CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pemilik Kafe 'Ngadu' ke Kapolri, Sering Diganggu Preman Tapi Lapor Polisi Dicueki
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/617942ac9c74cf051965aef6/pemilik-kafe-ngadu-ke-kapolri-sering-diganggu-preman-tapi-lapor-polisi-dicueki

Pemilik Kafe 'Ngadu' ke Kapolri, Sering Diganggu Preman Tapi Lapor Polisi Dicueki

Pemilik Kafe 'Ngadu' ke Kapolri, Sering Diganggu Preman Tapi Lapor Polisi Dicueki

Merdeka.com - Belum lama ini beredar video pengeroyokan terhadap seorang pria di depan kafe. Terduga pelaku, kelompok preman yang kerap nongkrong di kafe sekitar Kopitiam YS ruko mitra junction, kota Batam, Kepulauan Riau.

Pemilik kafe akhirnya mengadu kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia berharap Kapolri bertindak tegas terhadap para pelaku. Sebab dia sering diganggu, dirugikan dan juga dianiaya sejak lama oleh para preman tersebut.

Pemilik kafe telah melapor ke sejumlah kantor polisi, di antaranya Polsek Batam Center, Polresta Barelang, dan Polda Kepri. Namun hanya dibekali surat 'Permintaan Keterangan'. Tak ada tindak lanjut terhadap kasus.

Video pengeroyokan yang tertangkap kamera pengawas itu lantas viral dan mencuri perhatian publik. Pria berseragam kafe itu tampak terkapar meminta tolong

Melansir dari akun Facebook Zhang Ya Li Li, akun tersebut mengunggah sejumlah foto dan video dari kamera pengawas. Foto dan video bukti pengeroyokan dan tindakan tak terpuji lain yang dilakukan oleh sekelompok preman.

Perilaku preman tersebut diakui telah merugikan bisnis kafe sejak lama. Bahkan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun tak digubris.

Akhirnya, mengadulah kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Untuk ikut bertindak tegas dan tidak terulang kembali.

"Saya memohon kepada bapak (Kapolri) dan jajaran bapak untuk memberi perlindungan kepada kami bahwa ada sekelompok preman yang sering mengganggu di tempat usaha kami di Kopitiam YS ruko mitra junction, kota Batam, Kepulauan Riau," tulisnya dalam surat terbuka.

"Jadi kami mohon kepada bapak kapolri kemana lagi kami minta perlindungan hukum. Kami merasa terganggu dan teraniaya dengan kehadiran sekelompok preman dan merugikan kami," imbuhnya.

Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, mengenai pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Sayangnya hal ini tak diperoleh pemilik kafe.

Pemilik kafe telah melapor sejak lama. Lantas meminta perlindungan hukum ke Polsek Batam Center, Polresta Barelang, dan Polda Kepri. Tapi para preman justru makin mengganggu.

"Sehubungan hal tersebut kami sudah melaporkan baik di Polsek Batam Center, Polresta Barelang, dan Polda Kepri. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan bahkan sekelompok preman tersebut makin sering mengganggu di tempat usaha kami seolah-olah mereka tak takut dengan hukum," terangnya.

Tak berhenti di situ, mirisnya lagi saat melapor justru disebutkan tak ada pidana yang mampu mengikat para preman.

"Setiap melapor ke kantor Polisi, selalu dijawab tidak ada pidananya. Kami masyarakat tak tau dengan pasal-pasal KUHP yang bisa dikenakan bagi kelompok preman yang mendatangi tempat usaha kami," sambungnya.

Dalam kamera pengawas di dalam kafe, terlihat segerombolan pria duduk bercengkerama. Para preman dengan santainya mengobrol, makan dan duduk berjam-jam.

Selain itu tampak dalam video berbeda, mereka tak segan membuang sampah di lantai kafe. Membuat kondisi meja dan kursi berantakan.

"Kami sudah dirugikan oleh mereka (preman), karena tak ada yang berani datang ke kafe kami. Karena mereka datang beramai-ramai dan duduk di dalam kafe hingga berjam-jam lamanya hingga tutup," tulisnya.



https://m.merdeka.com/trending/pemil...ki.html?page=4
profile-picture
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan 40 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 8
Zhang ya li li? Itu nama asli?.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jayreap dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 13 balasan
"Setiap melapor ke kantor Polisi, selalu dijawab tidak ada pidananya


Asik tuh bisa bebas ngerusuh di batam tiap hari
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pekokpekok dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Usaha kecil aja dicuekin apalagi PKL dipalak preman? emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jayreap dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Patut di curigai ,apa ada oknum polisi yg membekengi para preman..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan 20 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Urusan preman bawa tentara juga ngibrit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Coba bawa donat atau kue-kue menarik buat hadiah para polkis dulu. emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Mau amann ...

Setoran doloee ... fremann gitu lochh emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
snailconnection dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh indrae9
ya memang percuma lapor polkis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Wereng again and again...emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lapor itu ya?


Lepas dari mulut harimau, masuk kedalam mulut buaya

Semua beda cerita kalo ada upeti atau kenalan atau viral
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 10 lainnya memberi reputasi
Dah, bikin malu. Batam kan gerbang ke SG. Malunya bisa ke sana juga emoticon-Cape d.... Biarlah kearifan lokal seperti itu dikarantina di Gotham.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
penasaran pembelan, polsek, polres dan polda nya gimana emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bagaimana ini Pak Kapolri?
Mutasi ajalah semua pimpinan disana.
Garuk semua preman disana.

Bisa gak ya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 19 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Lapornya jangan perkara preman, perkara anjing aja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
janurhijau dan 2 lainnya memberi reputasi
Yaelah… emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
samsol... dan prabas memberi reputasi
emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
senyumin aja
profile-picture
profile-picture
samsol... dan scorpiolama memberi reputasi
Pemilik Kafe 'Ngadu' ke Kapolri, Sering Diganggu Preman Tapi Lapor Polisi Dicueki

Negara itu ibaratnya sebuah korporasi terbesar suatu wilayah yg mencakup segala bidang, keamanan, kesehatan, kebakaran, transportasi, fasum, fasos dll dlsb. Makanya iuran warganya bisa dibilang mahal (pajak). Jadi kalo gencar nagih pajak juga harus dibarengi perbaikan fasilitas.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 11 lainnya memberi reputasi
Pemilik cafe nya ga gaul, pelit, ya wajar
emoticon-Om Telolet Om!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hola345 dan 24 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
Ndak bole dikit2 lapor emoticon-Ngakak paham klean
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan samsol... memberi reputasi
Quote:


Pertanyaannya bukan "bisa gak ya?"
Tapi "mau gak ya?"





































emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 8


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di