CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Veronica Koman Klaim Ada 2 Versi Penembakan Nakes di Papua
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/614c2481a019bc50a63d1282/veronica-koman-klaim-ada-2-versi-penembakan-nakes-di-papua

Veronica Koman Klaim Ada 2 Versi Penembakan Nakes di Papua

Veronica Koman Klaim Ada 2 Versi Penembakan Nakes di Papua


Veronica Koman Klaim Ada 2 Versi Penembakan Nakes di Papua
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivis HAM dan pengacara publik Papua, Veronica Koman menyebut ada dua versi kronologi terkait penyerangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.
Dalam kejadian tersebut, satu orang nakes bernama Gabriella Maelani (22) meninggal dunia.

Veronica Koman Minta Komnas HAM Selidiki OPM Tewaskan Nakes

"Versi satu jelas yang banyak di-share di media. Versi kedua yang beredar di kalangan orang Papua," kata Veronica kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/9).


Lebih lanjut, Veronica menjelaskan versi kronologi yang disiarkan oleh media kebanyakan menggambarkan kekejaman TPNPB-OPM dalam menyerang nakes.

Versi yang kedua, kata Vero, diduga dipicu oleh penembakan yang dilakukan seseorang menggunakan baju dokter terhadap TPNPB, sehingga terjadi insiden penembakan di gedung kesehatan.

Ia mengatakan, di Papua banyak TNI yang merangkap sebagai guru dan dokter. Ia menilai, hal itu yang menyebabkan banyak kecurigaan di Papua.

Meski begitu, ia sedih mendengar kabar bahwa dalam insiden tersebut seorang nakes meninggal. Namun, ia menyebut kebenaran kronologi tersebut harus tetap diselidiki.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, nakes yang meninggal itu bukan karena disiksa oleh TPNPB.


"Versinya orang Papua tidak betul ada penyiksaan. Gabriella lompat kabur, bukan dilempar ke jurang sama OPM," ucapnya.

Terkait itu, Vero meminta agar ada investigasi independen. Menurutnya, pelacakan kronologi yang benar berpengaruh ke berbagai aspek, terutama rasisme terhadap orang Papua.

"Kalau misalnya tindakan barbar itu tidak betul, itu kan memperparah stigma dan rasisme ke orang Papua. Itu barbar banget," ucapnya.

"Kalau misalnya melek soal HAM, kita bisa pisahkan. Yang kena OPM, bukan orang Papua. Pada umumnya kelompok minoritas, termasuk Tionghoa, satu yang buat salah, semua kena. Contoh kasus LGBT, ada gay yang berbuat apa, satu komunitas kena. Makanya itu penting untuk diluruskan," imbuhnya.

Selain itu, Vero juga menilai pernyataan dari saksi harus diperhatikan. Ia mempertanyakan apakah saksi tersebut memberikan keterangan dalam kondisi mendapat tekanan atau tidak.

"Banyak tentara di sekelilingnya. Ini wilayah konflik, jadi beda. Misalnya di Jawa. Jadi bisa ditekan," ucapnya.

Sebelumnya, TPNPB-OPM mengakui telah menyerang fasilitas publik, seperti puskesmas dan gedung sekolah di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua pada 13-14 September 2021.

Mereka mengklaim aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan untuk dapat memisahkan diri dari Indonesia. OPM menyatakan siap jika perbuatannya dibawa ke hukum internasional.

Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melanggar Undang-Undang HAM usai nakes tewas dalam penyerangan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9).

Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani mengatakan KKB juga melanggar sejumlah undang-undang, seperti UU Kesehatan, UU Keperawatan, UU Rumah Sakit, dan UU Kekarantinaan Kesehatan.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210922135954-12-697858/veronica-koman-klaim-ada-2-versi-penembakan-nakes-di-papua


Ada yang bilang nakes yang tewas bunuh diri dan nakes yang hilang dilindungi KKB lalu disebut terancam dihilangkan TNI (dari komentar simpatisan OPM)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mabdulkarim
Halaman 1 dari 5
Pinter jg nih orang ngelesnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 8 lainnya memberi reputasi
veronika koman versi bugil ada ga ya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 19 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 19 balasan
Logikanya koman kan kalau ada TNI merangkap jadi dokter/nakes, dokter dan nakesnya dibinasakan semuanya. Tinggal dibalik saja, kalau ada OPM merangkap jadi orang Papua, tinggal orang Papuanya saja dibinasakan semuanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh manggaca
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Betina anjing ini semoga di gang bang nigga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Spokesperson BBC nihemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
dia bisa hidup enak di aussie, siapa yang biayain ? emoticon-Big Grin

profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Jadi menurut si koman, guru atau dokter itu layak ditembak. Gitu kan, man? Gila otak loe..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 4 lainnya memberi reputasi
Sjw tolol kok di follow,
Versi apapun ga bisa lu salahkan petugas kesehatan itu.

Jelas gw tetep salahin teroris ntuh.

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Gunakan teknik para kadrun ini, yaitu:
Tuduhlah musuhmu seburuk2nya!
Bener salah kagak urus
Duduk manis lihat feedbacknya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 6 lainnya memberi reputasi
sampah tetap sampah. orang yang nggak taati aturan padahal belajar hukum sih sampah. sampah bisa ngomong, isinya apa? ya sampah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Gw setuju dgn si Veronica emoticon-thumbsup

Kadang media2 memutarbalikkan fakta yang sebenarnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 33 lainnya memberi reputasi
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 14 balasan
dibalik keributan ada tokoh intelektual yg bermain ......nih dia orangnya
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Terdengar masih masuk akal, ya tinggal penyelidikannya gmn dah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 8 lainnya memberi reputasi
Dah jelas korbannya tewas..nakes cwe lg...
apalagi yg mau diselidiki...
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
goblok emang si jalang ini, mau lu klaim versi kedua itu paling benar kek ya tetap aja gak memungkiri kalau TPNPB (monkey cs) itu biadab tidak manusiawi, itu korban tenaga kesehatan loh.

Diperang terbuka aja mah gentle gak bakalan ada yang nyerang, kalau KKB nyerang membabi buta itu nakes termasuk sipil ya berati mereka itu memang binatang, lebih tepatnya sejenis kera yang gagal evolusi.

Maaf bukan bermaksud rasis cuman kasian aja kera beneran disama'in ma kelompok ini. emoticon-Sorry



*nerima emoticon-Bata (S) dangsanak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adrianfuzagame dan 12 lainnya memberi reputasi
ape strong together
profile-picture
profile-picture
adrianfuzagame dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Udh keseringan kena BBC nih orang
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Habis ngetik status lanjut tidur dengan anggota opm lainnya.
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Klo logika si koman kaya gitu berarti org Papua boleh dibinasakan emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adrianfuzagame dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Babik betina emoticon-DP
Ngeles aja lu bik emoticon-DP
profile-picture
hendry_88 memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di