CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kagak Perlu Pinter, Kamu Bisa Nglakuin Ini Kok, Gan!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6167a4dadd84976f480b5756/kagak-perlu-pinter-kamu-bisa-nglakuin-ini-kok-gan

Kagak Perlu Pinter, Kamu Bisa Nglakuin Ini Kok, Gan!

Kagak Perlu Pinter, Kamu Bisa Nglakuin Ini Kok, Gan! gambar



Selamat datang di threadnya @qoni77

Hmmm ada kabar baik nih Gansist, yaitu jika kita mau melakukan hal ini, maka tidak perlu pintar kok!

Apaan tuh? Yup, berbuat baik . Karena berbuat baik itu kagak perlu pinter, yang penting adalah tulus.



Pada kenyataannya hidup selalu memiliki beragam pilihan dan memang setiap pilihan atau memiliki konsekuensinya masing-masing.



Selanjutnya dalam panggung bernama dunia, manusia akan diselimuti dengan berbagai masalah dan akan mengalami berbagai rasa yang Nano-Nano itu. Ada rasa : sakit, kecewa, bahagia, jatuh cinta, dikhianati, bahkan berpura-pura untuk menutupi sikapnya. Namun sebenarnya ada sebuah rahasia bahwa ketika seseorang berbuat baik tanpa pamrih dan jujur atas apa yang dirasakannya, orang tersebut bisa bahagia karena telah jujur pada dirinya sendiri dan makin sehat lho Gansist. Wah! emoticon-Smilie




Pada umumnya manusia itu memiliki hati yang baik, dan bahkan ada quotesnya yang mengatakan bahwa, "Orang jahat itu adalah orang baik yang pernah disakiti". Apa Gansist setuju?




Apa sih obat ketika kamu merasa disakiti? Seperti kebanyakan manusia yang selalu disakiti, dia akan selalu merasa insecure, merasa bodoh, merasa Tuhan Tak Adil, atau merasa bahwa hidup terlalu berat untuk dijalani, dan kadang sebagian memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di dunia dengan cara gantung diri atau menyeburkan diri ke laut. Ih, Naudzubillah min dzalik!



Jika kita pernah disakiti di masa lalu, maka kita dihadapkan pada 2 pilihan. Yaitu memilih apa mau menempatkan masa lalu di tempatnya atau membawanya ke masa depan dan itu menyakiti diri kita sendiri?


Lalu kalau Gansist tidak punya alasan untuk berbuat baik, atau bahkan kesusahan untuk berbuat baik. Maka berikut ini akan Ane sertakan macam-macam orang yang berbuat baik :



1. Berbuat baik karena pernah disakiti


Kagak Perlu Pinter, Kamu Bisa Nglakuin Ini Kok, Gan! gambar



Wah type orang yang seperti ini seperti orang yang tangguh. Mereka membalas rasa sakit dengan sangat elegan.

Dalam kitab suci tsamawi bernama Al-Qur'an dijelaskan begini.

"Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan." (QS Al Mu'minun ayat 96)



2. Berbuat baik karena memang ingin melakukan perbuatan baik


Kagak Perlu Pinter, Kamu Bisa Nglakuin Ini Kok, Gan! gambar

Kalau berbuat baik yang nomor dua ini adalah berbuat baik yang tidak memerlukan alasan yang berarti. Karenanya siapa saja bisa berbuat baik.



Hmmm, "Tidak perlu pintar untuk berbuat baik, karena yang penting adalah tulus!" Sangat cocok dengan judul yang Ane buat di atas, kan?




3. Berbuat baik karena sadar bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari orang lain

Kagak Perlu Pinter, Kamu Bisa Nglakuin Ini Kok, Gan! gambar


Maksud Ane dalam macam orang yang ketiga ini adalah berarti seseorang yang sudah bisa berprasangka baik terhadap orang lain. Yaitu orang yang menganggap dirinya sendiri belum tentu lebih baik dari orang lain, maka oleh karena itu dia terus berusaha berbuat baik. Keren, kan?


Berbuat baik pada nomor 3 ini memiliki landasan ilmu yang prinsipal lho Gansist. Karena dalam setiap kegiatan berbuat baik itu, akan turut berkontribusi pada tatanan kehidupan.



Nah kayaknya cukup 3 macam orang yang berbuat baik. Gansist versi nomor berapa neh?




Hal mendasar yang Ane renungi dalam membuat thread ini adalah Ane pernah membaca bahwa sebuah survei yang menyebutkan bahwa, Perilaku seseorang yang sangat sederhana alias berbuat baik, tidak hanya sekedar bisa membantu orang lain akan tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan dirinya sendiri. Yaitu dari masalah fisik hingga kejiwaannya, termasuk kesehatan kardiovaskular dan sistem sarafnya.



Selanjutnya melalui thread ini pula Ane mengajak Gansist untuk selalu berbuat baik. emoticon-Smilie Ya karena berbuat baik itu tidak perlu pinter, yang penting tulus aja! Hahaha see u next thread!





Sumber narasi dari pengamatan TS
Sumber gambar terlampir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
delfaag dan 2 lainnya memberi reputasi
Sebuah survei menyebutkan bahwa perilaku sederhana atau berbuat baik ini ternyata tak hanya bisa membantu orang lain, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan. Yaitu dari masalah psikis hingga fisik, termasuk kesehatan kardiovaskular dan sistem saraf.

Survei yang dilansir laman All Womens Talk ini pun menyebutkan bahwa para relawan yang bekerja membantu orang lain, hidupnya lebih bahagia dan santai.

Berikut ini disebutkan beberapa alasan yang sangat baik mengapa berbuat baik atau melakukan kebaikan adalah baik untuk kesehatan:


1. Kesehatan emosional yang baik
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kebaikan membuat kita merasa lebih bahagia karena otak menghasilkan dopamin, zat kimia yang berhubungan dengan pikiran positif.

Juga, setiap kali Anda melakukan perbuatan baik, Anda akan merasa baik, karena tubuh akan menghasilkan endorfin. Yaitu zat kimia seperti morfin yang diproduksi sendiri oleh tubuh. Endorfin memiliki efek mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan senang, tenang, atau bahagia. Hormon ini diproduksi oleh sistem saraf pusat dan kelenjar hipofisis.

2. Kesehatan jantung terjaga
Tubuh juga akan memproduksi oksitoksin saat Anda berbuat baik atau melakukan kebaikan. Oksitoksin, dikenal juga sebagai 'hormon cinta' karena lonjakan terjadi ketika kita merasa 'jatuh cinta' atau mencintai.

Kondisi tersebut juga menyebabkan pelepasan zat kimia yang disebut nitric oxide. Yaitu zat imia yang berfungsi melebarkan pembuluh darah, sehingga mengurangi tekanan darah. Karena itu, oksitosin bisa juga dikatakan sebagai hormon pelindung kardio atau sistem peredaran darah.

3. Membuat panjang umur
Ada banyak studi ilmiah yang menunjukkan fakta bahwa orang-orang yang baik, altruistik, dan penuh kasih, hidupnya lebih sehat dan lebih lama, serta menikmati kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan.

Stephen Post, pimpinan dari Institute for Research on Unlimited Love, yang telah melakukan banyak penelitian tentang altruisme, kasih sayang, dan layanan, menyimpulkan dari penelitian yang dilakukannya itu bahwa ”ketika kita memberikan diri kita, terutama jika kita memulainya sejak muda, semua dari kepuasan hidup hingga realisasi diri dan kesehatan fisik meningkat secara signifikan. Depresi berkurang, lebih sehat, kesejahteraan dan keberuntungan meningkat.”


4. Mengurangi rasa sakit
Setiap kali Anda berbuat baik atau melakukan kebaikan, otak akan memberi hadiah Anda dengan perasaan tenang yang tahan lama. Tindakan kebaikan itu sendiri mampu mengurangi rasa sakit, terutama yang kronis.

Jadi, cobalah untuk melakukan beberapa kebaikan dalam rutinitas harian untuk meningkatkan kesehatan dan memastikan kebahagiaan Anda.

5. Mengurangi kecemasan
Manfaat lain yang menakjubkan dari berbuat baik dan penuh kasih adalah dapat mengurangi kecemasan dan membantu Anda menjadi orang yang lebih bahagia.

Dalam satu studi yang dilakukan oleh University of British Columbia, para peneliti menugaskan orang dengan tingkat kecemasan tinggi untuk berbuat baik atau melakukan kebaikan yang sederhana, seperti membukakan pintu untuk orang lain, membeli makan siang untuk seseorang, atau bahkan menyumbang untuk amal, setidaknya enam kali dalam seminggu, untuk jangka waktu empat minggu.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melakukan hal-hal baik untuk orang lain menyebabkan peningkatan suasana hati yang positif secara signifikan pada orang lain. Hal ini juga menyebabkan peningkatan dalam kepuasan hubungan dan penurunan penolakan sosial kecemasan sosial individu.

6. Menciptakan kebahagiaan
Studi tahun 2005 dari Hebrew University di Jerusalem menemukan hubungan antara kebaikan dan gen yang melepaskan dopamin, sebuah neurotransmitter di otak yang akan memastikan Anda untuk memiliki suasana hati yang baik.

Juga, Alan Luks menyebutkan di dalam bukunya, The Healing Power of Doing Good, yang diterbitkan pada tahun 1991, bahwa mereka yang suka menolong orang lain merasakan sensasi fisik yang berbeda ketika sedang berbuat baik. Banyak juga yang melaporkan merasa lebih energik, hangat, tenang dan lebih nyaman dengan dirinya saat melakukan kebaikan."

7. Dapat membantu orang lain
Studi menunjukkan bahwa terlibat dalam berbagai tindakan kebaikan, meskipun pasif, akan meningkatkan kadar serotonin di otak. Neurotransmitter ini bertanggung jawab untuk menciptakan suasana hati yang bagus.
Sudahkan kamu melakukan hal baik hari ini?
profile-picture
rakatanaka707 memberi reputasi
Berbuat baik supaya dpt contekan
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Berbuat baiklah selagi bisa
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan rakatanaka707 memberi reputasi
Berbuat baiklah tanpa mengharapkan balasan dari orang itu
Ketika kamu berbuat baik hatimu akan tenang
Maafkanlah kesalahan orang itu dimasa lalu jangan pernah diungkit2 lagi

Kalau ada orang berbuat baik sama kita
Detik2 terakhir sebelum kami meninggal akan ku ingat terus perbuatan baik orang itu
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan rakatanaka707 memberi reputasi
nice emoticon-Shakehand2
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Quote:

Ahahhaa jadi ingat pas kecil zaman SD, kalau pas SMP ada sih tapi nggak sesering pas SD. ane sering dijajanin sama teman karena mau nyontek aneemoticon-Malu
Quote:
emoticon-Peluk
Aduh Bunda the best lah
Quote:


Uwaaa, keren banget kata-katanya Gan
Tapi apa bedanya kata kita dan kami? emoticon-Bingung

Quote:


Hehe Maturnwun Ganemoticon-Shakehand2
gila keren bener dah gan emoticon-cystg
nambah pengetauan ane banget ni emoticon-Coblos
bengek hal yang baru ane tau ni, thanks emoticon-DP
nambah pengetauan ane banget ni emoticon-Blue Repost
bumi udah tua gan banyak hal hal yg bisa dipelajarin emoticon-Malu
nganggur asal banyak duit gpp gan emoticon-norose


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di