CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Nilai Rapor TS Berderet Angka 9. Tapi Semua itu Sampah!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61697c5880723a23f83cb4a2/nilai-rapor-ts-berderet-angka-9-tapi-semua-itu-sampah

Nilai Rapor TS Berderet Angka 9. Tapi Semua itu Sampah!

Nilai Rapor TS Berderet Angka 9. Tapi Semua itu Sampah!

(dokumen pribadi)

Mendapat berderet nilai 9 di rapor seperti ini mungkin dari kaca mata orang pada umumnya adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Tetapi tidak bagi TS. Tidak ada bangganya sama sekali. Sebab nilai tinggi itu tidak 100% didapatkan dengan cara jujur. 

Sebuah ironi. Sekolah kami merupakan SMA favorit di kabupaten. Sangat begengsi.  Mayoritas lulusan SMA kami bisa tembus PTN dan sekolah kedinasan ternama. Hampir tiap tahun langganan juara olimpiade tingkat provinsi, belum lomba-lomba lainnya, sekeliling tepi aula besar itu sampai penuh sesak oleh medali dan deretan piala. Namun di sisi lain ada praktik-praktik busuk yang akan TS beberkan di sini.

Pertama, Gila Belajar sampai Over Dosis. Mata pelajaran sampai 13 macam. Saat kelas 10 malah 14 macam. Belajarnya lebih lama dari sekolah biasa. Saat sekolah lain sudah bubar, kami masih harus berkutat dijejali pelajaran. Senin sampai rabu belajar sampai jam 5 sore. Kamis juga pulang sore dengan agenda ekstrakurikuler dari jam 1 sampai jam 5 sore. Jumat juga pulang sore dengan agenda organisasi dari selepas jumatan sampai jam 5 sore. Pulang ke kost jangan harap bisa langsung santai, sudah menunggu PR-PR yang harus diselesaikan. Lebih parah lagi kalau di kelas 12,  khusus semua siswa kelas 12 wajib tinggal di asrama sekolah sekalipun rumahnya berada di seberang pagar sekolah. Apa yang bikin parah? Ada kelas tambahan di malam hari selepas Isya. Dari pagi sampai sore belajar. Malam juga belajar. Belum lagi ngerjain PR. Teler bin mabok belajar. Jujur saja cara seperti ini amat memperkosa otak kami! 

Hasilnya? Nih muncul praktik busuk kedua yakni Budaya Nyontek yang berada pada level Gila. Tidak bisa lagi disebut oknum, sebab ini dilakukan oleh hampir semua. Awalnya TS tidak ingin berbuat curang, tapi dorongan dari lingkungan amat tak tertahankan. TS mati-matian belajar sampai malam dan bangun sejam sebelum subuh sampai perih mata, sementara banyak siswa lain dengan nikmatnya merogoh lembar contekan dari sumber-sumber tersembunyi. Parahnya lagi, guru sendiri pun turut mengompor-ngompori.

Ketiga, ini yang lebih ekstrim, saat Ujian Nasional kami kompak gak belajar. Gak tahu ya kalau di asrama cewek. Kalau di asrama cowok gak ada yang belajar. Semua kamar ribut dengan aktivitas mencocokan kunci jawaban. Iya entah darimana sumbernya, kunci jawaban Ujian Nasional yang konon katanya merupakan dokumen paling rahasia tapi bisa bocor sampai ke kami siswa. Bayangkan saja saat ujian matematika kertas buram TS gak ada coretan angka sama sekali. TS gunakan untuk nulis puisi galau dan satu gambar pemandangan gunung kembar di baliknya. 

emoticon-Leh Uga

Ujian Nasional gak guna. Buang-buang uang negara saja. Malah melahirkan mental korup yang terstruktur dan tersistematisdari siswa sampai guru. Iya semua guru kami saat menjelang Ujian Nasional sepakat memberi nasihat agar jangan pelit-pelit dengan teman. Jaga nama baik sekolah. Satu orang tidak lulus adalah aib paling memalukan bagi sekolah unggulan kita. Gitu lebih kurang nasihat bijak dari mereka.

Oleh karena semua itulah dengan lantang TS bilang nilai tinggi berderet angka 9 itu SAMPAH!

Note: semua kejadian yang TS alami dan saksikan ini terjadi di belasan tahun silam.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
rendiv dan 59 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7
Tetap semangat yah, TS... Seperti halnya pepatah Thailand yang mengatakan:
สีขาวบริสุทธ เปล่งปลง กลนหอม ส่วนผสมเอนกประสงค์ แป้งข้าวเจ้าตรากุหลาบ
emoticon-Merdeka
Nilai Rapor TS Berderet Angka 9. Tapi Semua itu Sampah!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Prisoner2704 dan 25 lainnya memberi reputasi
Lihat 42 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 42 balasan
Nilai gak penting?? Sampah?? Pentinglahh buat masuk PTN bagus biar dapet dosen yg bagus juga, lingkungan+teman2 yg bagus juga. Yang sampah cara dapetin nilainya kali???Anyway nilai penting cuma sebatas buat masuk PTN bagus aja sih yang terpenting lu punya hobi/ apapun lah hal positif yg lu senengin. Masuk jurusan yg sesuai yg lu senengin itu buat amplifikasi bakat dan potensi lu. Lebih bagus lagi masuk PTN yg udah terbukti bagus nah yg ginian baru nilai jadi penting emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sannovares dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Coba ngomong gitu ke anak teknik dan kedokteran
Nilai Rapor TS Berderet Angka 9. Tapi Semua itu Sampah!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
july00artha dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
nihh skhun ane thn 2012

alhamdulillah dari ane lulus sampe sekarang ngelamar kerja gak pernah pake ijasah wkwk , cuman digendong orang dalem


Nilai Rapor TS Berderet Angka 9. Tapi Semua itu Sampah!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chaidir31 dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 14 balasan
Banyak masyarakat Indonesia yg benci sama korupsi dan bahkan banyak yg setuju koruptor dihukum mati tapiiii masyarakat ngga sadar klo tindakan menyontek yg dilakukan saat ujian ketika sekolah dan kuliah itu menjadi awal munculnya bibit2 koruptor. Intinya stop menyontek emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
july00artha dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Hmmm.. Sepertinya bakal banyak yg salah paham dgn paragraf terakhir. Sini TS perjelas.. Jadiiiiii TS bilang nilai berderet 9 itu Sampah karena diperoleh dengan cara sampah.. Singkatnya gini deh:

Judul: Nilai Rapor TS Berderet Angka 9. Tapi Semua itu Sampah!

Isi: menceritakan praktik2 busuk di sekolah TS. Oleh karena itulah TS menyebut deretan angka 9 yg didapat itu Sampah..

Begitulah maksudnya.., 😊
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pradanto17 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mataduniawi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
.....yang penting nanti jangan jadi sampah masyarakat gan.. emoticon-Ngacir
profile-picture
mataduniawi memberi reputasi
Yah dulu waktu sma jg sama gan ane.
Tp ane mempertahankan kejujuran ane. Murni hasil belajar ane.
Walopun guru ngasih tau kunci jawabannya, temen2 yg pinter jg nge blast sms,
Tp ane tetep teguh. Ujian akhir itu harus ane sendiri yg kerjain.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senangwae dan 3 lainnya memberi reputasi
untung ane dulu kagak nyontek, paling cuma menyadur emoticon-Leh Uga

tp emang akan lebih berasa jika usaha sendiri, apalagi jaman dulu g ada katrol²an nilai
profile-picture
mataduniawi memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
bagus memupuk budaya korupsi sejak dini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
david1094 dan 2 lainnya memberi reputasi
gw SMA nilai paling jelek ya matematika gak pernah dapet 6 ke atas emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
tapi anehnya saat kuliat dapet A terus emoticon-Malu


sepertinya metode pembelajaran dan cara mengajar yang tepat sangat mempengaruhi kecerdasaan siswa emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
july00artha dan 6 lainnya memberi reputasi
Ikuti aja cara mainnyaemoticon-Ngacir
profile-picture
david1094 memberi reputasi
anehnya sekolah nuntut murid pandai semua pelajaran, lha wong guru yg ngajar jg cm bisa satu mata pelajaran, ga kuasai semua, lagian nanti kerja jg ngandalkan skill bukan nilai pelajaran, mendikbud harus ubah, jgn orientasi nilai saja

paling aneh mata pelajaran seni musik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
july00artha dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nyimak gan.
Mau pesen apa? Kopi susu?
Nilai Rapor TS Berderet Angka 9. Tapi Semua itu Sampah!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
slarkkk dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ya sampah lah, minimal nilai mesti ada tanda ga terhingga atau simbol ga terbatas kalau mau dibilang istimewa , masih ada angkanya ya sampah emoticon-Cool
Ane bersyukur nggak pernah "diarahkan" sekolah buat harus bernilai sekian poin, apalagi hanya untuk menjaga nama baik atau akreditasi sekolah meskipun SMP dan SMA ane termasuk sekolah favorit. Ane juga bersyukur punya keluarga yang nggak pernah nuntut atau marah misalnya nilai rapot anaknya nggak mencapai nilai tertentu. Jadi nilai rapot ane dan adek-adek ane emang bervariasi sekali. wkwkwk.

Alhasil ya ane ngerasa tiap ujian atau tes main jujur aja apa adanya, nggak kepikiran nyontek atau semacamnya. Suasana yang begitu bikin kebawa ane sampai saat kuliah, apalagi banyak dosen ane yang nggak terpaku nilai cuma dari hasil UTS-UAS doang tapi juga dari aktivitas di kelas dan tugas harian.

Efeknya: kalau dapat nilai bagus ya beneran puas dan senang. kalau dapet nilai biasa atau di bawah target ya berusaha untuk memperbaiki. paling berasa banget pas kuliah mulai semester 5 berasa banget kalau ngikutin pelajaran atau mata kuliah itu buat nyerap ilmunya. masalah nilai nggak berasa jadi beban apapun hasilnya nanti.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
july00artha dan 2 lainnya memberi reputasi
Betul gan ane setuju

Nilai tinggi tapi dapatinnya pake cara gak baik dan gak sehat gak akan pernah berkah

Alhamdulillah ane pas jaman sekolah dulu ujian selalu dijauhi dari contek"an, atau kunci"an, malahan ngasih tahu jawaban ke kakak kelas (alhasil ane dituduh nanya jawaban... Kebalik cuk)

Pas smp aja ijasah ane ada yg merah... Wkwkwk

Pas sma ane akuin ilmu masuk semua karena ane kalo di sekolah dulu pas belajar serius (biar di rumah gak belajar lg)

Pas sebelum UN jaman SMA, ada speech gitu dari ketua osis tahun lalu (doi masuk PTN) tapi bilang "Udh kalian gak usah malu kalo pake kunci" respon ane cuma bilang "Gobl*k"

Alhamdulillah, ane lulus gak pake kunci"an dan masuk PTN, agak sedih liat temen ane paling pinter gak dpt SNMPTN Undangan, malah yg dpt yg pake kunci pas UN... Buset dzolim bgt, tp dia ttp masuk PTN sih lewat SBMPTN

Gimana Indonesia mau maju, kalo mentalnya "Gak malu pake kunci (jawaban ujian)"

Stop dari diri sendiri aja dl kalo ane

emoticon-Salam Kenal
profile-picture
mataduniawi memberi reputasi
Sekarang kan udah UN-BK gan, jadi kalo mau nyontek ya gak bisa karna soal temen sebelah udah pasti beda.
Ane pernah jadi operator Madrasah Aliyah dan ditunjuk menjadi proktor UAMBN-BK dan UN-BK. Soal antara sebelah itu udah pasti beda, entah berapa paket yang diberikan dari Kemenag sama Diknas. Makannya gak bisa nyontek jawaban, mentok-mentok paling cuma bisa nanya soal dan jawabannya apa ke temen sebelahnya, itu juga kalo ketauan tapi kan di ruangan ada pengawasnya.
Menurut ane sih lebih mending sekarang daripada jaman ane sekolah dulu yang UN masih pake kertas:
- SD kelas 6 pas ane UN soal semua rata. Guru-Guru ane di ruangan guru pada ngerjain soalnya terus dirangkum jawabannya ke selembar kertas kecil. Di hari sebelumnya kita sekelas udah dibriefing jam berapa dan siapa yang akan bertugas ngeles ke pengawas buat ke air padahal ke ruang guru buat ngambil selembar kertas tadi.
- SMP kelas 9 pas ane UN, soal udah dibedain pake paket A B C, temen ane yang bimbel di N*utron dapet kunci jawabannya dari tempat bimbelnya. Sebelum bel masuk kita se kelas dikasih tau sama temen yg bimbel tadi mengenai kunci jawaban lengkap paket A B C.
- SMA kelas 12 pas ane UN, soal juga sama udah dibedain cuma lupa berapa paket. Nah kalo ini udah lumayan ketat di SMA ane ga ada yang ampe punya kunci jawaban.
Jadi menurut ane UN-BK udah lebih baik dari sebelumnya. Ya walaupun ujung-ujungnya sekolah juga ngasih nilai di atas KKM untuk hasil UNnya karna sekolah juga gak mau citranya buruk pada saat akreditasi (FYI aja, diknas ngasih nilai UN siswa yang murni ke sekolah dan ngasih kuasa ke sekolah untuk merubah nilai)
Tapi balik lagi gan ke topik ente, emang sekolah kita budaya nyonteknya itu luar biasa gan, percuma belajar mati-matian kalo akhirnya nilai kita sama dengan orang yang suka nyontek bahkan nilai mereka bisa lebih tinggi. Tapi setidaknya ilmu yang didapatkan dari hasil belajar kita, kelak akan berguna suatu saat nanti emoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh andrianalifi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
Yap ane setuju sekali.
Org sdh ga peduli dg kejujuran!
profile-picture
mataduniawi memberi reputasi
buat apa nilai bagus di rapot kalo dapetnya dari hasil nyontek..
emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
penthouse.3 dan mataduniawi memberi reputasi
Halaman 1 dari 7


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di