KOMUNITAS
Informasi! Kaskus Update Fitur Baru! Intip di Sini!
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
MALAM PERTAMA bagian Ke-3 LOVE ME PLEASE, PROFESSOR!!! (+21) karya Agneslovely2014
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/617579c077fca50535713e31/malam-pertama-bagian-ke-3-love-me-please-professor-21-karya-agneslovely2014

MALAM PERTAMA bagian Ke-3 LOVE ME PLEASE, PROFESSOR!!! (+21) karya Agneslovely2014

{thread_title}


Hallo Agan-agan penggemar novel adult romance 🤭😆😘

Hampir semua novelku punya adegan adult-nya sih. Sebenarnya itu hanya bagian yang bikin pembaca senang sih, aslinya jalan ceritanya bikin pembaca ikut mikir akan dibawa kemana alur ceritanya selanjutnya. Eeehh Mbak authornya kok bikin ceritanya begini sih 🤭🤧🤣

Ini salah satu scene dari total 3 chapters mengenai malam pertama di "LOVE ME PLEASE, PROFESSOR!!!" Novel yang pertama kali aku publish di platform online. Kebetulan itu adalah Good Novel.

Link complete story nya ada di sini:

https://m.goodnovel.com/book_info/31...014331&ch=apps

Yuk baca chapter. AT THE BEACH

James selalu terbangun pada pukul 05.00 pagi karena alarm tubuhnya yang tersetel seperti itu sejak dia berusia 16 tahun mulai melakukan exercise yang sama setiap pagi, push up, sit up, squat jump dan skipping rope. Bang Mike lupa membawakan skipping rope miliknya ke dalam koper.

Koper yang dibawakan untuk mereka menginap di Bali hanya berisi beberapa baju santai, kemeja, dress santai, baju renang dan baju dalam.

Laura masih tertidur begitu lelap di samping James. James tidak tega membangunkannya karena semalam mereka bercinta berkali-kali yang tentunya membuat istrinya itu kelelahan.

Stamina mereka berbeda, James menjalani exercise yang membangun staminanya menjadi kuat luar biasa.
Laura malah jarang berolahraga, tapi aktivitasnya di kampus sungguh sibuk, sebenarnya sama saja membakar kalori di tubuhnya.

James memutuskan untuk berenang saja pagi ini sambil menunggu istrinya bangun. Dia pun berganti celana renang yang ada di koper pakaiannya.

Kamar mereka berhadapan langsung dengan kolam renang yang memanjang sepanjang kamar kamar super deluxe itu. Kamar-kamar di sebelah kanan dan kiri tempat James menginap masih tertutup rapat. Entah berpenghuni atau tidak. Hari masih sangat pagi, bahkan matahari pun masih tersembunyi di balik awan.

James menceburkan tubuhnya ke dalam air dan mulai berenang. Dia berenang gaya punggung bolak-balik 10 kali tanpa henti. Kemudian berhenti di depan kamarnya sambil melepas kacamata renangnya. James menikmati keheningan suasana pagi itu. Dia bersandar di tepi kolam renang dan menatap fajar yang mulai merekah.

Laura keluar dari kamar berjalan menuju teras, dia melihat James bersandar di tepi kolam renang dengan tubuh masih di dalam air. Suaminya itu memiliki bentuk fisik yang sempurna dan begitu menggairahkan. Dia pun berjalan tanpa suara di belakang James lalu mengecup pipi kiri James.

James pun segera menoleh ke kiri dan mendapati Laura tertawa menatapnya. Laura memakai lingerie sutera warna merah sedang duduk bersimpuh di sebelahnya di tepi kolam.

"Pagi, Sayangku. Sudah bangun akhirnya. Kupikir kamu akan tertidur sampai siang," sapa James sambil menatap Laura penuh cinta.

James pun keluar dari kolam renang dengan air yang menetes-netes menuruni tubuhnya yang kekar. James meraih handuk kering di kursi teras lalu mengeringkan dirinya. Laura pun berdiri lalu berjalan masuk lagi ke dalam kamar, udara pagi masih terasa dingin di kulitnya.

James menyusul Laura masuk ke dalam kamar. Laura sedang menuang air mineral ke gelas kemudian minum. James menatap istrinya itu dengan tatapan mendamba, sejak mereka menikah rasanya dia ingin terus-menerus menyentuh Laura.

James berjalan mendekati Laura kemudian menyeretnya ke tepi ranjang sambil berbisik, "Aku menginginkanmu, Sayang."

Laura belum sempat berkata sepatah kata pun, James telah melucuti lingerie dan pantiesnya dan melepaskan celana renangnya sendiri. James mendorong tubuh Laura membelakanginya di atas ranjang.

"Doggy style, Honey," bisiknya seraya menggeram menahan hasratnya.

James menghujamkan juniornya yang teramat sangat keras pagi ini ke dalam Miss V milik Laura dari belakang. Rasanya begitu sempit dan hangat. Dia pun segera memacu tubuhnya dan disambut oleh sensasi kenikmatan yang meledak-ledak.

Laura melenguh dan mengerang merasakan kenikmatan yang disuguhkan oleh suaminya pagi ini. Di antara berbagai posisi yang telah dia coba dengan James sejak kemarin sore, posisi ini yang paling menimbulkan sensasi luar biasa di tubuhnya. Dia meraih puncak kenikmatannya berkali-kali sementara James nampaknya masih belum juga menyerah, staminanya benar-benar di atas rata-rata.

Hingga akhirnya ketika Laura hampir sampai ke puncak kenikmatan yang entah ke berapa kali, James berseru, "AKU KELUUAARRR, SAYANG!!!"
Cairan cinta James menyembur dengan begitu deras di rahimnya menimbulkan sensasi hangat basah yang meleleh keluar ke paha Laura.

Mereka berdua pun ambruk di atas ranjang bersebelahan karena kelelahan akibat percintaan yang panjang itu. James masih menata jantung dan napasnya yang kacau balau tak beraturan.

Laura tertawa dan berkata, "Juniormu jagoan sekali, Baby Boy!"

James ikut tertawa mendengar komentar Laura lalu menyahut, "Kau suka kan, Sayang?" James membelai pipi Laura yang merona akibat percintaan mereka.

"Favoritku tentunya!" balas Laura seraya mengerling pada James yang meledak dalam tawa. Istrinya itu sanggup mengimbangi gairahnya yang sangat besar.

James bangkit dari ranjang lalu membopong istrinya ke kamar mandi, mendudukkannya di atas dudukan kloset. James mengisi bathtub dengan air hangat dan menuang sabun cair.

Laura memandangi tubuh James yang polos di hadapannya, tubuh suaminya itu seperti dewa-dewa Yunani yang dia baca dalam cerita bergambar. Dia pun berdiri lalu memeluk pinggang James dari belakang.

James tentu saja terkejut dengan hal itu, tidak biasanya Laura memeluknya seperti itu. Dia merasa sangat bahagia karenanya.

"Ayo berendam denganku, Sayang," ajak James setelah mematikan keran air hangat. Dia pun membantu Laura masuk ke bathtub kemudian mereka pun berendam bersama.

Laura bersandar di tubuh James sementara James memejamkan mata sambil mendekap Laura yang duduk di depannya.

"James, nanti siang temani aku main pasir di pantai ya? Bisakah kamu meminjam ke pihak hotel, sekop dan ember yang biasanya dipakai untuk membuat istana pasir?" kata Laura pada James.

James agak tercengang mendengar permintaan Laura. Ini satu hal yang baru dia ketahui tentang Laura, dia pun bertanya dengan penasaran. "Apa kamu ingin bermain membuat istana pasir, Sayangku?"

Laura terkikik lalu menjawab, "Iya itu hobiku. Philip dulu sering menemaniku ke pantai, aku bermain istana pasir pada musim panas di Australia dulu. Dia biasanya berselancar."

James tertawa mendengarnya. Astaga! Sisi lain dari seorang Profesor Gwendolyn Laura Carson yang tak pernah dia ketahui sebelumnya. Dia akan menemani Laura membuat istana pasir. Apa pun yang membuat istri tercintanya senang, dia pasti akan melakukannya.

"Sayang, ayo kita bilas badan kemudian sarapan pagi, aku lapar sekali setelah bekerja keras." ujar James keluar dari bathtub lalu membantu Laura juga keluar dari bathtub.

Laura hanya tertawa menanggapi perkataan James. Suaminya itu memang bekerja keras malam hingga pagi.

James memasang tanda untuk meminta cleaning service merapikan kamar di pintu. Dia pun meletakkan tangan Laura di lengannya kemudian berjalan ke restorant untuk sarapan.

James memilih menu buffet yang low carbo high protein. Laura memilih menu acak yang menurutnya menggugah selera dalam porsi kecil-kecil karena dia tidak biasa makan banyak dan tentunya dia tidak melewatkan menu salad segar karena dia pecinta sayur dan buah.

James sudah hapal sekali menu kesukaan Laura. Namun, menurutnya Laura tipe yang tidak rewel dalam memilih menu makanan. Tidak banyak jenis makanan yang tidak disukai Laura. Hanya saja tenggorokan Laura sensitif terhadap jenis jenis makanan yang digoreng dan makanan dengan pemanis buatan, makanan itu pasti membuat Laura radang tenggorokan.

Setelah sarapan mereka berjalan jalan ke tepi pantai pasir putih, Melia resort memiliki area pantai pribadi yang berpasir putih dan sangat bersih. Pemandangan pantai dengan langit biru berlapis awan-awan serupa kapas itu begitu menenangkan.

James mengajak Laura duduk di kursi berjemur yang diletakkan di tepi pantai di bawah payung lebar yang teduh. Mereka berbaring bersebelahan, Laura meletakkan kepalanya di dada James dekat dengan jantungnya. Dia bisa mendengar detak jantung James yang kuat dan konstan.

James mengecup puncak kepala Laura dan membelai rambut cokelat panjang bergelombangnya yang harum seraya menutup matanya. Memeluk Laura seperti sebuah terapi relaksasi yang sangat menenangkan baginya. Angin pantai yang sejuk membuai mereka hingga jatuh tertidur sejenak.

Matahari bertambah terik dan hari berganti siang, James mengajak Laura kembali ke kamar agar kulit mereka tidak terbakar karena berjemur tanpa memakai sunblock cream. Dia menggendong Laura lagi seperti semalam saat mereka kembali dari makan malam. James sangat memanjakan Laura, tuan puteri tercintanya.

"Hubby, aku ingin makan es krim." celetuk Laura ketika mereka sampai di kamar.

James menurunkan Laura di ranjang lalu menelepon bagian customer service yang menyambungkannya ke bagian kitchen. James memesan banana split dan sundae. Tak lama kemudian pesanan mereka datang.

James tertawa melihat Laura yang bersorak kegirangan melihat es krim seperti anak kecil. Untuk kesekian kalinya dalam sehari, James terkejut dengan sisi lain istrinya yang begitu kekanak-kanakan.

Tidak akan ada yang menyangka Prof. Laura begitu childish dan menggemaskan. Image mature dan anggunnya menguap ketika Laura memutuskan untuk menjadi dirinya sendiri di hadapan suaminya yang tentunya sangat memuja dan memanjakannya.

"Laura minumlah air mineral sehabis makan es krim. Aku tak mau kamu kena radang tenggorokan," pesan James pada Laura setelah Laura menghabiskan es krimnya.

Laura menuruti apa yang dikatakan James, dia minum air mineral banyak banyak untuk menghilangkan rasa lengket di tenggorokannya setelah makan es krim.

Mereka menghabiskan sisa siang itu dengan bermalas-malasan di tempat tidur sambil menonton film di saluran TV berlangganan dan tertidur bersama karena aktivitas bercinta yang melelahkan.

Pukul 16.00 James terbangun, tapi Laura masih tertidur pulas. Dia pun membangunkan Laura. James mengelus-elus pipi Laura dengan telunjuknya sambil berkata, "Bangun, Puteri Tidur. Apa kamu jadi membuat istana pasir sore ini?"

Laura merasakan geli di pipinya dan terbangun, dia langsung melihat wajah James begitu dekat ketika membuka matanya. "Hai, Tampan," ucap Laura seraya tersenyum masih dengan mata yang berat. James memagut bibir Laura dengan intens dan membuat Laura mengerang.

James membuka celananya dan menarik panties Laura. "Beri aku waktu lima menit untuk memuaskanmu, Sayangku," kata James seraya melebarkan paha Laura lalu menyatukan tubuh mereka. Laura mendesah merasakan tubuh James membawanya ke puncak kenikmatan sekali lagi, suaminya itu memiliki stamina yang luar biasa.

"Hubby, apa kau tidak punya rasa capek?" tanya Laura penasaran ketika mereka membersihkan diri di kamar mandi.

James terkekeh mendengar pertanyaan istrinya itu. Dia menjawab, "Tadi kan sudah tidur siang, Sayang. Kau membuatku terus-menerus bergairah. Ayo kita berangkat sebelum kesorean."

James pergi ke bagian resepsionis bersama Laura untuk menanyakan apakah mereka bisa meminjam alat bermain pasir. Ternyata mereka bisa membelinya di bagian mainan anak-anak. James membelikan satu peralatan bermain pasir lengkap dengan cetakan berbagai bentuk untuk Laura. Tentu saja hal itu membuat Laura bersorak gembira dan menghadiahi James dengan ciuman di pipinya. James tertawa geli melihat tingkah istrinya itu.

Akhirnya mereka membangun istana pasir berdua di tepi pantai, tidak banyak pengunjung di pantai itu. James mengagumi ketrampilan Laura membuat istana pasir, bentuk istana pasir itu tampak artistik.

James mengambil sebuah pecahan batu karang dan membuat tulisan besar di permukaan pasir pantai yang basah itu. James Loves Laura dengan bentuk hati membingkai tulisan di atas pasir itu. Laura penasaran apa yang ditulis oleh James dan berjalan ke arah James berdiri lalu membacanya. Dia tertawa berderai seraya memeluk James.

"Hey kenapa menertawakanku, Sayang?!" protes James mencebik.

Laura mencubit pipi James dengan gemas lalu berkata, "Aku tidak mentertawakanmu, Hubby. Hanya saja itu begitu cute, kau tahu ... seperti anak remaja yang sedang berpacaran."

"Entahlah ... aku baru satu kali berpacaran, denganmu. Dan aku ingin seluruh dunia tahu bahwa kamu adalah milikku, cintaku satu satunya. Makanya aku menulis 'James Loves Laura' seperti ini," balas James sambil melingkarkan lengannya di pinggang ramping Laura.

"Beb, apa kita bisa berendam di dalam air laut?" tanya Laura penasaran, dulu dia dan Philip sering melakukannya saat di Australia.

James memiringkan wajahnya menatap Laura. "Kamu ingin berendam di air laut bersamaku?"

Laura menganggukkan kepalanya.

"Your wish is my command, Princess." James menggandeng Laura berjalan ke arah laut hingga tubuh mereka terendam air laut hingga melayang layang. James memeluk Laura sambil berputar-putar di dalam air laut sementara Laura mengalungkan lengannya ke leher James lalu mencium bibirnya.

Sementara senja pun mulai turun, mereka dapat melihatnya dari permukaan air laut. Ketika langit mulai berubah warna dari merah jingga hingga ungu kebiruan ketika matahari tenggelam di cakrawala. Pemandangan itu begitu indah dan pasti akan selalu mereka ingat.

James membawa Laura menuju tepi pantai karena air laut mulai menjadi dingin, dia tak ingin istrinya terkena flu. Pakaian mereka pun basah kuyup. James mengajak Laura segera kembali ke kamar setelah membereskan barang bawaan mereka.





profile-picture
profile-picture
profile-picture
penulisnovel999 dan 2 lainnya memberi reputasi

Numpang Lapak



×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di