CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kesalnya Jokowi & Sri Mulyani Dana Pemda Cuma Ngendon di Bank
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60fb62f9681f7d4e96211db1/kesalnya-jokowi-amp-sri-mulyani-dana-pemda-cuma-ngendon-di-bank

Kesalnya Jokowi & Sri Mulyani Dana Pemda Cuma Ngendon di Bank

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajarannya kesal dengan pemerintah daerah (pemda) yang masih saja lambat dalam pencairan anggaran. Padahal kondisi rakyat lagi susah akibat lonjakan penyebaran kasus covid-19.
Padahal ini sudah berulang kali disampaikan Jokowi pada berbagai kesempatan. Termasuk ketika rapat koordinasi dengan semua Kepala Daerah. Namun tetap saja, bahkan lebih buruk.

Data dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan, hingga akhir Juni 2021, dana pemda yang tersimpan di bank justru naik menjadi Rp 190 triliun. Artinya dana yang ditransfer pemerintah pusat untuk membantu rakyat di daerah, malah ditahan pemda di bank.

"Ini yang saya minta semuanya dipercepat. Sekali lagi, dengan kondisi seperti ini, percepatan anggaran sangat dinanti oleh masyarakat," kata Jokowi beberapa waktu lalu di depan Kepala Daerah se-Indonesia.

Lonjakan kasus covid pas Lebaran membawa kita pada kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang sekarang berubah menjadi PPKM Level 4 untuk Jawa-Bali. Mobilitas dipaksa turun, sehingga banyak rakyat susah untuk mencukupi kebutuhannya.

Baca: Cek Syarat Terbaru Bepergian saat PPKM Level 3-4
Maka dari itu dilakukan percepatan pencairan anggaran untuk bantuan sosial. Salah satunya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dengan besaran Rp 300 ribu per keluarga. Total yang dianggarkan Rp 28,8 triliun, namun pemda baru mencairkan Rp 1,96 triliun.

Selain itu, pemda juga ditransfer anggaran untuk vaksinasi sebesar Rp 1,96 triliun. Sampai sekarang anggaran ini justru belum cair.

Pemda juga lambat dalam pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes). Sampai dengan 17 Juli 2021, realisasi penyaluran insentif tenaga kesehatan (nakes) baru mencapai Rp 2,09 triliun atau setara 23,66% dari pagu yang sebesar Rp 8,85 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tampak kesal dengan ulah pemerintah daerah yang lambat dalam pencairan anggaran. Bila masih terjadi, Sri Mulyani akan mengambil alih anggaran pemda senilai Rp 31 triliun untuk dicairkan langsung.
"Tiap bulan kami transfer ke daerah baik DAU DBH. Kita akan katakan kalau enggak bisa eksekusi kita langsung intersep," ujarnya dalam konferensi pers.

Pemerintah pusat telah menyelesaikan berbagai kekhawatiran pemda yang seringkali dikeluhkan, menjadi alasan anggaran lambat cair. Misalnya ketakutan pencairan karena berpotensi besar melanggar hukum.


"Kemarin dari Kejaksaan Kabareskrim diminta Presiden untuk minta tiap Kejaksaan lakukan pengawalan di Forkopimda," terang Sri Mulyani.

Kemenkeu dan Kementerian Desa juga telah melakukan relaksasi agar pencairan menjadi lebih mudah. Misalnya yang berkaitan dengan juknis maupun jutlak pencairan.

"Kalau persyaratannya dari sisi pemda sendiri mereka yang harus simplifikasi. Kalau berhubungan jutlak atau juknis kita akan dengan kementerian teknis dengan kemendagri akan monitoring, biasanya kita minta laporan perbulan sehingga bisa deteksi terutama dana transfer ke daerah," pungkasnya.

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...don-di-bank/2?

Mungkin pake dana CSR pak jadi duitnya awet
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
dr dulu cuma bisa kesal² mulu dana pemda ngendon

gak ada action

profile-picture
profile-picture
profile-picture
radeneca dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Kesalnya Jokowi & Sri Mulyani Dana Pemda Cuma Ngendon di Bank
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan emol memberi reputasi
lha kan emang dibungain, rekanan dibayar juga 6bln setelahnya
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan yellowmarker memberi reputasi
Sekelas presiden cuma ngeluh/ menghimbau. Trus gunanya presiden apa sih sebenernya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
.bindexee. dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
klo presidenya baru menjabat satu thn ..sih wajar ngeluh....lha ini dh mau 3 periode...masih ngeluh juga kan kebangetan.......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
.bindexee. dan 2 lainnya memberi reputasi
mngkin pemda nya pada takut di jebak dan lebi ati2...
salah sasaran bs di ciduk KpK..

kocak ya bapak ama anak malah pada perang dingin gini...

emoticon-Ngakak


profile-picture
profile-picture
profile-picture
.bindexee. dan 3 lainnya memberi reputasi
Nah atas ane bener juga tuh

Tp emang pemda2nya goblok2

Cuma mau ngeluarin anggaran utk proyek2 yg gedein perut mereka doang

Pem pus jg goblok

Ga mau cepet2 turun tangan basmi raja2 kecil ini

Negara dagelan
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan wen12691 memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
lumayan dpt bunga
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Serba salah emang negara berflower ini..

Harusnya kondisi darurat covid gini, birokrasi2 yg bikin ruwet, diperlonggar.. Yg dibawah takut kena ciduk kalau segera make anggaran tp nabrak birokrasi..

Tp satu sisi kalau birokrasi diperlonggar, di indo masih banyak org bangcad yg memanfaatkan keadaan untuk korupsi emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan wawos memberi reputasi
coba tanyakan ke pemda apa kendalanya, pemda juga ga mau sembarangan main tahan2 duit apalagi kondisi kayak gini, bu sri mentri atau pengamat si?
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan imogenist memberi reputasi
Pemda mah biasa depositoin duit di bank daerah, bukan rahasia lagi lah.

salah kemenkeu sendiri bikin aturan keuangan tumpang tindih. sistem penggajian di negara ini aja ada beberapa, khan G****K.

1. Kemenkeu paling kenceng tunjangannya
2. Pemda DKI ini juga mantab tunjangannya
3. Kementrian = Gaji + Tunjangan
4. Pemda = Gaji + Tunjangan
5. Dosen kampus satker = Gaji + Uang makan, mau dapetin tunjangan dosen disuruh ikut lomba serdos.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
zimbenk dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rajin.meremas
buat lockdown…

emoticon-Embarrassment
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Pemdanya mental ciken
Duit gmw pake takut ketauan kalo dikorupsi?
Diubah oleh wen12691
Hilangin etos kerja lambat dan kurang inovatif pada pemda tuh karena yang bikin kurang maju-maju daerahnya
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Bukannya ini gara2 sistem yg mengatur keuangan PEMDA dari Pusat.
Dan kalau emang mau ubah sistem pembyaran semua dari pusat harus ubah undang2. Ya emang agak sulit. Tapi ane g tau juga sih, hanya sebuah tanggapan aja.
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Kesalnya Jokowi & Sri Mulyani Dana Pemda Cuma Ngendon di BankKesalnya Jokowi & Sri Mulyani Dana Pemda Cuma Ngendon di Bank
emoticon-Traveller
profile-picture
firdausi09 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
administrasi pertanggung jawaban ribet
sistem pemerintahan menghasilkan raja2 kecil
sistem politik membuat kepala daerah lebih "patuh" ke parpol dibanding ke pempus
coba bung Hatta yg jadi presiden dulu

beda mungkin cerita nya 70 thn setelahnya

warisan birokrasi bobrok ini juga andil .... asudahlah

emoticon-Traveller
presiden harus buat UU payung hukum buat pemda tenteng mengalirkan bansos PPKM......darurat covid..

takut di ciduk jdi ngendon tuh duit.....jadi alasan karena UU nya gk ada sekaligus untung buat pemda karena berbunga

mungkin si pemda bengong robah2 mulu aturan status dari lockdown,psbb, PPKM darurat , PPKM lvl1-4emoticon-Wakaka ini bansos mo turun pake aturan yg mana
anggaplah orang pemdanya ini jujur dan amaanah. orang jujur ini pasti takut klo duit yang dicairkan juga gak sampai ke penerima sebenarnya. soal data masih carut mawut. karena takut nyairin jd pas nyairin hati hati. akhirnya lama. setelah cair jg pasti diminta pertanggung jawabannya. mkanya mikirnya sampai kesana. mau di bypass bisa, tp aturannya udah mendukung belum?

klo orangnya dari awal gak jujur dan amanah mah bisa aja itu aturan ditabrak tabrakin. di bypass in toh dia jg ngambil dan dapet untung dari situ. klo ketauan gimana? ya bayar lah penegak hukumnya biar gak lama lama bgt mendekam dipenjara, klo bisa orang lain yg dipenjara justru.


gitu sih pemikiran ane, yg jujur sangat mengikuti aturan karena klo ngelanggar gak ada untungnya buat dia malah buat dia celaka. sedangkan yang ga jujur justru emng cari untung disitu dan gak takut sama efek sampingnya
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di