CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / ... / Allvariant Music on Kaskus (ASIK.IN) /
Mengapa Lagu Anak Saat Ini Kurang Digemari? Inilah Alasannya Versi Aku!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60f78cf95fd0a159ad301c9d/mengapa-lagu-anak-saat-ini-kurang-digemari-inilah-alasannya-versi-aku

Mengapa Lagu Anak Saat Ini Kurang Digemari? Inilah Alasannya Versi Aku!


Mengapa Lagu Anak Saat Ini Kurang Digemari? Inilah Alasannya Versi Aku! sumber

Hai, Gansist!
Membandingkan dunia anak di jaman 90-an dan jaman sekarang tentulah sangat berbeda. Kalau jaman dulu era 90-an lagu-lagu banyak tersiar di televisi. Sekarang, televisi lebih banyak menayangkan sinetron dan ghibah hidup selebritis.

Permainan anak jaman dulu pun sangat berbeda dengan jaman sekarang. Kalau dulu permainan anak lebih banyak bermain fisik, seperti main petak umpet, gobak sodor, main tali, dll. Kalau sekarang, anak-anak lebih sering main dengan gadgetnya. Sehingga anak era 90-an daya tahan tubuh lebih bandel, tidak mudah sakit daripada anak jaman sekarang.

Mengapa Lagu Anak Saat Ini Kurang Digemari? Inilah Alasannya Versi Aku! klik

Fenomena apakah yang menimpa anak-anak jaman sekarang? Permainan anak dan lagu-lagu pun semakin terkikis oleh jaman. Lambat laut dunia anak-anak akan hilang karena terkena imbas dari kemajuan jaman.

Nah, membicarakan lagu-lagu anak yang semakin jarang dan bahkan hilang, kira-kira apa yang menyebabkan bisa terjadi? Berikut adalah penyebab semakin hilangnya anak-anak menyanyikan lagu anak-anak:

1. Kemajuan tekhnologi

Mengapa Lagu Anak Saat Ini Kurang Digemari? Inilah Alasannya Versi Aku! klik

Tak bisa dipungkiri, kemajuan tekhnologi bisa menyebabkan hilangnya selera anak terhadap lagu anak. Analoginya begini, dengan teknologi yang semakin maju dengan pesat terutama gadget, anak jaman sekarang lebih senang dengan gadgetnya. Banyak game-game offline/online yang lebih seru-seru dari pada lagu anak. Karena keasyikan main game, anak-anak jadi nggak senang dengan lagu-lagu anak.


2. Banyaknya les/private tambahan bagi anak

Tuntutan orang tua agar anaknya bisa memiliki banyak bakat/minat sehingga orang tua memberi si anak ikut les private di mana-mana. Les balet, les musik, les karate masih lagi ditambah les-les tambahan pelajaran di sekolah. Sehingga anak tidak punya waktu untuk bermain dan mendengarkan lagu-lagu anak.

Mengapa Lagu Anak Saat Ini Kurang Digemari? Inilah Alasannya Versi Aku! klik

3. Tumbuh kembang anak yang cepat dewasa

Perkembangan anak jaman sekarang sepertinya sangat cepat, anak-anak pun terkesan cepat dewasa/gede. Jaman dulu anak SMP belum kenal dengan istilah pacaran, anak SD sekarang sudah pada pacaran dan memiliki panggilan ayah-bunda. Sehingga si anak pun terhadap lagu-lagu anak kurang berminat.

4. Adanya peraturan perlindungan anak

Untuk alasan yang ke-empat karena adanya peraturan perlindungan anak. Kenapa malah bisa jadi penyebab? Kalau jaman dulu tidak ada istilah ekploitasi anak, jaman dulu orang tua malah menjadi manager si anak yang menjadi artis cilik.

Kalau jaman sekarang orang tua menjadi manager anak bisa dikatai menjadikan anak sebagai pencetak uang dan dinyinyirin karena menyuruh anak bekerja menjadi artis penghasil duit. Maka dari itu, lagu-lagu anak kurang dimanati untuk dibikin.

Nah, itu tadi 4 alasan versi aku yang menyebabkan lagu-lagu anak untuk sekarang ini tidak seheboh dan semarak waktu jaman 90-an. Mungkin Gansist ada yang mau menambahkan? Silakan ditulis di kolom komentar.

Lalu, kira-kira apa yang akan Gansist lakukan untuk menggaungkan agar lagu anak-anak kembali berjaya?

Sekian thread dari aku, semoga berkenan. Terima kasih atas atensinya.

Narasi: tulisan pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ayokitakemanaaa dan 2 lainnya memberi reputasi
Penyanyi cilik sekarang siapa ya?
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
emoticon-Sundul Upemoticon-Sundul Up
Mengapa Lagu Anak Saat Ini Kurang Digemari? Inilah Alasannya Versi Aku!

Ternyata juara, Alhamdulillahemoticon-terimakasih


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di