CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kaum Ibu di Indonesia: Demi Obat Anak-anak Kami, Tolong Legalkan Ganja
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6141cc4d66fc627cc2462363/kaum-ibu-di-indonesia-demi-obat-anak-anak-kami-tolong-legalkan-ganja

Kaum Ibu di Indonesia: Demi Obat Anak-anak Kami, Tolong Legalkan Ganja

Kaum Ibu di Indonesia: Demi Obat Anak-anak Kami, Tolong Legalkan Ganja

Suara.com - Nafiah Murhayanti betul-betul masih mengingat Keynan, yang tak spontan menangis seperti lazimnya orok saat lahir sebelas tahun silam.

Putranya itu lahir prematur, persisnya satu bulan lebih awal dari perhitungan normal kelahiran. Tak hanya itu, sang bayi lahir dengan berat badan rendah.

“Tapi ia lahir sehat, semua organ tubuhnya lengkap dan utuh,” kata Novi, panggilan akrab Nafiah kepada ABC Indonesia.

Seusai dirawat selama dua pekan, berat badan Keynan akhirnya bertambah dan diperbolehkan pulang ke rumah.

Namun, sesampainya di rumah, Novi menuturkan Keynan sangat sering menangis. Mulanya, Novi mengira sang bayi menangis karena kepanasan sehingga memerlukan alat penyejuk ruangan.

“Dari 24 jam, mungkin totalnya hanya tiga atau empat jam dia tidak menangis,” kata Novi yang kemudian merasa ada sesuatu yang tidak biasa dengan anaknya.

Kekhawatiran Novi terjawab saat membawa Keynan ke dokter setelah berusia empat puluh hari. 

Keynan mengidap cerebral palsy atau lumpuh otak.

Kaum Ibu di Indonesia: Demi Obat Anak-anak Kami, Tolong Legalkan Ganja

“Semuanya dites, hasilnya memang otaknya sudah banyak mengalami kerusakan karena kejang yang tidak tertangani.”

Sejak saat itu, kondisi kejang Keynan menjadi keseharian Novi, bahkan seringkali kejangnya berlangsung cukup lama.

“Pernah dari rumah, ke rumah sakit pertama, sampai rumah sakit kedua, itu Keynan kejang enggak berhenti, … akhirnya setelah disuntik baru reda,” tutur Novi.

Novi yang tinggal di Yogyakarta kemudian bertemu dengan Dwi Pertiwi di Wahana Keluarga Cerebral Palsy, sebuah komunitas orangtua yang memiliki anak cerebral palsy.  

Putra semata wayang Dwi, Musa, juga mengidap cerebral palsy.

“Kalau sudah mengalami punya anak, atau cucu, atau anggota keluarga yang seperti Musa atau seperti Keynan, pasti tahu bagaimana deg-degannya hati kami setiap hari,” kata Dwi.

"Karena setiap kali kita mengusahakan terapi apa pun dan ada progres, begitu mengalami kejang, [kondisi] itu reset kembali ke nol, dan itu over and over and over again [terjadi berulang kali]," ujarnya.

"Bayangkan kalau kita sudah senang lihat mereka bisa sedikit-sedikit jalan sambil pegangan apa, tiba-tiba kejang, ya sudah kembali seperti bayi lagi," ujarnya.

Hingga di satu titik, Dwi maupun Novi merasa obat kejang yang diberikan dokter “tidak lagi punya efek.”

Kaum Ibu di Indonesia: Demi Obat Anak-anak Kami, Tolong Legalkan Ganja

Sempat membaik saat mencoba terapi ganja di Australia

Sepanjang hidupnya merawat Musa, menurut Dwi mengatakan satu-satunya momentum Musa mengalami banyak kemajuan adalah saat mereka mengunjungi Australia di tahun 2016.

Awalnya Dwi pergi ke Australia hanya untuk keperluan pembelian alat medis. Tapi kebetulan ada salah seorang rekannya di negara bagian Victoria, dengan ibu kota Melbourne, yang sedang menjalani terapi ganja karena masalah pada sendi dan hati.

Kaum Ibu di Indonesia: Demi Obat Anak-anak Kami, Tolong Legalkan Ganja

“Akhirnya aku minta, di kamar Musa aku kasih kayak incense (dupa) gitu, diasap saja kamarnya sebelum dia tidur, dan itu ternyata sangat berpengaruh.”

“[Saya lihat] tidurnya lebih enak, kemudian setelah seminggu pakai itu, aku noticed ketika kami ke tempat beli kursi roda, saat badannya sedang diukur aku lihat muscle tone-nya jadi soft dan ketika diterapi resistensinya berkurang banget,” cerita Dwi.

Tak hanya itu Dwi juga mengatakan kejang yang dialami Musa tidak lagi terjadi. 

“Selama November 2016 sampai kami pulang dia enggak pernah kejang, [padahal] biasanya Musa kejang dua - tiga kali seminggu,” tambahnya.

Pengalaman terapi ganja inilah menjadi alasan mengapa Dwi, dan juga Nafiah, kemudian mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Mereka menilai terapi pengobatan dengan ganja ini adalah satu-satunya cara untuk memperjuangkan kesembuhan anak-anak mereka.

Tapi kemudian ada insiden yang menerpa Fidelis Arie Sudarwoto di tahun 2017.

Fidelis harus menjalani hukuman 8 bulan penjara karena meramu tanaman ganja untuk terapi istrinya yang mengidap penyakit langka 'syringomyelia', atau gangguan syaraf tulang belakang, dan tak bisa ditangani rumah sakit.

“Aku di sini mewakili teman-teman Musa, karena aku sudah melihat bagaimana Musa bisa membaik, dan hak dia untuk membaik, hak dia untuk hidup, dan hak dia untuk hidup lebih baik kan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar," jelas Dwi.

"Tapi Undang-Undang Narkotika ini menghalanginya,” tambahnya.

Gugatan ke Mahkamah Konstitusi

Mereka menggugat Pasal 8 ayat (1) dan penjelasan Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Narkotika yang melarang penggunaan narkotika golongan I untuk pelayanan kesehatan.

Padahal menurut mereka, beberapa jenis narkotika golongan I yang tercantum di Peraturan Menteri Kesehatan terbukti bermanfaat untuk kesehatan, misalnya ganja dan tanaman 'Papaver Somniferum L'.

Persidangan baru saja dimulai pada November 2020 lalu, saat Dwi harus kehilangan Musa yang saat itu berusia 16 tahun.

Tetapi itu tidak membuatnya berhenti berjuang.

Selasa kemarin (14/09) untuk keenam kalinya, Dwi Pertiwi, Nafiah Murhayanti, dan Santi Warastuti bersama dengan Perkumpulan Rumah Cemara, Institute for Criminal Justice Reform, dan Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat, menghadiri sidang di Mahkamah Konstitusi dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.

Dalam kesaksiannya, Stephen Rolles, analis kebijakan senior dari Transform Drug Policy  Foundation, lembaga advokasi kebijakan obatobatan di Inggris mengatakan sejumlah konvensi internasional "tidak memberlakukan larangan mutlak terhadap obat-obatan apa pun untuk penggunaan medis dan ilmiah, sekali pun obat yang dianggap paling berisiko."

"Secara spesifik konvensi-konvensi tersebut menyatakan obat-obatan yang lebih berisiko harus tunduk pada kontrol yang lebih ketat, tetapi tidak dilarang untuk penggunaan medis dan ilmiah," kata Stephen.

Dalam sidang sebelumnya yang digelar akhir Agustus, pemohon menghadirkan tiga saksi ahli yang lain yakni ahli obat-obatan dari Imperial College London, David Nutt, Dekan Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Jakarta, Asmin Fransiska, serta guru besar kimia bahan alam Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh Musri Usman.

Penggunaan ganja untuk pengobatan di beberapa negara

Dalam kesaksiannya, di Mahkamah Konstitusi, David Nutt mengatakan sejak tiga tahun lalu Inggris telah membuka kontrol atas ganja dan dijadikan sebagai obat, setelah banyak bukti dari pasien-pasien yang menggunakannya.

Secara medis diungkapkan tanaman ganja memiliki kegunaan signifikan yang tidak dapat diberikan oleh obat-obatan lainnya.

“Jadi di Inggris, ganja ini telah dipindahkan ke Kategori II, yang artinya ganja dapat digunakan sebagai obat ... dengan bukti adanya keamanan dan efikasi atau kemanjuran dari obat tersebut untuk penyakit tertentu."

"Dan Inggris memiliki pengaturan yang paling bebas karena bisa diresepkan oleh dokter spesialis mana pun,” kata David.

Ia juga menjelaskan laporan penelitiannya bahwa pasien anak yang mengonsumsi ganja mengalami pengurangan frekuensi kejang sampai 80 persen.

Sementara itu pada tahun 2016 Parlemen Australia secara resmi melegalkan penggunaan ganja sebagai pengobatan di dunia kedokteran.

Amandemen Undang-Undang Narkotika di Australia juga melegalkan penanaman ganja untuk tujuan medis dan ilmiah.

Mulai 1 Februari 2021, warga dapat membeli hingga 150mg cannabidiol (CBD) per hari di apotek di seluruh Australia tanpa resep, tapi pasien harus menemui dokter terlebih dahulu untuk jenis ganja obat lainnya.

Ganja obat diatur oleh lembaga Administrasi Barang Terapi Australia (TGA).

Dokter di Australia dapat mengajukan permohonan ke lembaga untuk memasok ganja obat kepada pasien tertentu melalui Skema Peresepan Resmi dan Skema Akses Khusus.

Pasien dapat mengakses ganja obat melalui dokter spesialis, dokter umum mereka, atau jika mereka mengambil bagian dalam uji klinis.

Kaum Ibu di Indonesia: Demi Obat Anak-anak Kami, Tolong Legalkan Ganja

Negara tetangga Indonesia, Thailand juga sudah mulai mengizinkan penggunaan ganja untuk pengobatan.

Dalam Undang-Undang yang disahkan pada 2019 ini, perusahaan swasta dan pasien dapat mendaftar untuk menerima sertifikat yang dikeluarkan pemerintah, sehingga memungkinkan mereka mendapatkan ganja untuk tujuan medis secara legal.

Pelancong internasional dapat membeli lisensi untuk impor dan ekspor ganja medis mereka, dan hanya pasien dengan sertifikat ganja medis atau resep dokter dan perusahaan swasta, seperti industri pertanian, yang boleh memiliki tanaman tersebut.

'Cerebral palsy' adalah salah satu kondisi medis yang diperbolehkan oleh Pemerintah Thailand bagi warganya untuk mengakses ganja medis.

https://www.suara.com/news/2021/09/1...legalkan-ganja

Legalisasi itu urusan kecil.. emoticon-Malu (S)

Tapi.. Masalah menghalalkannya??.. Ibarat pepatah.. Langkahi mayat MUI dulu.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngacir


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
corobikang dan 18 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Kaum Ibu di Indonesia: Demi Obat Anak-anak Kami, Tolong Legalkan Ganja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ueki19 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Haha.skalian aj masuk kategori babi aj.non halal jg gpp.orang mau pake buat obat. Skrg terserah pasien sama keluarga aj.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan valkyr9 memberi reputasi
mantap bisa nyimeng setiap hari
emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Kalo pasalnya darurat untuk pengobatan, seharusnya diperbolehkan. Tinggal pengaturan dan pengawasan aja yang baik.

Jangan sampe disalahgunakan. Ntar kartel pade bilang darurat, bawa barang pake kontainer.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ueki19 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 20 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 20 balasan
Diihh sedih bacanya T.T
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan valkyr9 memberi reputasi
Mike Tyson sukses jadi petani ganja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NecroTorture dan 4 lainnya memberi reputasi
Nek cocok bisa buat badan gemuk iku!


emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ganja itu halal yang haram tuh genjer goblok!


emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Kalo dilegalkan bakalan panen negara tetangga...

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
emang bagusnya narkotika itu dilegalkan aja.

kapan mau dewasanya, kalo narkotika aja dilarang larang. suka suka ati orang lah, mau narkotikaan atou nggak, ngapain negara ikut campur urusan pribadi.

kalo ada orang mau teler ampe mampus, selagi pake duit sendiri, nggak ngerugiin orang laen, itu urusan pribadi dia lah, kenapa negara harus merecoki urusan pribadi warga negara.

dan udah ada fakta, ternyata ada yang membutuhan ganja untuk obat. masa' yang beginian juga harus dihukum, akhirnya orang yang butuh perawatan meninggal.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Kalo buat obat. Dan ga ada obat lain hukumnya dibolehkan kok.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan 2 lainnya memberi reputasi
Ganja dilegalkan asal ada regulasi jelas bukan suatu masalah. Bukan cuma sekedar untuk mencari keuntungan pajak negara loh ya.

Dan benar, ganja bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan medis. Misal dimanfaatkan untuk hilangkan rasa sakit.

Ganja juga berguna juga untuk orang depresi. Untuk tenangkan pikiran.

Lagian yg ditakutkan dari ganja itu juga apa? Di Belanda ganja legal tapi tidak merusak generasi muda disana.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan 2 lainnya memberi reputasi
ane juga setuju, tapi dengan catatan hanya untuk medis, krn setau ane ganja buat medis jenisnya beda sama buat have fun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
cuma pengen bebas nyimeng , buktinya di Amrik ganja dibebaskan alasannya buat obat mayoritas malah buat nyimeng

profile-picture
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
banyak yg salah kaprah.. ganja untuk medis disamakan dengan ganja untuk gele... tanemannya sama tapi prosesnya yg berbeda..

singkat kata kalau untuk medis ganjanya itu sudah aman bukan untuk mabok tidak membuat mabok...

ekstrak ganja untuk medis SANGAT AMAT TERAMAT BENER BENER BAIK bagi penderita syaraf ( otak ), CP, Autis dan turunannya, Alzem, dsb sudah menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dengan ganja medis...

makanya untuk beberapa tahun kedepan semoga bisa belajar dengan baik pengambil keputusan terutama golongan AGAMAWAN, bahwa ganja jika dipergunakan dijalan yg benar akan banyak membantu orang tua untuk anaknya. ambil yang baik buang yg buruk.. jangan buruk rupa cermin dibelah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan 2 lainnya memberi reputasi
Orang di pihak yang satu ngomong masalah pengobatan ..., tapi akan ada pihak yang ngomong mengenai hal serupa tapi cenderung pada masalah 'gimana caranya agar bisa dapat cuan banyak dari hal tersebut.
Kalau mau melegalkannya boleh aja, tapi dengan "penyeimbangan" pengadaan aturan hukuman mati bagi yang menyalahgunakannya.
Yang setuju, ngacung jari ke atas ...
Kemudian terkait .. resiko obat ini disalah gunakan, maka biarlah cuma ada satu pihak aja yang menjual. Kalau di Indonesia sini, mungkin bisa Kimia Farma. Sehingga juga akan mudah untuk memantau bila terjadi penyalah gunaan. Ada yang menyalah gunakan tinggal angkut dan dor.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bingsunyata
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kasus tumbuhan ini sama kyak penangkaran hewan, negara yg kaya flora fauna eksotis kyak dimari sangat berbahaya kalau dibiarkan bisa domestikasi flora fauna.

Lihat tuh indomi, padahal gandum impor itupun dah menggurita seafrika. Apalagi sawit, hampir semua barang FnB sejagad ada sawitnya. Rokok kretek diban. Rempah2 apalagi
profile-picture
valkyr9 memberi reputasi
Diubah oleh fat279
Tul, anak mereka butuh hiburan nge-fly di malam hari. Klo kudu naek pesawat bisak rugi sekampung. Mending pakek cimeng, lebih irit. emoticon-Bingung
profile-picture
valkyr9 memberi reputasi
Kalau untuk keperluan medis ya menurut pendapat saya pribadi gamasalah di legalkan tetapi penggunaan nya harus sesuai resep dokter

Lupakan soal halal haram dari fatwa Ormas mui
Jika sudah berkaitan dengan nyawa manusia
Karena didalam ajaran agama icelamp
Babi halal dimakan jika dalam keadaan terdesak seperti tersesat di hutan dan tidak menemukan sumber makanan lain selain babi
Seharusnya hal yang sama berlaku juga dengan ganja yang dipakai untuk keperluan medis
Dalam tanda kutip
"Selama tidak disalahgunakan"
Semua yang diciptakan Tuhan pasti ada manfaatnya
Tidak ada ciptaan Tuhan yang sia sia

profile-picture
profile-picture
valkyr9 dan vlad.eisenhauer memberi reputasi
Diubah oleh JualanAgama
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di