CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
Membandingkan Buku "Ayah" dari Penulis Beken; Tere Liye dan Andrea Hirata
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/614c756f4865fd5ee91cb42d/membandingkan-buku-quotayahquot-dari-penulis-beken-tere-liye-dan-andrea-hirata

Membandingkan Buku "Ayah" dari Penulis Beken; Tere Liye dan Andrea Hirata

Membandingkan Buku "Ayah" dari Penulis Beken; Tere Liye dan Andrea Hirata


2 Buku dengan Judul Ayah Hingga Senyum yang Tak Lekang



Ilmu pengetahuan adalah proses kontemplasi panjang. Ketika kepala kalian digunakan untuk merenung, berpikir terus-menerus, bukan sekadar hiasan, atau lelucon. (Diambil dari buku Ayahku Bukan Pembohong hal.119, Tere Liye).



Sebagai pembaca pemula Ane membahagiakan diri sendiri dengan mulai menyukai cerita-cerita fiksi. Hal ini jadi wajib bagi Ane, karena fiksi seperti sebuah hiburan dari kejenuhan aktivitas yang itu-itu saja. Membaca menjadi ajang pengisi serat-serat jiwa yang kadang terkapar oleh derasnya arus kehampaan. Dalam seminggu ini misalnya, Ane sudah menghabiskan beberapa waktu untuk nongkrong di Ipusnas.




Ipusnas adalah sebuah aplikasi yang disediakan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk membaca secara gratis. Jadi bagi wong desa seperti Ane, maka bisa diartikan Ane tidak perlu ke Jakarta atau perpustakaan Nasional–padahal untuk tidak perlu dikatakan kalau Ane belum pernah ke Jakarta– hanya perlu mendownload aplikasi Ipusnas di Google Play Store saja. Alhasil, maka tentu tidak bohong kalau hal itu sangat memudahkan dan juga mengiritkan keuangan rumah tangga.




Awalnya Ane tidak punya niat untuk membaca novel dengan judul 'Ayah'. Hal ini karena Ane punya rasa trauma eksplisit kepada ayah sendiri, yang kadang sikapnya begitu mencengangkan, alias membuat Ane kadang jadi kurang respek begitu kepada beliau. Sudilah kiranya pembaca untuk memantau alam perasaan Ane, hal ini pun kerap Ane rasa juga dialami oleh sebagian umat manusia di seluruh dunia. Entah kenapa Ane sangqt yakin akan hal ini. Karena pada kenyataannya atau pada pengamatan terhadap lingkungan, orang-orang lebih cenderung menghormati Ibu, daripada ayahnya.




Hingga mungkin dua orang penulis yang berbeda namanya, tentu saja, menulis buku dengan judul 'Ayah' kemudian sebut saja nama penulisnya. Penulis pertama adalah Tere Liye menulis sebuah buku bergenre fantasi dengan judul 'Ayahku bukan Pembohong' dan penulis kedua adalah Andrea Hirata menulis novel dengan judul 'Ayah' dan tidak menggunakan kata lain sebagai bagian dari judul, yaitu hanya kata Ayah saja.

Membandingkan Buku "Ayah" dari Penulis Beken; Tere Liye dan Andrea Hirata



Sejurus kemudian setelah membaca kedua buku tersebut, ternyata ekspektasi Ane pribadi tentang sosok Ayah menjadi berubah. Kedua penulis menciptakan tokoh Ayah dalam cerita mereka berbeda secara sudut pandang dan berbeda secara terang-terangan. Berikut adalah perbedaan kedua buku berjudul 'Ayah' tersebut:



1. Berbeda tentang sudut pandang.

Maka dalam buku 'Ayahku bukan Pembohong' karya Tere Liye: Ayah di sini adalah Ayah biologis dari seorang anak bernama Dam. Sedangkan dalam buku 'Ayah' karya Andrea Hirata: Ayah Amiru atau Zorro itu banyak, maksud saya lebih dari dua. Namun yang menjadi tokoh utama dalam ceritanya adalah Sabari, seorang laki-laki lugu yang memiliki cinta mati terhadap perempuan atau ibu kandung dari Zoro atau Amiru tersebut. Sabari ikhlas menyebutnya sebagai Purnama ke-12, karena Marlena atau perempuan pertama dan terakhir yang dinikahi Sabari itu memiliki lesung pipit serupa purnama kedua belas. Maaf sekali saya harus memperjelas bahwa, Sabari ini bukanlah Ayah biologis dari Amiru atau Zorro. Karena Sabari dalam cerita ini adalah sosok yang menanggung jawabkan sesuatu yang bukan perbuatannya, yaitu saat Marlena hamil entah anak siapa, maka Sabarilah yang maju untuk menutup aib– kalau tidak mau dikatakan sebagai angge-angge orong-orong atau ora melok gawe melok ngemong.



2. Perbedaan tokoh anak dalam kedua buku berjudul 'Ayah' tersebut.


Dalam buku Tere Liye sang anak alias Dam, sangat mengagumi ayahnya di awal-awal, karena dia tumbuh dengan cerita-cerita sang Ayah, di mana menurutnya tidak ada cerita-cerita yang lebih istimewa daripada cerita ayahnya. Sangat disayangkan, belakangan Dam alias sang anak yang semakin tumbuh dewasa mulai ragu akan segala yang diceritakan oleh ayahnya. Apakah cerita ayahnya itu benar terjadi, ataukah hanya kebohongan ayahnya?

Membandingkan Buku "Ayah" dari Penulis Beken; Tere Liye dan Andrea Hirata

Kemudian dalam novel Andrea Hirata, sang anak yang bernama Amiru atau Zorro adalah seorang laki-laki yang begitu menghargai sesuatu hal, meskipun sederhana, bahkan cenderung tekun. Tak peduli orang lain iri atau menyakitinya. Dia selalu bersikap mengalah, agar bisa berdamai dengan semua orang– ketika menginginkan sesuatu– sangat terpuji untuk tidak baik dikatakan terlalu terpuji. Ayah dari tokoh anak dalam cerita pun banyak. Ayah pertamanya adalah Sabari– jika ingin diturut dari perkimpoian sang ibu atau Marlena, lalu Ayah keduanya adalah Markani, Ayah ketiga adalah John Piejareli, dan ayah keempat adalah Amirza. Namun sikap Sabari yang selalu turun kepada Amiru alias Zorro atau tokoh anak dalam cerita ini. Di mana dia sangat menjunjung tinggi sopan santun dan bahkan tumbuh dengan hati yang selalu lembut. Padahal Sabari ini tidak memiliki atau mewariskan darah kepada Amiru atau Zorro tersebut. Ane bahkan sempat berpikir keras mengenai hal ini. Kenapa Zorro alias Amiru itu bisa tumbuh dengan watak yang dimiliki oleh Sabari? Padahal Sabari bukan ayah biologisnya, meskipun Sabari memang yang mengurus Amiru atau Zorro itu dari sejak masih merah atau bayi, sampai berumur 3 tahun, tepatnya ketika Marlena mengambil secara paksa anaknya.



3. Perbedaan ketiga adalah tentang makna cinta yang disuguhkan dari kedua buku yang bertema Ayah.

Dari bukunya Tere Liye yang judulnya 'Ayahku bukan Pembohong' mengajarkan kepada pembaca bahwa keluarga adalah tempat terbaik dan hati yang lapang seluas samudra– kalau bisa– adalah kunci untuk manusia dapat menikmati indahnya hidup. Sementara dalam novel 'Ayah' karya Andrea Hirata seolah pembaca diajak untuk maklum kepada sikap Sabari yang cinta mati itu kepada Marlena atau ibunya Amiru itu. Saya sendiri sampai gemas terhadap sikap Sabari, yang meski dia itu miskin, bahkan giginya seperti tupai– kalau tidak mau dikatakan jelek, tapi dia kadang malah terkesan tidak menghargai dirinya sendiri dengan memiliki cinta yang luar biasa dan tak terbatas untuk Marlena itu, menurut Ane. Pendapat ini terjadi sebab, Sabari tidak peduli ketika Marlena mengkhianatinya atau menolak cintanya sampai muntah-muntah. Bagi Sabari mencintai satu orang itu adalah sebuah keistimewaan dan semakin lama dalam alur cerita ini, tentu saja Sabari seakan bukan takut kehilangan Marlena, tapi takut akan kehilangan rasa cintanya. Sejurus kemudian cinta itu berubah menjadi sebuah energi luar biasa yang menarik jiwanya atau sosoknya untuk berperan sebagai Ayah. Ayah dari Amiru atau Zorro. Kisah getir dalam cerita ini, saat Marlena mengambil Zorro dari Sabari. Hal itu membuat Sabari gila. Bahkan dia sampai layaknya pengemis dan berjalan tanpa menggunakan celana, wira-wiri di pasar Belantik Belitong. Maka tentu saja Belitong– karena Andrea Hirata sedemikian memang benar-benar ingin mengupas tentang daerahnya, yang bagi saya pribadi pertama kali melihat film Laskar Pelangi tentu saja berkata, "Kok ada kehidupan yang semacam itu?". Namun berkali-kali pula saya menangis, ketika dihadapkan pada sosok Lintang yang penuh semangat belajar. Agaknya sosok Lintang yang lain kembali di diulas oleh Andrea Hirata dalam sosok Sabari ini.




Setelah membahas perbedaan, mari menerapkan sila kelima dengan mengulas keadilan. Tentu saja persamaannya adalah kedua buku berjudul 'Ayah' itu bertema Ayah, lalu yang kedua adalah membahas tentang keluarga, di mana keluarga dalam novel Tere Liye dimaknai dalam sebuah keluarga yang utuh, dengan keluarga kecil yaitu: Ayah, Ibu, dan anak bernama Dam. Lalu dalam novel Andrea Hirata, keluarga dibijaki dengan memaknakan keluarga adalah sebuah keluarga besar yang harus disyukuri. Adanya sosok Amiru yang selalu tersenyum dan menghormati Ayah-ayahnya dari seorang Ibu yang hobi travelling. Ajaibnya sosok Ibu itu bahkan memiliki sebuah prinsip hidup yang menohok, yaitu: bahwa manusia dalam menjalin hubungan bisa berada di tempat yang berbeda dalam waktu yang tidak sama, namun ketika manusia dalam waktu yang sama menjalani dua hubungan yang berbeda, maka selayaknya kita harus tegas untuk bersikap– tidak menyiakan waktu hidup yang sebentar dengan orang yang salah. Maka begitulah sosok Marlena atau ibu dari Amiru yang barangkali saja menginspirasi para istri diluar sana untuk melepaskan suaminya yang diambil pelakor.



Semoga berkenan dengan ulasan dua buku tentang Ayah ya Gansist. Ane masih ingin membaca lebih banyak lagi. N see u next threademoticon-Smilie



Opini pribadi dari @qoni77
Gambar dari Andrea Hirata dan Tere Liye







profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoissyauqi dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh qoni77
Halaman 1 dari 2
Singgah sahabat Kaskus
profile-picture
qoissyauqi memberi reputasi
Mari membaca
gak suka ganre romansa dibumbui tradisi etik, yg gore
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Membandingkan Buku "Ayah" dari Penulis Beken; Tere Liye dan Andrea Hirata
Salah satu penulis favorit ane, yang mampu menyajikan kesederhanaan dengan begitu mewah, menyodorkan kesetiaan nan apik, memberikan nasihat dalam keluguan, menggulirkan canda dalam satir, serta sanggup memuliakan semua lakon di tiap bukunya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 5 lainnya memberi reputasi
Kurang begitu suka sih eke ceu buku genre begindang yes monmaap emoticon-Frown
Tp klo kebohongan ayah yg eke inget itu dulu pas eke kecil balita gt dan pertama kali naik kereta api sampe terkagum2 eke nanya pak ini kereta punya siapa? Dan bapak eke dg bangga bilang punya bapak lah emoticon-Cool itu eke percaya bok sampe kls 6 sd tau kereta api punya negara emoticon-Ngakak (S) emoticon-Hammer (S)
Lalu pernah tau buku modelan ttg ayah ini dikamar sohib eke pas deseu menjelang kewong krn sohib eke ini benci bat ama bapaknya akibat emaknya dipoligambreng (sepertinya buku boleh dikasih lekongnya biar sohib eke bisa damai ama sikap bapaknya)
Ya ampun jadi panjang yes komeng eke emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Tumben ht tentang buku..
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Quote:


Berarti tradisi etik itu kurang mewakili jiwa Agan ya? Wewww kalau soal gore Ane malah belum paham Gan. Kalau Agan sendiri suka genre apa memangnya?

Quote:



Hu'um Gan. Ane awalnya malah dari film Laskar pelangi. Kalau untuk baca bukunya masih ogah dulu itu.

Tapi semenjak ada teman yang suka banget ama karya pak Andrea ini, Ane jadi penasaran dan akhirnya ikut jatuh cinta

Ternyata di perpus LN buku beliau sampai ngantre-ngantre. Emang bagus pakai banget, khas dan autentik. Sisi-sisi keluguan yang bikin gedek-gedek ternyata mengajarkan tentang pilihan hidupemoticon-Smilie
Quote:


Astoge, Gan. Rasanya tiap orang tua tuh punya kebohongan masing-masing.emoticon-Goyang



Agak terharu ama cerita sohib ente Gan. Iya walau bagaimana pun anak kudu bakti, kan? Meski orang tua durhaka sekali pun.


Sejatinya bernbuat baik ama orang yang dah jahat itu emang berat, tapi kalau kita mau jahat sekali pun ya pasti jiwanya kagak tenang

Quote:


Iya Gan, biar kita suka baca buku kali yaemoticon-Smilie
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Ane cuma pernah baca bukunya pak cik Andrea yg Ayah, dan cukup menyukainya meski keterkaitan kebetulannya kadang bikin geleng-geleng kepala yg kura-kura itu mempertemukan dua orang ayah yg sama-sama kehilangan.
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan nowbitool memberi reputasi
Mqntap nih koleksi bukunya
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Sampe skrg..... Ane msh blum mmbaca ke2 buku tsb, gan...... emoticon-Big Grin
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Diubah oleh yoseful
Aku dulu sudah baca bukunya Andrea Hirata yg laskar pelangi, sang pemimpi, edensor dan Maryamah karpov.
Menurutku yg laskar pelang bagus, trus sang pemimpi dan edensor cukup lah, masih menarik. Yg terakhir, Maryamah karpov entah kenapa sangat tidak menarik untukku. Setelah itu gak pernah mengikuti tulisan Andrea Hirata lagi
profile-picture
profile-picture
nooboks dan qoni77 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Novel Ayah Andrea H. dulu ga sengaja baca di perpus kampus karena gabut. Ane ga punya ekspekatsi lebih, paling selembar dua lembar, udah bosen.

Eh ga taunya, malah sampe keterusan bacanya dan ane sampe beli versi digitalnya di Play Store buat baca2 lagi. emoticon-Ngakak (S)

Dont judge a book by it's cover and title emoticon-Malu (S)

Kalau novel tere liye ane ga sengaja baca "Pulang". Kurang lebih ceritanya sama kaya "negeri para bedebah". *Cmiiw sorry oot juga.

Dari keindahan bahasa, andrea hirata no. 1 sih, cuma sayang banget kadang suka berlebihan. Bayangin, 1 halaman cuma nyebut nama2 tokoh samping yang entah siapa pula mereka, cuma mantan temennya si tokoh utama.

Kalau tere liye lebih ringan.cuma ya itu, diakhir2 pasti cerita uda kaya fantasy (misalnya si tokoh utama jd punya jurus ilmu pedang). Tapi kalau "Ayah" versi tere liye ini kurang tau ya. Berharap nanti bisa "ga sengaja" baca emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan nowbitool memberi reputasi
Hmm perlu donlod ipusnas nih. Mayan buat baca-baca ynag bergizi
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan nowbitool memberi reputasi
Belum baca yg tere liye, berat... Buat w yg sering baca.

Lebih suka Andrea Hirata, simpel tapi bermakna.

Tapi w tetap menghormati penulis yang karyanya jadi best seller atau Jadi rekomendasi.
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
jarang baca buku fiksi, harus lebih sering baca buku fiksi ini emoticon-Hammer
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Semua novel Pakcik Andrea bagus & mengesankan, menurut ane, "ayah" adalah novel yg paling menyentuh...
profile-picture
profile-picture
nooboks dan qoni77 memberi reputasi
Udah baca dua2nya, bagus. Yang tere liye, habis baca langsung ingat film Big Fish.
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Diubah oleh lazyistj91
Buku2nya keren, ada lagi yang keren2 juga karya zhafirkalanka
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Gaya bahasa dan penuturan tere vs andrea, menurut sy lebih meresap andrea. Tere over value menurut saya.
profile-picture
qoni77 memberi reputasi
Quote:


Imajinasinya tinggi Gan. Dan dunia penuh dengan kemungkinan. But kalau difilmkan emang sangat bagus.

Quote:


Baca di ipusnas Gan. Gretong emoticon-Goyang

Quote:


Ayuk bacaemoticon-Goyang
Quote:


Coba baca yang Ayah Gan. Buku ini selalu dalam antrean lho di LN

Quote:




Wah makasih sarannya Gan. Kadang saat mencari sesuatu sudut pandang emang Penasaran ama judulemoticon-Smilie


Ayo baca yang Ayah Tere Liye Gan. Ini fantasi sih, tapi pesannya menyentuh emoticon-Smilie

Quote:

Hayuk Ganemoticon-Smilie

Quote:

Bahasanya yang berat atau gimana nih, Gan?

Kalau pak Tere kan banyak bukunya fantasi dan itu emang perlu hal-hal di luar nalar. Ya nggak sih?

Quote:


Buat mengisi jiwa yang kosong Gaemoticon-Goyang

Quote:


Iya Gan, sampai nanges dan gemasemoticon-Smilie

Quote:


Wah Ane malh belum nonton film itu Gan

Quote:


Apa judulnya, Gan?)
Quote:


Wah iya, pak Andrea sangat detail dalam menggambarkan tokoh-tokohnya menurut Ane Gan.
profile-picture
yoseful memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di