- Beranda
- Komunitas
- News
- Tribunnews.com
Viral Pria di Cilegon Masuk Masjid Hanya Pakai Dalaman, Minta Jemaah Bubar
TS
tribunnews.com
Viral Pria di Cilegon Masuk Masjid Hanya Pakai Dalaman, Minta Jemaah Bubar
TRIBUNWOW.COM - Sebuah rekaman video CCTV yang menampilkan pria hanya pakai pakaian dalam nekat masuk ke dalam Masjid viral di media sosial.
Video tersebut dibagikan satu di antaranya oleh akun Instagram @kameraperstiwa pada Rabu (8/9/2021).
Dalam narasi video, disebutkan pria itu menyerang Imam Masjid yang sedang salat di Masjid Nurul Ikhlas di Kota Cilegon, Banten.
Baca juga: Sosok Kakek Tersesat Bawa Emas Seperempat Kilogram dan Uang Rp 150 Juta Viral, Ternyata Juragan Emas
Dikutip dari Tribun Banten, pria itu diketahui bernama ES, berusia 35 tahun.
Dia berteriak "Di sini siapa yang muslim, lawan saya, berapa banyak sini, maju lawan saya".
Jemaah pun tidak tinggal diam dan menangkap ES sebelum melakukan apa-apa.
Jemaah itu satu di antaranya anggota intel Kodim 0623/Cilegon.
Komandan Kodim 0623/Cilegono, Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon mengatakan peristiwa itu terjadi saat jemaah sedang Salat Magrib.
"Orang dengan gangguan jiwa masuk masjid dan mau menyerang imam. Alhamdulillah ada anggota kami dan kami tangkap kemudian diserahkan ke polisi," ujarnya saat dihubungi TribunBanten.com, Rabu (8/9/2021).
Dan Unit Intel Kodim yang berada di lokasi, Letnan Dua Inf Kalinus, mengatakan saat ES mendekat imam langsung dipegang oleh anggota Kodim dan jemaah lainnya.
"Yang bersangkutan dari keterangan keluarga tiga hari sebelumnya berobat ke RSUD Cilegon untuk penyakit gangguan jiwa," ucapnya.
Baca juga: Masuk Masjid Hanya Pakai Dalaman, ODGJ di Cilegon Minta Jamaah Bubar: Salat Kalian Salah
Menurut dia, ES hendak menyerang imam masjid karena dinilai tidak benar dalam berwudu.
Dia membenarkan bahwa saat masuk ke masjid, ES hanya mengenakan celana dalam, tetapi tidak membawa senjata tajam.
"Tersangka ingin mati syahid untuk masuk surga," katanya.
ES adalah pekerja di sebuah toko bangunan yang diliburkan pada masa pandemi Covid-19.
Tiga hari sebelum penyerangan itu, ES minta dipekerjakan kembali dan mulai bekerja.
"Dalam seminggu hanya tiga hari bekerja sif-sifan masuknya sehingga tidak mencukupi biaya kehidupan sehari-hari. Istrinya persiapan akan melahirkan," ucapnya.
Menurut Kalinus, kasus ini sudah dilimpahkan ke Polsek Cilegon.
"ES ini warga Cilegon," ujar Kalinus.

Baca juga: Kelanjutan Kasus Pesugihan di Gowa, Seorang Dukun Diperiksa Polisi, Saksi Bongkar Fakta Baru
Bukan Aksi Penyerangan
Aparat Polres Cilegon Polda Banten memberi klarifikasi diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menganggu pelaksanaan Salat Maghrib di Masjid Nurul Ikhlas, Cilegon pada Senin, (6/9/2021).
Wakapolres Cilegon Kompol Mirodin, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Menurut dia, insiden itu bukan merupakan aksi penyerangan.
"Memang benar ada seseorang mengganggu pelaksanaan Salat Magrib," kata dia, dalam keterangan yang diterima, pada Rabu (8/9/2021).
Insiden itu terjadi pada saat pelaksanaan salat magrib berjamaah, pada saat rakaat ketiga ada E memasuki area masjid menggunakan pakaian dalam.
Setelah itu, kata dia, pada rakaat terakhir langsung menerobos ke para jamaah yang masih dalam prosesi Salat Magrib.
"Dan tiba-tiba saudara E mengatakan bahwa "Stop Sholatnya, Salat kalian Tidak Sah" keterangan dari saksi, dan diamankan oleh para Jama'ah dan dibawa ke Pos Ramil dan Langsung dibawa ke Polsek Cilegon Kota," ujarnya.
Setelah diintrogasi dan mendapatkan keterangan dari pihak keluarga, kata dia, E mengalami gangguan jiwa.
"Sudah dan dalam proses pengobatan di RSUD Panggung Rawi Kota Cilegon dan rencana menurut keluarga pada tanggal 21 (September,-red) besok akan kontrol ke rumah sakit lagi dan akan dilanjutkan dibawa ke kampung halaman di Wonosobo untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut," ujarnya.
Pihak Polres Cilegon menegaskan tidak ada penyerangan sesuai informasi yang beredar di masyarakat.
"Tidak ada, karena E di depan imam tidak membawa barang berbahaya dan hanya mengatakan "Sholat kalian Salah, Bubar"," tambahnya,
Untuk diketahui, kegiatan Press Conference dihadiri Wakapolres Cilegon Polda Banten Kompol Mi'rodin,bersama Kapolsek Cilegon, Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam Polres Cilegon serta Kasi Humas Polres Cilegon Polda Banten IPTU Sigit Dermawan. (*)
Baca berita Viral lainnya
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul ODGJ Pakai Pakaian Dalam Masuk Masjid Agung di Cilegon Berteriak, Ditangkap Jemaah dan Tentara dan Fakta Sebenarnya ODGJ Pakai Pakaian Dalam Masuk Masjid di Cilegon
Editor: Rekarinta Vintoko
Video tersebut dibagikan satu di antaranya oleh akun Instagram @kameraperstiwa pada Rabu (8/9/2021).
Dalam narasi video, disebutkan pria itu menyerang Imam Masjid yang sedang salat di Masjid Nurul Ikhlas di Kota Cilegon, Banten.
Baca juga: Sosok Kakek Tersesat Bawa Emas Seperempat Kilogram dan Uang Rp 150 Juta Viral, Ternyata Juragan Emas
Dikutip dari Tribun Banten, pria itu diketahui bernama ES, berusia 35 tahun.
Dia berteriak "Di sini siapa yang muslim, lawan saya, berapa banyak sini, maju lawan saya".
Jemaah pun tidak tinggal diam dan menangkap ES sebelum melakukan apa-apa.
Jemaah itu satu di antaranya anggota intel Kodim 0623/Cilegon.
Komandan Kodim 0623/Cilegono, Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon mengatakan peristiwa itu terjadi saat jemaah sedang Salat Magrib.
"Orang dengan gangguan jiwa masuk masjid dan mau menyerang imam. Alhamdulillah ada anggota kami dan kami tangkap kemudian diserahkan ke polisi," ujarnya saat dihubungi TribunBanten.com, Rabu (8/9/2021).
Dan Unit Intel Kodim yang berada di lokasi, Letnan Dua Inf Kalinus, mengatakan saat ES mendekat imam langsung dipegang oleh anggota Kodim dan jemaah lainnya.
"Yang bersangkutan dari keterangan keluarga tiga hari sebelumnya berobat ke RSUD Cilegon untuk penyakit gangguan jiwa," ucapnya.
Baca juga: Masuk Masjid Hanya Pakai Dalaman, ODGJ di Cilegon Minta Jamaah Bubar: Salat Kalian Salah
Menurut dia, ES hendak menyerang imam masjid karena dinilai tidak benar dalam berwudu.
Dia membenarkan bahwa saat masuk ke masjid, ES hanya mengenakan celana dalam, tetapi tidak membawa senjata tajam.
"Tersangka ingin mati syahid untuk masuk surga," katanya.
ES adalah pekerja di sebuah toko bangunan yang diliburkan pada masa pandemi Covid-19.
Tiga hari sebelum penyerangan itu, ES minta dipekerjakan kembali dan mulai bekerja.
"Dalam seminggu hanya tiga hari bekerja sif-sifan masuknya sehingga tidak mencukupi biaya kehidupan sehari-hari. Istrinya persiapan akan melahirkan," ucapnya.
Menurut Kalinus, kasus ini sudah dilimpahkan ke Polsek Cilegon.
"ES ini warga Cilegon," ujar Kalinus.

Baca juga: Kelanjutan Kasus Pesugihan di Gowa, Seorang Dukun Diperiksa Polisi, Saksi Bongkar Fakta Baru
Bukan Aksi Penyerangan
Aparat Polres Cilegon Polda Banten memberi klarifikasi diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menganggu pelaksanaan Salat Maghrib di Masjid Nurul Ikhlas, Cilegon pada Senin, (6/9/2021).
Wakapolres Cilegon Kompol Mirodin, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Menurut dia, insiden itu bukan merupakan aksi penyerangan.
"Memang benar ada seseorang mengganggu pelaksanaan Salat Magrib," kata dia, dalam keterangan yang diterima, pada Rabu (8/9/2021).
Insiden itu terjadi pada saat pelaksanaan salat magrib berjamaah, pada saat rakaat ketiga ada E memasuki area masjid menggunakan pakaian dalam.
Setelah itu, kata dia, pada rakaat terakhir langsung menerobos ke para jamaah yang masih dalam prosesi Salat Magrib.
"Dan tiba-tiba saudara E mengatakan bahwa "Stop Sholatnya, Salat kalian Tidak Sah" keterangan dari saksi, dan diamankan oleh para Jama'ah dan dibawa ke Pos Ramil dan Langsung dibawa ke Polsek Cilegon Kota," ujarnya.
Setelah diintrogasi dan mendapatkan keterangan dari pihak keluarga, kata dia, E mengalami gangguan jiwa.
"Sudah dan dalam proses pengobatan di RSUD Panggung Rawi Kota Cilegon dan rencana menurut keluarga pada tanggal 21 (September,-red) besok akan kontrol ke rumah sakit lagi dan akan dilanjutkan dibawa ke kampung halaman di Wonosobo untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut," ujarnya.
Pihak Polres Cilegon menegaskan tidak ada penyerangan sesuai informasi yang beredar di masyarakat.
"Tidak ada, karena E di depan imam tidak membawa barang berbahaya dan hanya mengatakan "Sholat kalian Salah, Bubar"," tambahnya,
Untuk diketahui, kegiatan Press Conference dihadiri Wakapolres Cilegon Polda Banten Kompol Mi'rodin,bersama Kapolsek Cilegon, Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam Polres Cilegon serta Kasi Humas Polres Cilegon Polda Banten IPTU Sigit Dermawan. (*)
Baca berita Viral lainnya
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul ODGJ Pakai Pakaian Dalam Masuk Masjid Agung di Cilegon Berteriak, Ditangkap Jemaah dan Tentara dan Fakta Sebenarnya ODGJ Pakai Pakaian Dalam Masuk Masjid di Cilegon
Editor: Rekarinta Vintoko
0
585
3
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan