CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / ... / Sundul Bola /
Serba-Serbi Johor Darul Ta'zim FC Sang Penguasa Liga Super Malaysia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60f74b08b48b9372cd763960/serba-serbi-johor-darul-tazim-fc-sang-penguasa-liga-super-malaysia

Serba-Serbi Johor Darul Ta'zim FC Sang Penguasa Liga Super Malaysia

Sudah lebih dari setahun seluruh kompetisi sepak bola resmi di negara kita terhenti akibat pandemi Covid-19. Saya yakin, semua penggemar sepak bola di negeri ini sudah rindu menyaksikan kembali bergulirnya kompetisi sepak bola di negeri ini.

Nah, berhubung kompetisi sepak bola di negara kita masih belum pasti kapan akan kembali bergulir, tidak ada salahnya kita menengok sejenak ke kompetisi sepak bola negara tetangga kita. Kali ini, ane akan ajak kita semua menengok ke Malaysia Super League (Liga Super Malaysia). Namun, ane tidak akan bahas mengenai liganya, tetapi mengenai klub penguasa dan juara bertahan kompetisi tersebut, Johor Darul Ta’zim FC.

Serba-Serbi Johor Darul Ta'zim FC Sang Penguasa Liga Super Malaysia

Logo Johor Darul Ta'zim FC

Johor Darul Ta’zim Football Club atau Kelab Bolasepak Johor Darul Takzim (Bahasa Melayu) adalah klub sepak bola profesional Malaysia yang berbasis di Johor Bahru, Johor, Malaysia. Klub yang juga dikenal sebagai JDT serta berjuluk Harimau Selatan ini awalnya berdiri pada 1972 (sekitar 49 tahun lalu) dengan nama PKENJ FC (Perbadanan Kemajuan Ekonomi Negeri Johor Football Club).

Setelah meraih gelar Piala FAM Malaysia dua kali beruntun (1994, 1995), Johor Corporation yang merupakan perusahaan pemerintah mengambil alih kepemilikan klub serta merubah namanya menjadi Johor Football Club (Johor FC) pada 1996. Di akhir musim tersebut, klub menjadi runner-up Piala FAM Malaysia.

Spoiler for Logo Johor FC 1996-2012:

Pada 1998, Johor FC promosi ke divisi dua liga Malaysia, Liga Perdana 2. Di akhir musim 2001, Johor FC meraih gelar Liga Perdana 2 dan promosi ke Liga Perdana 1. Sayangnya, setelah dua tahun berada di divisi teratas, Johor FC harus rela terdegradasi ke divisi dua yang baru, Liga Premier Malaysia setelah gagal meraih promosi ke divisi satu yang baru, Liga Super Malaysia di akhir musim 2003.

Jelang musim 2006-2007, keberuntungan menghampiri klub, keputusan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (Football Association of Malaysia/FAM) menambah jumlah peserta Liga Super Malaysia menjadi 13 tim membuat Johor FC meraih promosi otomatis. Johor FC merupakan satu diantara lima tim yang reguler finish di posisi teratas Liga Premier Malaysia.

Ketika berpartisipasi di Piala Malaysia pada tahun 2000, Johor FC merupakan klub pertama di sistem liga sepak bola Malaysia yang terlibat di kompetisi tersebut. Sebelumnya, Piala Malaysia didominasi oleh tim-tim negara bagian. Keberhasilan Johor FC mengalahkan ATM secara agregat di babak kedua kualifikasi grup menciptakan rekor tersendiri di kompetisi tersebut.

Pada 2009, Johor FC mendapat jatah tampil di Piala AFC menggantikan Negeri Sembilan yang lolos kualifikasi namun memutuskan untuk tidak tampil di kompetisi tersebut.

Pembentukan Johor Darul Ta’zim FC bermula pada 16 Februari 2012 saat Putra Mahkota Negeri Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim (Tunku Ismail Idris) ditunjuk sebagai Presiden Johor FA (Persatuan Bolasepak Negeri Johor) pada kongres asosiasi. Selama kongres itu pula, Tunku Ismail mengusulkan untuk mereformasi seluruh struktur organisasi dan aktivitas sepak bola di Negeri Johor. Bagian dari usul tersebut adalah mengkonsolidasikan seluruh tim sepak bola Negeri Johor ke dalam satu perwakilan tunggal yang berkompetisi di Liga Malaysia.

Spoiler for Tunku Ismail Idris, Putra Mahkota Negeri Johor dan pemilik 70% saham Johor Darul Ta'zim FC:

Perlu diketahui, Johor FA juga memiliki klub sepak bola yang terbentuk sejak 1955 dan saat itu berkompetisi di Liga Premier Malaysia. Johor FA dilatih oleh mantan pesepakbola internasional Singapura, Fandi Ahmad, yang awalnya ditunjuk sebagai penasihat teknis klub pada 2 Februari 2012. Johor FA finish di posisi keempat Liga Premier Malaysia di akhir musim.

Spoiler for Logo Johor FA 1955-2012:

Sepanjang musim 2012, terdapat sejumlah tuduhan dan investigasi pengaturan pertandingan yang melibatkan sejumlah pemain yang berasal dari tim-tim yang berasal dari Johor. Hal tersebut berdampak terhadap buruknya iklim sepak bola Johor di akhir musim. Seluruh tim berbasis di Johor berada dalam performa yang kurang bagus dan harus bersusah payah di Liga Malaysia. Johor FC cukup beruntung bisa terhindar dari degradasi di Liga Super Malaysia, sementara Johor FA, Johor Bahru FC, dan Muar FC harus berjuang ekstra di Liga Premier Malaysia.

Hal itu semakin membulatkan rencana untuk menyelaraskan dan mengkonsolidasikan seluruh tim yang mewakili wajah sepak bola Johor. Dalam rencana tersebut, Johor FC dan Johor FA akan berada di bawah kendali manajemen yang sama guna memastikan kestabilan kedua tim. Selain itu, seluruh tim berbasis di Johor lainnya akan mundur dari Liga Malaysia. Johor FC dan Johor FA akan menggunakan nama yang sama dengan pembeda berupa angka (nomor) saja.

Pada Desember 2012, FAM mengumumkan bahwa mereka telah menerima pengajuan perubahan nama tim menjadi Darul Ta’zim FC per musim 2013 dan tak ada keberatan terhadap hal tersebut. Johor FC dan Johor FA secara resmi berganti nama menjadi Johor Darul Ta’zim FC. Johor FC yang berkompetisi di Liga Super Malaysia menggunakan nama Johor Darul Ta’zim FC I, sementara Johor FA yang berkompetisi di Liga Premier Malaysia menggunakan nama Johor Darul Ta’zim FC II. Sejak saat itu, Johor Darul Ta’zim FC menjadi satu-satunya klub sepak bola yang mewakili Negeri Johor.

Stadion Larkin di Johor Bahru, Johor yang baru saja selesai direnovasi pada 2013 untuk mengakomodasi lebih banyak penggemar menjadi markas klub. Klub memperkenalkan tiket terusan yang dapat digunakan oleh fans untuk hadir di seluruh pertandingan kandang selama musim berjalan.

Spoiler for Stadion Larkin menjadi kandang JDT antara 2013-2019:

Fandi Ahmad yang awalnya melatih Johor FA ditugasi melatih tim yang berkompetisi di Liga Super Malaysia. Azmi Mohamed, mantan pesepakbola internasional Malaysia asal Johor ditugasi melatih tim yang berkompetisi di Liga Premier Malaysia. Dia dibantu oleh Ismail Ibrahim sebagai asisten.

Spoiler for Fandi Ahmad, pelatih pertama Johor Darul Ta'zim FC:

Menjelang musim baru, guna memperkuat tim, JDT mengontrak mantan pemain internasional Spanyol, Dani Guiza dan gelandang Italia, Simone Del Nero. Sayangnya, kedua pemain tersebut memutuskan hengkang di tengah musim.

Pertengahan musim 2013, Fandi Ahmad dibebaskan dari tugasnya melatih tim, namun dia tetap menjabat sebagai manajer tim. Azmi Mohamed kemudian menjabat sebagai pelatih sementara sambil menunggu datangnya pelatih baru.

Upaya transformasi klub oleh Tunku Ismail Idris tidak langsung menghadirkan prestasi bagi klub. JDT hanya mampu finish ketiga di Liga Super Malaysia di akhir musim 2013. Selain itu, JDT juga gagal meraih gelar Piala FA Malaysia setelah kalah 1-0 dari Kelantan FA di final. Ditambah pula, sehari sebelum kick-off Piala Malaysia 2013, Fandi Ahmad mengundurkan diri sebagai manajer tim dan juga memutuskan berpisah jalan dengan Johor FA.

Spoiler for Kapten Kelantan FA, Mohd Badri Radzi (kiri) dan Kapten JDT, Kamarul Afiq Kamaruddin (kanan) berpose bersama trofi Piala FA Malaysia jelang laga final di Stadion Nasional Bukit Jalil:

21 Agustus 2013, JDT menunjuk mantan manajer Atletico Madrid dan Valencia, Cesar Ferrando Jimenez sebagai pelatih baru. Penunjukan tersebut diharapkan dapat mengembalikan kejayaan masa lalu klub. Cesar Ferrando melatih JDT hingga 10 April 2014, menjalani 14 laga dengan raihan tujuh kemenangan, empat seri, dan tiga kalah.

Bojan Hodak ditunjuk sebagai manajer JDT pada Februari 2014 dengan tugas awal membantu Cesar Ferrando dalam urusan manajerial tim. Di kemudian hari, saat Cesar Ferrando dilepas oleh JDT, Hodak juga menjabat sebagai pelatih sementara tim hingga tuntasnya musim 2014. Pada 26 Juni 2014, berkat kemenangan 1-0 atas Sarawak FA di Stadion Negeri Sarawak, JDT berhasil meraih gelar perdana Liga Super Malaysia. Secara keseluruhan, JDT berhasil mengumpulkan 44 poin dari 22 pertandingan dengan rincian 13 menang, 5 seri, dan 4 kalah.

Spoiler for Bojan Hodak, manajer tim dan pelatih sementara yang hadirkan gelar perdana Liga Super Malaysia di musim 2014 untuk JDT:

Di ajang Piala Malaysia 2014, JDT mampu melaju ke final untuk pertama kali dalam 23 tahun. Hal itu membuat JDT diharapkan mampu mereplikasi apa yang dilakukan klub pendahulunya, Johor FA saat meraih gelar ganda Liga Malaysia dan Piala Malaysia. Laga final yang dilabeli “Pertandingan Kelas Berat” merupakan laga yang sangat dinantikan. Laga tersebut mempertemukan JDT (juara liga) dengan Pahang FC (pemenang Piala FA Malaysia). Sayangnya, JDT harus mengakui keunggulan 3-5 Pahang FC melalui adu penalti.

Spoiler for Kapten JDT, Safiq Rahim (kiri) dan Kapten Pahang FC, Razman Roslan (kanan) jelang laga final Piala Malaysia 2014:

Itulah latar belakang pembentukan dan sejarah dua tahun awal Johor Darul Ta’zim FC. Untuk lebih mengenal Johor Darul Ta’zim FC, berikut ini sejumlah fakta lain tentang klub tersebut.

1. Pada 31 Januari 2015, untuk pertama kali dalam sejarah klub, JDT tampil di Piala Sumbangsih yang mempertemukan juara Liga Super Malaysia 2014 dengan juara Piala Malaysia 2014. JDT berhasil meraih trofi “Piala Super Malaysia” setelah mengalahkan Pahang FC 2-0. Terbaru, JDT berhasil meraih gelar Piala Sumbangsih ke-6 setelah mengalahkan Kedah Darul Aman FC 2-0.

Serba-Serbi Johor Darul Ta'zim FC Sang Penguasa Liga Super Malaysia
Seluruh punggawa JDT merayakan gelar juara Piala Sumbangsih 2015

2. Pada 24 Februari 2015, JDT menandai debutnya di Piala AFC dengan kemenangan 4-1 atas East Bengal FC di laga perdana babak grup. Hebatnya lagi, JDT langsung mampu meraih gelar juara Piala AFC 2015 berkat polesan Roberto Carlos Mario Gomez. Mario Gomez ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Bojan Hodak, pelatih dan manajer sebelumnya, pada akhir April 2015.

Serba-Serbi Johor Darul Ta'zim FC Sang Penguasa Liga Super Malaysia
Seluruh punggawa JDT merayakan gelar juara Piala AFC 2015

3. Saat tampil di final Piala AFC 2015 pada 31 Oktober 2015, JDT menjadi tim Malaysia kedua yang mampu melaju ke final kompetisi antar klub Asia sejak 1967.

4. JDT meraih gelar Piala AFC 2015 berkat kemenangan 1-0 atas tim tuan rumah FC Istiklol pada laga yang digelar di Dushanbe, Tajikistan. Gol kemenangan dicetak oleh Leandro Velazquez di menit ke-23. Berkat gelar tersebut, JDT menjadi klub Malaysia dan Asia Tenggara pertama yang meraih gelar di kompetisi antar klub Asia.

5. Sejak 2014-2020, JDT selalu menjuarai Liga Super Malaysia. Sebelum ini, tidak ada satu klub pun yang mampu menjuarai liga lebih dari dua musim beruntun sejak sistem liga diperkenalkan di Malaysia pada 1979. Dengan total tujuh gelar yang dimiliki, JDT pantas disebut sebagai penguasa Liga Super Malaysia.

Serba-Serbi Johor Darul Ta'zim FC Sang Penguasa Liga Super Malaysia
Seluruh punggawa JDT merayakan gelar juara Liga Super Malaysia 2020
gelar ketujuh beruntun mereka

6. Sejak 2012, Harimau Selatan menjadi julukan baru klub menggantikan julukan lama Jengking. Julukan baru tersebut didasarkan pada lambang Dewan Negeri Johor.

7. JDT saat ini bermarkas di Stadion Sultan Ibrahim dengan 40 ribu kapasitas penonton. Stadion tersebut diberi nama sesuai nama penguasa Negeri Johor, Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar. Stadion Sultan Ibrahim menghabiskan biaya pembangunan sekitar 200 Juta Ringgit dan dibuka pada 22 Februari 2020.

Spoiler for Stadion Sultan Ibrahim menjadi markas dan kandang baru JDT sejak musim 2020:

8. Di laga pembuka musim 2016, JDT berhasil mempertahankan gelar Piala Sumbangsih setelah mengalahkan Selangor FC 7-6 melalui adu penalti. Di musim tersebut, JDT meraih gelar perdana Piala FA Malaysia setelah membalikkan keadaan menjadi 2-1 atas PKNS FC.

9. JDT menjadi klub pertama di Malaysia yang mampu mengakhiri satu musim liga penuh tanpa tersentuh kekalahan. JDT melakukannya saat meraih gelar Liga Super Malaysia 2016.

10. Pada 21 Januari 2017, meskipun unggul 1-0 di babak pertama, JDT gagal meraih gelar Piala Sumbangsih untuk ketiga kali secara beruntun setelah kalah 5-4 dari Kedah Darul Aman FC melalui adu penalti.

11. Di Liga Champions AFC 2017, untuk pertama kali JDT mampu mencapai babak play-off kualifikasi setelah mengalahkan Bangkok United melalui adu penalti. Sayangnya, di play-off, JDT harus mengakui keunggulan Gamba Osaka 3-0. Setelah itu, JDT juga harus mengakui keunggulan Perak FC 2-1 di Liga Super Malaysia 2017. Kekalahan tersebut mengakhiri catatan tak terkalahkan JDT sepanjang 26 laga beruntun sejak awal musim 2016.

12. Pada jeda tengah musim 2017, JDT menunjuk Ulisses Morais sebagai manajer baru tim utama menggantikan Benjamin Mora yang kembali menjadi pelatih JDT II. Morais membantu JDT meraih gelar liga keempat beruntun pada 5 Agustus 2017 saat liga masih menyisakan tiga pertandingan.

13. JDT meraih dua gelar di akhir musim 2017, Liga Super Malaysia 2017 dan Piala Malaysia 2017. Gelar Piala Malaysia 2017 diraih setelah mengalahkan Kedah Darul Aman FC 2-0 di final.

14. Pada laga kelima grup H di babak grup Piala AFC 2018, Persija Jakarta meraih kemenangan telak 4-0 atas JDT di Stadion Gelora Bung Karno pada 10 April 2018. Seluruh gol di laga tersebut dicetak oleh Marko Simic.

Serba-Serbi Johor Darul Ta'zim FC Sang Penguasa Liga Super Malaysia
Satu dari empat gol Marko Simic ke gawang JDT pada laga kelima
Grup H Piala AFC 2018 di Stadion Gelora Bung Karno

15. JDT sempat diperkuat mantan playmaker Argentina, Pablo Aimar pada 2013-2014. Per 7 Agustus 2013, Aimar dikontrak selama dua tahun. Aimar menjadi pemain termahal yang pernah ada di Liga Super Malaysia. Enam bulan setelah dikontrak, Aimar tampil perdana di liga saat JDT menang 2-0 atas Perak FA. Aimar hanya tampil delapan kali serta mencetak dua gol sebelum akhirnya dilepas pada 21 April 2014 akibat serangkaian cedera.

Spoiler for Pablo Aimar diperkenalkan sebagai pemain baru JDT:

16. Jelang musim 2016, Johor FA secara resmi menyatakan bahwa JDT telah bertransformasi menjadi klub yang sepenuhnya profesional serta menjadi organisasi yang terpisah dari Johor FA. Saat ini, 70% saham JDT dimiliki oleh Tunku Idris, 30% sisanya dimiliki oleh Royal Football Fund sebuah perusahaan investasi olahraga berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.

17. Kesuksesan transformasi JDT menjadi klub profesional, manajemen tim yang bagus, kemewahan desain serta kelengkapan fasilitas stadion, dan kelengkapan serta kualitas sarana latihan yang dimiliki, telah menjadikan JDT kiblat bagi pengelolaan sepak bola di Asia, khususnya Asia Tenggara.

18. Boys of Straits merupakan nama resmi fans JDT.

Itulah serba-serbi Johor Darul Ta’zim FC sang penguasa Liga Super Malaysia. Semoga seluruh informasi yang ane sajikan disini bisa menambah wawasan kita semua, khususnya penggemar sepak bola dimana pun berada. Jika ada yang ingin ditambahkan, monggo, silakan tulis komentar.

Spoiler for Referensi:


Spoiler for Foto:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
mohri17 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh peteradis
Menarik sekali
Ane kira nama pesantren emoticon-Ngakak (S)
Si Macan. emoticon-Bola
profesional
dari club kecil menjadi besar, karena kepercayaan investor kepada Tunku Ismail Haji Ibrahim. Sepakbola itu bisnis. Emang keren ini orang.
ini yang pemainnya pas latian pada dateng pake Supercar yak emoticon-Matabelo


profile-picture
yuhanapr memberi reputasi
Diubah oleh fellgrey
ngeri. manajemennya bagus. tim asean bisa juara champions league asia
Koq namanya berbau arab?
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
btw baru aja nih JDT kerjasama sama Aston Martin sebagai sponsor emoticon-Cool

njir lah maju amat nih klub dibandingin klub Indonesia, gaji aja nunggak emoticon-Wakaka
Ini club bola apa pondok pesantren
emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-2 Jempol
Diubah oleh meimeiput
Clob bola Malaysia mirip liga perserikatan Indonesia Tempo dulu
Club bola milik kerajaan - kerajaan Malaysia
Kalau Indonesia club milik pemerintah daerah
Ane sering ke johor, kalau udah bosen di singapura,,emoticon-Cendol Gan emoticon-Lempar Bata
Klub yg level Profesional nya tertinggi di ASEAN

1. Buriram United
2. Johor Darul Tazim
3. Muangthong United
profile-picture
jerrystreamer1 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Beda bgt ya sama liga olshop indo, disana emang bener2 profesional liganya emoticon-Jempol
profile-picture
jerrystreamer1 memberi reputasi
semoga syahrian abimanyu awet disana
Post ini telah dihapus oleh KS06
Kl ada di indo bisa cukup setengahnya sj dari JDT ane yakin bakal jadi klub top sini
Mantap, johor darul tazim ini macan kemayoran atau maung bandung tapi versi negara bagian johor di jiran malaysia
Post ini telah dihapus oleh KS06
Post ini telah dihapus oleh KS06


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di