CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61346b768a7b2402735f544e/sakti-wirajati

Sakti Wirajati



Sakti Wirajati

Kisah ini hanya fantasy, setara dengan genre wuxia semoga bisa menghibur pembaca semuanya. Kritik dan saran, untuk tulisan ini sangat berharga untuk TS semoga terhibur.



Zaman dahulu ada banyak tanah tak dikenal, dan juga orang-orang yang tak dikenal.

Elang dan semut mempunyai dunia yang berbeda. Dimata elang semut hanyalah titik hitam, tapi tentu ada sesuatu yang istimewa ketika semut berjuang untuk bertahan hidup.

Dengan demikian dunia tentu sudah tak sama lagi, ada legenda tentang cahaya dan kegelapan yang tersiar dimana nantinya kegelapan akan menyeliputi bumi. Manusia pun akan punah, disinilah kisah ini bermula.


Prolog

"Uhuk... uhuk" batuk yang mendera akibat dingin yang tak kunjung hilang memberikan rasa sakit yang tersisa.

Seperti biasa hari-hariku bekerja mengantar para bangsawan untuk melintas di pedalaman alas roban, setelah pulang dari mengantar pejabat daerah yang perlu pengawalan kami istirahat sejenak dan duduk dibawah pohon beringin putih yang sudah tua umurnya.

"Sakti, mari kita pulang" ucap salah seorang prajurit kabupaten Batang.

"Sebentar, aku minum dulu sedikit tuak ini untuk menyegarkan tubuhku"

Setelah minuman itu masuk ke dalam tubuh, akupun bangun sambil membersihkan pakaian yang sedikit kotor terkena tanah.

Kuda hitam gagah segera kunaiki, kami prajurit yang berjumlah 5 orang untuk pengawalan segera menuju kabupaten Batang tempat tinggal kami para prajurit bayaran.

Hutan hujan yang kelam memberikan suasana yang mencekam, setiap perjalanan memang penuh dengan ancaman. Namun sebagai prajurit bayaran hal itu sudah biasa dilalui.

Tiba-tiba di depan ada beberapa orang terluka, tergeletak di bawah.

"Berhenti" ujar salah seorang pemimpin kami di depan sambil mengepal tangan.

Kami pun berhenti dan segera memeriksa mereka. Terasa ada yang janggal, salah seorang dari kami teriak "awas jebakan".

Lalu tiba-tiba hujaman anak panah memburu kami, dengan sigap aku langsung meloncat ke arah mereka di atas pepohonan. Dengan 2 pedang kembar yang kumiliki kuhabisi mereka satu persatu.

"Trang....buk.. clok" dentingan dan hantaman dari pukulan yang kulontarkan saling bersahutan.

Nampak 4 prajurit pasukan Batang telah kehilangan nyawa, tinggal aku seorang yang terus melawan dengan jurus-jurus yang kupelajari sedari kecil.

Tinggal seorang kawanan perompak yang tersisa, ia berlari ingin menyelamatkan diri. Tapi langkahnya kutahan, dengan ilmu meringankan tubuh aku sudah berada di depannya.

"Ampun bro....ampun... " tangannya bergetar ketika diriku sudah mendekatinya.

"Dari kelompok mana kalian?" Tanyaku.

"Pasukan pencuri kuda, tuan pendekar pedang kembar" jawabnya dengan rasa takut.

"Kau tahu julukanku?"

"Siapa yang tidak tahu julukan tuan di alas ini, aku mohon jangan dibunuh tuan, belum nikah masih jomblo"

"Berisik... " segahku, lalu

"Hehhh...srettt.... " tanpa ampun menghunuskan pedang ke area lehernya hingga jomblo itupun mati dengan bersimbah darah.

Segera aku kembali ke tempat dimana awal kami di serang, 4 orang temanku sudah terbujur kaku. Segera ku kubur mereka dengan layak, sembari berdoa semoga Gusti Nu Agung memberikan tempat yang layak disisinya.

Aku melihat ke langit-langit yang mulai gelap, suara burung gagak bersahutan menandakan perjalanan pulang ke Batang kali ini tidak mudah.

"Sepertinya akan banyak kejutan di depan" sembari kembali menunggangi si hitam menelusuri hutan yang gelap gulita.

Tiba-tiba, terdengar teriakan menggema di hutan itu membuat bulu kuduk merinding bila mendengar suara itu.

"Sakti Wirajati... "

Lalu suara yang memanggil namaku pun menghilang dan berganti dengan nyanyian para hewan penunggu hutan.

Aku tersenyum dan kembali meneruskan perjalanan, tanpa rasa takut apalagi ciut mendengar namaku dipanggil.

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
imaginaerum dan 43 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Halaman 1 dari 3
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Pertamax sudah direbut, kita pertahankan keduax

emoticon-Merdekaemoticon-Merdekaemoticon-Merdeka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
roselrosela3829 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Juuut....laaann
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Gusti Nu Agung mBoten Sare
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 2 lainnya memberi reputasi
Kira2 tamat nggak ya?
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jejak
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Busyet, langsung 2 trit... Edian...emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Mudahan gak kentang🙄🤔
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan c4punk1950... memberi reputasi
Ada yang nyewain tiker?
Pegel berdiri... emoticon-Big Grin
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Siip... Bacaan baru...
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan c4punk1950... memberi reputasi
Pulang


Part 1

Sementara itu di pedalaman Blora terdapat suku yang mempunyai aturan tersendiri, mereka masih percaya dengan budaya kuno dan juga sangat menghormati para leluhur.

Suku ini dinamakan 'Suku Satria', yang selalu bertindak dibawah panduan dari leluhur mereka yaitu Prabu Puntadewa. Mereka sering juga disebut sebagai orang-orang yang “DABLEK” atau dalam bahasa jawa berarti susah di atur.

Saat ini di suku satria sedang ada upacara kematian, dimana ketua suku tesebut meninggal dunia dan sang istri Putri Dyah Gitarja diwajibkan mengikuti suaminya untuk di kremasi atau dibakar, karena itu kepercayaan dari suku satria dimana bila suami meninggal maka istri wajib setia untuk ikut bersama ke alam nirwana.

"Putri, saya siap menggantikan ratu untuk dibakar bersama ketua suku" ucap salah satu pelayan.

"Terima kasih, semoga jiwamu akan dibalas kebaikan oleh Gusti Nu Agung" ucap sang Putri.

"Cepatlah putri, lekaslah kembali ke Trowulan ayahanda disana sudah menanti"

Kereta kuda sederhana telah menunggu, saat itu Putri Dyah dengan diam-diam keluar rumah dan segera kabur dengan beberapa prajurit yang loyal pada dirinya.

Sementara itu pelayan mereka pun dituntun untuk melakukan upacara ngaben, jasad ketua dan pelayan yang berpakaian seperti putri itu pun mulai untuk dibakar.

Sementara sang putri telah meninggalkan kediaman suku satria.

Namun ketika api membakar jasad suku satria dan pelayannya, ada seorang syaman yang menyadari bahwa yang dibakar bersama ketua suku bukanlah sang putri tapi merupakan pelayannya.

"Maaf, ketua suku! Hamba merasakan bahwa yang berada di samping ketua suku bukanlah tuan putri" ucap syaman suku satria.

Maka ketua suku satria yang barupun memerintahkan prajurit untuk mengejar keberadaan sang putri.

"Kurang ajar, kejar mereka segera bawalah prajurit handal panglima kumbang"

"Siap ketua" ucap panglima kumbang.

Pengejaran dilakukan, dan berhasil menyusul keberadaan dari tuan putri.

Tiba-tiba....

Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dewa67 dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Uhuuyy cerita silat
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Tiba tiba kita keluar dari halaman cerita untuk menunggu apdet selanjutnya.
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Quote:


Quote:


Hehehe ditunggu ya updatenya
profile-picture
69banditos memberi reputasi
Part 2

Panah-Panah berterbangan menancap di kereta kuda sang putri, kuda-kuda perang dari suku satria pun mengepung keberadaan sang putri.

"Putri, cepat keluar kalau tidak nyawamu akan berakhir disini" ucap panglima kumbang.

Namun sang putri tetap tak bergeming, ia merasa ketakutan dan tetap berada di dalam kereta kuda. Ketika salah seorang anak buah panglima kumbang mulai melepaskan anak panah dari depan, tepat mengarah ke arah putri.

Tiba-tiba panah itu dimentalkan oleh sebilah keris, dan keris itu terbang melayang seakan dikendalikan dari jarak jauh langsung menghantam dan membunuh semua pasukan dari suku satria.

"Trang... tring.. trang" keris yang bergerak sendiri itu ditahan oleh panglima kumbang dengan pedangnya.

Namun sia-sia panglima kumbang tersayat keris yang terbang kekiri dan kekanan secara cepat, hingga akhirnya keris itupun menembus dada panglima kumbang.

Panglima dari suku satria pun harus mati dengan dada yang berlubang, darah menggenang diantara kuda-kuda yang mengejar sang putri.

Keris yang terbang itu pun kembali ke pemiliknya yang berada di dalam kereta kuda tak jauh dari tempat sang putri berada.

Seorang pria paruh baya, dengan jenggot panjangnya pun keluar dari kereta kuda itu dan mendekati kereta kuda milik sang putri.

"Maaf, saya datang terlambat putri"

"Paman Ronggolawe, terima kasih kalau tidak ada paman mungkin saya sudah mati"

Ronggolawe bersama pasukan yang dikirim ayahandanya adalah seorang Syaman yang sangat ditakuti, bahkan dirinya merupakan adipati Tuban. Seorang guru besar dari para master pedang dan Ronggolawe merupakan teman dari Raja Wijaya ayah sang putri.

Syaman sendiri adalah tingkat tertinggi diantara para manusia yang berilmu tinggi, tingkat pertama disebut pendekar, tingkat kedua disebut master sedangkan tingkat terakhir adalah Syaman.

"Putri, perjalanan kali ini kita memutar menuju alas Roban"

"Saya ikut kata paman saja, yang terpenting perjalanan kali ini dapat selamat"

"Nanti disana kita minta tolong oleh panglima di kabupaten Batang, agar memberikan salah satu prajuritnya sebagai penunjuk jalan. Karena paman kurang paham daerah tersebut"

"Iya paman, tolong pasukan segera jalan wilayah ini masih dikuasai oleh suku satria" teriak sang putri kepada prajuritnya.

Derap langkah kuda-kuda trah raja kembali berjalan, dan menghilang diantara bukit-bukit yang menjulang tinggi.

Kemudian...

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dewa67 dan 12 lainnya memberi reputasi
Ajegileeee cerita baru..
Ndeprok dipojokan dulu sekalian nyiapin cemilan untuk update selanjutnyaemoticon-Cool
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Part 3

"Lega.. " ujarku dalam hati.

Di pinggiran sungai yang berada tak jauh dari kabupaten Batang aku sejenak mengeluarkan penyakit dalam perut, nampak ikan lele dan nila berebut kotoran yang baru saja kukeluarkan.

"Asem, ternyata ikan ini tadi yang kumakan" sambil melirik tulang ikan yang berserakan di perapian yang kubuat.

Segera aku merapikan barang yang kubawa, dan kembali melanjutkan perjalanan lalu mulai memasuki wilayah gerbang kabupaten Batang.

Ada siluet seorang wanita memikul bakul kayu bakar nampak melihatku dengan senyuman, diatas benteng aku melihat guru sekaligus panglima besar di kediaman ini.

"Loh, kok cuma sendirian?" Tanya seorang panglima berkepala plontos kepada muridnya.

"Entahlah bos, mungkin seperti yang sudah-sudah pada mati dalam perjalanan"

"Waduh, bisa habis nanti muridku kalau begini terus" sambil garuk-garuk kepala plontosnya.

Aku sendiri perlahan mulai masuk ke dalam pemukiman para prajurit bayaran di Batang, nampak banyak teman-teman menyambutku bak seorang pahlawan. Tentu saja karena aku membawa bayaran yang cukup besar dari upah mengawal bangsawan untuk Tuan Hao bos panglima di tempat ini.

Tuan Hao sendiri adalah anak dari Jenderal Mongol Tuan Lu Bei yang membelot dan membantu Raden Wijaya, hingga akhirnya ia diberikan tempat dan pasukan untuk menjalankan bisnis prajurit bayaran namun sayang ia telah tiada dan digantikan oleh anaknya Tuan Hao.

"Sakti kemana kawanmu?" Ujar Panglima Hao.

"Maaf bos, di dalam perjalanan kami diserang kelompok pencuri kuda mereka semuanya mati ditempat"

"Duh, terjadi lagi. Ya sudah sana kamu temui adik tirimu!"

"Baik, bos" aku segera berlari menuju rumah dan kulihat adik tiriku yang membawa kayu bakar, sekaligus ia juga menjadi pelayanku karena ia kubawa semenjak dari bayi. Ia kutemukan ketika pasukan kerajaan menyerang desa Bayan tepat 15 tahun yang lalu, dirinya tergeletak diantara tumpukan mayat yang baru saja dibantai.

"Sukma, aku pulang!!" Ucapku senang sambil membawa seekor kuda.

"Tuan muda, dimana menemukan kuda hitam dan gagah ini?"

"Didalam peperangan, kuda ini cepat dan kuat loh sukma"

Salah seorang prajurit tempat pemyimpanan kuda menyapaku "kau sudah kembali"

"Iya, baru saja datang" ucapku.

"Kayaknya kuda itu makannya banyak!"

"Sepertinya begitu, hei saudaraku beri dia makan yang banyak ya"

"Beres pendekar" ucap prajurit itu.

Kami pun berjalan menuju rumah, tiba-tiba Sukma berkata "Tuan Muda lapar?"

"Jelas lapar, makan apa kita kali ini?"

"Mie rebus dengan tiga puluh dua irisan bawang mau?"

"Sepertinya nikmat, tapi dengn telur..."

"Oke, sebentar aku bikin dulu"

"baiklah aku tunggu"

Ketika sudah di meja makan, seperti biasa cuitan Sukma bikin telinga ini sakit. Tanpa jeda ia berkata

"Oh tuan muda, aku sudah siapkan semua makanan yang kau suka, tuan muda sudah mandi, jangan makan terlalu kenyang ya!! Tuan aku sudah siapkan air hangat, tuan...."

"Sudah-sudah, cukup terima kasih" ucapku agak membentak.

Muka Sukma terlihat manyun, namun ia kembali ceria karena kakak angkatnya sudah pulang.

Lalu....

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dewa67 dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Lanjut gan
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan c4punk1950... memberi reputasi
Part 4


Sementara itu di sebuah wilayah tepat berada dilereng gunung Merapi ada sebuah Istana yang dinamakan Istana Cahaya, saat itu sedang ada pangeran dari Kerajaan Galuh yaitu Niskala Wastu Kancana.

Nampak seorang moderator kerajaan memberikan sambutan,

"Debat hari ini dimulai, mohon disambut pangeran kerajaan Galuh Niskala Wastu Kancana"

Sang pangeran berjalan ke aula istana, wajahnya sangat tampan rupawan dan penuh kharisma yang sangat dalam.

Tiba di tengah aula para penghuni Istana Merapi memberi hormat "selamat datang pangeran kerajaan Galuh Niskala Wastu Kancana"

Moderator kembali mengucapkan, "beri salam pada Guru Besar Gagak Rimang"

"Salam guru besar Gagak Rimang" ucap pangeran.

"Debat kali ini tentang istana cahaya dan prinsip-prinsipnya" ucap moderator.

Guru besar berkata "saya pernah melihat banyak semut hitam yang jumlahnya tak terhingga, mereka terbang menutupi cahaya langit apa yang sedang terjadi?"

"Tidak ada apa-apa, karena semut terbang pada dasarnya akan jatuh tak akan sanggup mencapai langit" jawab pangeran.

"Tapi mereka akan rela berkorban dan menumpuk untuk mencapai surga"

"Tak akan mungkin sebelum mencapai langit semut itu akan lebih dulu diterkam elang" balas pangeran.

"Elang akan takut ketika ketika semut yang menumpuk seakan raksasa yang besar" ucap sang guru.

"Elang hanya takut pada angin yang besar!! Apalagi semut yang jatuh akan tercerai berai"

"Apa kamu pernah merasa ketakutan?" Tanya sang guru.

Disaat itu pangeran mengingat masa lalunya, dimana ia sempat di tangkap pasukan majapahit bersama kakaknya bernama "Watu Gunung" lalu saat itu sempat dibebaskan oleh prajurit pilihan galuh.

Panah dari pasukan majapahit menembus pengawal kerajaan galuh dan kakaknya pun terjatuh, "adik larii..."
Seketika itu Niskala teriak "Kakak..."

Lantas kakaknya dijadikan tawanan majapahit hingga akhirnya kini kerajaan galuh tunduk pada kekuasaan majapahit.

Walau kerajaan galuh tetap berdiri namun dibawah pengaruh dan kekuasaan dari majapahit. Akibat kejadian itu ayahnya meminta pangeran Niskala kecil pergi belajar ke Istana Cahaya.

"Carilah ilmu ke Istana Cahaya" ujar ayahnya.

"Aku tidak mau ayah!" Tamparan keraspun mendarat di pipinya "plak" ia pun terjatuh.

"Hanya orang yang kuat, ia akan berhasil mencapai tujuannya"

"Ayah... " sambil menangis.

"Lihat ini ibumu" sang raja mengeluarkan pedang dan mendekatkan ke leher ibunya.

"Bila saya membunuhnya, apakah kamu cukup kuat untuk melindunginya?"

"Tidak" pangeran coba melawan ayahnya namun terjatuh.

"Lihat baru segitu saja sudah jatuh, pergilah ke istana cahaya di gunung merapi lalu jadilah seorang pertapa yang kuat, itu satu-satunya cara untuk melindungi kerajaan galuh. Lindungi mereka yang kamu cintai"

Ingatan itu pun sirna dipotong oleh sebuah pertanyaan guru besar "pernahkah kamu takut akan sesuatu?"

"Tidak pernah" jawab pangeran.

"Bagaimana kalau bumi dan langit menjadi gelap apa yang kamu lakukan?"

"Bumi dan langit tidak akan pernah gelap selamanya, karena semua ada yang mengatur dialah yang memberikan cahaya bagi kami dialah Gusti yang maha tinggi"


Selanjutnya...

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Part 5

Guru Besar tersenyum dengan jawaban sang pangeran, ia merasa sudah waktunya sang pangeran untuk keluar istana cahaya.

"Pangeran Niskala saatnya tugas menantimu"

"Terima kasih guru besar" sambil menjura menghormat.

Sementara itu di kabupaten Batang Putri Dyah sudah memasuki area kabupaten, kereta kuda mereka mulai memasuki pemukiman.

"Paman, siapa yang akan membantu kita dalam perjalanan selanjutnya" tanya putri kepada Ronggolawe.

"Sebentar putri, saya akan menemui dahulu panglima Hao di kediamannya"

Di sebuah ruangan yang tidak besar, panglima Hao sedang menikmati makanan dengan beberapa prajurit.

"Sampurasun" ucap Ronggolawe.

Seketika panglima Hao terkejut dengan sosok di depan pintu, ia mempersilahkannya untuk masuk dan mencicipi hidangan di atas meja.

"Paman Ronggolawe, kapan paman datang"

"Baru saja, aku ingin minta bantuanmu. Pilihkan satu muridmu yang terbaik untuk membawa kami ke Ibukota Majapahit"

"Kenapa cuma satu, semua pasukanku kalau paman mau akan kuberikan?"

"Tidak usah, pasukan majapahit sudah banyak. Karena yang kami bawa adalah Putri Dyah, tapi saya tidak tahu jalan tercepat dari kabupaten ini"

"Ada satu muridku terbaik, dia masih muda dan punya keinginan menjadi Syaman. Keahlian pedangnya diatas rata-rata tapi ia tidak memiliki energi kundalini di dalam tubuhnya"

"Bagaimana mau menjadi syaman, kalau tidak bisa membangkitkan kundalini?"

"Untuk itu biarkanlah ia sekolah di Ibukota, agar tidak hanya cakap dalam pertempuran tapi cakap juga dalam dunia akademi"

"Baiklah, perkiraan besok pagi kami akan kembali berangkat. Persiapkan muridmu untuk memandu arah yang benar"

"Baik paman, tapi bolehkan saya melihat keris legendaris punya paman sebentar saja"

Diambilnya sebilah keris dari balik bajunya, Keris itu ber luk 13 bernama Kyai Mega Lamat ( keris kyai bajra guna menurut orang Madura barat ). 

"Paman indah sekali keris Kyai Mega Lamat, pantas saja pasukan kerajaan Tumapel dan pasukan Mongol tidak berkutik sama sekali"

Tiba-tiba keris itu bergerak dengan senditinya, berputar di udara dan kembali masuk dalam warangkanya.

"Terima kasih, paman sudah memperlihatkan keris itu"

"Aku tunggu besok pagi tuan Hao"

"Siap, paman"

Ronggolawe keluar dari rumah itu, dan Panglima Hao meneruskan jamuan makan yang sudah tinggal setengah.

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di