CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Resmi, Leasing Bisa Sita Barang Tanpa Proses Pengadilan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/613c26b5a5dba963ed1ffb72/resmi-leasing-bisa-sita-barang-tanpa-proses-pengadilan

Resmi, Leasing Bisa Sita Barang Tanpa Proses Pengadilan

Resmi, Leasing Bisa Sita Barang Tanpa Proses Pengadilan
Petugas keamanan melintas di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (23/5/2019). (Sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

-------------------------------------------------------------------------------------------


Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) atau perusahaan pembiayaan, dulu dikenal leasing, bisa menyita barang kredit dari debitur tanpa putusan Pengadilan Negeri. Pasalnya, eksekusi sertifikat jaminan fidusia melalui pengadilan bukan mandatory atau tidak bersifat wajib.

Ketua APPI Suwandi Wiratno mengatakan pelaksanaan eksekusi sertifikat jaminan fidusia melalui pengadilan negeri (PN) hanya alternatif.

Aturan tersebut tertuang dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 2/PUU-XIX/2021. Tepatnya, pada halaman 83 paragraf 3.14.3.

"Putusan MK terbaru ini akhirnya mempertegas bahwa proses untuk mendapatkan putusan pengadilan bukanlah wajib, akan tetapi merupakan alternatif," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/9).

Mengutip putusan MK, pelaksanaan eksekusi sertifikat jaminan fidusia dapat dilakukan melalui pengadilan, secara sukarela. Apabila tidak ada kesepakatan antara kreditur dan debitur, maka bisa dilakukan lewat PN.

"Pelaksanaan eksekusi sertifikat jaminan fidusia melalui pengadilan negeri sesungguhnya hanyalah sebagai sebuah alternatif," tulis MK dalam putusan tersebut.

Sementara, bagi debitur yang mengakui ada wanprestasi, maka ia bisa menyerahkan sendiri objek jaminan fidusia kepada kreditur. Selain itu, eksekusi juga bisa dilakukan langsung oleh kreditur jika debitur mengakui ada wanprestasi.

"Terhadap debitur yang telah mengakui ada wanprestasi dan secara sukarela menyerahkan objek jaminan fidusia, maka eksekusi jaminan fidusia dapat dilakukan oleh kreditur atau bahkan debitur itu sendiri," jelas MK.

Mengutip rilis resmi MK, keputusan MK ini merupakan putusan terbaru atas gugatan yang diajukan oleh Joshua Michael Djami yang mengajukan permohonan uji materi terhadap Pasal 15 Ayat 2 UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

"Pegawai perusahaan pembiayaan dengan jabatan kolektor internal dengan sertifikasi profesi di bidang penagihan meminta kejelasan terkait proses eksekusi objek jaminan fidusia. Permohonan uji materi tersebut merupakan buntut putusan MK nomor 18/PUU-XVII/2-2019," kata MK.

Pada putusan MK 2019 lalu, terdapat beberapa tafsiran berbeda soal eksekusi jaminan fidusia. Ada pihak yang menilai eksekusi bisa dilakukan di luar pengadilan, tetapi ada sejumlah pihak yang mengklaim bahwa eksekusi harus dilakukan lewat pengadilan.

"Dengan putusan (terbaru) MK nomor 2/PUU-XIX/2021 halaman 83 paragraf 3.14.3 dengan jelas dikatakan bahwa pelaksanaan eksekusi sertifikat jaminan fidusia melalui pengadilan negeri hanya alternatif dan bukan kewajiban," jelas MK.
(sumur)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Industri pembiayaan (leasing) kini mendapat kepastian bisa langsung menyita barang yang kreditnya bermasalah. Hal ini merujuk putusan Mahkamah Konsititusi (MK) 31 Agustus lalu, yang menyatakan eksekusi sertifikat jaminan fidusia melalui pengadilan negeri hanya sebuah alternatif.
Sehingga, jika di awal kreditur dan debitur sepakat dengan penyitaan jika ada masalah, proses eksekusi tak perlu lagi dilakukan melalui pengadilan.
"Diharapkan multitafsir eksekusi jaminan fidusia kini menjadi jelas dan eksekusi melalui putusan pengadilan hanya alternatif atau pilihan bagi penerima fidusia," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno, dikutip dari Kontan (06/09/2021).
Putusan MK Nomor 2/PUU-XIX/2021 menyebutkan, bagi debitur yang mengakui ada wanprestasi, maka ia bisa menyerahkan sendiri objek jaminan fidusia kepada kreditur. Eksekusi juga bisa dilakukan langsung oleh kreditur jika debitur mengakui ada wanprestasi.
Putusan MK ini berawal dari gugatan Joshua Michael Djami, yang mengajukan permohonan uji materi terhadap Pasal 15 Ayat 2 UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
Joshua merupakan karyawan di perusahaan pembiayaan dengan jabatan kolektor internal. Ia meminta kejelasan terkait proses eksekusi objek jaminan fidusia.
"Pegawai perusahaan pembiayaan dengan jabatan kolektor internal dengan sertifikasi profesi di bidang penagihan meminta kejelasan terkait proses eksekusi objek jaminan fidusia. Permohonan uji materi tersebut merupakan buntut putusan MK nomor 18/PUU-XVII/2-2019," begitu bunyi putusan MK.
Pada putusan MK 2019 itu, ada sejumlah tafsiran berbeda soal eksekusi jaminan fidusia. Ada yang menyebut eksekusi bisa dilakukan di luar pengadilan. Tetapi da sejumlah pihak yang mengklaim eksekusi harus dilakukan lewat pengadilan.
(sumur)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Anggadaz dan 27 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6
berarti melegalkan namanya deb colitor jadi preman jalanan, ya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gislit dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
Kalo ga mau disita jangan telat bayar...

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gislit dan 29 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:

Sebisa mungkin yang santun gan. Kalo cara nariknya dgn kekerasan bisa2 berdiri asosiasi dari para debitur untuk melawan para debt collector itu.

Quote:

Nah ini yg bener, untuk menegaskan kpd debitur untuk disiplin bayar.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pisercool dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Kadang debt collector ada perlunya juga sih, klo model orangnya udah nunggak trus ditagih malah lebih galak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gianinasari dan 7 lainnya memberi reputasi
Kenceng juga duitnya nih ...
profile-picture
profile-picture
jazarja dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
tugas dc semakin mudah nih, sudah boleh secara 'resmi' rampas barang tunggakan kredit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
DC suruh santun dalam nagih???
Kayak gak tau aja jaman now......
Yang diutangin lebih galak daripada yang ngutangin
Tapi ini juga jadi pembelajaran juga untuk kedua belah pihak
Debitur juga harus tau kewajibannya buat ngangsur
Kreditur juga harus selektif kalau mau ngasih utang, ngga sembarangan ACC
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
jadi klo ojol nunggak kredit motor trus motor diambil dijalan sama debt collector boleh ya? ndak akan ribut rame-rame lagi emoticon-flower
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hilmiazizi19 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Boleh sita kalo yg ngutang udah serahkan dengan sukarela, dan sita bukan berarti merampas di tengah jalan juga. Jadi ujungnya tetep akan ke pengadilan, karena sudah pasti yg udah bayar angusran sekian kali gak akan mau gitu aja barangnya di sita
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gislit dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Mungkin perlu adanya surat peringatan (SP) kepada debitor bahwa adanya wanprestasi. Kalo langsung semena-mena main rampas ditengah jalan ya pasti pada gak terima dan bisa2 ada pertumpahan darah antara pihak yg memperebutkan dan yg mempertahankan.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan jerrystreamer1 memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Siap2 main kejar kejaran emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan simeutliar memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lama lama masyarakat akan dewasa dan sadar kalau mau beli sesuatu itu cash dan nabung dulu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gislit dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dibaca Juga kalimatnya baik-baik...

... Jika DEBITUR mengakui Wanprestasi

Artinya diri sendiri secara sadar mengakui bahwa dirinya sudah Wanprestasi. Selama yg bersangkutan tidak menyatakan mengakui Wanprestasi, Jelas gak akan bisa.

Yang terjadi sekarang ini kan Leasing alias Perusahaan Pembiayaan sewenang-wenang seenaknya sendiri bikin peraturan.
Kaya dia yg punya negara. Yang mengajukan Uji Materi kan org dia-dia Juga.

Justru pasal diatas semakin menegaskan fungsi Pengadilan dalam menengahi masalah Perdata ini.
Tapi dibuat seolah-olah Leasing "sah" menyita barang Jaminan seenak udelnya sendiri.

Ingat ini Jaman Pandemi banyak Kredit Macet. Mereka mengajukan Uji materi untuk memuluskan Jalan menarik semua barang Jaminan tanpa dihalangi seolah-olah mereka didukung oleh Undang-Undang.

Dari awal Leasing akan selalu Licik, sampai kapanpun akan tetap Licik. Mereka itu udah seperti kartel, layaknya mafia. Kalau dibilang mafia perbankan nanti banyak yg gak terima 😁
Leasing itu bukan Pegadaian yg menyelesaikan masalah tanpa masalah. Justru mereka itu Menambah Masalah dgn Masalah baru lagi 😁

Udah saatnya masyarakat disadarkan bahwa membeli barang secara kredit itu sebetulnya merugikan bukan seperti slogan kartel leasing selama ini dgn iming-iming mempermudah, bunga ringan, Dp ringan dsb... apalagi barang yg sifatnya konsumtif & depresiasi tinggi.
Justru konsumen dijerat Jebakan betmen dengan berbagai macam bunga ini & itu. Dari awal, Kartel Leasing udah menyiapkan banyak jebakan Betmen untuk si debitur. Makanya posisi debitur selalu lemah & kaLah.

Kalau sudah terlanjur, Lunasi. Jangan pernah berurusan dgn Kartel Leasing lagi. Kalau belum, pikirkan lagi 4-5x dampaknya kedepan. Toh beli skrg dengan nanti gak ada bedanya. Barangnya tetap itu Juga.

Ingat, Leasing selalu merayu calon debitur dgn memainkan perasaan mereka, nafsu mereka. Hawa nafsu dipancing untuk memiliki barang tertentu saat ini juga dgn berbagai macam dalih yg sebetulnya tidak dibeli pun tidak apa-apa.

JANGAN mw terjebak & dibodohi kartel leasing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 19 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Rico_99
Lihat 26 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 26 balasan
Iya karena kebiasaan masyarakat kita yang kurang mau baca alias minim literasi juga.
Di surat kontrak kredit tuh banyak poin yg harus dibaca bener2. Cuma karena males, ya gitu giliran telat nunggak disita mewek.
Orang sini kalo ngredit sesuatu rata rata tanpa pikir panjang dan tanpa disertai kemampuan analisis membayarnya atau plan A plan B gimana kalo ujug2 diphk Atau ada sesuatu hal.
profile-picture
profile-picture
gislit dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Dan dc pun menambah Arogan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gislit dan 2 lainnya memberi reputasi
berarti g ada alesan lagi panggil polisi gara2 g mau bayar emoticon-Big Grin secara hukum udah kalah emoticon-Big Grin g ada pembenaran lagi emoticon-Big Grin untung megang teguh klo butuh nabung klo g ada duitnya g maksa nyari pinjaman emoticon-Big Grin syukur biarpun tabungan berkurang klo butuh ini itu seenggaknya g punya hutang emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gislit dan 6 lainnya memberi reputasi
Kadang repot kena orang pinjam duit/ dana.
Kejadian teman kantor, tahun 2020 pinjam duit 2jutaan ke saya untuk renov rumahnya. Lalu dia resign dan jadi driver ojol.
Cerita ke anak kantor kalau tarikan sepi (padahal ada anak kantor yang nyambi ojol dan mayan dapat 150rb an dari jam 6 sore - 10 malam.
Let say cicil lah ke saya, toh tanpa bunga. Cicil saja Rp. 50rb sebulan. Ini kagak, diem saja.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan icecool87 memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
Bah dr beritanya klo dibaca, unit bs disita bila debitur mengakui adanya wanprestasi dan secara sukarela menyerahkan unitnya... klo debiturnya ga ngakui adanya wanprestasi dan ga mau menyerahkan unitnya piye...???
profile-picture
profile-picture
profile-picture
coolboyz10 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Tetep harus ada kerelaan dr yg minjem. Kalo ga rela maka ga bs. Harus melalui oengadilan
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan jerrystreamer1 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di