CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sudut Pandang Psikologi : Mengapa di Sosial Media Banyak Sekali Komentar Toxic?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/613fb2fad5f23e668a161a30/sudut-pandang-psikologi--mengapa-di-sosial-media-banyak-sekali-komentar-toxic

Sudut Pandang Psikologi : Mengapa di Sosial Media Banyak Sekali Komentar Toxic?

Sudut Pandang Psikologi : Mengapa di Sosial Media Banyak Sekali Komentar Toxic?
Dokumen pribadi


Quote:


Sudah berapa banyak user KasKus yang agan dan aganwati anggap sebagai orang yang "unik"? Aku mengatakan "unik" karena kalau dia ditanya "Apa ente sudah makan?" jawaban dia "Ente homo ya?" Jawaban yang benar-benar sangat unik dan bukan sebuah realita yang baru di dalam sosial media. Bahkan, kalau ada yang kurang beruntung, dipertemukan dengan orang semacam ini di dunia nyata.
Quote:


Dari pengalaman pribadi tersebut, yang mungkin agan dan aganwati juga sering mengalaminya, aku penasaran, apakah ada penelitian yang mengulas tentang fenomena "unik" ini? Apa gerangan yang membuat orang tersebut keluar dari jalur tema diskusi menjadi tindakan insulting  kepada orang lain?
Quote:


Dari sebelas gangguan jiwa tersebut, paling tidak aku pribadi, dan mungkin agan aganwati, juga bisa mengkategorikan diri termasuk di gangguan yang mana. Semoga tidak ada yang masuk kategori tersebut. Namu, jika ada, cobalah untuk mengurangi penggunaan sosial media dengan lebih banyak, agar kesehatan kita bisa terjaga. Oke lanjut ke topik trit ini.
Quote:


Seringkali hal ini terjadi karena adanya tema yang sangat berhasil memperpanas komentar, seperti politik, agama, ras, suku, dan mungkin juga sepak bola. Awal diskusi membahas tentang tema tersebut, namun kemudian menjadi serangan personal untuk meningkatkan status dia di mata orang lain.
Quote:


Jadi begitu kira-kira penjelasannya secara psikologi, toksisitas di dunia maya seringkali terjadi karena ada orang yang memiliki masalah secara psikologis. Berdebat itu menyehatkan, jika perdebatan itu dengan tujuan mencari kebenaran bukan pembenaran. Selain dapat membuka cara pandang baru, kita bisa belajar untuk memahami bagaimana orang lain berpikir. Ketika tidak ada titik temu, lebih baik sudahi diskusi dengan menghargai pendapat dan cara pikir orang lain. Sudahi dengan baik, "Karena perbedaan sudut pandang kita, lebih baik diskusi ini kita sudahi, gan atau aganwati." Indah bukan?
Namun, berdebat akan menjadi sangat tidak sehat jika tujuan utamanya adalah mencari kemenangan, bukan kebenaran. Ujung-ujungnya adalah selalu mengatakan pembenaran dalam setiap argumen.
--
Terimakasih sudah membaca trit seriusku malam ini.
As always, keep healthy & happy.
Sumber terlampir & opri.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
paking.disgrace dan 17 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh machin
Halaman 1 dari 3
Salam damai.emoticon-rose
makanya sosmed ane cuma add keluarga, ga aneh2 jadinya
profile-picture
machin memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Because we can hide, at least behind our username.
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
J3RUx dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Apalagi kaskus

Ane sering kena emoticon-Ngakak
profile-picture
machin memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Bedain terkait apa yang lagi dibahas. Normal aja bicara mengenai suatu hal ideal, kalau memang itu yang lagi dibahas. Namun kemudian bila ingin membahas lebih lanjut (karena ingin memanifestasikan idea itu pada hal yang praktikal), pasti akan didapati suatu kenyataan bahwa suatu metoda belum tentu cocok diterapkan pada semua orang, terkait sikon yang dihadapi tiap orang adalah beda.
Susahnya bila kita ketemu orang yang punya tipe tirani atau diktaktor, megaloman, mengaku dekat dengan Tuhan atau bahkan menganggap dirinya sebagai Tuhan. emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan machin memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yap. Ga cuma di sosmed, tapi di forum2 dan discussion board apapun juga. Karena pertama, setiap orang bersembunyi di nama profile palsu (nama, photo, bio).

Kedua, karena tersembunyi, sifat asli orang tersebut keluar. Dari yang baik sampe yang jahat/brengsek, bahkan iikut2an brengsek.

Ketiga, karena lemahnya moderasi. Kalo di forum masih ada moderatornya. Itupun moderatornya suka standar ganda atau ga punya nyali / ga berani terhadap alasan2 gombal, contoh: "ini opini gua, hormati dong!" padahal omong kosong, bahkan sering terang2an mencela orang lain.

Kalo di sosmed? CS mereka ga akan peduli. Nunggu sampe report nya banyak dulu baru diperhatiin.

Keempat, hasil dari lemah moderasi mendukung terbentuknya mental gerombolan (mob mentality) karena semakin banyak orang toxic ini yang ngumpul karena mereka merasa dipersilahkan datang. Orang yang toxic akan suka dengan adanya gerombolan, karena ada 'temen'. Ibarat rayap, media tersebut akan digerogoti sampe habis.

Sebenarnya toxic itu bisa ada di kedua belah pihak ya dalam sebuah topik diskusi. emoticon-Big Grin Tapi di postingan ane, ane tujukan ke orang2 toxic yang jelas2 salah. Misalnya menyebar hoax, suka nyerang duluan, dll. Sering terjadi di berbagai macam diskusi entertainment, seperti video game. emoticon-Big Grin Obatnya orang macam ini cuma satu: moderasi. Tumpas habis yang toxic. Karena dengan begitu, artinya ente menghormati pengguna yang bisa berdiskusi dgn positif. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hensemjek
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan
Ada mungkin yg karena pelampiasan.
Tidak bisa mengeluarkan keluh-kesah secara langsung akhirnya melalui Sosmed
profile-picture
machin memberi reputasi
momod perlu lebh tegas, berantas yang toxic biar makin banyak user di sini.

yang penting jangan ada momodnya yang ikutan toxic. kacau.
profile-picture
machin memberi reputasi
karena membully orang di internet adalah jalan ninjaku emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
bang.toyip dan machin memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Biasanya orang2 yg demen komentar toxic itu juga yg di dunia nyata sumbu pendek alias dikit2 tersinggung. Kalo melihat sebuah konten yg berlawanan dengan pendapat dia, biasanya akan dianggap sebagai penghinaan dan harus dia lawan sampai si content creator menyerah dan membenarkan pernyataan dia tadi. Berkaitan dengan point nomor 1 yg menganggap diri paling benar.

Biasanya untuk menghadapi orang semacam ini ada 2 cara. Pertama bisa dengan aktif memfilter komen2 yg sekiranya mengandung unsur toxic tadi. Kedua kalau si content creator memikirkan dari sisi traffic, semakin banyak komen semakin baik, dibiarkan saja, kalau memancing keributan dengan netizen lain justru semakin bagus karena semakin banyak traffic ya bagus.

Ngomong2 ane ngomong begini dari sudut pandang ane sbg content creator juga. emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh juztbowen
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kalau komentarnya bernada toxic...bacanya juga gak enak....mendingan komentar bagus membuat hati yang membaca bahagia yang menuis lebih bahagia.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bang.toyip dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
memang dasarnya manusia itu tdk mau mengalah dan ada masalah yg blm terselesaikan sehingga alam bawah sadar tdk bisa menampungnya
Sederhana sekali, seperti halnya korupsi yang menjamur di Indonesia, karena hukuman / resiko untuk komentar toxic itu terbilang ringan, tapi tetep ada pengecualian...... emoticon-Big Grin
Kalau kata Mike Tyson, sih :
“Social media made you all way too comfortable with disrespecting people and not getting punched in the face for it.”

yaa karena terlalu nyaman dengan anonimitas, merasa "I can do whatever i want" jadinya begitu. Tpi orang - orang sejenis ini melakukan hal - hal seperti ini gak bakalan dilakukan di real life-nya.

ane nitip nih video dari tretan muslim dan Hasan Askari menjelaskan tentang Netijen jenis jenis toxic (btw ini penjelasan abang hasan mateb bener dah)

Spoiler for Youtube Are We Okay:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
machin dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ane lakukan itu cuma dimari aja kok emoticon-Malu
profile-picture
bang.toyip memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kaskus banyk banget toxic... ya rata2 id id baru...
pemain kaskus lama dari tahun 2000an malah santai dan gak OOT...

gw klo di bales toxic...cuekin aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
baikl dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh purefied
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
toksik lah kamu sebelom toksik itu dilarang....

emoticon-Leh Uga
Karena tidak bisa toxic di rl ...
Mangkanya harus di didik di kampus malang
Berbahaya kata2nya yaa
Kalau gw sih pernah ngalamin "insiden" dulu bgt pas jaman2 ramenya friendster, semenjak itu gw selalu berpikir bahwa anonimitas itu bakal makin terkikis sesuai dengan kemajuan zaman. Puncak nya pas SMA gw diajarin sama guru komputer bagaimana caranya melacak seseorang melalui IP adress, maka semenjak itu gw selalu bertingkah laku/tutur kata sopan di dunia maya seperti dunia nyata.

Intinya sih jangan melakukan hal2 negatif di dunia maya soalnya bisa jadi itu bakal jadi ganjalan di masa depan. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
machin dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di