CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6100e217aa081a789445e189/jangan-bangga-punya-barang-brand-dari-luar-kalau-tkdn-lebih-dominan

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!



Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Di Indonesia itu terkadang gengsi masih nomor satu, maka tak heran produk luar sering dipuja-puja dibandingkan produk lokal. Tak ada yang salah juga, selama punya uang silahkan membeli produk impor.

Apalagi saat ini harga impor dari Tiongkok bisa lebih murah dibandingkan produk dalam negeri, tak heran untuk mendapatkan keuntungan tinggi pengusaha lebih banyak membeli produk impor jadi lalu dijual ke konsumen.

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Disini pemerintah mulai berfikir untuk memberlakukan TKDN untuk brand luar yang ingin resmi menjual produknya di Indonesia. Masih bingung dengan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) jadi maksudnya ialah persentase komponen produksi yang dibuat di Indonesia pada suatu produk barang dan jasa atau gabungan antara barang dan jasa.

Pemerintah tidak ingin loss control barang impor, yang akibatnya akan mematikan produksi dari bahan lokal. Walau ada beberapa komponen yang dibuat di luar dan memang harus impor, namun pemerintah tidak ingin semua komponen produksi dari bahan impor maka disitulah peran TKDN bermain.

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Bahkan pemerintah mewajibkan dimana semua kegiatan produksi di Indonesia, terutama untuk perusahaan berskala nasional dan internasional harus mengikuti aturan dari tkdn tersebut.

Pemerintah menunjuk lembaga surveyor yang nantinya akan menilai serta memverifikasi, dimana perusahaan itu lolos sertifikat TKDN salah satunya adalah PT Sucofindo.

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Bahkan untuk melanggengkan TKDN maka dibuatlah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Quote:


Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Nah, jadi sederhananya gini Indonesia menjadi pasar potensial untuk brand asing menjual produknya, kalau tidak ada TKDN maka uang dari Indonesia akan langsung mengalir ke luar negeri.

Bila ada TKDN maka otomatis produsen akan investasi di Indonesia, contoh harrdware suatu produk elektronik. Vendor harus membangun fasilitas produksi hardware tersebut di Indonesia, atau bekerjasama dengan industri (manufaktur) yang sudah ada di Indonesia. Lalu softwarenya dipersilahkan untuk complete build unit (CBU) dari luar negeri.

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Semakin banyak barang yang diproduksi di Indonesia dengan kandungan lokal, maka dapat dipastikan barang tersebut bisa disebut made in Indonesia. Seperti produsen sepatu Nike di Indonesia adalah PT Adis Dimension Footwear, tentu kualitas sudah ditentukan oleh pemegang merek dengan Manufacturing Index Score.

Jadi walau Nike punya banyak pabrik diberbagai negara lewat Manufacturing Index Score tadi akan menentukan kualitas suatu barang, saingan terberat Nike Indonesia adalah Vietnam dan China. Tak heran Nike Indonesia dominan untuk Ekspor ke luar negeri.

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Menarik kalau ternyata kamu beli barang di luar negeri, tentunya bangga bukan beli produk dari luar tapi ternyata banyak produk di luar itu buatan asal Indonesia. Bahkan merek-merek ternama yang dijual di Indonesia juga dijegal oleh TKDN.

Seperti AHM, yang menelurkan Honda Beat dengan kandungan lokal 98,8% dimana basis produksi mereka pabriknya berada di AHM Cikarang. Tentunya mereka bekerja sama dengan 1.180 supplier produsen komponen lokal bahkan melibatkan 76 ribu karyawan. Menariknya AHM mengkespor produknya mulai dari disc brake, rear cushion, fuel pump, light assy head, body assy, piston, dan komponen lainnya ke ASEAN, Asia, Eropa, hingga Amerika.

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Jadi barang yang kita punya saat ini walau bermerek asing tetap saja ada kandungan lokal di dalamnya. Maka jangan heran harga barang yang dibeli terkadang bisa lebih murah dari barang serupa di negara luar, karena memang di ekspor dari Indonesia.

Tapi kenapa ya barang produk Cina walau impor sekalipun bisa lebih murah dari produk Indonesia?

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.

emoticon-I Love Indonesia

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik, klik, klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star

Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!






profile-picture
profile-picture
profile-picture
mohri17 dan 26 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Halaman 1 dari 3
Cm hp ya yg tkdn ny 30% 😄
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 13 balasan
Jersey Nike dan Adidas bikinan Tuntex Group.

Fabric nya bikinan PT. indo Taichen di Tangerang,
Tag nya bikinan PT. Cinderella di Tangerang,
Accessories nya bikinan pabrik di Kalideres,
emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Mereknya doang dari luar negeri, barangnya bajakan 🙃
profile-picture
profile-picture
Gurke dan c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 14 balasan
iye gan
stuju gini
ayo galakkan cinta produk indonesia, walaupun mungin mash kalah harga n kualitas
Tp setidaknya memberikan kesempatan buat berkembang n bersaing
Jd tuanrumah di negri sendiri dulu, baru keluar internasional
profile-picture
profile-picture
prayformysky dan c4punk1950... memberi reputasi
Yah namanya bisnis global gitu gan, tekan ongkos dengan produksi di negara2 yg upahnya murah tapi pas dijual di negara mereka dengan harga yang sama dengan produk sejenis (atau lebih mahal) mereka punya keuntungan dengan margin yang lebih besar daripada produk yang diproduksi negeri mereka sendiri.
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
aturan tkdn di mulai tahun dari 2018, artinya udah 3 tahun.. next klo bisa naik lagi up 60 persen
profile-picture
profile-picture
Gailham dan c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Tulisan SNI itu kalo mau dapet dr pabrik luar negeri, mahal bang..
Denger2nya harus sekaligus ama "akumodari plus"
profile-picture
profile-picture
hongmz dan c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lho kenapa ga bangga? Justru saya bangga menggunakan produk export Indonesia.

Saya ke counter Zara di Shanghai, ternyata Made in Indonesia..

Intinya sih barang export quality itu sudah melalui proses QC dengan standar tinggi.

Sayangnya, yg kualitas export sulit ditemui di dalam negeri. Harus pas jalan2 ke luar negeri dulu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh trac0ne
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
percuma juga tkdnnya 99,9% kalau 0,01% sisanya itu ternyata teknologi terbaru yang ga bisa ditiru di lokal dan mesti impor mahal dari luar emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
alkatiriy dan c4punk1950... memberi reputasi
Diubah oleh hhendryz
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Nah ini bagus nih harus didukung, minimal nanti ada transfer teknologi dan bisa ditiru oleh individu supaya bisa ngembangin produk dalam negri.
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Andai aja ada list yg bisa diakses tiap barang yg dijual ini berapa %tkdn nya, entah by scan QR code brandnya atw web based
profile-picture
profile-picture
KyraAltair dan c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Jangan Bangga Punya Barang Brand Dari Luar Kalau TKDN Lebih Dominan!!

Ini maksudnya Papua dah Merdeka ya om?
emoticon-Bingung
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Quote:


karena upah buruh di chinese itu gak ngotak, dan pemerintah di sono it represif, walau teorinya ideologi komunis yg mana lebih berpihak ke kaum buruh seperti di Indo sendiri era vekai kan sempat ada request buat angkatan ke 5 yang terdiri dari buruh

tapi chinese itu udah gak pure komunis, untuk urusan bisnis dan ekonomi mereka kapitalis, makanya sekarang jadi negara majuh
mantan negara terjajah, sekarang malah berani ngancem penjajahnya sama nuklir

tbh, China memang negara dengan peradaban ribuan tahun, yang sudah terkenal seantero dunia budayanya, teknologinya, dan tentu saja jumlah populasinya aka SDMnya, beda sama nusantara aka Indonesia yg sejak ribuan tahun memang cuma sekadar "kaum pinggiran" di peta sejarah dunia

so di era modern saat ini, kombinasi jumlah SDM yang ultra banyak membuat sistem persaingan di negara mereka lebih kejam daripada negara kita yang populasinya mungkin cuma 10%nya saja

SDM banyak = potential talent juga banyak, ga heran di setiap kompetisi olahraga dunia, China selalu mendominasi perolehan medali

SDM banyak = production cost bisa lebih ditekan untuk buruh, karena sistem take it or leave it, Bos2 di sana bisa ngomong lw gmau gw gaji goceng sehari, ya silakan nganggur, masih banyak yang mau

nah Indonesia jelas gak bisa kayak China karena populasinya gak sebanyak di sana, tapi setidak bisa mempelajari cara China hingga menjadi raksasa ekonomi dan industri dunia saat ini, berawal jadi negara "kacung" yang cuma jadi pabrik buat produksi produk-produk dari negara maju, sekarang bisa jadi negara "bos" yang bisa produksi sendiri produk-produk mereka, bahkan mengakuisisi berbagai perusahaan dan merk dunia

from zero to hero

Indonesia juga sudah menggunakan sistem TKDN, seharusnya kebijakan ini bisa sangat bermanfaat untuk transfer of knowledge, amati-tiru-modifikasi ala China

bukan gak mungkin suatu saat merk Nike diakuisisi sama Indonesia

sudah ada contoh 1 merk dunia yang diakuisisi sama merk lokal, dan merk lokalnya sendiri sudah diakui dan dipakai secara international

Suomy adalah salah satu brand Helm yang ckup diakui di dunia otomotif, bagaimana dengan KYT? ya terkenal di lokal saja

tapi saat ini KYT sudah menjelma menjadi brand helm yang cukup terkemuka, dan Suomy sendiri diakuisisi oleh KYT sejak 2014 lalu, sekarang semua helm-helm Suomy yang dipakai rider Moto GP saat ini diproduksi oleh KYT

entah kapan brand Honda dan Yamaha bisa diakuisisi oleh brand Indonesia, tentunya dimulai dengan adanya pengusaha yang mau dan berani untuk produksi motor sendiri dari hasil tiru-amati-modifikasi seperti KYT

atau bikin brand sendiri tanpa perlu akuisisi2an yang kualitasnya diakui dunia dengan harga bersaing, sebagai buah hasil tiru-amati-modifikasi, seperti brand-brand China macam Wuling dan Xiaomi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gailham dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
saya kalau beli barang kok jarang sekali lihat mereknya. saya lebih suka melihat kekuatan material dan fungsinya.
dan daripada beli barang kw saya lebih memilih beli barang asli walau merek tidak terkenal.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 3 lainnya memberi reputasi
Ayo hapenya kalian apa?

Hehe cuman yang sekunder kayak pakaian bisa beli lokal. Tersiernya kebanyakan produk luar.
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Om sering banget bikin thread
Emang dapet duit ya
emoticon-Ultah emoticon-Matabelo
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Dimari...
Merk lokal, gembar gembor local pride
Tapi gayanya sok udah nguasain pasar global
Lau sokap bos, gimana orang bisa ngerasain local pride yg dipuja2
Ya walopun ada juga merk2 lokal yg emang terus berbenah & bisa memposisikan diri, itu pun mereka rata2 pemain lama & udah punya nama..tapi tetep 'sopan'
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
jiresh dan c4punk1950... memberi reputasi
kurang demen produk lokal. kualitasnya sekaliber produk cina tapi lebih mahal. masalahnya produk lokal pajak rata kek produk import tapi kualitas dan harga kg bisa bersaing heran sama hewan yg bikin uu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 2 lainnya memberi reputasi
Klo cuma garmen pakaian wear Dari kain dkk apa susahnya?

Coba bisa g bikin komponen consumer electronics ky AC kulkas TV

Bikin mesin bisa g? Bikin pompa air bisa g? Bikin pompa bengkel bisa g?
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di