CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Sejarah Virus Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60f3f3949e33444942666e7d/sejarah-virus-corona

Sejarah Virus Corona

Sejarah Virus Corona
Sejarah Virus Corona
Koronavirus atau coronavirus (istilah populer: virus korona, virus corona, atau virus Corona) adalah sekumpulan virus dari subfamili Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Pada manusia, koronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. Manifestasi klinis yang muncul cukup beragam pada spesies lain: pada ayam, koronavirus menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas, sedangkan pada sapi dan babi menyebabkan diare. Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus pada manusia.

Koronavirus merupakan virus beramplop (selubung) dengan genom RNA utas tunggal plus dan nukleokapsid berbentuk heliks simetris. Jumlah genom koronavirus berkisar antara 27–34 kilo pasangan basa, terbesar di antara virus RNA yang diketahui. Nama koronavirus berasal dari bahasa Latin corona yang artinya mahkota, yang mengacu pada tampilan partikel virus (virion): mereka memiliki pinggiran yang mengingatkan pada mahkota atau korona matahari.

Asal Usul
Sejarah Virus Corona
The most recent common ancestor (MRCA) dari semua coronavirus diperkirakan telah ada 8000 SM, meskipun beberapa model ada sejauh 55 juta tahun atau lebih, dengan evolusi jangka panjang bersama kelelawar dan spesies burung. Nenek moyang terbaru dari garis alphacoronavirus telah ditempatkan pada sekitar 2400 SM, dari garis betacoronavirus pada 3300 SM, dari garis gammacoronavirus pada 2800 SM, dan garis deltacoronavirus pada sekitar 3000 SM.

Kelelawar dan burung, sebagai vertebrata terbang berdarah panas , merupakan reservoir alami yang ideal untuk kumpulan gen virus corona (dengan kelelawar sebagai reservoiruntuk alphacoronaviruses dan betacoronavirus – dan burung merupakan reservoir untuk gammacoronaviruses dan deltacoronaviruses). Jumlah besar dan jangkauan global spesies kelelawar dan unggas yang menjadi inang virus telah memungkinkan evolusi ekstensif dan penyebaran virus corona.

Banyak virus corona manusia berasal dari kelelawar. Virus corona manusia NL63 memiliki nenek moyang yang sama dengan virus corona kelelawar (ARCoV.2) antara tahun 1190 dan 1449 M. Virus corona 229E manusia memiliki nenek moyang yang sama dengan virus corona kelelawar (GhanaGrp1 Bt CoV) antara tahun 1686 dan 1800 M. Baru-baru ini, alpaca coronavirus dan human coronavirus 229E menyimpang beberapa saat sebelum tahun 1960. MERS-CoV muncul pada manusia dari kelelawar melalui inang perantara unta. MERS-CoV, meskipun terkait dengan beberapa spesies coronavirus kelelawar, tampaknya telah menyimpang dari ini beberapa abad yang lalu. Virus corona kelelawar yang paling dekat hubungannya dan SARS-CoV menyimpang pada tahun 1986. Nenek moyang SARS-CoV pertama kali menginfeksi kelelawar hidung-daun dari genus Hipposideridae ; kemudian, mereka menyebar ke kelelawar tapal kuda dalam spesies Rhinolophidae , kemudian ke musang palem Asia , dan akhirnya ke manusia.

Tidak seperti betacoronavirus lainnya, bovine coronavirus dari spesies Betacoronavirus 1 dan subgenus Embecovirus diperkirakan berasal dari hewan pengerat dan bukan kelelawar. Pada tahun 1790-an, coronavirus kuda menyimpang dari coronavirus sapi setelah lompatan lintas spesies.

Kemudian pada tahun 1890-an, coronavirus manusia OC43 menyimpang dari coronavirus sapi setelah peristiwa limpahan lintas spesies lainnya. Diperkirakan bahwa pandemi flu tahun 1890 mungkin disebabkan oleh peristiwa limpahan ini, dan bukan oleh virus influenza, karena waktu yang terkait, gejala neurologis, dan agen penyebab pandemi yang tidak diketahui. Selain menyebabkan infeksi saluran pernapasan, virus corona OC43 manusia juga diduga berperan dalam penyakit saraf. Pada 1950-an, virus corona manusia OC43 mulai menyimpang ke genotipenya yang sekarang.

Secara filogenetik, virus hepatitis tikus (coronavirus Murine ), yang menginfeksi hati tikus dan sistem saraf pusat, terkait dengan coronavirus manusia OC43 dan coronavirus sapi. Human coronavirus HKU1, seperti virus yang disebutkan di atas, juga berasal dari hewan pengerat.

Penemuan
Sejarah Virus Corona
Koronavirus ditemukan pada 1960-an. Virus yang paling awal ditemukan adalah virus bronkitis infeksius pada ayam dan dua virus dari rongga hidung manusia dengan flu biasa yang kemudian diberi nama human coronavirus 229E dan human coronavirus OC43. Sejak saat itu, anggota koronavirus yang lain mulai diidentifikasi, termasuk SARS-CoV pada 2003, HCoV NL63 pada 2004, HKU1 pada 2005, MERS-CoV (sebelumnya dikenal sebagai 2012-nCoV) pada 2012, dan SARS-CoV-2 (sebelumnya dikenal sebagai 2019-nCoV) pada 2019; sebagian besar dari virus-virus ini terkait dengan infeksi saluran pernapasan yang serius.

Nama dan morfologi
Nama koronavirus berasal dari bahasa Latin corona dan bahasa Yunani κορώνη (korṓnē, "lingkaran, untaian"), yang berarti mahkota atau lingkaran cahaya. Namanya mengacu pada penampilan karakteristik virion (bentuk infektif virus) dalam mikroskop elektron, yang memproyeksikan pinggiran permukaan virus yang besar dan bulat yang menghasilkan gambar yang mengingatkan pada mahkota atau korona matahari. Morfologi ini diciptakan oleh peplomer tonjolan protein permukaan virus (S), yang menentukan tropisme inang.

Sejarah Virus Corona

Protein yang menyusun struktur koronavirus yaitu protein tonjolan (spike) (S), amplop (E), membran (M), dan nukleokapsid (N). Khusus pada virus SARS, letak pengikatan reseptor pada protein S memediasi perlekatan virus ke reseptor sel inangnya yaitu, enzim pengubah angiotensin (ACE2).[12] Beberapa koronavirus (khususnya anggota Betacoronavirus garis keturunan A) juga memiliki tonjolan protein pendek yang disebut hemaglutinin esterase (HE).

Klasifikasi
Sejarah Virus Corona
Coronavirus membentuk subfamili Orthocoronavirinae, yang merupakan salah satu dari dua sub-famili dalam famili Coronaviridae , ordo Nidovirales , dan ranah Riboviria . Mereka dibagi menjadi empat genera: Alphacoronavirus , Betacoronavirus , Gammacoronavirus dan Deltacoronavirus . Alphacoronaviruses dan betacoronaviruses menginfeksi mamalia, sedangkan gammacoronaviruses dan deltacoronaviruses terutama menginfeksi burung.

Genus: Alphacoronavirus
Spesies: Alphacoronavirus 1 ( TGEV , Feline coronavirus , Canine coronavirus ), Human coronavirus 229E , Human coronavirus NL63 , Miniopterus bat coronavirus 1 , Miniopterus bat coronavirus HKU8 , Porcine epidemi diare virus , Rhinolophus bat coronavirus HKU2 , Scotophilus bat coronavirus 512

Genus Betacoronavirus ;
Spesies: Betacoronavirus 1 ( Bovine Coronavirus , Human coronavirus OC43 ), Hedgehog coronavirus 1 , Human coronavirus HKU1 , coronavirus terkait sindrom pernapasan Timur Tengah , coronavirus Murine , Pipistrellus bat coronavirus HKU5 , Rousettus bat coronavirus HKU9 , coronavirus terkait sindrom pernapasan akut parah ( SARS-CoV , SARS-CoV-2 ), Tylonycteris kelelawar coronavirus HKU4

Genus Gammacoronavirus ;
Spesies: Virus corona burung , virus corona paus Beluga SW1

Genus Deltacoronavirus
Spesies: Bulbul coronavirus HKU11 , Porcine coronavirus HKU15

Penularan
Penularan koronavirus dari manusia ke manusia diperkirakan terjadi melalui kontak langsung dalam jarak dekat via tetesan kecil atau percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang dihasilkan penderita saat bersin dan batuk

Sejarah Virus Corona

Koronavirus Manusia
Koronavirus diyakini menyebabkan 15–30% dari semua pilek pada orang dewasa dan anak-anak. Koronavirus menyebabkan pilek dengan gejala utama seperti demam dan sakit tenggorokan akibat pembengkakan adenoid, terutama pada musim dingin dan awal musim semi. Koronavirus dapat menyebabkan pneumonia, baik pneumonia virus langsung atau pneumonia bakterial sekunder, dan dapat menyebabkan bronkitis, baik bronkitis virus langsung atau bronkitis bakterial sekunder. Koronavirus manusia yang ditemukan pada tahun 2003, SARS-CoV, yang menyebabkan sindrom pernafasan akut berat (SARS), memiliki patogenesis yang unik karena menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah.[18] Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus manusia.

Sejarah Virus Corona

Tujuh galur koronavirus manusia yang saat ini diketahui:

1. Human coronavirus 229E (HCoV-229E)
2. Human coronavirus OC43 (HCoV-OC43)
3. Koronavirus sindrom pernapasan akut berat (SARS-CoV)
4. Human coronavirus NL63 (HCoV-NL63, New Haven coronavirus)
5. Human coronavirus HKU1
6.Koronavirus terkait sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV), yang sebelumnya dikenal sebagai novel coronavirus 2012 dan HCoV-EMC
7. Koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2), sebelumnya dikenal sebagai 2019-nCoV atau "novel coronavirus 2019"

Koronavirus HCoV-229E, -NL63, -OC43, dan -HKU1 terus beredar dalam populasi manusia dan menyebabkan infeksi pernapasan pada orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia.

Wabah penyakit
Beberapa wabah koronavirus dengan mortalitas yang relatif tinggi adalah sebagai berikut:

1. Wabah SARS 2003, jenis Virus SARS-CoV dengan kematian 774 jiwa.
2. Wabah MERS 2012, jenis virus MERS-CoV dengan kematian Lebih dari 400 jiwa.
3. Wabah MERS 2015 di Korea Selatan, jenis virus MERS-CoV dengan kematian 36 jiwa.
4. Wabah MERS 2018, jenis virus MERS-CoV dengan kematian 41 jiwa.
5. Pandemi koronavirus 2019–2020, jenis virus SARS-CoV-2 dengan kematian paling tidak 3.237.808

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Koronavirus
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Coronavirus

Disclaimer: Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini boleh digunakan hanya untuk penjelasan ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis.

Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis. Wikipedia bukan pengganti dokter.

Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tyrodinthor dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh LordFaries4.0
Halaman 1 dari 2
Gile mortalitas 1-4 cuma sebesar populasi mungkin 1 cluster perunahan kecil kurang dr 200kk.
Yg no 5 nya udah jut jut an n masih ada potensi increment yg significant.
🤦🏻
profile-picture
jlamp memberi reputasi
Ane mikir kalau memang asalnya dari kelalawar ini virus, apa ada antibodi dari kelalawar itu sendiri buat ngatasin virus ini? Apa kelalawar juga mati kenak virus corona ini?
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan

profile-picture
profile-picture
laksanardie dan ushirota memberi reputasi
Diubah oleh dragonroar
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
ternyata udah ada dari dulu, cuma baru heboh di wuhan
1 hal yg terpenting..... bhw, Yg jelas..... wabah virus ccp 19 ini, aslinya mmg berasal dr wuhan city di daratan tiongkok, gan..... bukan dr kota2 selain dr daratan tiongkok....... emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entertainer dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh yoseful
Lihat 52 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 52 balasan
Apa kegunaan virus di muka bumi?
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
ane bookmark dulu buat cocokin sumber lain
profile-picture
LordFaries4.0 memberi reputasi
Asli.. jahat bener ni virus
Sehat selalu
Cayna akan slalu menutup-nutupi asal usul virus ini. Sejarah Virus Corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lqmnnhkm dan 4 lainnya memberi reputasi
Kalo dari virus berasal kelelawar,di tomohon juga mengkonsumsi nya, tapi kenapa tidak ada virus korona nya?apa beda spesies kelelawar nya?
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Variannya memang ada sudah dari dahulu kala
Krna ada campur tangan manusia vroh dlm pngembangan virus. Gunanya bnyak vroh salah satunya medical bisnis
Ahh kampretlah emoticon-Turut Berdukaemoticon-Blue Guy Bata (L)
Sangat di mengerti kalo dipikirin sambil ngopi
Pertanyaannya virus itu bermutasi secara alami atau manusia yg mutasiin
Sejarah Virus Corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
laksanardie dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
bisa untuk cerita di masa depan saat anak2 sudah pada gede, untuk selalu menjaga kesehatan terutama rajin cuci tangan, karena meskipun nanti virus sudah hilang tapi kebiasaan baik kita menjaga kesehatan masih dipertahankan jadi terbiasa menjaga hidup sehat.

ya semoga pandemi ini segera berlalu, kita bisa melawan virus.
Ini alasan joker benci bgt sama batman emoticon-Leh Uga
Ndak ngerti ini gambar apa emoticon-Ngacir
Sejarah Virus Corona
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Negeri dongeng pageblukan mengadakan vaksinasi gratis bagi warganya dan yg nga mau NGA PAPA, tapi ditandain 😁, jadwal menyusul.... Ok, ditetapkan tgl 2 agustus, lha besok dong? H-2 baru dikasih tau.... Grabak grubuk nga tuh warganya? Trus dimana bro? Nga tau baru tgl dan daftar warganya aje nih yg jelas! Setelah H-1 baru dikasih tau tempatnya.... Kasian banget emang tuh jd warga negeri dongeng, pemimpinnya tolol2 bikin konser kok jadwal menyusul....

Bukan di Indonesia yg pasti.... 😂 Kl di sini bikin konser Metallica jadwal menyusul dan baru dikasih tau H-1 di buly abis2an ma netizen dah tuh EO nya, tolol pa bego lu besok mo konser ksh tau public sekarang???? Dungu....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kodokuper dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di