CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
6 Kades Terpilih di Bangkalan Meninggal Sebelum Dilantik
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6105bdf2b45b572cf27c9ad1/6-kades-terpilih-di-bangkalan-meninggal-sebelum-dilantik

6 Kades Terpilih di Bangkalan Meninggal Sebelum Dilantik

6 Kades Terpilih di Bangkalan Meninggal Sebelum Dilantik
Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 11:47 WIB
6 Kades Terpilih di Bangkalan Meninggal Sebelum Dilantik Ilustrasi meninggal/Foto: iStock

Bangkalan -
Enam kades terpilih dalam Pilkades serentak di Bangkalan meninggal dunia. Mereka diketahui meninggal sebelum dilantik.
"Iya betul ada enam kades," terang Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan Taufan Zairinsjah saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (31/7/2021).

Enam kades terpilih tersebut yakni Kades Makam Agung dan Kades Cendagah di Kecamatan Arosbaya, Kades Tegar Priyah di Kecamatan Geger, Kades Kamal dan Kades Sendang Laok di Kecamatan Labang serta Kades Desa Buluh di Kecamatan Socah.


Menurut Taufan, enam kades itu sebenarnya harus dilantik pada tanggal 28 Juli 2021. Namun karena meninggal, maka posisi kades yang kosong itu kini diisi oleh Pj kades.
"Diisi Pj kades. Mereka ini pegawai negeri dalam hal ini pegawai kecamatan," ujar Taufan.

Apakah para kades itu meninggal karena terpapar COVID-19? Taufan mengaku tak mengetahui secara pasti.
"Meninggalnya ini beda-beda hari karena sakit. Saya ga tahu persis penyebabnya," pungkas Taufan.

https://news.detik.com/berita-jawa-t...belum-dilantik
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan lowbrow memberi reputasi
Diubah oleh dragonroar
Halaman 1 dari 2
profile-picture
profile-picture
Somad.Monyong dan nomorelies memberi reputasi
Nah lo.. masyarakatnya yang ricuh maren ampe nantangin satgas. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan nomorelies memberi reputasi
Innalilallahi
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
https://duta.co/mati-corona-ala-madura

lagi viral di twitter emoticon-Leh Uga
mati corona ala madura emoticon-Imlek

data mortality rates spanish flu...,,madura 23,71 %
disusul banten..., mirip2 sih kelakuannya & spertinya score nya gak jauh beda dgn pandemi covid19 skrg
emoticon-Imlek

6 Kades Terpilih di Bangkalan Meninggal Sebelum Dilantik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tukangbeling7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Klao orang Madura sudah bilang A ya A
Semua harus nurut
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan nomorelies memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
dilantik d alam barzah. harusnya g ngeyel lah. jaga prokes. ^_^
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan nomorelies memberi reputasi
tim nakes ga usah ikut campur. dari pada nanti d serang orang sekampung
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan nomorelies memberi reputasi
Madura ya?
Tadi ada teman di medsos membagikan tulisan ini.
https://www.facebook.com/firman.s.al...47346437522554

MATI CORONA ALA MADURA
Oleh : Firman Syah Ali

Akhir-akhir ini banyak sekali orang meninggal dunia di Madura, diantara mereka ada saudara, tetangga, teman sekolah bahkan mantan saya. Berita-berita kematian itu sebagian saya dengar sendiri secara langsung melalui pengeras suara Masjid, sebagian melalui cerita tamu selama saya menjalani Isolasi Mandiri, namun sebagian besar saya baca di media sosial.

Selama saya menjalani isolasi mandiri, saya sama sekali tidak keluar rumah, saya berada di kompleks tanean lanjang Bani Hasyim Dusun Seccang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kab Pamekasan. Begitu saya selesai Isolasi Mandiri barulah saya keluar rumah.

Begitu keluar rumah saya kaget melihat aktivitas warga normal seperti biasa, padahal berita duka terus bertalu-talu dari ujung ke ujung. Pasar Blumbungan tetap ramai bahkan macet, orang-orang santai ceria tanpa masker, tukang amal masjid teriak-teriak dengan kalimat-kalimat yang lucu. Belok kiri ke arah Aeng Pennay saya jumpai banyak rombongan mantenan tanpa masker, sebagian diantaranya naik pick up bak terbuka penuh sesak juga tanpa masker, bergembira ria dalam rombongan mantenan sanak saudaranya itu.

Saya main ke rumah sepupu, dia baru datang dari tahlilan. Saya bertanya "sakit apa yang kamu tahlili itu?", dengan santai dia jawab "yaa sakit yang sekarang ini". Buahahaha istilahnya bukan corona kalau di Madura, tapi "penyakit yang sekarang ini". Mereka ya tidak dilaporkan ke puskesmas, dimandikan biasa, disholati dan ditahlili biasa, sehingga tidak masuk data resmi korban Corona di Kabupaten setempat. Begitu usai tahlilan biasanya beberapa tetangga dan keluarga almarhum menyusul meninggal dunia, namun tetap saja tidak disebut corona, mereka disebut mati kena penyakit yang sekarang ini. Bahkan ada yang lebih ekstrim lagi, disebut mati sesak nafas, mati capo' cap (influenza) dan banyak lagi istilah lainnya, yang intinya orang madura menghindari istilah Corona yang dengan sendirinya menghindari protokol Covid-19 terhadap jenazah keluarga/tetangganya.

Bahkan yang terbaru di Pamekasan muncul tradisi baru, yaitu menghentikan siaran berita duka melalui pengeras suara. Bahkan di beberapa grup WA masyarakat Madura saya dimusuhi dan dimarahi ramai-ramai gara-gara selalu posting berita duka, padahal orang yang saya posting berita dukanya itu merupakan orang-orang yang mereka kenal juga.

Akhirnya saya berpikiran jangan-jangan ini cara orang madura untuk melindungi dirinya dari serangan pembunuh imun. Mereka tidak mau imun mereka runtuh terkapar gara-gara dengar nama corona, protokol kesehatan dan berita duka. Mereka ingin anggap itu semua tidak ada. Atau ini mungkin cara mencapai Herd Immunity alami ala Madura? Wallahu a'lamu.

Ya seperti dalam semua peristiwa lainnya, orang madura selalu punya cara sendiri.

Saat saya menulis artikel ini, saya sedang duduk santai di rumah sepupu sambil mendengarkan musik dangdut dari tetangganya yang sedang hajatan mantenan. Undangannya banyak sekali, satupun tidak ada yang mengenakan masker dan jaga jarak. Padahal baru saja tetangga shohibul hajat meninggal dunia akibat "penyakit sesak nafas" atau "panyaket se sateyah".

Dan itu terjadi dimana-mana bukan hanya di dekat rumah sepupu saya ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
endorse😄
profile-picture
profile-picture
cloudible8 dan nomorelies memberi reputasi
Kan dah ku bilang... Mereka ini orang yang menghindari kenyataan walau hal tersebut jelas di depan mereka... Mereka lebih percaya tahyul
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan hantumasam memberi reputasi
Sah rap.
emoticon-Turut Berduka
pulau maling kabel emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Inilah kearifan lokal Indonesia, denial irasional. Kadarnya aja beda2.

Kalo nasional, denial irasionalny, 1 thn cukup. Sisanya denial rasional, pake data yg disesuaikan, sampe skrg bilang datanya kurang oke.

Yg lokal makin ekstrem, ganti nama biar gak diitung. Hahahahaha

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-Turut BerdukaRIP
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
saat kampanye harap jangan mengundang kerumunan.

profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Yang modar kades terpilih, boleh diumumin kagak nih? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan nomorelies memberi reputasi
Sayang sekali, belum sempet icip2 keburu dipanggil YME
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
artinya penduduk madura, secara umum, mereka lebih siap menjemput kematian, artinya mati tdk menjadi masalah, apalagi meninggal karena penyakit sekarang ini, bisa diganjar pahala mati syahid. Warbiyasah saudara2 ku orang madura. Untuk yg aware dan sadar tetap jaga prokes
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Kalo kata komentator bola
Jebret!!!
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Nanti yang disalahin jin lagi, setan lagi, dukun lagi, ga percaya covid tapi lebih percaya tahayul, sama aja abis nginjek tai ngerasa jijik tapi lu jilat2 emoticon-Ngakak
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di