CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Saya Perempuan dan Saya Punya Pilihan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/616572769b03774b1908649f/saya-perempuan-dan-saya-punya-pilihan

Saya Perempuan dan Saya Punya Pilihan

Saya Perempuan dan Saya Punya Pilihan


“Kamu bukan boneka, jangan biarkan mereka menentukan jalanmu” 

Hidup di lingkungan patriarki membuat saya banyak mengalah dengan keadaan. Tuntutan sosial untuk selalu menjadi begini begitu membuat saya mengalami lelah fisik maupun mental. Alih-alih mencoba hidup yang saya inginkan, saya merasa hidup menjadi “boneka” kebanggaan keluarga.

Diumur sekarang ini, sudah tak terhitung berapa banyak mimpi “mereka” yang saya wujudkan. Berulang kali saya meyakinkan bahwa ini adalah bentuk “balas budi” saya terhadap mereka. Namun, semakin dewasa, semakin banyak pengalaman yang didapat, semakin terbuka pikiran saya, akhirnya saya menyadari banyak penyesalan. Terlalu banyak kesempatan yang saya telah lewatkan karena terlalu memprioritaskan mimpi mereka.  Terlalu banyak penyesalan yang saya rasakan hingga saya merasa bersalah pada diri saya sendiri. Disaat saya mencapai satu mimpi, saya kehilangan satu hal yang berharga, yakni diri saya sendiri. Saya terlalu manut, hingga saya rela mengorbankan mimpi saya sendiri untuk mati tenggelam.

Lantas mengapa saya masih bungkam?

Saya tinggal di lingkungan dimana orang tua merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam menentukan nasib si anak. Tak peduli berapa banyak uang yang dihasilkan, prestasi yang didapat, jika berani menentang kehendak orang tua maka itu tidaklah berguna. Pernah suatu ketika saya membicarakan perihal “hak” saya sebagai seorang anak. Alih-alih mencoba mendengar suara saya mereka malah membahas berapa “rupiah” yang telah mereka keluarkan untuk biaya hidup saya. Mereka menuntut saya untuk selalu manut lantaran itu adalah bukti bakti saya sebagai seorang anak kepada orang tua. Setelah kejadian ini saya hanya mampu bersikap pasrah dan meminta pada Sang Maha Kuasa.

Saya kemudian memutuskan untuk keluar dari rumah demi menyembuhkan keadaan fisik dan mental saya. Alhamdulillah, saat saya tinggal dilingkungan baru, saya merasa lebih bersyukur dan dapat menjalani hidup dengan lebih tenang. Saya tidak perlu mendengar ocehan emak yang membanggakan anak tetangga yang baru kimpoi dengan seorang milyader. Saya tidak perlu mendengar sindiran tetangga yang menyebut saya sebagai perawan tua karena lebih memilih untuk sekolah daripada menikah. Saya juga tidak perlu mendengar gossip ibu-ibu arisan yang menyebut saya seorang lesbian.

“Lho, jadi perempuan itu gausah sekolah tinggi-tinggi nduk, nanti gada yang mau sama kamu”

Bukan maksud saya untuk menjadikan alasan “sekolah” sebagai alasan untuk menunda menikah. Saya orang realistis dan saya belajar untuk menilai sesuatu dari dua sisi. Sesuai dengan pengalaman, sekolah berkontribusi besar dalam membentuk saya. Melalui belajar di sekolah, saya belajar bagaimana cara menjadi orang tua yang baik. Saya juga belajar bagaimana menghargai keputusan orang lain. Sekolah memberikan apa yang saya mau dan saya butuhkan, itulah mengapa saya lebih memilih untuk sekolah daripada menikah di usia yang terbilang muda.

“Nikah itu bertujuan untuk menghindari zina lho”

Iya, saya paham. Namun, selain menghindari zina, kita juga harus menghindari kemiskinan bukan? Saya tidak mau menikah saat kondisi mental dan finansial saya belum stabil. Simplenya begini, menikah itu sekali seumur hidup, so saya tidak mau menikah dengan orang yang salah. Bisa kita bayangkan berapa uang yang telah orang tua habiskan untuk biaya hidup kita bukan? Ya, jumalahnya tidaklah sedikit, bisa ratusan juta, bahkan milyaran. Karena itu, saya ingin menjadi orang tua yang mapan secara fisik, mental atau pun finansial agar anak saya kelak bisa hidup bahagia dengan pilihannya. Anak saya tidak boleh merasakan apa yang saya rasakan saat ini. Anak saya harus jadi manusia bebas yang mampu bertanggung jawab dengan pilihannya sendiri.

Saya seorang perempuan, saya anak tunggal, dan saya memutuskan untuk hidup dengan pilihan saya. Saya ingin membuat orang tua saya bangga atas pilihan saya, bukan pilihan mereka. Saya memutuskan untuk berhenti menjadi boneka, karena saya tau apa yang terbaik untuk saya. Saya ingin yang terbaik untuk anak saya kelak, maka saya harus terus berproses dengan belajar. Dalam konteks ini, saya tidak bermaksud mengajak siapa pun untuk menunda menikah, saya hanya mengajak pembaca untuk berpikir lebih kritis dengan konteks yang saya sajikan dalam tulisan ini. Ingat, entah laki-laki atau pun perempuan, kita berhak memilih jalan hidup yang kita inginkan. Kita berhak menolak, so be critical!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
delfatesting260 dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh miss.autumn
Halaman 1 dari 2
Tanpa mengurangi rasa hormat, terima kasih saya ucapkan kepada banyak pihak yang telah mendukung saya untuk se-pick up tentang masalah pelik yang dihadapi oleh mbak "R"
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Semoga mbak "R" selalu diberi kemudahan dalam menghadapi segala urusannya, amiin
As a good people yang berperi kemanusiaan dan menghormati hak asasi manusia, semoga kita selalu jadi manusia cerdas dan beradab yaa. Ingat, watch your words before you speak because you never know till you walk on "her" life emoticon-Smilie
profile-picture
caerbannogrbbt memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Semua argumen TS bakal runtuh jika nanti TS di butakan oleh cinta.. emoticon-Malu



Percayalah.. emoticon-Cool


emoticon-Traveller
profile-picture
kornn memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Ada yg bilang...
Perempuan terbiasa pakai perasaan,
Laki-laki terbiasa pakai logika.
Tapi..
Sekali dan seterusnya kalo perempuan pakai logika itu menakutkan, dalam arti yg baik..
Laki2 juga gitu, sekali pake perasaan, gilanya bkn maen, kadang sampe lupa diri..

Tenang sis, kakak ane jg perempuan, ngedepanin sekolah skrg jd pengajar dikampus, uda mo 30 dan blum ada tanda2 mo nikah klo ane liat...

Istilah buat perempuan "gausa sekolah tinggi2, nanti gaada yg mau", klo mnurut ane bkn sekolahnya yg bkin gamau para laki2, tp kemandiriannya yg bkin laki2 mikir2..
Apa2 bisa dikerjain sendiri, jd mungkin si laki2 ngrasa uda ga ada peran lg..

Sifat manja, pengen dilindungi dll itu kadang perlu buat perempuan, biar si laki2 ga terintimidasi sm kemandiriannya..
Tp balik lg ke atas, sifat manja, pengen dilindungi dll itu logis apa ngga..
profile-picture
profile-picture
kornn dan caerbannogrbbt memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
Hidup patriarkiemoticon-Leh Uga
Diubah oleh kucingkuncung
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Saya Perempuan dan Saya Punya Pilihan
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
sis mau jadi pacarku

tolong lah sis

aku agne berat ini

emoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frown
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
BTW foto itu bukan nyomot pict punya orang, itu punya saya pribadi 👍 thanks sudah mampir agan & sista 🙏
Mandi dulu mas emoticon-Smilie
melupakanmu membutuhkan seluruh ingatanku sis
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
hidup mah dinikmatin aja bro, asal jgn terlalu milih gue yakin banyak kok cowo yg mau

dan korelasi sama pendidikan biasanya adalah semakin tinggi pendidikan si cewe maka dia akan lebih nyaman ngobrol sama yg pendidikannya tinggi juga. karena nyambung.

nah sementara cowo yg pendidikan tinggi justru malah nyarinya yg cewenya biasa aja yg penting lucu

mungkin ada baiknya cewe yg pendidikan tinggi ini bisa lebih merendahkan sedikit bahasa dan egonya buat ngobrol sama cowo lain. dicari aja titik temunya dimana supanya nyambung kalo ngobrol. hargai sedikit usaha laki" yg udah berusaha buat buka obrolan


*cuma saran
profile-picture
profile-picture
mantelbulu dan caerbannogrbbt memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Hati-hati dengan keinginanmu sebab itu adalah sumber penderitaanmu.

Hidup bukan untuk sesuatu yang dibanggakan, tapi untuk memuliakan Sang Pencipta.
profile-picture
mantelbulu memberi reputasi
Diubah oleh gagal.jadi.nabi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
Panjang amad bacain woiiiiii tolongg
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Saya Perempuan dan Saya Punya Pilihan
Jadi gatal pengen komen emoticon-Smilie

Anak tunggal perempuan, sebenarnya apa yg terjadi pada Anda itu memang kadang terjdi..

Krna satu2nya harapan....

Jangan biarkan pikiran mengontrol kehidupan...

Hidup ini tidak seperti angka yg bisa dikalkusikan...

Jlani saja hidup, mengalir,,

Pada point di atas seperti nya anda sering debat dengan ortu,, emoticon-Smilie usahakan dihindari yg namanya debat.. disinilah pikiran mulai mengusai...

Tapi yg anda putuskan tersebut, pasti akan baik baik saja, namun, konsekuensinya anda harus siap menerimanya . . .. krna udah bagian dri kehidupan...

Intinya hidup ini, mau mengambil yg bnyak masalah atau menimalisir terjadi nya masalah...

Krna masalah "pasti mengiringi perjalanan hidup tiap individu"....

Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Uhm, tidak tahu juga. Apa yg menjadi pikiran ortu itu adalah persepsinya terhadap sesuatu, dan ortu berharap TS sejalan dan menuruti persepsi ortu itu juga susah untuk disalahkan. Ortu berkembang dengan persepsinya selama ini. Saat terjadi perbedaan pendapat dan pendapat TS, anaknya, dirasa lebih baik, belum tentu juga dipahami oleh ortu. Ya, itu mindset yang diyakini ortu atau memang belum paham. Jadi, kalau bisa untuk tidak bosan bertemu dengan ortu dan membicarakannya, bisa jadi ortu tidak siap dengan persepsi - persepsi yang berbeda, karena sebatas itu yang mereka pahami. Kalimat TS yang menginginkan anaknya bisa lebih bebas dan bertanggung jawab, itu juga harus diukur. Dia tidak akan hanya tumbuh dengan mama n papanya, ada lingkungan sekolah, tetangga, teman main. Try to put 'why' questions...
Saya tidak perlu mendengar sindiran tetangga yang menyebut saya sebagai perawan tua karena lebih memilih untuk sekolah daripada menikah





Cup cup cup... Sini ama Om.

































emoticon-Ngakak
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Di otak ane masih sama dari dulu, tugas sebenarnya orangtua adalah mempersiapkan anaknya untuk bisa menjalani kehidupan secara mandiri.

Sudah.
profile-picture
profile-picture
online.addict dan caerbannogrbbt memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di