CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / ... / Allvariant Music on Kaskus (ASIK.IN) /
Kontribusi Industri Musik Digital Kurang Maksimal Membuat Lagu Anak Kurang Populer
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60f6a37569fdf84e71179893/kontribusi-industri-musik-digital-kurang-maksimal-membuat-lagu-anak-kurang-populer

Kontribusi Industri Musik Digital Kurang Maksimal Membuat Lagu Anak Kurang Populer

Kids zaman now cenderung lebih bahagia saat mendengar lagu-lagu remaja dan dewasa yang bertema cinta. Padahal, anak-anak sangat membutuhkan hiburan berupa lagu yang cocok didengarkan sesuai usia mereka.

Lagu remaja dan dewasa tidak cocok didengarkan anak-anak karena memang belum waktunya. Jika dibiarkan, maka akan memengaruhi pola pikir dan mental mereka dalam menyikapi kehidupan.

Kontribusi Industri Musik Digital Kurang Maksimal Membuat Lagu Anak Kurang Populer

Pada era 90-an lagu anak-anak sangat mendominasi panggung musik tanah air. Sejumlah penyanyi cilik menjadi idola yang sangat digemari, tidak hanya bagi anak-anak, namun juga digemari oleh orang tua. Sebut saja Agnes Monica, Tasya Kamila, Maissy, Bondan Prakoso, Joshua Suherman, Tina Toon, Cindy Cenora, Dea Ananda, Sherina, Enno Lerian, dan masih banyak lagi.

Sejumlah lagu anak zaman old banyak yang masih terngiang sampai sekarang, seakan enggan hengkang dari ingatan. Benar-benar memory yang sangat indah di waktu kecil.

Lagu-lagu tersebut di antaranya adalah "Abang Tukang Baso", "Andai Aku Besar Nanti", "Balonku", "Bintang Kecil", "Cicak di Dinding", "Dua Mata Saya", "Topi Saya Bundar", "Naik-Naik ke Puncak Gunung", "Potong Bebek Angsa", "Lihat Kebunku" dan masih banyak lagi.

Kontribusi Industri Musik Digital Kurang Maksimal Membuat Lagu Anak Kurang Populer

Ironisnya, lagu anak-anak saat ini tidak lagi sepopuler dulu. Penyebabnya adalah peta industri musik zaman kekinian berbeda dengan zaman dulu. Kemana gerangan lagu anak-anak dan mengapa penyanyi anak tidak banyak yang terdengar saat ini. Padahal lagu anak-anak sebenarnya selalu ada dan hadir di sekitar kita.

Minimnya lagu anak-anak di zaman sekarang bukanlah tanpa alasan. Salah satu kendalanya adalah kurangnya kontribusi industri musik digital karena dipengaruhi oleh situasi pasar musik anak yang lesu.

Seharusnys media-media televisi memberi ruang lebih banyak untuk penyanyi cilik bisa berkreasi, tidak hanya sekedar ajang pencarian bakat, namun juga dibuatkan sebuah program televisi yang tayang setiap hari khusus menampilkan lagu anak-anak.

Program tersebut harus dibuat menarik, kalau dulu bertegur sapa dan request lagu melalui surat, saat ini cukup melalui pesan singkat saja atau aplikasi messenger seperti WhatsApp

Penyanyi cilik yang ada janganlah berhenti berkarya, manfaatkan media sosial dan media streaming untuk mengenalkan karya ke masyarakat.


Sumber:
Opini Pribadi dan [1]
profile-picture
profile-picture
wmcofficial dan Ayokitakemanaaa memberi reputasi


×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di