CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
200 Juta Lenyap dalam Sehari demi Gengsi Resepsi Pernikahan. Bodoh Gak?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61610909a3b16911ef5f0403/200-juta-lenyap-dalam-sehari-demi-gengsi-resepsi-pernikahan-bodoh-gak

200 Juta Lenyap dalam Sehari demi Gengsi Resepsi Pernikahan. Bodoh Gak?

Sudah lama TS memikirkan ini, baru sekarang kesempatan untuk menuliskannya. Sebuah fenomena di masyarakat kita. Tuntutan dari apa yang kadang disebut dengan budaya, membuat persepsi mayoritas masyarakat tersusun rata, resepsi pernikahan itu wajib wah. Momen sekali seumur hidup katanya. Sehingga bagi keluarga yang pas-pasan uangnya sampai rela menguras tabungan sampai ke dasar terdalam, berhutang sini sana dan jual aset-aset berharga. Menyusahkan diri sendiri demi kepengen terlihat 'layak' dan 'ikut' kebiasaan orang banyak, biar dinilai keren dan mendapat pengakuan. Bodoh Gak?

IYA!

Hal ini juga terjadi pada TS. Dulu saat akan menikah TS dan calon istri sepakat tidak mau berlebihan untuk resepsi pernikahan. Kami sudah punya pemahaman baik akan budaya konyol yang beradar di masyarakat. Daripada habis uang ratusan juta untuk pesta sehari, lebih baik ditabung untuk keperluan masa depan berumah tangga. Masih panjang loh perjalanan berumah tangga itu, banyak keperluan-keperluan ke depannya yang butuh biaya. Beli rumah, perlengkapannya, hidup sehari-hari, dan lain-lain yang gak akan cukup di kapasitas karakter thread ini kalau mau dirinci semua. Maklum kami berpikiran seperti ini karena bukanlah terlahir dari keluarga yang sama-sama sederhana. Tabungan kami berdua saat itu kalau digabungakan juga cuma ngepas untuk DP rumah di pinggiran kot.

Kami berdua memang tidak mau pesta yang berlebihan. Tapi apalah daya kedua orang tua baik dari TS maupun calon istri sudah sepakat bakal bikin respesi pernikahan wah. Segala argumentasi logis sudah kami sampaikan baik-baik. Mereka tetap menolak. "Jangan buat malu. Kita ini hidup bermasyarkat. Mau orang-orang ntar nilai kalian itu nikah karena 'kecelakaan' kalau cuma ngadain resepsi ala kadarnya?!" Begitu bentak ayah mertua. TS cuma terdiam. Melirik ke arah orang tua kandungku dari bahasa tubuhnya juga mendukung banget ucapan calon besan-nya. Sebenarnya aku lah yang saat itu malu punya kedua orang tua dan calon mertua yang sama berpikiran kolot.

Akhirnya, gak mungkin TS bertindak ekstrim menentang kehendak mereka. Terpaksa deh nurut. Sekitar seminggu sebelum acara. TS dengar cekcok orang tua tentang biaya. Iya TS nguping dari luar pintu kamar. Mereka mau jual tanah. Tapi ada perselisihan terkait tanah mana yang mau dijual.

Saat makan malam, tepatnya setelah ayah dan emak menyelesaikan santapannya TS bilang kalau sudah transfer uang ke rekening emak sambil nunjukin bukti transfer. Mereka gak nolak, malah senang dengan mata berbinar-binar. "Nah ini baru anak emak, punya tabungan cukup banyak ya ternyata kamu, belum setahun kerja udah bisa ngumpulin segini. Hebat!" Seingat TS kira-kira begitu ucapnya sambil  nepuk-nepuk pundak TS. Ayah juga di seberang meja tampak tersenyum lebar. Karena semua senyum, TS pun memaksakan diri ikut senyum sekalipun mungkin kalau difoto jadinya kayak gini.
200 Juta Lenyap dalam Sehari demi Gengsi Resepsi Pernikahan. Bodoh Gak?

Ya TS jujur aja apa adanya itu tabungan sejak tahun pertama kuliah, dapat dari royalti buku-buku yang diterbitkan, nulis di koran dan fee ngisi seminar-seminar juga pelatihan. Ngumpulinnya lebih kurang 4 tahun."Ya, ntar cari lagi. Ini momen penting sekali seumur hidup." Sahut ayah. TS gak mau debat lagi, nurut aja, ikut bodoh adalah pilihan satu-satunya.
200 Juta Lenyap dalam Sehari demi Gengsi Resepsi Pernikahan. Bodoh Gak?
Singkat cerita. Pesta gemerlap nan norak ala kampung pun digelar. Dentuman bas dari speaker raksasa menjulang tinggi rasanya kayak mau copot jantung. Ratusan orang tumpah ruah dari jalan sampai dalam tenda. Meriah sungguh meriah. Penampilan seni dari dua budaya berbedapun tersuguhkan. Aksi bela diri unjuk kekebalan tubuh yang TS tahu itu main jin juga ada ternyata. Penyanyi lagu daerah yang lagi tenar-tenar saat itu juga diundang. Yang bikin kaget lagi ternyata pak Bupati juga hadir. Dia ngasih sambutan tapi 50% nya secara halus njual dirinya sendiri untuk dicoblos lagi. Bangzat dah tu orang.
 emoticon-Leh Uga

Capek banget hari itu. Ratusan kali bungkuk berdiri buat salaman dengan para tamu undangan. Pipi pun sampai terasa kaku karena berjam-jam senyum teros. 

Jujur saja saat itu TS ada terlintas rasa bangga kayak horang kaya nikah aja, terbawa suasana soalnya. Terlebih teman-teman dari TK sampai kuliah memberikan pujian. Ya mana mungkin TS bilang ke mereka. "Bro, kemeriahan pesta ini sampai bikin saldo tabunganku cuma bersisa buat biaya admin bank doang."

Kalau ditotal, uang yang menguap dalam sehari itu mencapai Rp200 juta. Bodoh kan?

Gimana menurut kalian?

sumber ilustrasi
sumber ilustrasi2

profile-picture
profile-picture
profile-picture
r41mu45u dan 87 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 15
tergantung kemampuan gan, kalo sampe ngutang itu mah maksa.
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mantelbulu dan 27 lainnya memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
dulu adek ane yang cewek nikah juga kira2 habis segitu buat pesta nikah dia, untung aja keluarga mertua (pengantin pria) menyanggupi mahar 2/3nya dan untung aja acara nikahan adek ane berjalan elegan dan gak mengganggu kayak nikahan tetangga sekitar yang musti berisik dengan dentuman bass dari pagi sampe tengah malam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Namanya hajatan, pesta mengundang kerabat keluarga handai taulan... untuk merayakan dan menikmati pesta..

Maka itu jangan mikirin balik modal.


Kalo masih repot duitnya atau mikirinnya cuma cuan ya kahwin di KUA aja.

Duitnya lumayan buat dp rumah, beli kendaraan dll.


emoticon-Angkat Beer

*Edit.. kalo ortu / mertua gak bisa diajak ngobrol ente bicara baik baik aja duitnya ntar buat beli rumah gitu..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
widyteto dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jlamp
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan

Yg wajib ngadain resepsi/yg punya pesta hajatan tuh bukan sepasang pengantin, tapi orang tua nya.
Jadi semua argumen si pengantin adalah invalid dihadapan orang tua.
emoticon-Ngakak

Jangankan 200juta kaya ts, 20 juta aja udah duit yg lumayan lho.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riodgarp dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Coba nikah nya sama bule aja gan.

Eh iya itu tahun berapa ga dikasih tanggal? Inflasi besok jadi 20 Milyar ya?
profile-picture
ainkmacan330 memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Sebenarnya menikah itu murah dan gak habisin saldo tabungan, yang bikin mahal itu gengsinya..
Ane hampir sama dengan TS, ortu ane dan istri setuju aja nikah secara sederhana, gak bikin panggung, sewa penata rias, sound sistem dll..
Tapi mertua malah yang bikin acara, katanya kalo mertua datang ke kondangan temannya kasi amplopnya tebel..
Akhirnya mau gak mau dibuatlah acara resepsi 2 hari 2 malam...
Capek deh...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
asal jangan ngutang gan emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
calvinn28 dan 4 lainnya memberi reputasi

Kalau ditotal, uang yang menguap dalam sehari itu mencapai Rp200 juta. Bodoh kan



Dot angolop berapa?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SuaraLagita dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
ane ngak suka klo ada acara hajatan gitu pasti berisik banget, udah tuh musiknya ngak karuan lg emoticon-Cape d...

terlalu konyol sih klo smpe menguras isi tabungan buat acaranya, tp ya gmana lg klo orangtua ngak bisa dibilangin.

susah emang klo orang tua pemikiranya masih kolot.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
july00artha dan 6 lainnya memberi reputasi
Gw sih blm merit, tapi dari pengalaman gw, biasanya bukan penganten yg mau rame2, tapi ortu kedua mempelai yg pengen jaga gengsi. Buat penganten sih, ya mumpung gratis, terima aja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mantelbulu dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Edan 200 jt, ngumpulin 4 tahun
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan jlamp memberi reputasi
bagusnya tulisan ini adalah TS bukan menjelek jelekan kasus orang lain tapi cerita pengalaman yang dialami TS sendiri dalam menghabiskan uang untuk urusan resepsi.

ane belum nikah sih, tapi ane paham kebiasaan semacam ini ada di banyak keluarga masyarakat kita. jangankan pernikahan, khitanan atau sunatan juga ada perayaannya. itu udah semacam budaya juga di daerah asal ane. dulu ane dan temen komplek ane termasuk yang pas sunatan dibikin acara hajatan sama orang tua masing-masing.

sampai pasang tenda, ada hiburan musik, dan makan prasmanan. tamunya ya keluarga besar, tetangga, sampai temen kantor orang tua. waktu ane SD gitu nggak paham, tapi setelah gede mikir: "kenapa ada acara hajatan untuk perayaan sunatan ya? abisnya kan lumayan juga duitnya"

(tapi kata orang tua ane, balik modal sih dari uang sumbangan tamu) hahahaha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
july00artha dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Buat perputaran ekonomi juga gan, musik, pembawa acara, makanan , dekorasi dan fotografi , sewa tempat, penjaga keamanan....

Tapi kalau habis resepsi malah nombok ya jangan lah ya, untuk yang niat dan ikhlas saja


Rider Kick! emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ambarawan dan 4 lainnya memberi reputasi
Gw nikah sama bunga desa, ketemu waktu doi SMA dan gw anak KKN dikampungnya. Eniwei, budget resepsi gw di kota buset habis 150 jtan padahal gak ada yang spesial sedangkan di kampung bini gw dibawah 50 juta. Cuma beli sapi dan beras beserta beberapa lauk udah itu aja. Gada gedung disewa, gada musik berisik pemecah telinga, dan kursi ambil di kantor desa. Tinggal sewa baju sepasang dan photografer kampung yang aslinya bisa go interansional kalau di kasih gear yang mumpuni. Jadi menurut gw tergantung lokasi lu aja sih kalau budget. Asal jangan ngutang itu aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
calvinn28 dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Hebat bisa kumpulin duit sampe 200jt sejak mulai kuliah. Kl ane waktu kuliah malah ngabisin duit ortu buat biayanya emoticon-Mewek

Btw, dari sumbangan yg hadir kumpul berapa Gan & balik modal kagak? emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan jlamp memberi reputasi
Duit duit mereka sih , kadang bingung ama orang kita yang suka sirik....

Asal gak ngutang ya sah2 aja

Lah bos Aye dulu nikahin anaknya
Di surat undangan dibilang
Gak nerima uang atau suvenir , kedatangan anda harapan kami

Gak ada menu yang namanya nasi , resepsi 2x
Untuk kolega karyawan dkk
Sama untuk keluarga

Isinya kambing guling , bebek , wine
Yeah , wine sama bir. Ada air putih sih , but meh....
Asli salah 1 pernikahan gokil yang Aye alamin di 2007

Abis berapa puluh M itu if not 10 or even 20
Jaman segitu pula




.............................emoticon-linux
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rabundeket dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ane udah wanti2 sama emak kalo nanti ane nikah, pestanya cuma ngundang yang ane kenal doang. Bukan apa, 1/2 dari biaya nikah itu gedenya di ketring, 1/4 nya akomodasi keluarga. ane sih ga rela nanggung akomodasi dan ngasi para sepupu atau sesepuh yang ane ga kenal dan ane yakin dia juga ga kenal ane. Kebiasaan di daerah ane itu semua orang berasa paling penting harus diundang buat ikut hajatan. bahkan sepupu dari tetangga jauh di kampung perlu banget diundang dan tentu yang punya hajat yang nyediain bus transportasi bolak balik.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
95402 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hlo15
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
yang sudah terjadi biarkan toh uang nya bukan ngutang kan, semoga kelak bisa terkumpul lagi.
Seingat ane rejeki setelah menikah itu bakalan di LipatgandakanNya. itu yang ane alami sampai sekarang.
profile-picture
profile-picture
CumiGorengManis dan jlamp memberi reputasi
yg zaman pandemi pada hemat2 smua bisa jg nikah. dan terbukti ga ad permasalahan ga ngundang org banyak. haha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mantelbulu dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
100% setuju Bre emoticon-Big Grin

Untung orangtua ane dan mertua ane, open minded.
Gak peduli omongan orang laen wkwkwk

Alhasil, ane nikah GRATIS di KUA, setelah ijab kabul, kita makan2 sederhana di rumah, yang dateng tetangga sekitar aja dan perwakilan-perwakilan keluarga.

Bener2 sederhana, biaya gak sampai 20jt.

Setelah itu? Ane bulan madu keliling Jawa-Bali hampir 2 bulan (Kerja WFH= Work from Hotel) emoticon-Ngakak

Bener2 puas dan berkesan, daripada jadi raja-ratu 1 hari doang emoticon-Embarrassment

Banyak temen2 ane yang envy jadinya ke Ane. Karena mereka banyak yang jadi "beban" biaya nikah itu, bahkan ada yang rela ngutang gade sana sini ke bank, demi acara resepsi puluhan bahkan sampai ratusan juta. Temen ane ada yang ampe 5 tahun cicilan utang nikahnya belom kelar emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mantelbulu dan 26 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh B.Dog.God
Lihat 17 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 17 balasan
Halaman 1 dari 15


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di