- Beranda
- Komunitas
- News
- Tribunnews.com
Sejumlah Bocah di Boyolali Nekat Masuk Tol Solo-Semarang, Ngaku Aksinya demi Konten
TS
tribunnews.com
Sejumlah Bocah di Boyolali Nekat Masuk Tol Solo-Semarang, Ngaku Aksinya demi Konten
TRIBUNWOW.COM - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah bocah nekat masuk jalan Tol Solo-Semarang untuk merekam truk melintas viral di media sosial.
Dilansir Tribun Solo, video itu satu di antaranya diunggah oleh akun Instagram @boyolali_info pada Kamis (7/10/2021).
Dalam postingan yang diambil di Desa Mudal, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Gambar yang diunggah itu merupakan tangkapan layar dari pengikut akun itu berisi tulisan dan gambar aksi nekat sejumlah bocil.
"Info Min, di Tol Boyolali-Semarang KM 480 ada anak" yang nyebarang di tengah tol hanya untuk merekam truck oleng,"
Dalam postingan itu juga ada dua video yang diunggah.
Video pertama memperlihatkan 4 anak tanggung yang berdiri di samping barier beton pembatas jalan.
Lalu satu remaja mengenakan jaket jemper warna kuning dan hijau muda menyebrangi jalur A (Semarang-Boyolali).
Sedangkan 3 orang lainnya yang masing-masing mengenakan jemper hitam, merah dan seorang lagi mengenakan kaos putih terlihat berada di tengah-tengah jalan tol itu.
Ada yang mengenakan jaket merah nampak mau mencoba menyebrang, tapi tidak jadi karena ada kendaraan yang mau lewat.
Sedangkan satu anak berkaos putih itu masih nampak memegahi HP dan masih memperhatikan kendaraan yang lewat.
Lalu pada video kedua tinggal dua anak laki-laki yang ada di tengah-tengah jalan Tol.
Salah satu tampak masih sibuk mengambil gambar dengan menggunakan ponsel.
"Menowo kui adimu, sedulurmu, utawi tanggamu tulung dikandani yen kegiatan kui kanggo awak'e dewe lan wong lio (Kalau itu adik mu, saudara mu atau tetangga mu tolong diberitahu jika itu membahayakan diri sendiri dan orang lain)," tulis akun tersebut.

Hanya demi Konten
Akhirnya sejumlah bocah viral asal Kabupaten Boyolali yang masuk Tol Solo-Semarang ditemukan.
Mereka dipanggil di Satlantas Polres Boyolali, Sabtu (9/10/2021).
Adapun informasi yang dihimpun TribunSolo.com, mereka hanya menunduk saat mendapatkan pembinaan karena merasa menyesal.
Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuli Anggraeni mengatakan kelima anak tersebut dipanggil ke kantor polisi untuk memberikan klarifikasi terhadap viralnya masuk tol.
"Kelima anak tersebut sudah kami panggil untuk datang ke kantor didamping orang tua masing-masing," ucap Yuli kepada TribunSolo.com.
Lanjut, Yuli mengatakan alasan mereka melakukan aksi nekatnya demi konten semata agar mendapat respon dan uang yang banyak.
"Mereka melakukan hal tersebut untuk cari konten ekstrim dan bikin postingan konten gaya-gayaan seperti itu supaya dapat like dan uang," kat dia.
Lanjut, ia menerangkan kelima orang tersebut merupakan warga Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.
Dia menuturkan mereka masih di bawah umur sehingga tidak diberikan sanksi.
"Masih pelajar kelas 8 SMP," ujar Yuli.
Namun lanjut dia, kelima orang tersebut dibina sehingga tidak mengulangi aksi membahayakan jiwa dan pengendara yang melintas di tol.
Lanjut, dia menghimbau kepada masyarakat jangan meniru aksi kelima anak tersebut dan selalu bijak menggunakan sosial media.
"Kita bina, karena apa yang dilakukan sangat berbahaya bagi keselamatan dan meminta mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya," harap dia.
Dibangun Beton
Viralnya sejumlah bocah di Kabupaten Boyolali yang masuk ke jalur Tol Solo-Semarang menjadi perhatian serius petugas.
Tak ingin kecolongan lagi, pagar pengaman jalan tol yang ada di bawah overpass yang ada di wilayah Desa Mudal, Kecamatan Kota itu bakal dipertebal.
Manager Operasi dan Maintenance Trans Marga Jateng (TMJ), Fatahillah menjelaskan, jika perbaikan pagar kawat berduri pengaman jalan tol ini tak cukup.
Perlu ada penebalan pengamanan lagi untuk mencegah adanya masyarakat yang masuk ke dalam jalan tol.
“Pagar kawat berduri tetap akan kita lakukukan perbaikan, namun kita juga akan mempertebal pagar pengamanannya juga,” ujarnya kepada TribunSolo.com, Jumat (8/10/2021).
Penebalan pengaman jalan tol ini dengan cara membangun satu lapis lagi pagar pengaman dengan menggunakan panel beton.
Pagar beton akan dibangun mulai dari sebelah barat pondasi overpass hingga ketimur.
“Jadi sebelahnya pagar kawat ini akan kita bangun lagi pagar dengan menggunakan panel beton di belakangnya,” ujarnya.
Dia menyebut, pagar pengaman jalan tol dari panel beton ini akan dibangun sepanjang 21 meter.
Agar pagar tak bisa dilompati, ketinggian pagar yang dalam waktu dekat ini akan dibangun itu mencapai 2 meter.
“Pembangunan pagar panel ini juga dilakukan disisi selatan atau di sebelah jalur B (Solo-Semarang),” imbuhnya.
Upaya Preventif
Upaya preventif untuk menjaga keselamatan warga sekitar dan pengguna jalan Tol Solo - Semarang tak kurang-kurangnya dilakukan PT Trans marga jateng (TMJ).
Namun, tetap saja warga sekitar masih menemukan celah atau membuat celah agar bisa masuk ke jalan Tol.
Di kanan kiri jalan tol sepanjang 72,6 kilometer itu telah diberikan pagar pengaman.
Namun ada celah yang sengaja dibikin supaya warga bisa tetap masuk, dengan cara merusak pagar kawat berduri pengaman jalan Tol ini.
“Kalau melihat kondisi ini, ini memang sengaja dirusak,” kata, Manager Operasi dan Maintenance, Trans Marga Jateng (TMJ) Fatahillah.
“Namun siapa yang merusak kami tidak tahu,” tambahnya.
Selain itu patroli secara berkala dilakukan setiap hari oleh 4 tim. Keempat tim tersebut terus menyusuri jalan Tol Solo-Semarang ini bolak balik sepanjang hari.
Bahkan setiap 30 menit sekali masing-masing tim tersebut melewati satu titik yang sama.
“Misalnya Rescue jalan, tiga puluh menit kemudian Ambulance, dan seterusnya tidak ada berhentinya,” katanya.
Tak cukup disitu saja, disepanjang jalan Tol dari Solo – Semarang ini juga telah terpasang sebanyak 36 titik CCTV.
Jumlah titik CCTV itu akan terus ditambah hingga mencapai taget setiap 500 meter jalan tol sudah terpasang CCTV.
“Hingga akhir tahun ini, akan kami pasang 18 titik CCTV lagi, dan tahun depan 18 titik lagi,” katanya.
“Kami juga terus akan berkoordinasi dengan Polres yang dilintasi jalan Tol ini,” imbuhnya. (*)
Baca berita Viral lainnya
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Bocah Masuk Tol Solo-Semarang Dipanggil Polisi, Mengaku Aksinya Demi Konten, Agar Dapat Like & Uang
Editor: Rekarinta Vintoko
Baca juga: Datangi Rumah Ibu 3 Anak Korban Rudapaksa Ayah yang Viral, Kapolres Luwu Timur Janjikan Hal Ini
Baca juga: Polisi Buka-bukaan Hasil Visum Viral Kasus Ayah Diduga Rudapaksa 3 Anaknya: Tidak Alami Kerusakan
Baca juga: Tagar #PercumaLaporPolisi Viral, Begini Bantahan Polri soal Dugaan Kasus Ayah Rudapaksa 3 Anak
Dilansir Tribun Solo, video itu satu di antaranya diunggah oleh akun Instagram @boyolali_info pada Kamis (7/10/2021).
Dalam postingan yang diambil di Desa Mudal, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Gambar yang diunggah itu merupakan tangkapan layar dari pengikut akun itu berisi tulisan dan gambar aksi nekat sejumlah bocil.
"Info Min, di Tol Boyolali-Semarang KM 480 ada anak" yang nyebarang di tengah tol hanya untuk merekam truck oleng,"
Dalam postingan itu juga ada dua video yang diunggah.
Video pertama memperlihatkan 4 anak tanggung yang berdiri di samping barier beton pembatas jalan.
Lalu satu remaja mengenakan jaket jemper warna kuning dan hijau muda menyebrangi jalur A (Semarang-Boyolali).
Sedangkan 3 orang lainnya yang masing-masing mengenakan jemper hitam, merah dan seorang lagi mengenakan kaos putih terlihat berada di tengah-tengah jalan tol itu.
Ada yang mengenakan jaket merah nampak mau mencoba menyebrang, tapi tidak jadi karena ada kendaraan yang mau lewat.
Sedangkan satu anak berkaos putih itu masih nampak memegahi HP dan masih memperhatikan kendaraan yang lewat.
Lalu pada video kedua tinggal dua anak laki-laki yang ada di tengah-tengah jalan Tol.
Salah satu tampak masih sibuk mengambil gambar dengan menggunakan ponsel.
"Menowo kui adimu, sedulurmu, utawi tanggamu tulung dikandani yen kegiatan kui kanggo awak'e dewe lan wong lio (Kalau itu adik mu, saudara mu atau tetangga mu tolong diberitahu jika itu membahayakan diri sendiri dan orang lain)," tulis akun tersebut.

Hanya demi Konten
Akhirnya sejumlah bocah viral asal Kabupaten Boyolali yang masuk Tol Solo-Semarang ditemukan.
Mereka dipanggil di Satlantas Polres Boyolali, Sabtu (9/10/2021).
Adapun informasi yang dihimpun TribunSolo.com, mereka hanya menunduk saat mendapatkan pembinaan karena merasa menyesal.
Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuli Anggraeni mengatakan kelima anak tersebut dipanggil ke kantor polisi untuk memberikan klarifikasi terhadap viralnya masuk tol.
"Kelima anak tersebut sudah kami panggil untuk datang ke kantor didamping orang tua masing-masing," ucap Yuli kepada TribunSolo.com.
Lanjut, Yuli mengatakan alasan mereka melakukan aksi nekatnya demi konten semata agar mendapat respon dan uang yang banyak.
"Mereka melakukan hal tersebut untuk cari konten ekstrim dan bikin postingan konten gaya-gayaan seperti itu supaya dapat like dan uang," kat dia.
Lanjut, ia menerangkan kelima orang tersebut merupakan warga Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.
Dia menuturkan mereka masih di bawah umur sehingga tidak diberikan sanksi.
"Masih pelajar kelas 8 SMP," ujar Yuli.
Namun lanjut dia, kelima orang tersebut dibina sehingga tidak mengulangi aksi membahayakan jiwa dan pengendara yang melintas di tol.
Lanjut, dia menghimbau kepada masyarakat jangan meniru aksi kelima anak tersebut dan selalu bijak menggunakan sosial media.
"Kita bina, karena apa yang dilakukan sangat berbahaya bagi keselamatan dan meminta mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya," harap dia.
Dibangun Beton
Viralnya sejumlah bocah di Kabupaten Boyolali yang masuk ke jalur Tol Solo-Semarang menjadi perhatian serius petugas.
Tak ingin kecolongan lagi, pagar pengaman jalan tol yang ada di bawah overpass yang ada di wilayah Desa Mudal, Kecamatan Kota itu bakal dipertebal.
Manager Operasi dan Maintenance Trans Marga Jateng (TMJ), Fatahillah menjelaskan, jika perbaikan pagar kawat berduri pengaman jalan tol ini tak cukup.
Perlu ada penebalan pengamanan lagi untuk mencegah adanya masyarakat yang masuk ke dalam jalan tol.
“Pagar kawat berduri tetap akan kita lakukukan perbaikan, namun kita juga akan mempertebal pagar pengamanannya juga,” ujarnya kepada TribunSolo.com, Jumat (8/10/2021).
Penebalan pengaman jalan tol ini dengan cara membangun satu lapis lagi pagar pengaman dengan menggunakan panel beton.
Pagar beton akan dibangun mulai dari sebelah barat pondasi overpass hingga ketimur.
“Jadi sebelahnya pagar kawat ini akan kita bangun lagi pagar dengan menggunakan panel beton di belakangnya,” ujarnya.
Dia menyebut, pagar pengaman jalan tol dari panel beton ini akan dibangun sepanjang 21 meter.
Agar pagar tak bisa dilompati, ketinggian pagar yang dalam waktu dekat ini akan dibangun itu mencapai 2 meter.
“Pembangunan pagar panel ini juga dilakukan disisi selatan atau di sebelah jalur B (Solo-Semarang),” imbuhnya.
Upaya Preventif
Upaya preventif untuk menjaga keselamatan warga sekitar dan pengguna jalan Tol Solo - Semarang tak kurang-kurangnya dilakukan PT Trans marga jateng (TMJ).
Namun, tetap saja warga sekitar masih menemukan celah atau membuat celah agar bisa masuk ke jalan Tol.
Di kanan kiri jalan tol sepanjang 72,6 kilometer itu telah diberikan pagar pengaman.
Namun ada celah yang sengaja dibikin supaya warga bisa tetap masuk, dengan cara merusak pagar kawat berduri pengaman jalan Tol ini.
“Kalau melihat kondisi ini, ini memang sengaja dirusak,” kata, Manager Operasi dan Maintenance, Trans Marga Jateng (TMJ) Fatahillah.
“Namun siapa yang merusak kami tidak tahu,” tambahnya.
Selain itu patroli secara berkala dilakukan setiap hari oleh 4 tim. Keempat tim tersebut terus menyusuri jalan Tol Solo-Semarang ini bolak balik sepanjang hari.
Bahkan setiap 30 menit sekali masing-masing tim tersebut melewati satu titik yang sama.
“Misalnya Rescue jalan, tiga puluh menit kemudian Ambulance, dan seterusnya tidak ada berhentinya,” katanya.
Tak cukup disitu saja, disepanjang jalan Tol dari Solo – Semarang ini juga telah terpasang sebanyak 36 titik CCTV.
Jumlah titik CCTV itu akan terus ditambah hingga mencapai taget setiap 500 meter jalan tol sudah terpasang CCTV.
“Hingga akhir tahun ini, akan kami pasang 18 titik CCTV lagi, dan tahun depan 18 titik lagi,” katanya.
“Kami juga terus akan berkoordinasi dengan Polres yang dilintasi jalan Tol ini,” imbuhnya. (*)
Baca berita Viral lainnya
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Bocah Masuk Tol Solo-Semarang Dipanggil Polisi, Mengaku Aksinya Demi Konten, Agar Dapat Like & Uang
Editor: Rekarinta Vintoko
Baca juga: Datangi Rumah Ibu 3 Anak Korban Rudapaksa Ayah yang Viral, Kapolres Luwu Timur Janjikan Hal Ini
Baca juga: Polisi Buka-bukaan Hasil Visum Viral Kasus Ayah Diduga Rudapaksa 3 Anaknya: Tidak Alami Kerusakan
Baca juga: Tagar #PercumaLaporPolisi Viral, Begini Bantahan Polri soal Dugaan Kasus Ayah Rudapaksa 3 Anak
0
693
4
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan