CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pemberantasan Korupsi dan Efek Juliari
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/613deea2011e066ce6317e62/pemberantasan-korupsi-dan-efek-juliari

Pemberantasan Korupsi dan Efek Juliari


Pemberantasan Korupsi dan Efek Juliari

Disaat masyarakat pontang-panting bertahan hidup sendiri. Kemudian juga dengan rangkaian episode PSBB yang tak kunjung usai (saya enggan menyebut PPKM karena tidak menunjukkan tanggung jawab negara). Ternyata masih ada lagi yang lebih mengejutkan. Saya menamakannya sebagai efek Juliari. Ya, anda tidak salah. Ini adalah Juliari yang kita ketahui sebagai mantan menteri sosial yang menjadi tersangka kasus suap dana bantuan sosial dalam masa pandemi covid-19. Setelah menunggu akhirnya beliau menerima tuntutan jaksa atas dugaan perbuatannya tersebut.

Menurut jaksa ganjaran perbuatan yang layak diberikan adalah pidana penjara selama 11 tahun dengan ditambah denda sebesar 500 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan, setra pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik. Inilah efek Juliari yang kembali membuat kejutan terutama pada penegakan hukum di republik ini. Disisi lain sorotan juga sangat tajam kepada semangat pemberantasan korupsi. Alih-alih bertambah kuat pemberantasan korupsi rasanya semakin tak berdaya menghadapi orang-orang tertentu.

Pinangki dan Djoko Chandra


Kita masih ingat bagaimana vonis yang diberikan majelis hakim pada kasus jaksa pinangki. Tuntutan awal selama 10 tahun faktanya dipangkas hingga 6 tahun dan jaksa pinangki hanya dipidana penjara selama 4 tahun. Baru-baru ini dengan susunan majelis hakim yang sama terhadap Djoko Tjandra vonisnya juga disunat menjadi 3,5 tahun dari tuntutan awal selama 4 tahun 6 bulan penjara. Hal ini tentu menciderai rasa keadilan masyarakat. Bahkan status pinangki sebagai penegak hukum tidak cukup menjadi alasan untuk memperberat hukumannya. Kasasi yang sepatutnya dijalankan oleh jaksa agungpun tidak ditempuh. Apapun alasannya tentu ini telah mencoreng kejaksaan sebagai salah satu institusi penegak hukum Negara.

Vonis Juliari

Kembali pada Juliari, tuntutan yang dijadikan dasar adalah Pasal 12 undang-undang tindak pidana korupsi. Dalam ketentuan Pasal tersebut sebenarnya masih ada peluang untuk memberikan hukuman lebih maksimal yaitu selama seumur hidup atau paling lama 20 tahun pidana penjara dan denda 1 milyar. Akan tetapi hukuman maksimal ini tidak dijadikan tuntutan oleh jaksa KPK. Sebagai pemberat Juliari juga dituntut untuk membayarkan uang pengganti sebesar 14,5 Milyar rupiah subsider 2 tahun penjara. Dengan segala kewenangan yang dimilikinya sebagai pejabat Negara dan juga dalam situasi bencana kesehatan seperti saat ini, tentu tuntutan ini sangatlah ringan. 

Jauh panggang dari api. Jika kemudian uang pengganti tidak dibayarkan gantinya hanya tambahan pidana penjara selama 2 tahun. Sebagaimana diketahui hakim telah memutuskan vonis selama 12 tahun atas tindak pindana korupsi yang dilakukan oleh Juliari. Total hukuman 14 tahun (jika denda tidak dibayar) tidak jauh berbeda dengan tuntutan awal dan terkesan percuma. Kemudian jika dibayar uang pengganti tersebut juga tidak sampai 50 persen dari nilai suap yang diterima Juliari sebesar 32,4 milyar rupiah. Disamping itu masih ada kesempatan untuk dipilih dalam jabatan publik setelah 4 tahun. Hal ini semakin menimbulkan keanehan karena  sudah sepatutnya tuntutan yang diberikan adalah tuntutan maksimal.

Marwah Hukum Diujung Tanduk

Dalam sebuah teori korupsi oleh Robert Klitgaard disebutkan bahwa korupsi dapat terjadi karena ada faktor kekuasaan dan monopoli disertai dengan minimnya akuntabilitas. Dalam arti yang sederhana setiap kekuasaan jika tidak dibarengi dengan adanya pertanggungjawaban atau kontrol yang mumpuni maka akan berpotensi untuk korup. Sebagaimana juga ungkapkan oleh Lord Acton bahwa “kekuasaan itu cenderung korup, kekuasaan penuh sudah pasti korup”. Hal inilah yang harus dihindari, tidak saja dari perilakunya tapi juga penegakkan hukumnya. Minimnya tuntutan dan vonis kepada juliari jangan sampai dilihat sebagai representasi dari kekuasaan penuh. Karena dengan begini marwah hukum sebagai alat pemberi nestapa atau efek jera hanya menjadi dongeng belaka. Penegakkan hukum tidak condong kepada keadilan melainkan lebih condong kepada pelanggaran.

Selanjutnya hal yang mungkin terjadi adalah korupsi semakin dianggap sebagai suatu kebiasaan yang wajar sehingga harus dimaklumi jika terjadi. Hal ini tidak akan memiliki efek langsung kepada pemerintah sebaliknya rakyat yang akan semakin sengsara. Ketiadaan perlindungan terhadap hak dasar warga Negara untuk mendapatkan kesejahteraan bukan tidak mungkin menimbulkan chaos. Dan dari chaos tersebut menimbulkan ketidakamanan.


Penegakkan hukum atas tindak pidana korupsi harus selalu dipandang sebagai kejahatan luar biasa dalam kondisi apapun. Untuk alasan yang sama hukumannya juga harus luar biasa. Jika memang Indonesia serius ingin berperang dengan korupsi maka hukuman atas tindakan tersebut harus memberikan efek jera. Langkah ini sebagai mekanisme negara dalam memaksakan hukum untuk terciptanya keamanan dan ketertiban. Negara wajib menjaga hubungannya dengan rakyat karena tanpa rakyat tidak akan ada sebuah Negara. Hubungan ini jangan hanya diartikan sekedar formalitas 5 tahunan saja. Rakyat berhak untuk disuguhi keadilan atas dirampasnya hak mereka apalagi jika perampasan tersebut dilakukan oleh orang yang diberikan mandat. Sudah cukup rasanya rakyat Indonesia diberikan asupan kejut oleh penerapan hukum yang dinilai tebang pilih jangan lagi ditambah dengan efek Juliari ini.

Pandemi covid-19 saat ini sudah memberikan beban yang sangat berat untuk itu pemerintah juga harus memberikan perlindungan kepada seluruh rakyatnya bukan hanya kepada rakyat tertentu dan demi kepentingan tertentu. Adanya korupsi dalam situasi ini merupakan perbuatan yang harus dihinakan. Jangan lagi memberikan ruang terhadap korupsi untuk terus berkembang. Vonis hakim secara tidak langsung menunjukkan kemana arah keberpihakan Negara. Perlu diingat hukum adalah gerbang sebuah keadilan dan dalam hal ini para penegak hukum memainkan peran utama. Oleh karena itu selalu diharapkan putusan yang seadil-adilnya.


Da Skorava Moi Druk
emoticon-Shakehand2emoticon-Rate 5 Staremoticon-Sundulemoticon-Toast



profile-picture
profile-picture
profile-picture
Aramina dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh 8rangnanim8
Halaman 1 dari 2
Uang berkuasa
profile-picture
NecroTorture memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
kesian yang terbukti juliari doang
padahal kekayaan kolega2nya juga meningkat drastis selama pandemi
profile-picture
profile-picture
arvinthief dan habibpalsu14756 memberi reputasi
Diubah oleh jon.sansiro
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
fulus oh fuluuss

engkaw begitu menggoda emoticon-Kiss
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pemberantasan Korupsi dan Efek Juliari

Dr 900 jt jd 11 milyar... Bener kata pakdhe, MEROKETTT
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ARShecca dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kaka10ciao
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Juliari ketahuan, tapi sudah minta maaf sama mak banteng, makanya hukumannya ringan
profile-picture
kuz1toro memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
sudah sudah.. jangan di bully lagi nanti bisa2 malah bebas dia.
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ga mau comment bahas korupsi, cape baca cape comentemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
jgn di bully paaak..

ntar dpt remisi terus dia...
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sanksi sosial yg lebih harusnya ditegaskan

Spoiler for Nitip sendal gan (tentang Brainwave tech):


emoticon-Paw
profile-picture
profile-picture
ferist123 dan 8rangnanim8 memberi reputasi
Diubah oleh greasemonkey09
Sedapp emoticon-Cool

Pemberantasan Korupsi dan Efek Juliari
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Lembaga super itu nya kini sdh masuk angin..... Yg satu dan sebelah nya, jg dr dulu sampe skrg sdh lama masuk angin...... lalu, apa yg bs diharapkan bnyk dr ke3 nya......skrg n kedepannya..... emoticon-Hammer2
Diubah oleh yoseful
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
makanya mending ganti profesi jadi koruptor, daripada maling singkong hayo... ngga profit..
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Efeknya adalah memberi rasa jera.

Rasa jera korupsi dalam jumlah dikit.....

Kalo cuma segini, harusnya ga ceban tuh. Harusnya goban sekalian. Gitu kalinya mungkin efeknya.

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
nunggu anies, atau dari demokrat pks kena kasus
baru kunyuk2 dimari meraung dengan keras minta hukuman berat
kalau hukuman mati sih gk berani, takut mbalik ke katak pembina ntar kena SP
emoticon-Ngakak

bahkan untuk beropini hukuman mati aja segala isu ham didengungkan
mungkin sadar diri bakalan banyak yg keciduk nanti dari 1 kubangan
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
ARShecca dan NecroTorture memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan
Apanya yang diujung tanduk? Uda jatuh dari tanduk dan hilang entah ke mana sejak lama .....
profile-picture
fcb.com memberi reputasi
Artikel begini paling rame bagian komentarnya
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Perlu revitalisasi pengadilan dan jaksa..capek2 Polisi dan KPK kerja nngkap dan ngmpulin bkti eh divonis ringan
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Gan... ane mau ngingetin aja tiati kang bakso kalo kelamaan ngetem depan rumah pdhl kaga ada yg beli.
Yang jera netizen komen julid emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Alhamdulillah komennya gaada yg anarkis emang pada pinter2 agan di kaskus mah emoticon-Toast
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di