CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kisah Nyata-Horror - Pengalaman jadi Panitia Ospek - Part 2 - End
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61724f1eb3c0ba0af862cbec/kisah-nyata-horror---pengalaman-jadi-panitia-ospek---part-2---end

Kisah Nyata-Horror - Pengalaman jadi Panitia Ospek - Part 2 - End

Gak nyangka bisa banyak yang baca ternyata 😭😭
Padahal itu gak serem-serem amat ceritanya.
Sesuai janji, karena lapak kemarin rame. Aku lanjutin part 2 nya.

***

Sekitar pukul 09.00 pagi peserta lain mulai berdatangan. Semua panitia pun bersiap di pos masing-masing. Kebetulan waktu itu aku adalah panitia P3K. Kita semua dibagi per shift atau gantian. Acara pertama setelah makan siang adalah berkeliling dari pos ke pos. Siang hari sampai sore nya aku bertugas untuk menyisir lokasi. Ada cukup banyak peserta yang tumbang saat itu. Mereka harus berhenti ditengah jalan dan kembali ke pos p3k.

Semua berjalan cukup lancar. Hingga hari menjelang maghrib. Setelah solat berjamaah, aku ditugaskan untuk berjaga di tenda. Masih ada beberapa peserta yang tertidur karena sakit. Aku mulai mendata dan mengingat nama beserta wajah mereka.

Ada satu peserta wanita, sebut saja Rani. Dia memang dari awal kegiatan memilih untuk beristirahat di tenda. Hal itu dikarenakan tubuhnya yang memang lemah.
"Rani, kamu nanti tidur disini saja. Kakak takut kalau kamu bareng sama teman kamu ditenda sana. Gelap dan berdesakan." Ucapku kala itu.
Rani cuman mengangguk lemas. Dia pun kembali tertidur.

***
Tiba di puncak acara perkemahan. Satu persatu kelompok mulai menampilkan pertunjukan mereka. Keadaan semakin riuh. Saat itu aku diminta untuk menjaga dibelakang peserta.

Aku ingat ada seorang peserta wanita memintaku untuk menemaninya ke toilet. Perasaanku sudah tidak ingat. Mengingat kejadian yang dialami tadi subuh. Akhirnya akupun menemani peserta tersebut.
"Kak, bisa temani didalam saja? " Peserta itu keluar lagi sesaat dia baru masuk toilet.
"Masa kakak temani kamu pipis didalam," Jawabku merasa tidak nyaman.
"Aku mohon kak. Ini beneran aku gak bisa tahan lagi." Dia terlihat sudah merapatkan kedua kakinya. Menahan untuk buang air kecil.
Akhirnya aku menemaninya masuk. Dan berdiri membelakanginya. Terdengar samar-samar suara tertawa. Sangat jauh, namun intens. Aku hanya bisa menelan ludah. Sekarang aku tahu alasan dia tidak berani sendiri.

***

Setelah berbagai pertunjukan. Tibalah salah satu kelompok menampilkan sebuah kesenian sunda. Dari semenjak gamelan berbunyi. Keadaan mulai berbeda. Seluruh tubuhku mulai bergidik ngeri. Suasana menjadi hening. Semua seakan fokus dengan pertunjukan didepan mereka.

"Taaa.. Taaa... Sini bantuin cepet!" Salah satu panitia yang berjaga di tenda berlari. Dia menarikku dengan cepat. Saat sampai di tenda. Terlihat Rani yang lagi menangis. Matanya menatap semua orang tajam.
"Sial! " batinku.
Ini pasti karena pertunjukan didepan. Aku meminta beberapa temanku yang lain untuk ke panggung. Dan pertunjukan dari kelompok itu pun dihentikan.

Sementara itu Rani yang akhirnya pingsan. Bersamaan dengan suara gamelan yang menghilang. Seluruh peserta dan panitia yang berada di tenda langsung diam. Mereka semua disuruh fokus dan tidak berfikir aneh-aneh.

***

Malam semakin larut. Setelah kejadian itu, semua pertunjukan yang bertema tradisional dilarang. Hampir semua kelompok akhirnya memilih untuk menampilkan akustik modern.

Tiba saatnya hiburan utama. Ada beberapa bintang tamu yang hadir. Semua menjadi riuh kembali. Anak-anak mulai berdiri dan maju untuk menikmati musik yang ada. Saat itu semua panitia wanita yang bertugas dipindahkan ke depan panggung.

"Ran, kamu udah sehat? " Aku menepuk bahu Rani pelan. Saat itu dia tengah asik berbaur dengan yang lainnya.
"Kamu jangan capek-capek ya. Nanti sakit lagi, " Ucap ku. Dia hanya mengangguk pelan. Aku pun sempat menitipkannya kepada teman-teman disampingnya. Namun ekspresi mereka sedikit aneh. Mereka menatapku keheraban. Tapi aku berfikir, mungkin mereka terganggu karena permintaanku saja.

Salah satu temanku memanggilku lagi. Dia meminta untuk bergantian karena ingin menikmati acara juga. Akhirnya karena merasa capek, aku bersedia menukar posisi dengannya.
Alangkah terkejutnya, saat sampai di tenda. Aku lihat Rani masih tertidur dengan pulas. Lalu siapa yang tadi aku ajak bicara?.

Lagi-lagi aku hanya bisa terdiam. Menurutku tidak bijak bila aku membicarakan hal yang seperti itu. Terlebih karena kejadian kesurupan tadi. Waktu sudah menunjukan pukul 11.00 malam. Sebelum tidur semua peserta diminta untuk melakukan jurit malam.

Saat itu, aku diminta kembali untuk berjaga sambil berkeliling. Disepanjang track jurit malam suasana sangat mencekam bagiku. Ada satu pos yang membuatku bergidik ngeri. Pos tersebut berada dibawah sebuah pohon yang sangat tinggi. Entah kenapa aku malah melihat pohon itu terus. Kupandang daru bawah sampai keatas. Terlihat ada sosok putih melihat kebawah. Sedang memperhatikan dari atas. Segera kupalingkan pandanganku dan mempercepat langkahku.

Sesampainya di tenda P3K. Semua orang terlihat panik. Rani menghilang dari tempat tidurnya. Akhirnya acara jurit malam segera dihentikan. Semua peserta diwajibkan kembali ke tenda. Setelah selesai mendata, seluruh panitia d kerahkan untuk mencari Rani.

Sekitar pukul 01.00 pagi akhirnya Rani ditemukan. Dia ditemukan duduk, tepat dibawah bangunan di pinggir jurang. Tepat ditempat aku melihat sebuah sosok terjun kemarin malam. Menurut penuturan orang yang menemukannya. Dia seperti orang linglung. Tanpa ekspresi dan pandangannya pun kosong.

Akhirnya kegiatan hari itu berakhir. Benar-benar hari yang sangat melelahkan. Terlebih disaat Rani menghilang tadi. Hingga sekitar pukul 04 .00 pagi. Semua dibangunkan kembali. Kini semua berkumpul disekitar api unggun. Ada satu ustad yang memimpin berdoa.

Disaat semua tengah khidmat berdoa. Ada salah satu peserta pria yang menggeram. Dia mulai menunjukan hal aneh. Melihat hal itu membuat semua peserta panik. Beberapa panitia pun mencoba menenangkan keadaan. Keadaan menjadi tambah ricuh. Laki-laki tersebut mulai mencakar tanah disrkelilingnya. Dia mulai ribut dan kesurupan. Hal yang paling tidak bisa aku lupakan. Lelaki tersebut mengejarku dengan posisi seperti macan. Aku berlari sekuat tenaga. Untung saat itu pak ustad segera menyadarkannya.

Subuh pun tiba. Semua orang diminta untuk solat subuh berjamaah. Kegiatan pun dihentikan. Hanya ada acara makan pagi dan pembagian hadiah. Kemudian Rani saat itu dipulangkan oleh ambulance beserta keluarga yang menjemputnya.

***

Itu adalah pengalaman yang paling melelahkan bagiku. Selama dua hari penuh aku terus ditampaki makhluk tak kasat mata. Sangat lelah dan membuat stress. Cerita ini aku bagi ke semua teman ku ketika rapat koordinasi terakhir.

Seusai acara ospek berakhir. Setelah kejadian itu aku semakin sensitif dengan hal-hal seperti itu. Makhluk-makhluk di kampus dan kosan mulai berani menampakan dirinya. Tidak jarang hal itu membuatku ketakutan bahkan sampai jatuh sakit.

Terimakasih buat respon kalian yang sangat luar biasa 😌😌
Jangan lupa untuk baca cerita lainnya juga yah

Xoxo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sin606 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh amethystia
nice, lanjut terus nulis disini.
Xixixi
Kdang semua itu timbul krena sugesti dr pemikiran kita yg kuat
Terlepas hantu itu ada atau nggak, klo ane jadi ketua panitianya, sejak awal udah gak nyaman situasinya gitu, mending cancel semua acaranya.

Safety first.


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di