CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
Melatih Kemampuan Fisik Anak dan Belajar Sosialisasi dengan Permainan "Ceu Cet"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60ff89d5c2ce44522412d342/melatih-kemampuan-fisik-anak-dan-belajar-sosialisasi-dengan-permainan-quotceu-cetquot

Melatih Kemampuan Fisik Anak dan Belajar Sosialisasi dengan Permainan "Ceu Cet"


Bengkulu adalah sebuah provinsi yang berada di pulau Sumatera, Indonesia. Ibu kota provinsi Bengkulu ada di kota Bengkulu. Provinsi ini terletak di bagian Barat Daya Pulau Sumatra, yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung. Pada tahun 2020, jumlah penduduk provinsi ini sebanyak 2.010.670 jiwa, dengan kepadatan 101 jiwa/km².

Kebudayaan Bengkulu sangat kental bercirikan dengan budaya Melayu yang memiliki beberapa ciri berbeda karena dipengaruhi oleh suku-suku berbeda yakni kebudayaan Rejang, Melayu Serawai, Melayu Kaur, Mukomuko, Pekal, dan Melayu Lembak.

Permainan tradisional merupakan salah satu bagian dari kebudayaan Bangsa yang beraneka ragam coraknya. Setiap daerah di wilayah Indonesia mempunyai permainan rakyat tersendiri dan menunjukkan ciri khas tersendiri. Begitu pula dengan Bengkulu, yang kaya akan permainan tradisional anak-anak.

Melatih Kemampuan Fisik Anak dan Belajar Sosialisasi dengan Permainan "Ceu Cet"

Pada dasarnya permainan tradisional di daerah Bengkulu sampai sekarang masih digemari masyarakat, walaupun sudah mulai memudar. Faktor penyebabnya adalah banyaknya permainan berbasis teknologi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.

Salah satu permainan tradisional Bengkulu yang terkenal adalah Ceu Cet.

Melatih Kemampuan Fisik Anak dan Belajar Sosialisasi dengan Permainan "Ceu Cet"

Permainan Ceu Cet ini hampir mirip dengan permainan engklek. Ceu Cet adalah permainan melompat-lompat dari satu kota ke kotak lainnya. Bentuk permainannya adalah melompat ke kotak-kotak yang sudah dibuat dengan garis di tanah. Sebelum pemainnya melompat ke setiap kotak yang tersedia, si pemain harus melemparkan sebuah batu berbentuk ceper ke masing-masing kotak yang ada.

Jika lemparan batu mengenai garis, maka dianggap dis dan akan dilanjutkan dengan pemain yang lainnya. Demikian seterusnya. Begitu pula kalau kaki pemain waktu melompat dari satu kotak ke kotak lain mengenai garis, maka akan dianggap dis. Jumlah pemainnya tidak terbatas dan bisa dimainkan kapan saja.


Sumber:
Opini Pribadi dan [1]


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di