CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61492ca3ee2d891e715a7091/racun-pernikahan

RACUN PERNIKAHAN

RACUN PERNIKAHAN

Berbilang bulan, berbilang tahun. Inilah cobaan hidup yang harus kujalani. Harus bersabar-sabar hati. Harus menahan-nahan diri. Bukan tak cinta aku padanya. Bukan pula aku tak sayang. Namun, perangainya itulah yang membuat pikiranku kusut. Tak pernah baik aku di matanya. Apa pun yang kulakukan, salah saja. Entah sampai kapan sanggup kutahan. Andai tak ingat anak, sudah lama aku berkirab dari rumah ini.

Nirmala namanya. Cantik orangnya. Halus suaranya. Tak terbayang rasa hati ketika aku jatuh cinta kepadanya.  Siang kupuja, malam kurindu. Makan tak enak, tidur tak lelap. Dialah yang selalu mengganggu pikiranku. Namun, itu dulu. Sebelum kelakuannya berubah tidak karuan. Sebelum dia menampakkan belangnya yang membuatku terkejut, terpana, dan istighfar berkali-kali di dalam hati.

Kusadari, caraku mendapatkannya mungkin sudah salah. Bagaimana tidak, aku merayunya saban hari. Setiap waktu, setiap ada kesempatan, selalu kubuat dia terpesona. Berbagai macam barang kubelikan, beragam janji kuucapkan. Itu semua demi membuatnya terpikat padaku, demi membuatnya percaya kalau dia adalah satu-satunya perempuan yang paling aku inginkan di dunia ini untuk kujadikan istri.

Sampai akhirnya, aku berhasil merenggut satu-satunya kehormatan yang ia miliki. Menumpahkan air kehidupan di rahimnya yang suci. Sehingga, tak pelak, dia mengandung.

Murkalah orang tuanya. Ibunya mengecamku dengan seribu kutukan. Mengatakan aku binatang yang telah merampas masa depan anaknya. Sampai-sampai aku hendak dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pemerkosaan.

Nirmala membelaku mengatakan ke ibunya kalau kami melakukan itu atas dasar suka sama suka. Tak ada paksaan, tak ada pemerkosaan. Ibunya kian berang. Berkali-kali telapak tangannya menampar pipi Nirmala. Sungguh tak tega aku melihatnya. Sedang ayahnya Nirmala hanya menatapku berang.

Tak membuang masa dikimpoikanlah aku sama Nirmala. Dia baru saja selesai kuliah. Ibunya itu benar-benar tidak bisa menerima. Baginya, Nirmala masih berutang jasa. Belum kering keringat ibunya, sekarang sudah pula harus mencari dana untuk baralek alias untuk resepsi pernikahan.

Nirmala tak hendak merepotkan orang tuanya. Jadilah kami dinikahkan secara cepat saja. Langsung di KUA. Tak ada pesta, tak ada musik, tak ada tenda juga tak ada makanan lezat.

Amak dan Abakku pun tak kuasa menahan kesedihan. Mereka sangatlah kecewa denganku. Aku sebagai anak lelaki tertua, taklah bisa memberi teladan kepada kedua orang adikku.

Berita aku menghamili anak gadis orang, tersebar secepat raungan kumbang. Pekak telingaku mendengarnya.

Semua sudah terjadi. Tak pula guna aku melarikan diri dari masalah. Kalau pun aku disuruh bertanggung jawab, kutanggung jawablah. Takkan pula aku menghilang dari salah yang kubuat.

Aku hanya berharap, menikah dengan Nirmala membuat hidupku akan lebih baik dan terarah. Bukankah sudah saatnya juga aku kimpoi? 25 tahun umurku, 23 tahun usia Nirmala. Mungkin buruknya karena Nirmala hamil dulu sebelum menikah. Makanya, seperti ada cacat sedikit yang kurasakan.

"Dengar-dengar, kalau orang menikah karena si perempuan buncit dahulu, perkimpoiannya takkan berjalan baik. Bakalan selalu ada masalah. Berhati-hatilah kamu, Syafri. Kalau boleh kumemberi saran, banyak-banyaklah kamu bersedekah. Contohnya, membelikan kami makanan setiap ronda. Ha-ha-ha." Udin, salah satu teman di pos ronda, melontarkan ujaran yang kutakuti di dalam hati.

Tidaklah ada orang yang ingin rumah tangganya rusak atau berjalan tidak baik. Dalam hati aku berdoa, semoga Nirmala kuat dan tabah hidup bersamaku.

Selama ia hamil, kucurahkan sebagian perhatianku padanya. Tidak mungkin seratus persen waktuku untuknya. Aku juga sibuk mencari uang. Biaya kelahiran anak tidaklah kecil. Makanya, pontang-panting aku membanting tulang.

Pekerjaanku sebagai seorang office boy, tentu saja tidak memiliki gaji besar. Dua juta sebulan. Kian gamang rasanya kumenatap masa depan. Untungnya, aku tidak perlu mengontrak rumah. Sementara waktu aku tinggal di rumah orang tuaku.

Ini pun jadi masalah. Mulut tetangga tak pula bisa direm. Sungguh jahat kata yang mereka lontarkan.

"Tak ada romannya lelaki Minang setelah menikah tinggal di rumah orang tua. Sudah hilang adat istiadat di diri si Syafri. Apa karena rumah Gadang sudah tergadai? Atau gelar Datuak sudah lama terendam? Tercoreng sudah malu di muka kaumnya si Syafri."

"Tentu sajalah kita yang beradat ini heran. Baru kali ini Sumando tak berumah. Itulah kalau mendapatkan perempuan murahan. Habis sudah hidup si Syafri. Kasihan sekali aku sama amaknya, Tek Jariah."

Ingin sekali kumasukkan paku ke lubang telingaku, kurusak saja gendangnya ini, biar pekak kupingku dari ghibah berjamaah para tetangga. Bukan saja aku yang sedih, Nirmala pun tak pula bisa menahan tangis. Amakku apalagi. Tak lagi jernih air mukanya ketika melihatku.

Di rumah Amak, aku bagai duduk di atas bara api. Tidaklah tenang hati dan pikiranku. Hendak pergi, nak mau ke mana? Ingin bisa kukontrak rumah, tidak cukup pula uangku.

"Luruh hati, Amak, Nak. Engkau buat Amak kecewa. Anak yang Amak bangga-banggakan, anak yang Amak harap akan bisa membangkit batang terendam, anak yang Amak harap bisa menaikkan harkat dan martabat, kini malah mencoreng arang di muka Amak. Bagaimana setega itu engkau sama Amak, Syafri? Apa salah Amak ke engkau? Sampai hati engkau buat Amak sakit hati begini."

Masih terngiang ratapan Amak ketika kuceritakan perihal si Nirmala yang mengandung karena perbuatanku. Amak tergagau hebat, sampai pingsan-pingsan. Tidak itu saja, aku habis dihajar Abak. Mereka mengusirku, mengatakan aku anak yang tak tahu diuntung. Di hari itu, aku benar-benar merasa langit runtuh menimpaku sehingga dadaku terasa sesak.

Untung saja aku punya teman yang membantuku tetap tegar menghadapi kenyataan. Namanya Azwar. Dia bolehkan aku menumpang di rumahnya barang sehari dua hari. Tepatnya seminggu ada lamanya aku jadi benalu di rumah kawanku itu.

Tidak pula enak rasa hati melihat kebaikan keluarganya. Ibunya si Azwar seorang guru SD. Dia memberiku wejangan panjang lebar. Wejangan yang sangat berguna dan memnbuka pikiranku.

"Kalau diikuti ajaran Islam, seharusnya engkau dan Nirmala dirajam sampai mati, Syafri. Zina benar-benar perbuatan setan yang sangat dilaknat oleh Allah. Saran ibu, tobatlah, bertanggungjawablah. Temui kembali kedua orang tua engkau tu. Kapan perlu sujud-sujudlah minta maaf. Arang yang tercoreng mungkin susah dihapus, tetapi yang perlu engkau ketahui, Allah sedang menguji engkau dengan ujian yang sangat berat. Mampu tidak engkau melewatinya? Jika mampu, Allah akan menaikkan derajat engkau dan menjadikan engkau manusia yang berguna kelak. Dunia ini ajang pembuktian diri. Tidak ada manusia di muka bumi ini yang tidak diuji. Engkau hanya harus melaluinya dengan baik, Syafri."

Sepanjang itu nasehat yang diutarakan ibunya si Azwar, membuatku tergugu. Merataplah aku di depannya. Sungguh, aku tidak menduga hidupku akan hancur kapiran seperti ini. Andai tak kuturutkan nafsu, tentu tidaklah bakalan aku dilanda cobaan yang maha berat ini.

Melalui do'a dan dorongan dari keluarga si Azwar, aku segera menapakkan kaki kembali di rumah orang tuaku. Amak menyambutku dengan ratapan, sedang Abak matanya berkaca-kaca dan mulutnya terkunci ketika melihatku. Mereka luluh melihatku yang kurus, kuyu, dan pucat. Kuciumi kaki mereka, bersimpuh dan bersujud memohon maaf. Ratapanku benar-benar melukai hati mereka.

Di saat-saat seperti itu, keluarga Nirmala pun datang. Mereka menuntutku untuk mempertanggungjawabkan perbuatanku.

Begitulah, beberapa hari kemudian aku dan Nirmala dinikahkan. Pernikahan dengan pondasi yang tidak kuat. Benar saja, badai rumah tangga rasanya bukanlah main-main. Ombaknya mendera begitu kuat. Memporak-porandakan hati dan pikiranku.

Aku terus bertanya di dalam hati, sekuat apa aku mampu bertahan di rumah tangga yang ada hanya kemarahan dan air mata?

Link lengkap bisa baca di sini:

RACUN PERNIKAHAN
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sitiropeah dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh triyuki25
Selamat membaca. Jangan lupa cendolnya, Gan.
profile-picture
lanariaaa memberi reputasi
Sepanjang jalan kenangan
Gak ada yang komen
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Ahay... Nama Nirmala muncul kembali. Stelah beberapa bulan dipost sebagai story, yang seolah kisah nyata, namun terasa fiksi atau gubahan novel oleh @dwindrawati . Yang ini jelas ada kata novelnya. Lanjuuut... Semoga ramaiemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
nice.
gila keren bener dah gan emoticon-Sorry


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di