CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kisah Orang Indonesia Jadi Sopir Truk di Kanada, Gajinya Rp 30 Juta Per Minggu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61737e74ed323e441323dc21/kisah-orang-indonesia-jadi-sopir-truk-di-kanada-gajinya-rp-30-juta-per-minggu

Kisah Orang Indonesia Jadi Sopir Truk di Kanada, Gajinya Rp 30 Juta Per Minggu


Kisah Orang Indonesia Jadi Sopir Truk di Kanada, Gajinya Rp 30 Juta Per Minggu

Jakarta - Di luar negeri, profesi sopir truk tidak bisa dipandang sebelah mata. Contohnya seperti yang dialami Bagus Ananda Putra, warga Indonesia asal Pulau Bali itu menjalani profesi sebagai sopir truk di Kanada, Amerika Utara, dengan penghasilan mencapai Rp 30 jutaan per minggu. Seperti apa kisahnya?

Bagus Ananda Putra sudah merantau ke penjuru dunia sejak 2003. Bagus mengaku meninggalkan Indonesia sejak umur 25 tahun untuk bekerja di kapal pesiar. Kemudian sejak 2008 hingga sekarang ia menetap di Kanada, ia bahkan menikah dengan warga lokal dan sudah dikaruniai dua anak.

Kepada detikOto, Bagus bercerita alasannya menekuni profesi sopir truk. Menurut dia, sopir truk merupakan salah satu pekerjaan yang mudah diperoleh dibanding pekerjaan lainnya. Misal untuk memperoleh lisensi pengemudi truk, cukup gampang dan cepat proses kursusnya.

Baca juga:
Bikin Melongo, Gaji Sopir Truk Indonesia di Kanada Bisa Capai Rp 1,7 M Per Tahun
Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada
"Alasan saya pilih profesi sopir truk, satu karena sekolah untuk pengemudi truk itu tidak lama. Beda dengan profesi lain yang sekolahnya agak lama. Jadi saya kursus di truck driving school itu masa sekolahnya cuma 90 jam," kata Bagus kepada detikOto melalui sambungan telepon (12/10).

Dijelaskan Bagus, biaya untuk mendapatkan lisensi kelas 1 di sekolah mengemudi truk mencapai 4.000 CAD (dolar Kanada) atau setara Rp 46 juta. Tapi untuk sekarang, tepatnya sejak 2018 hingga saat ini biaya kursus mengemudi truk di sana sudah tembus 10.000 CAD (Rp 115 juta), tapi dengan waktu kursus lebih lama, yakni 120 jam.

Selain karena proses mendapatkan SIM kelas 1 yang lebih cepat, alasan lain Bagus menekuni profesi sopir truk tentunya karena potensi pendapatan yang besar. "Di sini kalau pekerja kasar kayak kita lebih dihargai dari orang yang kerjanya berdasi. Dari segi penghasilan, kita bukan menang sih, tapi banyak benefitnya," jelas Bagus.

Bagus mengatakan, untuk pengemudi truk pemula bisa menerima upah Rp 264 ribu sampai Rp 276 ribu per jam. Dan jika levelnya sudah pengalaman, maka gajinya lebih besar, bisa mencapai Rp 655 ribu per jam.

"Nggak tentu ya. Kadang-kadang kalau newly graduated itu, sopir baru-baru tamat sekolah itu biasanya tidak bisa dapat perusahaan yang bayar dengan (gaji) standar, itu kira-kira dia dapatnya 23-24 dolar lah sejam," katanya.

"Tapi kalau kita sudah mempunyai pengalaman bagaimana kita drive di winter, bagaimana kita drive di gunung, bagaimana kita nyetir di jalan raya, kita harus punya pengalaman yang kayak begitu juga. Jadi perusahaan yang bagus-bagus itu nyari kita gitu," sambung Bagus.

"Kalau di tempat saya (Martin Brower Company), bawa double trailer itu dibayar 57 dolar per jam. Kalau saya bawa satu trailer, dibayar 46 dolar per jam, pas saya nurunin barang--karena saya delivery driver--kalau saya nggak pegang setir saya dibayar 31 dolar sejam, pas nurunin barang itu".

Baca juga:
Karma Bos Tak Bayar Gaji Karyawan, Ferrari-nya Ringsek Dilindas Truk
"Jadi kalau itu di musim panas atau summer, ini terang-terangan saja, saya dibayar setiap minggu, nggak setiap bulan. Saya dapat kadang-kadang 2.700 dolar (Rp 31 juta) per minggu, bisa juga 2.200 dolar (Rp 25,3 juta), tertinggi saya dapat 2.700 dolar dan terendah 2.100 dolar seminggu (Rp 24,1 juta)," bilang Bagus.

"Ya, lumayan lah. Untuk hidup di sini sebagai truck driver ya masih bisalah kita bergaya. Artinya, nggak perlu berpikir lah kita kalau mau beli barang yang diinginkan. Pengin beli ini, pengin beli itu, nggak usah berpikir lagi," bilang Bagus.bisalah kita bergaya. Artinya, nggak perlu berpikir lah kita kalau mau beli barang yang diinginkan. Pengin beli ini, pengin beli itu, nggak usah berpikir lagi," bilang Bagus.




https://oto.detik.com/berita/d-57788...ta-per-minggu?




profile-picture
profile-picture
profile-picture
gore dan 31 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
gils ngga ada yg nama nya bajing bangsa** eh loncat
emoticon-Ngakak
Gedhe juga ya dapetnya, kerja di luar negri memang menjanjikan, banyak juga TKI-TKI yang meraih kesuksesan setelah beberapa tahun berada di luar negri. Apalagi kalau dapet juragan yang enak, bisa-bisa bakalan krasan berada disana.
Mantep tuh kalau disana kerja trus hemat. Nikmatin hasilnya di indo. Beuhhh
Di negara Amerika jadi kang kebun juga gajinya lumayan buat bekal balik ke Indonesia
emoticon-Traveller
Gede ya gaji na...
untuk mencapai itu tidak semudah yang dibayangkan juga lah.

untuk bisa masuk ke negara itu saja butuh biaya tak sedikit. birokrasinya juga ribet, syaratnya juga gak semudah yang dipikirkan.

berangkat ke sana emang tidak butuh biaya besar ? mau tinggal dimana ? hotel? berapa biayanya ? menunggu sampai dapat kerjaan begitu mau berapa lama ? biaya hidup selama menunggu di sana sebesar apa ?

banyakin bersyukurlah. dimana pun kita berada. asalkan mau bekerja keras, pandai mengatur keuangan, tidak mengutamakan keinginan, sebenarnya di Indonesia saja pun cukup kok. tidak perlu sampai ke lluar negeri sana.

kalau sekiranya mati di sana, entar siapa yang mau urus jenazah kita. saudara tak ada, keluarga apa lagi. jadi apa tuh nanti jenazahnya ?

emoticon-Ngakak
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ya disyukuri aja Gan, ane pernah punya pengalaman mau tinggal di Kanada juga tidak semudah kata orang, ada proses birokrasinya yang tidak mudah
Ya disyukuri aja Gan, dapat gaji tinggi, biaya hidup disana juga tinggi dibanding di Indonesia
Ya disyukuri aja Gan, kerja dimanapun asal halal dan on track pasti ada upah yang sesuai diberikan
Gajinya bikin ngiri sopir truk di sini. Awas lupa nganan Gan!!
cobain kerja jd pekerja konstruksi atau kuli bangunan di luar negri, gajinya lebih gede daripada yg berdasi, diluar pekerjaan yg resiko tinggi digaji lebih gede (disamping harus ada lisensi dan pengalaman juga). cuma tetep aj yg namanya manusia di negara mana ada yg namanya gengsi, gak semua mau kerja kasar gitu, maunya kerja di kantoran pake dasi dan ruang adem
penghasilan sgtu sebanding dengan resiko dan biaya hidup disana yg tergolong lebih tinggi dibandingkan di jakarta. good info emoticon-Big Grin
Ogah ane mah gan, nyupir mobil sejam aja udah ngantuk2 apalagi truk logistik gitu bisa berjam2 wah kelenger gw emoticon-Big Grin
Mantap banget gajinya emoticon-Matabelo
Yakali bawa truk segede gaban gajinya kecil.
Coba tanya sopir truk sini yg bawaannya segede itu, trayeknya kemana2. Pasti bayarannya jg lumayan.
Di uni eropa kerja nyupir begituan harus punya premi khusus. Gaji gede resikonya jga gede sebandinglah. emoticon-Traveller
Di inggris lagi butuh banyak supir truk, sampe bisa dapet bonus sign in segala, dah efek domino jadinya.

Supir taksi jarang karena jadi supir bis,truk sampah atau truk pengangkut. supir bis dan supir truk sampah jadi supir truk pengangkut.
Enak ya...pekerjaan kasar memang cukup dihargai disana..
Mantaapp truk nye juga segede gituh wajar la
Di kanada ada gk ya yg truk nya di tulisin " pulang malu, tak pulang rindu". Serius nanya ini emoticon-Jempol
Kerja gitu juga ga mudah
Halaman 1 dari 5


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di