CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
4 Tahun Kepemimpinan Anies, Normalisasi dan Naturalisasi Sungai Masih Mandek
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/616515b0e34cc473f807b110/4-tahun-kepemimpinan-anies-normalisasi-dan-naturalisasi-sungai-masih-mandek

4 Tahun Kepemimpinan Anies, Normalisasi dan Naturalisasi Sungai Masih Mandek

4 Tahun Kepemimpinan Anies, Normalisasi dan Naturalisasi Sungai Masih Mandek

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta akan memasuki tahun keempat pada 16 Oktober mendatang.

Anies bersama Sandiaga Uno dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017. Sandiaga kemudian mengundurkan diri pada Agustus 2018 lantaran mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

Posisi Sandiaga digantikan oleh kader Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria. Riza dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 15 April 2020.

Perjalanan Anies sebagai orang nomor satu di Ibu Kota tak sepenuhnya mulus. Ada sejumlah janji yang tak terealisasi, salah satunya program normalisasi dan naturalisasi sungai.


Arti Normalisasi dan Naturalisasi

Normalisasi awalnya merupakan program pengendalian banjir yang dilaksanakan Pemprov DKI berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Khusus Ibu Kota DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Perda itu mengamanatkan pengembangan prasarana pengendalian banjir dan drainase, salah satunya dilakukan dengan normalisasi aliran 13 sungai.

Aturan kegiatan normalisasi kemudian kembali ditegaskan di dalam Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 dan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi.

Dalam aturan tersebut, normalisasi didefiniskan sebagai sebuah metode penyediaan alur sungai dengan kapasitas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi.

Kegiatan ini dilakukan karena kapasitas sungai yang mengecil akibat pendangkalan dan penyempitan badan sungai, dinding yang rawan longsor, aliran air yang belum terbangun dengan baik, dan penyalahgunaan untuk permukiman.

Pemerintah pusat sejak 2014 ikut andil membantu Pemprov DKI dalam upaya pengendalian banjir.

Salah satunya dengan cara pengerukan untuk memperlebar dan memperdalam sungai, pemasangan sheetpile atau batu kali (dinding turap) untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sodetan, hingga pembangunan tanggul.


Sementara di saat yang sama, Dinas Kebersihan DKI mengeksekusi normalisasi dengan cara menjaga kebersihan sungai sehingga sungai dapat difungsikan sebagai air baku.

Normalisasi Ciliwung, yang mulai dikerjakan Pemprov DKI bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR pada 2012, ditargetkan sepanjang 33,69 kilometer.

Hingga 2017, baru 16 kilometer sungai yang berhasil dinormalisasi, yakni diperlebar dan dibeton untuk memperlancar aliran sungai.

Namun, sejak 2017 program kerja sama ini terhenti lantaran tak lagi dibebaskannya lahan di sepanjang daerah aliran sungai yang akan dinormalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta.


Anies kemudian menggagas program naturalisasi sungai. Adapun naturalisasi yang dimaksud Anies, dilakukan dengan menghidupkan ekosistem sungai. Selain itu, airnya akan dijernihkan sehingga bisa menjadi habitat hewan.


Normalisasi dan Naturalisasi Berjalan Beriringan

Pemprov DKI menegaskan program naturalisasi dan normalisasi dapat berjalan beriringan untuk mengendalikan banjir di Ibu Kota.

Riza meminta tak ada pihak-pihak yang membandingkan dua program pengendalian banjir tersebut.

"Jadi tidak perlu dibanding-bandingkan, dua-duanya punya tujuan dan maksud yang baik," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, 19 Oktober 2020.

Menurut Riza, program normalisasi 13 sungai di Jakarta merupakan kewenangan pemerintah pusat. Sedangkan naturalisasi sungai merupakan program Pemprov DKI.

"Kami sendiri punya program naturalisasi, dua-duanya bisa diterapkan. Jadi dilihat situasi dan kondisi mana sungai-sungai lakukan dengan program normalisasi dan mana program naturalisasi," ujar Riza.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono juga mengungkapkan hal serupa.

Pemprov DKI Jakarta tidak mendikotomi istilah normalisasi atau naturalisasi dalam pengendalian banjir di Ibu Kota.

Kedua upaya tersebut, sebut Nasruddin, tetap dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Menurut dia, baik normalisasi atau naturalisasi merupakan upaya untuk merevitalisasi kali, sungai, kanal, waduk, situ, dan saluran makro guna menjaga kapasitas badan air sungai sesuai dengan kebutuhan.

Dia juga menegaskan bahwa secara faktual, Pemprov DKI Jakarta tetap melakukan pengadaan tanah di kali atau sungai sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan normalisasi.


Normalisasi dan Naturalisasi Mandek

Meski disebut berjalan beriringan, selama empat tahun kepemimpinan Anies, normalisasi dan naturalisasi justru mandek.

Program normalisasi telah mandek sejak 2018 lalu. Normalisasi sungai yang ditargetkan selesai tahun 2019 tak kunjung terlihat progres pengerjaannya hingga saat ini.

Penyebab mandeknya program naturalisasi adalah sulitnya pembebasan lahan di Jakarta. Hal ini disebabkan banyak mafia tanah yang membuat proses pembebasan menjadi terhambat.

"Terkait pembebasan lahan normalisasi karena terkait masalah sengketa lahan, masalah tanah, kepemilikan, dan sebagainya, juga mafia-mafia tanah," kata Riza, 9 Maret 2021, seperti dikutip Antara.

Pembebasan lahan juga terhambat oleh masalah pendanaan. Hal ini pernah diungkap oleh Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Dudi Gardesi, 4 Maret 2021.


Ia menyebut pembebasan lahan terhambat karena menunggu pencairan dana pinjaman dari pemerintah pusat.

Dudi mengatakan, pembebasan lahan untuk normalisasi di tahun 2021 belum berjalan meski sudah memasuki bulan ketiga.

"Belum (ada pembebasan lahan) kan anggaran belum cair," kata Dudi.

Dana pinjaman melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah pusat itu masih dalam pembahasan bersama Sarana Multi Infrastruktur sebagai pihak kreditur.


Dudi mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan tahun 2021 sejumlah Rp 1 triliun.

Kendala tersebut juga dialami tahun 2020. Karena anggaran yang terbatas, Pemprov DKI Jakarta hanya membebaskan beberapa wilayah yang dianggap menjadi prioritas normalisasi saja.

Kendala lainnya adalah pandemi Covid-19. Kepala Unit Pelayanan Data dan Informasi Dinas SDA DKI Jakarta Roedito mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan langkah Pemprov DKI Jakarta untuk menginventarisasi lahan terdampak normalisasi menjadi terhambat.

Pasalnya banyak petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) terpapar Covid-19 dan tak bisa menjalankan tugas inventarisasi.

"Nah itu yang membuat jadi agak terlambat. Karena petugas ukur itu kuncinya di sana, di mereka," kata Roedito.

Data normalisasi sungai di Ibu Kota pun masih simpang siur. Riza pernah mengatakan, setidaknya 7,6 kilometer di sepanjang sungai Ciliwung sudah bisa dipasang sheet pile, artinya sudah bisa dilakukan normalisasi.

Namun, pernyataan Riza dikoreksi oleh Roedito.

Roedito mengatakan, yang dimaksud dari 7,6 kilometer merupakan panjang wilayah sungai yang terdapat dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1144 Tahun 2017 tentang Penetapan Lokasi untuk Normalisasi Kali Ciliwung dari Jalan TB Simatupang Kota Administrasi Jakarta Selatan Sampai Dengan Kampung Melayu, Kota Administrasi Jakarta Timur.

Dia mengatakan, angka tersebut merupakan angka sungai Cililitan yang belum dilakukan normalisasi setelah terhenti di tahun 2018.

Sejak saat itu, Pemprov DKI tidak melanjutkan program pembebasan lahan untuk normalisasi.

Dia mengatakan, realisasi untuk melakukan normalisasi sepanjang 7,6 kilometer di Ciliwung masih membutuhkan perjalanan yang panjang.

Roedito bahkan belum bisa memastikan, dari 7,6 kilometer yang disebut Riza Patria, berapa angka panjang sungai Ciliwung yang benar-benar siap dinormalisasi tahun ini.

Sama seperti normalisasi, naturalisasi yang digadang-gadang menjadi program andalan Anies juga tak berjalan maksimal.


Selama empat tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies tidak kunjung memaksimalkan naturalisasi Sungai Ciliwung.

Berdasarkan catatan Kompas.com, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies baru merampungkan naturalisasi Kanal Banjir Barat segmen Shangri La-Karet, Jakarta Pusat, dengan lebar 8 meter.

Hasil dari program untuk menambah kapasitas sungai tersebut terekam dalam unggahan akun Twitter resmi Pemprov DKI Jakarta, @ DKIJakarta, pada 7 Januari 2021 lalu.

Dalam unggahan itu terlihat gambar bantaran sungai yang sudah dirapikan, dibeton, dan dilengkapi dengan jalur pejalan kaki dan pesepeda yang dilapisi ubin berwarna abu-abu dan hitam.

Meski telah dipercantik sedemikian rupa, pembetonan sungai tidak sejalan dengan konsep naturalisasi sungai yang dimaksud oleh Anies saat baru dilantik menjadi Gubernur DKI.


https://megapolitan.kompas.com/read/...masih?page=all

4 Tahun Kepemimpinan Anies, Normalisasi dan Naturalisasi Sungai Masih Mandek

Bilang progres normalisasi/naturalisasi mandek karena dana PEN pempus lom turun.. emoticon-Malu (S)

Lha itu stadion JIS dan hotel TIM jalan terus pake dana PEN??.. emoticon-Malu (S)



emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 63 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh valkyr9
Halaman 1 dari 6
Hus yang penting bangga itu penghuni padang pasir ada perkembangan biarpun ga kelar-kelar proyeknya, yang penting jalan walaupun ga ada finishnya, paham? emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 31 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Jakarta kelihatan ada progressnya saat memiliki wakil gubernur.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 20 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Waktu cepat berlalu, ga terasa kan ada atau gada anis ga ada efeknya. Hidup mesti move on
profile-picture
profile-picture
profile-picture
14145 dan 23 lainnya memberi reputasi
anies kere
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 20 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-Mad kan sudah dibilang di awal aer masuk tanah


ngenyel aja ne kompas emoticon-Belgia mau mandi dan solat sendiri yah? emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 23 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Wajar, otak si anies aja mandek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 20 lainnya memberi reputasi
4 Tahun Kepemimpinan Anies, Normalisasi dan Naturalisasi Sungai Masih Mandekemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 27 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
pemimpin gagal minta 2 periode ? emoticon-Big Grin

jadi ingat narasi2 nya kadrun lucknut tempo hari emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 20 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Ts, you are so fukn template emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 8 lainnya memberi reputasi
lah definisi naturalisasi aja dari awal anis jabat gak pernah di terangkan dg jelas kok sama orang ini, gak pernah ane liat dia menerangkan secara mendetail ttg naturalisasi, di tanya pak menteri malah menghindar, ngajak debat emoticon-Big Grin

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 19 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
yg penting gak masuk bui,

anis gub teladan dunia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
udh akhir masa jabatan msh blm kelar jg tuh...

pantesan dulu dipecat pak dhe emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 16 lainnya memberi reputasi
Wan anies bilang bakal diselesaikan breee, tapi beliau minta tambahan waktu emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 14 lainnya memberi reputasi
ya plan nya gagal total. gw yakin plan diawal dia mikir dengan bangun rumah DP 0 warga bantaran sungai bisa dipindah dengan modal kredit bank DKI. ternyata dari bank DKI berkata "ga semudah itu ferguso ..." dan cicilan rumah DP 0 nya gede banget, alhasil dia ga bisa pindah warga bantaran sungai yg berujung 'naturalisasi' nya macet ... ya geser deh ke formula E emoticon-Wink emoticon-Wowcantik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 19 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ya pasti mandek....

Bagaimana alat berat bisa masuk untuk keruk sungai kalau tidak ada pembebasan lahan di sepanjang DAS sebagai akses masuk alat berat tersebut? Mau diterbangin gitu excavatornya? emoticon-Big Grin

Inilah keberpihakan...... dengan sengaja memelihara kemiskinan, melestarikan pelanggaran hukum (pemukiman illegal).... agar jangan hanya segelintir orang yg kena banjir tapi sekaligus 1 kota banjir semua emoticon-Big Grin

Nanti kalo uda banjir dan timbul korban jiwa tinggal bawa duit receh datangi rumah korban sambil menyatakan turut berduka cita, harap bersabar karena ini ujian dari Tuhan dan segala omong kosong lainnya emoticon-Big Grin

Itulah penipuan Seiman emoticon-Big Grin

Asik kan? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 41 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Hasil pilihan agamis, mantab bener.
Bayangkan semua berdasarkan agamis, pasti tambah sejuk bacanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 18 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Gmn bisa meminimalisir Banjir, program yang signifikan dan terarah aja kaga ada emoticon-Hammer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 16 lainnya memberi reputasi
Kadrun kan butuhnya naturalisasi😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jawfire dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
lha dia terpilihkan karna agamanya, bukan karna prestasi, so ya jgn terlalu berharap .......... emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 17 lainnya memberi reputasi
bacot lu ts, yg penting pribumi santun seiman majikan yaman emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 16 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di