TS
wawanadalah21
Pemerintah Gencar Vaksinasi, Kepala Daerah Harus Lakukan Ini
Rasa sukur kita kondisi pandemi Covid-19 sudah mulai reda. Meski kasus perhari terus ada yang terkonfirmasi.
Semua elemen bersatu melakukan langkah-langkah untuk terlepas dari pandemi ini.
Karena dampak pandemi Covid-19 luar biasa. Salah satunya, berdampak pada perekonomian.
Banyak masyarakat yang menjerit karena dampak pandemi. Meski begitu, pemerintah terus melakukan langkah-langkah pasti hingga terlepas bebas dari pandemi Covid-19.
Salah satunya dengan terus melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Vaksinasi ini sebagai bentuk serius pemerintah keluar dari pandemi.
Oleh sebab itu, untuk melancarkan program vaksinasi ini. Kepala daerah untuk bergerak pro aktif melakukan vaksinasi di daerahnya masing-masing.
Pro aktif kepala daerah mengejar alokasi vaksin dari Kementerian Kesehatan.
Jadi kepala daerah harus begerak pro aktif dalam mengejar alokasi vaksin dari Kementerian Kesehatan bagi daerahnya. Kalau hanya menunggu yakinlah tingkat vaksinasi pasti akan rendah.
Maka dari itu perlu kepala daerah melakukan kerjasama dengan tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Sehingga vaksinasi bisa mencapai target.
Kerjasama kepala daerah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat akan efektif dalam mengejar target vaksinasi.
Selain itu, untuk mempercepat target vaksinasi perlu menggunkan pendekatan linguistik dan melibatkan peran dari kelompok masyarakat adat.
Bayangkan bila pendekatan ini berjalan masif. Upaya vaksinasi untuk 208.265.720 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 tidak akan rumit untuk dicapai.
Dengan cara ini pula kita bisa memicu lagi mobilitas masyarakat dan melangsungkan percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Sementara itu Pemerintah Indonesia menerima kedatangan vaksin COVID-19 sebanyak total 15,2 juta dosis dari produsen AstraZeneca dan Sinovac.
"Ada dua jenis produksi vaksin yang telah datang, dari AstraZeneca sebanyak 1.086.000 dosis serta Sinovac sebanyak lima juta dosis," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Muhadjir Effendy.
Muhadjir mengatakan kedua vaksin tersebut berupa produk jadi. Sedangkan dari vaksin Sinovac sekitar 9,2 juta dosis berupa bahan baku.
"Vaksin ini merupakan kedatangan tahap ke-43, 44, 45 dan masih akan dilanjutkan dengan kedatangan vaksin-vaksin berikutnya," katanya.
Muhadjir mengatakan, kehadiran vaksin di Tanah Air adalah bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya keras mendatangkan vaksin COVID-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional.
"Sampai tanggal 26 Agustus 2021, capaian vaksinasi dosis pertama adalah sebesar 28,53 persen, sedangkan vaksin dosis kedua sebesar 16,02 persen," katanya.
Menurut Muhadjir percepatan capaian vaksinasi membutuhkan kerja sama yang sangat erat serta peran seluruh elemen bangsa.
"Karenanya pemerintah mengajak semua pihak baik itu organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan, para tokoh keagamaan, tokoh masyarakat, para pelaku usaha swasta, organisasi-organisasi swadaya masyarakat dan relawan untuk terus bahu membahu bekerja sama demi suksesnya vaksinasi nasional ini," katanya.
Muhadjir menambahkan, Indonesia sedang dihadapkan pada suatu kenyataan untuk hidup berdampingan bersama pandemi COVID-19.
"Suka tidak suka, mau tidak mau, kita akan berdampingan dengan COVID-19 dalam jangka waktu yang belum bisa kita pastikan kapan berakhir," katanya.
Oleh sebab itu Muhadjir meminta kerja sama seluruh pihak terus diperketat serta mendorong kepatuhan seluruh elemen bangsa dalam penerapan protokol kesehatan.
"Manfaatkan semua kemampuan kita termasuk teknologi digital guna mempercepat pemulihan di bidang kesehatan, pemulihan di bidang ekonomi terutama di sektor produktivitas serta untuk mengakhiri pandemi," katanya.
Muhadjir mengajak seluruh masyarakat sasaran vaksinasi untuk segera datang ke lokasi pelaksanaan vaksinasi. "Jangan pilih vaksin, karena semua vaksin sama dan berkhasiat," katanya.
0
287
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan