CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
IRT di Gorontalo Tewas Diduga Malpraktik Dokter, Pengakuan Suami Bikin Miris
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/616d23419ff08162852ca23e/irt-di-gorontalo-tewas-diduga-malpraktik-dokter-pengakuan-suami-bikin-miris

IRT di Gorontalo Tewas Diduga Malpraktik Dokter, Pengakuan Suami Bikin Miris

IRT di Gorontalo Tewas Diduga Malpraktik Dokter, Pengakuan Suami Bikin MirisGorontalo - Oknum dokter di Rumah Sakit (RS) Multazam Gorontalo diduga telah melakukan malpraktik setelah melakukan tindakan operasi ke ibu rumah tangga (IRT) inisial MGI (39). Korban meninggal setelah dioperasi di bagian perut.
Suami MGI, YH mengungkapkan, dugaan tindakan malpraktik dokter tersebut terjadi setelah dia dan istrinya dan berobat ke RS Multazam pada 16 September 2021 lalu.

"Melakukan konsultasi kepada oknum dokter kandungan, di ruang praktiknya. Korban mengeluhkan nyeri di bagian perut dan dengan gejala haid kurang lancar. Setelah melakukan sejumlah pemeriksaan media, dokter itu mengungkapkan bahwa korban didiagnosa memiliki kista berukuran 5,0 dan dan miom berukuran 9,8," ujar YH dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Oknum dokter itu lantas menjadwalkan tindakan operasi pada Senin, 20 September 2021 di RS Multazam. Saat waktu operasi tiba, korban langsung dioperasi tanpa didampingi keluarga di luar ruang operasi.

Namun, tindakan operasi yang dilakukan kepada MGI tidak berjalan dengan baik. Dokter yang melakukan operasi mengungkapkan jika operasi yang telah dilakukannya tidak dapat dilanjutkan.

"(Oknum dokter itu) menyampaikan kepada kami (keluarga) bahwa operasi telah gagal, dan disampaikan tindakan operasi tidak dapat dilanjutkan dengan alasan telah terjadi perlengketan usus di seluruh lapisan perut. Pasien dan pengangkatan penyakit miom dan kista sudah tidak dapat dilanjutkan lagi," ungkap YH.

Karena dokter tersebut tidak dapat melanjutkan operasi, datang dokter lainnya yang juga bekerja di RS Multazam untuk melanjutkan operasi. Saat operasi oleh dokter kedua akan dilanjutkan, diketahui perut korban hanya dibiarkan dalam kondisi terbelah.

"Dan yang melanjutkan jahitan operasinya ialah dokter kedua itu. Dokter itu sempat menyampaikan kepada kami dan keluarga, bahwa telah terjadi robekan pada usus pasien yang diakibatkan oleh sayatan operasi (oleh dokter sebelumnya)," jelas YH.


Beberapa hari kemudian tenaga kesehatan melepas jahitan di perut korban. Saat itu YH menduga tindakan medis itu dilakukan tanpa ada penanganan lebih lanjut. Tak puas dengan kondisi tersebut, YH pun lantas meminta dokter merujuk korban ke rumah sakit lain.

Namun, dokter yang menjawab permintaan rujukan YH mengatakan jika MGI sudah tidak bisa lagi ditangani secara medis. Keluarga lalu diminta untuk banyak berdoa.

Karena tak puas dengan pengobatan yang dilakukan oleh dokter di RS Multazam, YH pun menghubungi dokter profesional untuk menangani korban. Namun karena melihat luka yang sudah mengeluarkan cairan padat dan kotoran, dokter tersebut tak berani mengambil tindakan dan menyarankan untuk dibawa ke RS Aloei Saboe Gorontalo. Saran itu dituruti oleh YH.

"Bahwa setelah dilakukan perawatan, kemudian diagendakan untuk operasi pada hari Sabtu tanggal 9 Oktober 2021, dimana pada saat tindakan operasi Dokter Enrico mengajak saya ke dalam ruang operasi dan menunjukkan secara langsung bahwa tidak ada kista sebesar berukuran 5,0 dan dan Miom berukuran 9,8 sebagaimana yang disampaikan oleh (oknum dokter di RS Multazam)," ungkap YH.

Dokter lain yang menangani MGI itu bahkan mengungkapkan tidak ada perlengketan usus di dinding perut sebagaimana yang disampaikan oleh dokter sebelumnya. Faktanya bahwa yang disebut oleh oknum dokter di RS Multazam sebagai perlengketan usus itu, adalah karena terdapat usus besar dan usus halus serta empedu yang tersayat akibat operasi.

"Sangat menyayat hati, istri saya meninggal dunia di RSAS tanggal 15 Oktober 2021 Pukul 14.01 WITA," ungkap YH yang kemudian berkomitmen untuk melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.


Sementara, Direktur RS Multazam, Syahruddin Sam Biya menyatakan membenarkan MGI awalnya menjalani perawatan di RS Multazam hanya mengeluhkan perut.

"Karena sudah beredar dan viral dengan macam-macam gambar yang itu. Kami belum bisa memberikan sesuatu yang lain, sesudah dari komite medik, hasil keputusan dari majelis Kode Etik Kedokteran, membahas soal kasus dugaan malpraktik.

https://news.detik.com/berita/d-5772...from=wpm_nhl_6

emoticon-No Hope

Dokter bagi masyarakat adalah penyelamat kehidupan namun di nodai oleh oknum2 yg tdk bertanggung jawab dan melanggar sumpahnya sendiri sebagai dokter emoticon-No Hope
profile-picture
profile-picture
profile-picture
slarkkk dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gabener.edan
Halaman 1 dari 2
Hanya untuk pengalaman dan jam terbang kah?
Apesnya ada keteledoran
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
proses lah... gila aja kalo bener ini ...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan 2 lainnya memberi reputasi
gantian di sayat saja usus nya ituemoticon-Kaskus Banget
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan samsol... memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Menjadi pelajaran buat kita,
ketika divonis berat
selalu cari 2nd, 3rd, atau bahkan 4th opinion dari dokter2 lain.

emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
Psikopet pura2 jadih dokter emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan samsol... memberi reputasi
Wait & see, tunggu hasil rekam medis korban dan keputusan Komite Medik.
Btw, turut berduka buat keluarga korban
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan samsol... memberi reputasi
karena terdapat usus besar dan usus halus serta empedu yang tersayat akibat operasi.

ini jelas perlengketan, risiko nya yg bocor ususnya saat operasi
kie setelah operasi pertama kayaknya lom lengkap, perlu juga info dari pihak rs nya, jgn cuma dari pasien doang, karena setiap kie akan ada tanda tangan pihak keluarga

terlalu gegabah rs ke 2 bilang gak ada mioma dan kistanya


semoga bisa diklarifikasi segera


fyi... udah sering kok nemu, operasi "BUKA-TUTUP"
karena begitu dibuka baru kita tahu sebenarnya kondisi perutnya, seringnya lengket karena tumor, itupun saat BUKA udah berisiko ususnya kena sayat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mubafirs dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh masamune007
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
walah dokter geblek mesti kena uu malpraktik.

turut berduka emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan samsol... memberi reputasi
Dokter bagi masyarakat adalah penyelamat kehidupan namun di nodai oleh oknum2 yg tdk bertanggung jawab dan melanggar sumpahnya sendiri sebagai dokter emoticon-No Hope

saya pernah ada kejadian kakak perempuan saya meninggal karena ulah oknum dokter....sempat tulis di sosmed (tapi ga tulis nama oknum dan rs nya), langsung di PM teman saya yang profesi dokter...saya hendak dijerat UU ITE...wissss jan wisssss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Duh aduh..

SOP double checknya gimana??

Apa cuma di-USG sekali doang langsung pede diagnosis kista dan miom?

USG tuh minim 2 kali dengan tanggal dan sudut periksa yang berbeda.
Kalau perlu dan memadai, cek lagi dengan USG 4D dan MRI sekalian. emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
indrastrid dan samsol... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
"Saat operasi oleh dokter kedua akan dilanjutkan.. diketahui perut korban hanya dibiarkan dlm kondisi terbelah"

Ngilu bgt kebayangnya....emoticon-Kagets

Turut berduka untuk korban....emoticon-Berduka (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
Kacau, itu dijadiin kelinci percobaan pasiennya emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan samsol... memberi reputasi
Pada kasus post operasi.. luka operasi terkadang di biarkan terbuka sambil di drain.. jadi jangan ngilu membayangkan, biasa saja.. lebih baik menunggu pemeriksaan kode etik dulu..
Turut berduka buat keluarga pasien...
profile-picture
profile-picture
indrastrid dan samsol... memberi reputasi
Diubah oleh virtual2000
Ini dokter enrico yang di DISJAYA Gambir kah?? Udah pindah ke gorontalo??
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ini mah parah kalo sampai usus tersayat

profile-picture
samsol... memberi reputasi
perlu tunggu buka2an di pengadilannya. cuma memang sering terjadi pemeriksaan nggak kuat, tapi main bedah.
profile-picture
foreveryoung90 memberi reputasi
Jangan percaya satu dokter sebaiknya cari dokter lain sebagai pembanding
Rumah sakit bagus kdg kga mnjamin dokternya jg baik, dokter jg manusia jdi sebisanya jgn salah mmberi vonis trhdp penyakit pasien tnpa observasi lebih dluemoticon-pencet
profile-picture
tepsuzot memberi reputasi
Diubah oleh phyu.03
serius nanya,.
apa kalo make bpjs bisa nolak tindakan medis buat nyari second opinion atau lebih?
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan Lt.Evans memberi reputasi
Diubah oleh yadigembil
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
ngeri . gila dokter skrg byk yg ga becus
Halaman 1 dari 2


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di