CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tekanan Pusat dan Jalan Buntu Anies Tarik Rem Darurat Covid
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60d121db047b6825411ee99c/tekanan-pusat-dan-jalan-buntu-anies-tarik-rem-darurat-covid

Tekanan Pusat dan Jalan Buntu Anies Tarik Rem Darurat Covid

Jakarta, CNN Indonesia -- Penambahan kasus positif Covid-19 di wilayah Jakarta mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Mudik dan libur lebaran ditengarai menjadi salah satu pemicunya.

Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Letkol TNI Laut M. Arifin sempat mendesak Pemprov DKI menarik rem darurat: PSBB secara ketat.


"Jakarta sekarang masih macet, bagaimana ini pemerintah provinsinya? Ini kebijakan harus sinergis saat ini. Segera lakukan PSBB seperti awal, kecuali memang mau warganya kolaps, silakan," kata Arifin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (15/6).


Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan sulit bagi Pemprov DKI menentukan satu dari dua pilihan yang ada: PPKM atau PSBB. Apalagi, kata Agus, Pemprov DKI tak bisa serta merta membuat kebijakan sepihak.

"Ini pusat ibu kota pasti pemerintah pusat orang dia ada di sini pasti akan mengeluarkan pengaruhnya, kalau sudah gitu ya gubernurnya nurut aja kan ke pusat," kata Agus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (16/6) malam.

"Memang bisa, tapi kan kalau dilakukan memang pemerintah pusat enggak rese, memangnya 11 atau 13 partai politik enggak rese, pasti rese," ujarnya.


Agus menuturkan salah satu upaya yang bisa pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19 adalah dengan pengetatan pengawasan terhadap kegiatan masyarakat. Namun, kata Agus, kebijakan ini pasti akan bersebrangan dengan para pemilik modal yang berfokus pada sektor ekonomi.


"Karena sekarang pemerintah tidak mengkajinya secara baik, tapi mengkaji secara pemilik modal, pemilik modal teriak jangan ditutup nanti kita mati, padahal yang punya modal juga enggak ada di Indonesia," tuturnya.

Tekanan pusat

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono juga mengatakan bahwa Pemprov DKI tak bisa serta menarik mengambil keputusan untuk kembali menerapkan PSBB. Pasalnya, menurut Pandu, Pemprov DKI mendapat tekanan dari pemerintah pusat terkait kebijakan atau keputusan yang akan diambil.

"Pak gubernur sebenarnya juga pengen pengetatan yang lebih, tapi enggak mungkin, mau kejadian waktu PSBB ketat ya kan enggak mungkin, karena waktu itu aja pak gubernur langsung mendapat tekanan dari pemerintah pusat," ucap Pandu.

"Iya tidak mungkin melampaui kewenangan pemerintah pusat, kalau mau mereka melakukan sesuatu yang berbeda, harus konsultasi dulu dengan pemerintah pusat," katanya menegaskan.

Pandu menuturkan yang bisa dilakukan oleh Pemprov DKI saat ini adalah dengan mengimplementasikan ketentuan atau aturan dalam PPKM skala mikro semaksimal mungkin dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19.


Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA menuturkan ada peluang bagi daerah yang ingin kembali menerapkan PSBB. Opsi ini bisa diambil setelah pemerintah mengevaluasi penerapan PPKM berskala mikro.

"Segala kemungkinan, berdasarkan evaluasi perkembangan situasi, dapat dilakukan," kata Safrizal dalam pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sendiri telah menyatakan bahwa pihaknya belum akan menarik rem darurat. Ia menyebut Pemprov DKI masih akan menerapkan PPKM berskala mikro yang telah diperpanjang hingga 28 Juni mendatang.

"Kita sudah keluarkan PPKM dua minggu ke depan, jadi masih tetap seperti yang kemarin," kata Riza kepada wartawan di kompleks Balai Kota, Rabu (16/6).

https://www.cnnindonesia.com/nasiona...-darurat-covid

Sebagai warga yg penting jaga protokol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anton2019827 dan 21 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
SuaraJakarta.id - Sejumlah pihak mendesak Pemprov DKI menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB ketat di Jakarta. Ini menyusul kasus COVID-19 di Jakarta yang kian meroket.

Namun tak bisa dipungkiri, biaya yang harus dikeluarkan karena penerapan PSBB ketat di Jakarta tidaklah sedikit.



Tekanan Pusat dan Jalan Buntu Anies Tarik Rem Darurat Covid


beri makan dengan kata2 wan abud aja pak, pasti dijamin kenyang emoticon-Sundul Up

ane aja sampe mau muntah. emoticon-Najis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 25 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jangan khawatir.

Sudah dilacak dari Januari 2020.

Tekanan Pusat dan Jalan Buntu Anies Tarik Rem Darurat Covid

emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 23 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
kajian pemerintah pusat baru dari sudut pemilik modal, pantesan rem darurat gak diangkat, mau tunggu rumah sakit kolaps dulu kayaknya 🤢
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 3 lainnya memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lupis.manis dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Totongmu itu nis, yg buat kerumunan acara sepedaan goblokmu itu.
Nutup mesjid kegiatan gk penting aja gk sanggup sok mau lokdon.
Satpol pp nya pada tidur2

Tekanan Pusat dan Jalan Buntu Anies Tarik Rem Darurat Covid

Kelakuan didepan tni konpers covid si aibon dungu main hp. Ga ada adab nya imigran yaman ini! Minus akhlak ketimuran

Tekanan Pusat dan Jalan Buntu Anies Tarik Rem Darurat Covid
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoga111 dan 23 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh owi.kill.kadrun
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sama aja lah. Emang orang pusat atau daerah peduli berapa ribu orang yang mati kena covid. Mending foto2 selfie di sawah atau peternakan bebek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
DoDoLanDoDoL dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Padahal sama2 kaga mau tarik rem, mumpung pusat udah duluan bisa ngeles. Pan ada tuh ibu2 dpr apa dpdd dah bilang kas jakarta kosong kalo ampe ketat ga bisa bansos. Kalo ketat tarik pajak nya gmna cenah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoseful dan 2 lainnya memberi reputasi
misal nih rem darurat katakanlah lockdown
abis itu apa
langkah2ny apa udah disiapin minimal diwacanakan deh?
profile-picture
profile-picture
PrinScrup dan yoseful memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Sehari 5 ribu, abud masih santai sepedaan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 5 lainnya memberi reputasi
Kemenangan sudah didepan mata....

___________emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 9 lainnya memberi reputasi
Carut marut kebijakan pemerintah pusat, daerah juga rakyatnya yg goblok, gak bisa diatur.
Hasilnya indonesia sekarang ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 5 lainnya memberi reputasi
yg busuk skrg ini memang di pusat.... ngotot ga mau lockdown.....

Pusat hanya berani buat kebijakan plintat plintut demi jaga reputasi


Seperti maju perang dengan panglima pengecut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jamesbondan007 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
klo ekonomi masih jadi prioritas...
jangan harap covid bisa diatasi...
profile-picture
profile-picture
tokoalshop dan yoseful memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
apa memang ada aturannya pemerintah pusat menekan gubernur? keliatannya jadi seperti dizalimi gitu
profile-picture
tukangbeling7 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Percuma sih, misal di lokdon ekonomi balik lagi ancur2an, oke lah anggap kasus turun drastis, abis itu gimana? Ya bebas lagi, kasus naik lagi, gitu aja terus2an emoticon-Ngakak

Perhatiin aja yg gak mau pake masker itu orang2 kayak gmn, coba lu atur dah emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh p.star7
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
🤡🤡🤡🤡🤡
profile-picture
i.am.legend. memberi reputasi
ya iyalah manut pusat KARENA YG BAYARIN PUSAT
anis mah bacot doang, kalo berhasil tinggal klaim kalo gagal ngumpet.

main tarikk rem tapi gak ada duit sapa mau bayarin? Pandu Riono mau saweran?
lagian apa beda ada PSBB dan enggak di Jakarta?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 6 lainnya memberi reputasi
mao totdown skr mah udh telat, selamat menikmati kebodohan dan pembangkangan sipil emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
37sanchi dan 3 lainnya memberi reputasi
Sok sok an lokdon wilayah tapi pengawasan kendor y cuma kelihatan gaya aja.

Memang harus di tekan biar ngk bikin "kekonyolan"
profile-picture
yoseful memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di