CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60d288ddf16894274b59a27a/hati-hati-membunuh-begal-atau-pelaku-yang-ingin-memperkosa-bisa-masuk-penjara

Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!



Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!

Terkadang hidup di bumi dan berharap adanya keadilan sepertinya tidak mungkin, apalagi berharap kemakmuran kalau tidak di dalam circle orang yang berkuasa agak susah untuk menjadi makmur. Tapi itulah kehidupan, akan ada yang hidup berkemewahan dan juga sebaliknya.

Kecemburuan ini akibatnya bisa mendorong mereka yang ingin hasil cepat tanpa harus susah payah, jalan yang banyak dilakukan adalah menjadi begal.

Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!

Bayangkan, ketika begal beraksi di tengah krisis ekonomi seperti ini mereka tak segan untuk melukai taegetnya baik itu dengan senjata tajam maupun senjata api.

Menjadi begal memang beragam alasan, tapi yang utama mereka sudah siap mati seperti para pelaku teror yang sering meledak di banyak tempat. Begal siap mati karena kehidupan yang dijalaninya cukup keras, mereka tak punya masa depan, mereka sering dianggap kaum marjinal, mereka bahkan dianggap sampah oleh banyak orang, kerasnya kehidupan membuat para begal siap untuk mati.

Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!

Namun alih-alih di Indonesia untuk mengurangi pelaku begal, dengan cara eksekusi massa yang biasanya terjadi. Tapi ternyata bila kita kutip sedikit hukum yang ada tentang pasal pembunuhan maka di Pasal 338 KUHP, “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.”

Terbukti nyawa setiap manusia di lindungi negara, termasuk juga begal. Maka, tak heran kalau begal tumbuh subur dan tidak takut beraksi di siang hari. Mereka kalau di penjarapun dapat makan, perut bisa kenyang.



Lantas bagaimana dengan mereka yang melakukan pembunuhan untuk membela diri? Tetap saja gan, jadi "tersangka" kemudian ditahan untuk kepentingan penyidikan (dasar hukumnya: Pasal 20 KUHAP).

Kemudian Hakimlah yang akan memberikan keputusan pada tersangka untuk membuktikan pembelaan diri yang ia lakukan, sesuai Pasal 49 ayat (1) KUHP mengatur mengenai perbuatan “pembelaan darurat” (noodweer) untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat. 

Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!

Tapi kalau tidak ada bukti, saksi yang bisa menguatkan bahwa dirinya membunuh karena pembelaan diri, alamat di penjara 15-20 tahun atau seumur hidup.

Seperti kasus pemerkosaan, ketika seorang pemerkosa melakukan aksinya lantas korban melawan dan si pemerkosa terbunuh, maka si korban akan sulit mendapatkan bukti karena kasus perkosaan biasanya terjadi di tempat sepi, tidak ada saksi apalagi cctv.

Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!

Maka, satu-satunya sumber saksi hanya dari si korban. Apalagi pelaku masih berpakaian lengkap, tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban apalagi tidak ada bukti pemerkosaan. Jelas ini akan menyudutkan korban menjadi tersangka, dan penjarapun sudah di depan mata.

Memang agak susah kalau kasus pembunuhan, dan biasanya Polisi akan gerak cepat kalau ada kasus pembunuhan. Maka, tak heran kasus pembunuhan lebih cepat diungkap dibandingkan kasus korupsi.

Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!

Nah, melihat hal ini kalau kamu ketemu begal atau pemerkosa apa yang harus dilakukan? Diam saja dan menikmati, teriak-teriak sampai dibungkam dengan belati, atau melawan hingga si pelaku mati, penjara jadi urusan belakangan!!

Karena pada dasarnya, membunuh orang lain tanpa ada saksi dan bukti membela diri akan ada hukumannya, toh bisa saja si korban ini menipu, bilangnya membela diri? Bagaimana!!

Satu lagi, pengacara korban harus yang berpengalaman agar tak kalah di pengadilan. Karena hakim tidak menilai dari sisi manusiawi tapi dari banyaknya bukti dan saksi, kalau perlu dilihat juga dari sisi psikologi si korban.

Menarik bukan untuk dibahas, yuk diskusi tentang hal ini.

Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, semoga bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.

emoticon-I Love Indonesia

Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star

Hati-Hati, Membunuh Begal Atau Pelaku Yang Ingin Memperkosa Bisa Masuk Penjara!!





profile-picture
profile-picture
profile-picture
anton2019827 dan 58 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Hmm.. Membunuh karena membela diri...

Jadi si korban sudah siap dengan senjata tajam atau alat apapun buat jaga jaga.. ini menarik, karena biasanya pemerkosa yang lebih dominan.. Dalam hal ini penegak hukum dan pengadilan harus bertindak jeli karena menyangkut nyawa manusia..

Tapi ane rasa cukup puas juga kalo bisa membuat para pemerkosa, begal, bandit, rampok tersungkur atau modar sekalian biar tau rasa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 23 lainnya memberi reputasi
Lihat 47 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 47 balasan
emang lucu kadang proses penegak hukum disini
mudah mudahan anak dari penegak hukum tsb merasakan apa yg di rasakan korban
emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
antzextreme dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 13 balasan
Kalo gitu dihajar setengah mati aja...

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Makanya kalo bunuh begal langsung tinggalin. Jangan sok lapor polisi. Kawan gue pernah nabrak begal daerah yang gue gak sebutkan. Soalnya dia mau dibegal. Kebetulan pake mobil. Begitu dia tabrak tuh begal, masuk kolong langsung digeleng aja. Trus tinggal. Gak usah pake brenti.
Mati pasti tuh begal.

Sampe sekarang aman gak ketauan. Udah lama padahal kejadiannya. Malah sekarang dia perkuat bemper mobilnya pake bemper besi emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mirai39idx dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Salah satu tangan ma kaki dibuat cacat seumur hidup aja. Mereka (begal, terutama pemerkosa) ga layak hidup, masih lebih mulia anjing dibanding mereka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
CMS830 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Sekarang, kita nyoba mikir dr sudut pandang sebagai rampok dan korban.

Dari sisi rampok Bawa senjata tajam

- Kl tidak ketahuan, ya untung.
- Kl ketahuan senjata bisa dipakai utk mengacancam atau melukai. Abis mengancam atau melukai masih bisa kabur dan gk ketangkep. Korban lapor ke pihak berwajib, ujung2nya malah.... (isi sendiri). Kl pun terpaksa membunuh korban, tetep bisa kabur dan gk ketangkep. Apes2nya kl ketangkep, masuk bui dan ketemu teman2 sesama perjuangan. Dapat makan pula.

Intinya, dalam skenario apapun rampok minimal masih hidup.

Dari sisi korban

- minimal kehilangan harta. Mau lapor pihak berwajib, ujung2nya malah...(isi sendiri)
- Misal dilukai dgn senjata tajam. Bisa cacat atau malah kehilangan anggota tubuh.
- Mau ngelawan rampok dgn tangan kosong. Pasti luka parah atau malah mati sendiri. Harta ilang, nyawa melayang.
- Mau ngelawan pake senjata tajam trus rampoknya mati. Justru si korban yg ditanggkap dan diancam hukuman. Harta gk ilang tp kebebasan ilang. Keluarga dan diri sendiri menderita banget. Lbh parah, kl senjatanya udah disiapkan di rumah buat jaga2 kl dirampok. Jelas langsung kena hukuman. Dianggap memang udah merencanakan utk ngebunuh org (walaupun org nya rampok).
- Mau pembuktian di pengadilan biar bebas krn membela diri. Pasti butuh biaya jg. Minimal utk bayar pengacara yg handal. Blum lagi biaya2 buat...(isi sendiri).

Mau kondisi apapun, si korban pasti tetap jd korban. Bisa korban harta/nyawa/cacat/kebebasan. Coba bandingkan dgn si rampok.

IMO, hukum saat ini justru menguntungkan pihak rampok. Mustinya hukum mengenai ini dibenahi dan diperjelas. Yg mana membunuh krn bener2 kepepet dan membunuh krn pengen dan kesempatan. Ditambah pula, pelaku pembunuhan lewat penghakiman masa jg perlu dihukum. Biar org gk seenaknya buat hukum sendiri.





profile-picture
profile-picture
profile-picture
mirai39idx dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh johny2wong
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
mendingan dibutakan saja matanya dicolok, jangan dibunuh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MasterSims dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
hukuman ancamannya seperti itu. tapi kebanyakan bebas.
dulu ada remaja ngelawan begal hp sampe begalnya mati, malah dapet penghargaan dari kepolisian.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kyubiberdubur9 dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
kalau gitu pelaku begal /pelaku pemerkosaan
di libas setengah mati aja ,
kalau dilibas sampai mati nanti kita bisa masuk penjara

profile-picture
profile-picture
profile-picture
wolfzmus dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 45 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 45 balasan
catat:
kalau bunuh rampok/begal/pemerkosa:
1. jangan ada saksi,rekam2 dan sebagainya.
2. gak usah pengen disebut pahlawan,rahasiakan seumur hidup.
3. minimal kulitin sidik jari2nya..bakar.
4. buang ke sungai yang banyak buayanya.

sekian.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
c4punk1950... dan 4 lainnya memberi reputasi


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di