CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / ... / Allvariant Music on Kaskus (ASIK.IN) /
Lagu Anak Kurang Digemari Saat ini? Mungkin Karena Minimnya Pemberitaan Media
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60f6c0666c5eed1f6c17b87c/lagu-anak-kurang-digemari-saat-ini-mungkin-karena-minimnya-pemberitaan-media

Lagu Anak Kurang Digemari Saat ini? Mungkin Karena Minimnya Pemberitaan Media

Kids zaman now cenderung lebih bahagia saat mendengar lagu-lagu remaja dan dewasa yang bertema cinta. Padahal, anak-anak sangat membutuhkan hiburan berupa lagu yang cocok didengarkan sesuai usia mereka.

Lagu remaja dan dewasa tidak cocok didengarkan anak-anak karena memang belum waktunya. Jika dibiarkan, maka akan memengaruhi pola pikir dan mental mereka dalam menyikapi kehidupan.

Lagu Anak Kurang Digemari Saat ini? Mungkin Karena Minimnya Pemberitaan Media

Pada era 90-an lagu anak-anak sangat mendominasi panggung musik tanah air. Sejumlah penyanyi cilik menjadi idola yang sangat digemari, tidak hanya bagi anak-anak, namun juga digemari oleh orang tua.

Sejumlah lagu anak zaman old banyak yang masih terngiang sampai sekarang, seakan enggan hengkang dari ingatan. Benar-benar memory yang sangat indah di waktu kecil.

Lagu-lagu tersebut di antaranya adalah "Abang Tukang Baso", "Andai Aku Besar Nanti", "Balonku", "Bintang Kecil", "Cicak di Dinding", "Dua Mata Saya", "Topi Saya Bundar", "Naik-Naik ke Puncak Gunung", "Potong Bebek Angsa", "Lihat Kebunku" dan masih banyak lagi.

Lagu Anak Kurang Digemari Saat ini? Mungkin Karena Minimnya Pemberitaan Media

Ironisnya, lagu anak-anak saat ini tidak lagi sepopuler dulu. Penyebabnya adalah peta industri musik zaman kekinian berbeda dengan zaman dulu. Kemana gerangan lagu anak-anak dan mengapa penyanyi anak tidak banyak yang terdengar saat ini. Padahal lagu anak-anak sebenarnya selalu ada dan hadir di sekitar kita.

Minimnya lagu anak-anak di zaman sekarang bukanlah tanpa alasan. Salah satu kendalanya adalah minimnya pemberitaan membuat produser musik lebih memilih menginvestasikan uangnya untuk penyanyi yang mengikuti tren musik.

Media yang ingin memberitakan penyanyi cilik terus berkurang, panggung atau tempat tampil untuk lagu anak-anak juga sedikit. Hal ini membuat produser akan berpikir ulang untuk menggempur promosi lagunya. Industri dan ekosistemnya tidak berjalan baik. Pada akhirnya, lagunya tidak terdengar dan sampai ke telinga masyarakat.

Banyak juga radar media yang tidak jeli dalam melihat potensi dan bakat penyanyi anak. Saat ini telah terjadi pergeseran strategi promosi di mana lebih mengedepankan sisi eksternalitas, bukan lagi kepada substansi lagu anak itu sendiri.


Sumber:
Opini Pribadi dan [1]
profile-picture
profile-picture
wmcofficial dan Ayokitakemanaaa memberi reputasi


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di