah itu?

Baca juga: Kisah Sukses Pendiri Soto Segeer Hj Fatimah Boyolali : Berawal dari Kaki Lima, Kini Punya 10 Cabang

Sebelum terkenal seperti sekarang dan punya 10 cabang, Fatimah ternyata membangun pundi-pundi bisnisnya ini dengan susah payah.

Warung soto miliknya, dulu hanya sebuah warung kaki lima.

Potret Hj Fatimah: Dari Jualan Soto Trotoar, Kini Salah Satu Wanita Terkaya Boyolali
TribunSolo.com/Tri Widodo
Hj Fatimah, lewat berjualan soto, menjadi pengusaha kuliner tersukses di Boyolali.


Warung itu hanya punya ukuran 3 x 10 meter.

Awalnya, berada di pinggir Jalan Pandanaran, jalur utama Solo-Semarang.
Warung itu begitu laris manis.

Saking banyaknya pelanggan yang datang, pembeli rela makan hanya duduk di atas trotoar jalan.

Dalam wawancara bersama TribunSolo.com, Hero Novianto, anak dari Hj Fatimah, menceritakan warung soto itu berdiri tahun 1998.

Saat itu, ibunya punya feeling, bisa bisnis kuliner Soto bisa menjanjikan.

Alasannya, saat itu di Boyolali belum banyak warung-warung makan Soto seperti sekarang ini.
Apalagi, punya lokasi yang strategis.

“Dulu cuma ada satu dua warung soto saja. lalu Ibu saya mencoba berjualan soto ini,” akunya.

Mulailah ibunya tersebut berjualan soto di pinggir jalan Solo-Semarang yang masih berdekatan dengan Pasar Sunggingan.

Fatimah lalu menamai warung Soto tersebut dengan nama Mbok Giyem, nama ibunya.

Uniknya, Mbok Giyem sebenarnya bukan penjual soto, melainkan sate kambing.

Meski awalnya terlihat sederhana, warung Soto dengan resep sendiri itu mulai banyak diminati masyarakat.

“Dulu itu ukurannya masih kecil. Kita kan pakai tenda trotoar, jadi kita pakai tikar,” ujarnya.

“Resep soto ini dulu juga ditemukan sendiri. Dicoba-coba gitu untuk menemukan resep yang pas,” ujarnya.

Dia masih ingat betul warung soto keluarganya saat itu.

Untuk seporsi soto saat itu masih dihargai Rp 3 ribu.

Seiring berjalannya waktu, pelanggan soto semakin padat.

Warung soto akhirnya pindah ke Jalan Garuda, yang tak begitu jauh dari lokasi awal.

Selain itu sejumlah cabang juga dibuka di tempat lain.

Tahun 2015, Hj Fatimah memutuskan untuk mengganti bisnisnya ini pakai nama sendiri.

"Baru kemudian pada tahun 2015, karena ibu pengen punya brand sendiri, nama warung Soto Mbok Giyem diganti dengan Hj Fatimah," ujarnya.

Saat awal pergantian nama itu, pelanggan sempat menurun.

Banyak yang mengira jika Soto Mbok Giyem sudah tidak ada.

Namun akhirnya pelanggan bisa pulih lagi.

"Saat ini sudah ada 10 cabang Soto Segeer Hj Fatimah ini. Rata-rata perhari setiap cabang bisa menjual 300 porsi soto," imbuhnya.

Dengan fakta tersebut, perjuangan ulet Hj Fatimah membuatnya menjadi sosok wanita sukses di Boyolali.

Bisa dibilang, sang juragan Soto itu kini bahkan menjadi salah satu wanita pengusaha terkaya di Boyolali. (TribunSolo.com)


0
481
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan