CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengapa Minat Baca Buku di Indonesia Rendah?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/617667dc2ed6c818425728af/mengapa-minat-baca-buku-di-indonesia-rendah

Mengapa Minat Baca Buku di Indonesia Rendah?

Mengapa Minat Baca Buku di Indonesia Rendah?

Pada tahun 2017, The World's Most Literate Nations (WMLN) merilis peringkat negara-negara dengan tingkat literasi tertinggi di dunia yang mana negara Finlandia menyabet peringkat pertama dengan hasil yang mengagumkan. Sebaliknya, Bostwana menduduki peringkat terakhir dari 61 negara yang masuk dalam survey dan berkat Bostwana lah Indonesia tidak sampai jatuh ke posisi terakhir.

Tingkat literasi di suatu negara ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya Perpustakaan, surat kabar, pendidikan dan ketersediaan komputer. Fakta bahwa negara Indonesia menduduki peringkat kedua terbawah adalah bukti bahwa jumlah perpustakaan dan tingkat pendidikan Indonesia masih amat rendah.

TAPI, jangan cepat-cepat menyalahkan penduduk negara atas hasil survey tersebut. Meskipun minat baca di negara ini memang patut di pertanyakan namun mari kita melihat fakta-fakta lain yang sepertinya mendukung kurangnya minat baca di Indonesia ini.

Mengapa Minat Baca Buku di Indonesia Rendah?

Yang pertama adalah jumlah buku bacaan di Indonesia. Menurut pantauan Gramedia, jumlah buku yang terbit di Indonesia masih tergolong rendah, hanya sekitar 18 ribu judul buku pertahun. Jumlah ini amat kalah jauh dari Jepang yang dalam hal jumlah penduduk maupun luas wilayah jauh lebih kecil dari Indonesia. Kenyataan yang lebih parah adalah bahwa jumlah total eksemplar buku yang beredar di perpustakaan Indonesia kurang dari 25 juta eksemplar, bahkan tak sampai 10 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. (Data Perpusnas)

Selain itu persebaran buku itu sendiri tidaklah merata. Bisa dibilang 90 persen dari total perpustakaan di Indonesia ada di pulau Jawa dan persebaran di pulau Jawa pun terpusat di jakarta. Dengan perbandingan seperti itu maka jangan heran kalau orang Indonesia kekurangan bacaan gratis. Jika tidak ingin menunggu lama dari perpustakaan maka orang-orang harus beli buku sendiri dan disinilah masalah kedua.

Mengapa Minat Baca Buku di Indonesia Rendah?

Harga buku di Indonesia itu MAHAL. Oh ya, harga buku memang tidak sebanding dengan harga kopi di Starbuck atau harga makanan di restoran bintang 2 namun menurut standar internasional harga buku di Indonesia itu tergolong mahal dan alasannya adalah PAJAK.

Tere Liye, seorang penulis Best Seller, pernah mengeluh tentang tingginya pajak menulis di Indonesia. Dia menyebutkan bahwa diantara seluruh pekerjaan di Indonesia, pajak penghasilan yang dibebankan pada penulis adalah yang tertinggi, lebih tinggi dibandingkan artis maupun PNS. Tere menyebutkan bahwa pajak penulis 24 kali lebih besar dibanding pelaku UMKM dan yang lebih parah penulis sama sekali tak bisa menutupi penghasilannya (karna diatur oleh penerbit) sedangkan profesi lain bisa dengan mudah berbohong tentang income mereka.

Tere Liye menambahkan bahwa meskipun dia sudah menyurati pemerintah namun tetap tak ada tanggapan dari atas dan saat postingannya virallah baru ada tanggapan dari Sri Mulyani. Pajak yang begitu mencekik inilah yang membuat para penulis merasa malas untuk menciptakan karya-karya baru. Namun keadaan ini sudah mulai membaik sejak Agustus 2020 yang mana pemerintah mengumumkan akan menanggung pajak kertas untuk media cetak (meski begitu tetap saja pajak penulis tidak menurun).

Mengapa Minat Baca Buku di Indonesia Rendah?

Dan masalah terakhir yang membuat survey minat baca Indonesia rendah adalah banyaknya orang yang lebih memilih membaca secara online. Mungkin saja sebenarnya masih banyak orang di negara ini yang gemar membaca namun karna mahalnya harga buku mereka lebih memilih untuk 'membajak.' Pembajakan buku, meski bukunya dibaca dalam bentuk online, sama sekali tidak memberikan kontribusi pada perhitungan minat membaca. Selain pembajakan buku, membaca artikel online semacam ini juga tidak berkontribusi apapun pada tingkat literasi Indonesia.

Dan dengan pengaruh ketiga faktor diatas maka tidak aneh bila Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara dalam masalah tingkat literasi. Meski demikian hal yang paling mengerikan disini adalah bagaimana cara untuk meningkatkannya.

Mengapa Minat Baca Buku di Indonesia Rendah?

Memperbanyak produksi buku sama sekali tidak berguna jika tak ada orang yang ingin membacanya dan memproduksi lebih banyak kertas sama dengan menebang lebih banyak pohon. Dua masalah inilah yang perlu dipecahkan terlebih dahulu yakni meningkatkan minat baca (tentunya membaca buku cetak) dan mencari alternatif untuk tidak lagi menebang pohon demi memproduksi kertas (kebayang nggak kalau di masa depan kertas dibuat menggunakan plastik?)

Peradaban semakin maju dan teknologi internet terus melesat. Apakah industri buku cetak sanggup bertahan dalam revolusi industri ini? itu andalah yang memutuskan jawabannya. Sekian dari saya mari bertemu di thread saya yang lainnya.

sumursumur
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rarajasa dan 27 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
Halaman 1 dari 5
Untuk tambahan, penulis tidak bisa menyembunyikan penghasilannya karna pajak langsung dipotong penerbit dan masuk ke sistem pajak. Profesi profesi lain bisa menyembunyikan pendapatan mereka dengan berbohong, apalagi jika pekerjaannya bukan pegawai. Karna ini jugalah penulis tak bisa dijadikan pekerjaan tetap yang menjanjikan. Padahal diluar negeri orang orang bisa sejahtera dengan menulis.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 4 lainnya memberi reputasi
Pajak penulis menurut tere liye:
Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oji24 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Lebih asyik ada di YT, IG, Twitter dan FB.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Post ini telah dihapus
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Baca cersil dan komik dihitung jg ga?
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan ih.sul memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Karena engga asyik & engga trendi.
Sumber: mengamati perilaku temen2
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
baca online aksesnya lebih gampang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
weidenfeller dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
soalnya sudah jamannya gadget gan..
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
jaman gadget sekarang, nyari apa2 tinggal gugel

tapi ada loh teman ane yg orang belanda hobi baca buku, rak rumahnya penuh buku
profile-picture
xandernathaniel memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nmny jg retard nation emoticon-Hammer2

Mkny pd bgitu kan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
syre4disa dan 3 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus
Ane baca di ipusnas Gan
Apa itu tidak kehitung surve?
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
perpusnya kg ada. lagian banyak buku berat yg kg di translate ke indo.

sebenernya bukan kuantitas buku yg dibaca tapi kualitas bukunya yg jadi permasalahan disini.
profile-picture
profile-picture
drkhntr3ss dan money30 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Buku fisik harganya mahal banget coks.....sama saingan buku fisik itu e-book atau artikel2 di web yang murah meriang minta ampun kalau tau di mana carinya, belum lagi bicara soal felm dan hiburan2 elektronik lainnya yang ngalahin media baca jauhhhhhh banget....itu ya sudah emoticon-Ngacir
profile-picture
caerbannogrbbt memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
1. Doktrin agama yg menekankan denger kata ustadz, bukan mempelajari sendiri. Akibatnya terbawa ke kehidupan sehari2.

2. Alur cerita novel Indonesia banyak yg kurang menarik, kalau dibandingkan dgn novel Inggris atau light novel Jepang.

3. Bahasa gak se-developed bhs inggris & jepang. Kurangnya kata ganti gender. Tidak adanya past-tense. Minimnya vocabulary, dll.
Sehingga terjemahan dari buku asing pun bisa terasa aneh ketika dibaca.

4. Ajaran2 agama yg menghambat kreativitas.

dll.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
syre4disa dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rev23.
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
kalau pajak buku dihapuskan dan harganya dibikin murah tapi minat baca masih rendah mau beralasan apa lagi?

kalau masih banyak alasan berikutnya, ya berarti emang dasarnya orang pada malas baca tapi cari-cari pembenaran.

selagi menunggu harga turun, buku di perpustakaan ada loh yang gratisan. atau e-book juga udah banyak yang gratisan, atau pake jalan belakang "di-crack" wkwkwk.

tapi balik lagi, nanti alasannya "aduh, nggak mau download e-book bajakan. mau mendukung royalti penulis (tapi buku mahal)"


kalau sudah begini, cuma bisa berpikir positif. mungkin minat baca rendah karena buku malah. kalau udah dimurahin harganya dan masih banyak alasan. udah lah, emang dasar pemalas.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kreeakcraftl299 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ane udah males baca buku sejak smp..
karna kenal kaskus emoticon-Hammer2
sayangnya kaskus udah ga serame dulu
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
menarik nih threadnya. Menurut w sih ada banyak faktor tapi salah satunya ya karena "stereotipe" ilmu yg ada pada buku udah ditampilin secara membosankan di bangku sekolah lewat pembawaan guru2 yg membosankan dan gk menarik. W aja baru demen baca gara2 di bangku kuliah ketemu dosen yg suka ngasih trivia2 unik gitu beserta sumber bukunya, alhasil ya jadi tertarik buat mulai baca buku.
profile-picture
profile-picture
gajahmada09 dan ih.sul memberi reputasi
Kalau saya belajar dari sesuatu yang bergerak. Youtube, lebih masuk ke ingatan. Buku ndak ada passion disana, ndak masuk di kepala. Dari youtube saya bisa ada sambilan menjadi adviser di dunia industri malah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valentine5 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Halaman 1 dari 5


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di