CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Militer dan Kepolisian /
Ditelikung Teman Sendiri, Prancis Gagal Menjual Kapal Selam ke Australia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6144a0985c74ce3b3908ceb1/ditelikung-teman-sendiri-prancis-gagal-menjual-kapal-selam-ke-australia

Ditelikung Teman Sendiri, Prancis Gagal Menjual Kapal Selam ke Australia

Kabar terbaru datang dari Australia, di mana salah satu keputusan yang dibuat Negeri Kanguru tersebut telah memicu bara api diantara teman sendiri. Mengutip laporan Naval Newspada hari Kamis (16/09/2021) mengatakan bahwa, Pemerintah Australia membatalkan kesepakatan kontrak program kapal selam diesel listrik yang diberi nama Kelas Attack. Prancis menyebut keputusan yang diambil Australia bertentangan dengan surat dan semangat kerja sama yang berlaku antara kedua negara, berdasarkan hubungan kepercayaan politik seperti pada pengembangan basis industri dan teknologi pertahanan.

Naval Group yang ditunjuk sebagai manufaktur kapal selam pada tahun 2016 juga mengutarakan kekecewaan atas keputusan Australia, padahal selama lima tahun tim Naval Group yang berada di Prancis dan Australia telah memberikan yang terbaik sekaligus memenuhi semua komitmennya. Alasan dari penghentian program pembangunan kapal selam Attack Class karena Australia memilih bergabung bersama Amerika Serikat dan Inggris untuk mengembangkan kapal selam nuklir. Di mana proyek kapal selam tersebut diberi nama Future Submarine Program.

Pada tahun 2016 melalui kompetisi yang ketat, pihak Naval Group berhasil memenangkan kontrak untuk pembuatan kapal selam diesel listrik untuk Australia. Desain dan teknologi kapal selam sepenuhnya milik Naval Group, sementara untuk pembangunan kapal selam kabarnya akan dilakukan di Australia. Kontrak dengan Naval Group mencakup pembangunan 12 unit kapal selam senilai Aus$ 50 miliar dan sebenarnya pada Maret 2021 kedua negara telah menyepakati untuk melanjutkan program pembangunan kapal selam diesel listrik tersebut. Tak heran jika Prancis kecewa berat dengan keputusan Australia, lantaran nilai kontrak pengadaan yang cukup besar.

Namun, pada perkembangannya nilai pengadaan kapal selam Kelas Attack justru membengkak menjadi Aus $90 miliar atau setara US$ 70 miliar. Faktor inilah yang menjadi pertimbangan pemerintah Australia untuk berpaling ke Amerika. Menurut mereka biaya program kapal selam diesel listrik itu terlalu mahal. Selain memilih paket kapal selam nuklir dari AS, Australia juga sudah memutusakn untuk akuisisi senjata lainnya dari AS. Salah satunya adalah rudal jelajah Tomahawk yang rencanaya akan dipasang pada kapal perusak Kelas Hobart. Selain Tomahwak Australia juga tertarik mengakuisisi rudal Joint Air-to-Surface Standoff Missiles (JASSM) yang rencananya akan dipasang pada F-35 dan F/A-18 Super Hornet.



Quote:



Di lain pihak rencana Australia untuk membeli kapal selam nuklir juga sudah sampai ke sekutu dekat mereka, yakni Selandia Baru. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa, Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah menginformasikan kepadanya soal rencana Negeri Kanguru mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir dengan bantuan Amerika Serikat dan Inggris. Dan jika kelak kapal selam tersebut sudah beroperasi, kapal selam nuklir itu tidak boleh masuk ke wilayah perairan Selandia Baru.

Perlu diketahui bahwa sejak tahun 1985 Selandia Baru memang melarang kapal selam nuklir melintasi wilayah perairannya, dalam kasus Australia Ardern mengatakan tetap akan meneraplan aturan tersebut dan tidak akan merubahnya, meski Australia adalah sekutu utamanya. Ardern juga mengatakan kekhawatirannya pada program kerja sama AUKUS antara Inggris, AS dan Australia. Menurutnya hal tersebut telah mengecilkan implikasi kemitraan “Five Eyes” yang melibatkan AS, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

AUKUS sendiri merupakan singkatan dari Australia (A), UK (Inggris), dan US (Amerika). Program sekaligus aliansi ini diluncurkan setelah Australia resmi membatalkan kontrak akuisisi kapal selam diesel listrik Kelas Attack dari Naval Group. Mengutip informasi dari Naval News, rencananya Australia akan mendapatkan 8 kapal selam nuklir dari program AUKUS. Dan rencanaya mereka akan membangun kapal selam nuklir tersebut di Adelaide. Terkait degan program AUKUS, pemerintah Australia juga telah membentuk Satuan Tugas Kapal Selam Bertenaga Nuklir yang dipimpin oleh VADM Jonathan Mead AO untuk memfasilitasi peran Australia dalam AUKUS.


Quote:



Kapal selam bertenaga nuklir memiliki karakteristik siluman (stealth), kecepatan, kemampuan manuver, kemampuan bertahan, dan daya tahan yang hampir tak terbatas, jika dibandingkan dengan kapal selam konvensional. Kapal selam dapat menggunakan kendaraan bawah air tak berawak dan juga dapat membawa senjata yang lebih canggih dan lebih banyak. Kemampuan ini memungkinkan kapal selam bertenaga nuklir untuk beroperasi di daerah yang diperebutkan dengan resiko deteksi yang lebih rendah.

Proses transisi ke kapal selam bertenaga nuklir merupakan lompatan kemampuan substansial yang besar untuk Angkatan Laut Australia. Mengingat eskalasi konflik di kawasan Indo Pasifik, jika diteliti lebih lanjut, Negeri Kanguru memang membutuhkan kapal selam nuklir untuk mengimbangi China sekaligus mendukung operasi militer AS.

Pemerintah Australia sendiri berkomitmen untuk memaksimalkan partisipasi industri pertahanan Australia dalam program ini. Peluang untuk partisipasi industri Australia berkisar dari desain kemampuan hingga manajemen proyek yang kompleks, hingga kegiatan konstruksi.


Quote:



Demikian sedikit informasi yang bisa TS sampaikan pada kesempatan kali ini, tetap semangat dan jaga kesehatan. Sampai jumpa emoticon-Angkat Beer





Referensi Tulisan: 1.2.3.4
Ilustrasi Foto: U.S. Navy, Naval News, Naval Group
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh si.matamalaikat
Halaman 1 dari 2
Ditelikung Teman Sendiri, Prancis Gagal Menjual Kapal Selam ke Australia

Yang sabar ya Prancis emoticon-Ngacir


--------
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh si.matamalaikat
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Teknologi diesel yg tdk sesuai kebutuhan australia emoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kasel diesel ala french, biaya slama proses produksi bs terus bengkak, gak efisien bg ausie navy, sdh gitu kinerja nya jd serba terbatas di lautan yg luas, jd nya ausie navy lbh milih kasel nuklir nya amrik.....yg salah satu skill nya bs tanpa batas dlm mnjelajahi samudra...... gan.......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh yoseful
Kena penalty ga tuh batalin spt itu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phantom.menace dan 4 lainnya memberi reputasi
Enaknya pake mesin nuklir itu bisa menyelam lebih lama dibandingkan mesin diesel..

Cuma ya mahal, sama maintenance nya bakalan lumayan nantinya..

Tergantung anggaran jugak sih... emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Nato pecah deh lo emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kalau bicara soal kapal selam diesel elektrik memang Jerman yang paling berpengalaman dengan type 204 dan 214 yang menjadi unggulan karena paling paling banyak digunakan dan dilisensi oleh banyak negara. Tapi kalau bicara kapal selam nuklir ya cuman US dan Russia yang paling berpengalaman karena sudah lama mengembangkan dan memakainya di armada kapal selam mereka sendiri.

Dengan dibatalkannya proyek " over price n over budget " ACG - Australia dengan Naval Grup - Perancis dalam SEA 1000 Future Australian Submarine Program dengan output 12 unit diesel elektrik Attack Class Submarine senilai USD 90 juta dinilai sudah sesuai karena sejak awal program regenerasi Australian Collins Class Submarine memang kontroversial dan memperoleh banyak kritikan dari kalangan parlemen dan warga Australia sendiri karena dinilai terlalu mahal dan ambisius dengan sederet spec requirement yang sejatinya sudah sesuai dengan spec German - type 214 submarine yang lebih murah daripada modified Perancis - Shortfin Barracuda class submarine yang mahal.

Pengganti SEA 1000 Australian Future Submarine Program adalah AUKUS Future Submarine Program yang bertenaga nuklir dan mampu meluncurkan rudal balistik. Proyek pengembangan yang terdiri dari 3 negara : US, Inggris dan Australia ini kemungkinan akan menggunakan basis US - SSBN Columbia Class daripada UK - SSBN Dreadnought Class.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Serasa dejavu membaca berita tsb.
Sekarang Perancis gagal menjual kapal selam ke Australia krn mau bergabung ke program KS Nuklir sama US & UK.
Dulu jaman, kejadian yg sama terjadi di Indonesia. Setelah hampir berhasil menjual Mirage malah kena telikung sama F-16.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Wah... Tabah juga nih Prancis solo karir lagi dalam hal alutista... Walaupun secara politik masuk NATO.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


harusnya dari awal pilih yang nuklir emoticon-Ngacir


Quote:


kenapa gak dari awal pilih yang nuklir ya gan ? kalau akhirnya begini, terkesan kasih harapan palsu ke Prancis emoticon-Ngacir



Quote:


pasti kena, kabarnya Prancis menuntut kompensasi atas pembatalan tersebut


Quote:


betul gan, semoga saja pilihan mereks sudah tepat, mengingat biaya operasional kapal selam nuklir lumayan juga emoticon-Ngacir


Quote:


NATO sudah mulai gak kompak, Yunani dan Turki yang sama2 anggota malah terlibat konflik emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Quote:


program yang tidak sesuai harapan ya om, kalau jatuhnya lebih mahal, Australia memang lebih memilih nuklir daripada diesel listrik emoticon-Ngacir



Quote:


sebenarnya kasus Mirage 2000 selain faktor ditelikung, pesawat tersebut juga lebih mahal dari F-16 gan. ditambah Pak Harto yang mesra dengan AS, maka peluang F-16 lebih besar.



Quote:


tahun yang kurang bagus bagi industri kapal Prancis gan emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gonugraha76 dan 3 lainnya memberi reputasi
Korban PHP ausiee sama kaya negeri timor2emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
black.robo dan 3 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
inget WWII eropa perangnya lebih gila dari asiaemoticon-Takut
jerman, perancis, italia, poland gila semua perangnya

untung indonesia jauh, kelelep badannya sama bule2emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan gagal.jadi.nabi memberi reputasi
Kasian banget, Alat2 perang Perancis kagak laku. Kalah sama kompetitor.
Dulu jet ga laku, skrg kapal selam. Pistol & tank jangan2 ga laku juga.
Australia mungkin ketar ketir sama indonesia jadi akusisi kasel nuklir l,
Wkwkwkwkwkw 😂
Kayaknya Perancis telat dalam menyikapi trend yang ada ...
Ibaratnya kayak sekarang lagi trendnya kereta api cepat (pakai LNG), ada yang mencoba menjual kereta api pakai batubara.

===> Sementara dana riset kapal selam (untuk desain-tehnologi seperti yang dikemukakan) kalau itu dipakai untuk mengembangkan tehnologi kapal nelayan dengan menggunakan layar dan solar cell, mungkin sekarang sudah menampakkan wujud dan mungkin sudah mulai jualan. ===> Dari tahun 2016 soalnya ...
Walau kalau ngomong 'gitu saat ini, yah memang sudah terlambat, karena sudah terlanjur. emoticon-Big Grin

Dan sebetulnya, meski tehnologi layar itu merupakan tehnologi lama, belum tentu semua orang pada saat ini bisa dengan mudah menggunakannya. Perlu semacam training course, dan tentunya itu bisa membuka lapangan kerja tambahan.
Terkait pasar, bisa dilirik daerah sekitaran Skandinavia, Mediterranean, dan Eropa sendiri tentunya. Dimana kita bukan bicara mengenai kapalnya itu sendiri, tetapi juga suku cadang dan semacamnya.
Dasar enih australia Phpin kawan sendiri emoticon-Marah

Donfeng mana dongfeng

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
black.robo dan ushirota memberi reputasi
Kami indonesia akan menunggu kapal seken dan kami siap meng kilo kan nya...emoticon-Hammer2
Ngeliat formasi AUKUS begini kayak mempertegas ke negara EU kalau US bukan lagi negara yang reliabel dan searah dengan kepentingan strategis mereka. Tahun kemaren2 Trump yang bikin ulah yang ngebikin anggota NATO eropa pada gerah sekarang Biden ternyata sama aja kayak Trump. Apakah ini cikal bakal terbentuknya tentara federal eropa?


Indonesia musti makin gercep ni siapa tau di eropa sono ada yg obral senjata murah (ngarep) wkwkkwkwk emoticon-Leh Uga
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di