CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Umur Bukanlah Patokan Kedewasaan. Sebenarnya Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61752320ef4b690fac5b5c5e/umur-bukanlah-patokan-kedewasaan-sebenarnya-apa-arti-kedewasaan-sesungguhnya

Umur Bukanlah Patokan Kedewasaan. Sebenarnya Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya?

Umur Bukanlah Patokan Kedewasaan. Sebenarnya Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya?

Saat saya kecil saya diberitahu bahwa manusia akan mengalami proses pertumbuhan dari bayi, anak-anak, remaja dan akhirnya dewasa. Saya juga diberitahu bahwa semua orang pada akhirnya akan menjadi orang dewasa. Saya juga diberitahu bahwa anak-anak haruslah bersikap seperti anak-anak dan orang dewasa haruslah bersikap seperti orang dewasa.

Dan akhirnya, saya diberitahu. Mereka yang dianggap anak-anak adalah mereka yang berumur 12 tahun ke bawah, remaja adalah mereka yang berumur 13 hingga 21 tahun dan 22 tahun keatas adalah apa yang kita sebut sebagai orang dewasa.

Dan kemudian saya mulai sering mendengar isitlah 'kekanak-kanakan' dan juga 'terlalu dewasa untuk umurnya.' Kekanak-kanakan adalah istilah untuk orang dewasa yang bertingkah seperti anak kecil dan terlalu dewasa adalah istilah untuk anak-anak yang bersikap seperti orang dewasa. Dan dari situlah akhirnya saya mengerti bahwa dewasa dan kedewasaan adalah dua hal yang berbeda.

Umur Bukanlah Patokan Kedewasaan. Sebenarnya Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya?

Kesimpulannya, bertambah tua bukan berarti menjadi dewasa. Kedewasaan itu tak ada hubungannya dengan umur karna yang disebut dewasa adalah sifat, tingkah laku.
Begini, saat kita kecil kita sama sekali tidak peduli pada apapun, yang kita inginkan hanya melakukan hal yang kita mau dengan bebas. Kita bermain di kubangan lumpur tanpa peduli baju kita yang kotor, kita mencuri es krim dari kulkas tanpa peduli bahwa itu sebenarnya milik orang lain, kita melempari mobil yang lewat hanya karna itu menyenangkan dan tidak mau tidur siang karna masih ingin bermain.

Sebagai anak-anak, yang kita pedulikan hanyalah kenikmatan duniawi dan jika itu tidak dituruti maka kita akan menangis, mengobrak-abrik separuh rumah dan berteriak kencang-kencang hingga permintaan kita dituruti. Seperti itulah yang disebut anak-anak, kurang ajar.

Dan saat kita beranjak remaja kita mempelajari apa yang disebut dengan baik dan buruk. Bermain di kubangan lumpur itu buruk karna itu akan menyusahkan Ibu Anda dalam mencuci baju, mencuri es krim dari dalam kulkas itu buruk karna Anda akan ditampar oleh orang yang punya, melempari mobil yang lewat itu buruk karna pemilik mobil akan melemparkan batu yang lebih besar pada Anda dan tidak mau tidur siang itu buruk karna itu akan membuat orangtua Anda marah.

Umur Bukanlah Patokan Kedewasaan. Sebenarnya Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya?

Seorang remaja juga biasanya dikenalkan dengan apa yang disebut hubungan timbal-balik. Jika kita mengerjakan pr maka kita akan diberi nilai oleh guru, jika kita bebicara dengan ramah maka orang-orang tidak akan membenci kita, jika kita membelikan skincare maka pacar kita tak akan meminta putus. Singkatnya apa yang disebut mentalitas remaja adalah melakukan hal yang baik agar mendapatkan hasil yang baik pula.

Sebagai remaja kita dikenalkan pada konsekuensi dan konsekuensi inilah yang membuat kita berhenti melakukan banyak hal hanya karna kita menginginkannya. Sebagai masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, fase remaja 'memaksa' kita untuk berjalan di jalan yang benar, jalan kedewasaan.

Menjadi dewasa berarti mengikuti nilai-nilai yang ada di masyarakat dan melakukan apa yang dianggap sebagian besar orang sebagai hal yang benar. Saat seseorang bisa sampai ke tahap dimana dia melakukan hal yang baik tanpa mengharapkan pujian maka disitulah seseorang bisa disebut sebagai dewasa. Menjadi dewasa memang berarti mempertahankan perilaku remaja namun tanpa perlu diiming-imingi dengan hadiah.

Umur Bukanlah Patokan Kedewasaan. Sebenarnya Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya?

Orang yang benar-benar dewasa membuang sampah pada tempatnya bukan karna ingin dilihat sebagai manusia teladan melainkan karna dia percaya itu memang hal yang benar untuk dilakukan. Orang dewasa mencintai tanpa mengharapkan imbalan karna cinta bukanlah sebuah jual beli. Orang dewasa adalah mereka yang hanya memberi dan tak harap kembali (bagai sang surya menyinari dunia~).

Melakukan hal-hal baik tanpa mengharapkan imbalan. Terdengar amat mulia namun super duper sulit, karna itulah butuh waktu yang lama bagi seseorang untuk menapaki jalan kedewasaan. Dimulai dengan mempelajari mana yang benar dan salah, melakukan hal yang benar demi mengejar sesuatu dan akhirnya melakukan hal yang benar tanpa pamrih. Tahapan-tahapan ini harus dilalui dengan perlahan dan dengan urutan yang tepat.

Kita mungkin sering melihat orang dewasa yang bertingkah seperti anak kecil, merengek setiap kali keinginannya tidak dipenuhi. Orang-orang seperti ini bisa saja tercipta jika saat kecil dia selalu dimanja, tak pernah diberi konsekuensi akan perbuatan buruknya. Akibatnya dia tidak tahu bahwa hal yang dia lakukan membuat jengkel orang-orang di sekitarnya.

Umur Bukanlah Patokan Kedewasaan. Sebenarnya Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya?

Dan karna itulah, untuk seluruh orangtua disana, jangan segan untuk memarahi dan menghukum anak Anda untuk segala perbuatan buruk yang mereka lakukan. Sebaliknya, berilah hadiah atas perbuatan baik yang mereka lakukan. Biarkan mereka belajar mana yang baik dan mana yang buruk karna itulah langkah pertama dalam mencapai kedewasaan.

Sekian dari saya mari bertemu di thread saya yang lainnya.

Source: Everything is fuck*d, Mark Manson.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
blinyoman88 dan 29 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Dan ingatlah anak anak, menonton film dewasa tidak membuatmu menjadi dewasa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ekasatya87 dan 8 lainnya memberi reputasi
Memberi tanpa mengharapkan imbalan, terdengar sangat tidak enak dan memang benar, siapa bilang jadi orang dewasa itu enak?
Diubah oleh ih.sul
Post ini telah dihapus
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Tetangga ane sering banget beliin anaknya jajan sampe sampe kalau nggak dibeliin bakalan nangis. Mana nangisnya kenceng banget lagi.
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ya bener umur bukan patokan udah dewasa atau belum emoticon-Jempol

Quote:
profile-picture
nyimak92 memberi reputasi
Diubah oleh iyan.raambo123
Menjadi dewasa itu menyebalkan bray, bersikap kekanak-kanakan membutuhkan kebijaksanaan.. emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
MemoryExpress dan ih.sul memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Be adult is suc*k, dont tell anyone any diffrent
profile-picture
egirosario memberi reputasi
Tulisan panjang lebar... padahal kesimpulannya cuma satu dan singkat
"DEWASA ADALAH TANGGUNGJAWAB".
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MemoryExpress dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh TERA.SERVO
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Umur Bukanlah Patokan Kedewasaan. Sebenarnya Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adrianfuzagame dan 8 lainnya memberi reputasi
Umur Bukanlah Patokan Kedewasaan. Sebenarnya Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya? emoticon-Turut Berduka
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kloe menurut ane menjadi dewasa itu ketika lu ambil keputusan,tpi lo mau bertanggung jawab emoticon-Cool
Dewasa itu sadar terhadap semua keputusan hidup yang diambil, sadar dalam menjalani keputusan yang diambil & sadar akan konsekuensinya
Apa Arti Kedewasaan Sesungguhnya?
Ane sudah dewasa jadi bisa liat majlah dewasa ganemoticon-Shakehand2



Kedewasaan sejati terletak di sikap atau attitude, dan bukan pada umur. Seringkali kita berpikir, jika usia yang menua merupakan tanda yang absah dari sebuah kedewasaan. Tetapi ternyata tidak. Usia bukanlah faktor penentu dari sebuah kedewasaan. Tak heran kita sering mendengar pernyataan,"Geus kolot teu nyaho kolot-kolotna."

 

Ada dua hal yang dinyatakan dari pernyataan Paulus dalam ayat di atas. Pertama, kedewasaan adalah sebuah bentuk sifat. Dewasa berarti memiliki sifat dewasa dan bukan sifat anak-anak. Dalam pengalaman saya sebagai pembela anak, ciri khas seorang anak adalah masih berorientasi pada kesenangannya sendiri tanpa mengindahkan perasaan ataupun keberatan orang lain. Jika mereka minta permen dan tidak mendapatkan, maka mereka akan menangis tanpa menghiraukan nasehat kita mengenai buruknya pengaruh permen pada gigi.

 

Ciri lainnya dari seorang anak adalah kurangnya rasa tanggung jawab terhadap suatu tugas yang sebenarnya menjadi kewajiban mereka. Karena orientasi mereka yang masih berpusat pada "kesenangan aku," maka acapkali mereka lalai mengerjakan sesuatu yang sudah disepakati untuk mereka kerjakan. Sehingga akhirnya mereka pun membutuhkan figur yang mereka takuti untuk mengawasi mereka.

 

Ada ungkapan yang menyatakan demikian: "Our attitude is our altitude." Sifat kita menentukan seberapa tinggi level kedewasaan kita dalam menyikapi hidup. Ketika kita memprioritaskan kepentingan, kesenangan orang lain di atas kepentingan atau kenyamanan kita sendiri, maka kita sudah dewasa. Dan ketika kita mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab tanpa adanya pengawasan dari orang lain yang punya kedudukan lebih tinggi dari kita, maka kita sudah bisa mengatakan kalau kita adalah orang dewasa.

 

Pernyataan Paulus yang berikutnya menyuratkan perlunya sebuah komitmen untuk meninggalkan sifat kekanak-kanakan tersebut. Komitmen meninggalkan sifat kekanak-kanakan tentu harus dilandaskan kesadaran bahwa kita memang sudah dewasa dan tidak pantas bersifat kekanak-kanakan dalam hidup. Ketika kita dihadapkan pada masalah, sikap seorang anak adalah menangis meminta pertolongan orang lain. Tetapi sebagai orang dewasa ketika kita dihadapkan pada masalah, maka sikap kita adalah menggeluti masalah itu sampai titik permasalahannya ditemukan dan solusinya bisa diajukan.

 

Komitmen meninggalkan kenyamanan kanak-kanak memang tak mudah, tetapi jika kita meyakini hidup adalah perubahan dan perubahan adalah ciri kehidupan; maka miliki komitmen untuk meninggalkan kenyamanan kanak-kanak dan menjemput sifat kedewasaan untuk sebuah kehidupan yang semakin baik di esok hari.

 

Selamat berjuang menjadi dewasa!!



crottt
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Diubah oleh bombtrack2.0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Semua orang pada saatnya kan menjadi dewasa sendiri.
Ga perlu dipaksain.
Ada prosesnya sendiri, tiap orang beda beda.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Egois adalah tanda belum dewasaemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
rrputro dan drkhntr3ss memberi reputasi
Tandai
dewasa karna kondisi jg ada gan, karna dr kecil idupnya udah keras
Sumber dr mark manson, pembunuh itu bkn???

Dewasa karena sering kali diperlakukan tidak enak atau ga pantes oleh orang lain, jadinya mikir klo dibalik gmn rasanya..
Apalagi klo musuhnya ketidakadilan di dunia, idup semakin dilawan semakin keras..
profile-picture
caerbannogrbbt memberi reputasi
Diubah oleh adri141
Dewasa mau menerima kelebihan dan kekurangan diri maupun orang lain.
Dewasa itu, berani minta maaf walau kita salah
profile-picture
profile-picture
kevinazmi dan MendiManikung memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Halaman 1 dari 4


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di